Nama : Dheyamantha Mutiara Jean
NPM : 2511011005
1. Kredibilitas kepemimpinan dibangun melalui dua hal utama, yaitu keahlian dan kepercayaan. Keahlian berarti pemimpin menguasai bidang yang dipimpin, sedangkan kepercayaan dibangun dengan jujur, berpegang pada prinsip, menjaga informasi rahasia, dan menepati janji atau komitmen.
2. Untuk menguasainya, pemimpin perlu berkomunikasi dengan jelas, mendengarkan secara aktif tanpa memotong pembicaraan, merangkum kembali pesan dengan kata-kata sendiri, serta memperhatikan perilaku nonverbal seperti nada dan volume suara, ekspresi wajah, postur, dan gerakan tubuh.
3. Dengan tidak langsung menyalahkan atau membela diri ketika menerima kritik, tetapi mencoba memahami sudut pandang orang lain terlebih dahulu. Pemimpin juga perlu mendengarkan keluhan, memahami masalah, dan memberikan respons dengan tenang agar tercipta iklim kerja tim yang positif.
4.Dengan mengidentifikasi sekitar 20% aktivitas yang memberikan dampak terbesar, lalu memfokuskan waktu dan energi pada aktivitas tersebut. Sementara itu, pekerjaan yang berdampak rendah dapat dikurangi atau didelegasikan agar pekerjaan menjadi lebih efektif.
5. Menganalisis akar penyebab masalah dapat dilakukan dengan metode terstruktur:
- Fishbone: mengidentifikasi berbagai kemungkinan penyebab masalah dan mengelompokkannya.
- Force Field: melihat faktor yang mendorong dan menghambat terjadinya perubahan.
- NGT (Nominal Group Technique): setiap anggota menyampaikan ide secara mandiri, kemudian dibahas bersama untuk menentukan solusi.
6.Dengan memberikan ruang dan sumber daya yang cukup, mengurangi tekanan waktu berlebihan, melihat masalah dari sudut pandang baru, menggunakan analogi, serta melakukan perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan.
7. Motivasi adalah dorongan yang memberikan arah, intensitas, dan ketekunan pada perilaku seseorang. Peran pemimpin dalam memotivasi pengikut yaitu membangun hubungan dan memberi perhatian, memberikan penghargaan, menetapkan tujuan yang jelas, serta memberikan umpan balik yang konstruktif.
8. Memahami pendekatan motivasi berarti menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi pengikut. terdapat 5 pendekatan, yaitu:
1. Motif/kebutuhan = memahami kebutuhan yang mendorong seseorang.
2. Orientasi pencapaian = mendorong seseorang mencapai prestasi dan hasil tinggi.
3. Penetapan tujuan = memberikan target yang jelas.
4. Pendekatan operan = menggunakan reward dan punishment untuk membentuk perilaku.
5. Pemberdayaan = memberikan kepercayaan dan kebebasan dalam mengambil keputusan.
9. Strategi motivasi dalam tim dapat diterapkan dengan menetapkan tujuan yang jelas, membagi peran dan tanggung jawab dengan baik, memberikan target kinerja yang tinggi, serta memberi penghargaan sesuai pencapaian tim.
10. Grit atau ketekunan penting karena membantu seseorang tetap bertahan dan konsisten mengejar tujuan jangka panjang meskipun menghadapi kesulitan atau hambatan. Jadi, grit bukan hanya tentang bekerja keras, tetapi juga memiliki ketekunan dan passion untuk terus mencapai tujuan.
NPM : 2511011005
1. Kredibilitas kepemimpinan dibangun melalui dua hal utama, yaitu keahlian dan kepercayaan. Keahlian berarti pemimpin menguasai bidang yang dipimpin, sedangkan kepercayaan dibangun dengan jujur, berpegang pada prinsip, menjaga informasi rahasia, dan menepati janji atau komitmen.
2. Untuk menguasainya, pemimpin perlu berkomunikasi dengan jelas, mendengarkan secara aktif tanpa memotong pembicaraan, merangkum kembali pesan dengan kata-kata sendiri, serta memperhatikan perilaku nonverbal seperti nada dan volume suara, ekspresi wajah, postur, dan gerakan tubuh.
3. Dengan tidak langsung menyalahkan atau membela diri ketika menerima kritik, tetapi mencoba memahami sudut pandang orang lain terlebih dahulu. Pemimpin juga perlu mendengarkan keluhan, memahami masalah, dan memberikan respons dengan tenang agar tercipta iklim kerja tim yang positif.
4.Dengan mengidentifikasi sekitar 20% aktivitas yang memberikan dampak terbesar, lalu memfokuskan waktu dan energi pada aktivitas tersebut. Sementara itu, pekerjaan yang berdampak rendah dapat dikurangi atau didelegasikan agar pekerjaan menjadi lebih efektif.
5. Menganalisis akar penyebab masalah dapat dilakukan dengan metode terstruktur:
- Fishbone: mengidentifikasi berbagai kemungkinan penyebab masalah dan mengelompokkannya.
- Force Field: melihat faktor yang mendorong dan menghambat terjadinya perubahan.
- NGT (Nominal Group Technique): setiap anggota menyampaikan ide secara mandiri, kemudian dibahas bersama untuk menentukan solusi.
6.Dengan memberikan ruang dan sumber daya yang cukup, mengurangi tekanan waktu berlebihan, melihat masalah dari sudut pandang baru, menggunakan analogi, serta melakukan perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan.
7. Motivasi adalah dorongan yang memberikan arah, intensitas, dan ketekunan pada perilaku seseorang. Peran pemimpin dalam memotivasi pengikut yaitu membangun hubungan dan memberi perhatian, memberikan penghargaan, menetapkan tujuan yang jelas, serta memberikan umpan balik yang konstruktif.
8. Memahami pendekatan motivasi berarti menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi pengikut. terdapat 5 pendekatan, yaitu:
1. Motif/kebutuhan = memahami kebutuhan yang mendorong seseorang.
2. Orientasi pencapaian = mendorong seseorang mencapai prestasi dan hasil tinggi.
3. Penetapan tujuan = memberikan target yang jelas.
4. Pendekatan operan = menggunakan reward dan punishment untuk membentuk perilaku.
5. Pemberdayaan = memberikan kepercayaan dan kebebasan dalam mengambil keputusan.
9. Strategi motivasi dalam tim dapat diterapkan dengan menetapkan tujuan yang jelas, membagi peran dan tanggung jawab dengan baik, memberikan target kinerja yang tinggi, serta memberi penghargaan sesuai pencapaian tim.
10. Grit atau ketekunan penting karena membantu seseorang tetap bertahan dan konsisten mengejar tujuan jangka panjang meskipun menghadapi kesulitan atau hambatan. Jadi, grit bukan hanya tentang bekerja keras, tetapi juga memiliki ketekunan dan passion untuk terus mencapai tujuan.