Kiriman dibuat oleh Muhammad Fiqih Fadilah

D3 MESIN MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal

oleh Muhammad Fiqih Fadilah -

NAMA: Muhammad Fiqih Fadilah

NPM: 2505101021

PRODI: D3 Teknik Mesin


SOAL

Analisis soal 1

A.    Bagaimanakah pendapatmu mengenai isi artikel tersebut? Hal positif apa yang bisa anda ambil?

B.     Jelaskan bagaimanakah  hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut?

C.     Sebutkan dan jelaskan berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.

D.    Bagaimanakah cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

JAWABAN

A. Pendapat terhadap Isi Artikel & Hal Positif yang Dapat Diambil

Pendapat terhadap Isi Artikel:

  • Artikel tersebut sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, khususnya dalam melihat perilaku generasi milenial.

  • Artikel menyoroti menurunnya sopan santun, akhlak, dan kepedulian sosial akibat pengaruh teknologi dan budaya luar.

  • Penulis memberikan gambaran bahwa:

    • Generasi muda saat ini hidup di era yang serba bebas,

    • Tetapi sering kehilangan arah dalam etika dan moral.

  • Artikel juga menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai budaya luhur bangsa dengan gaya hidup modern.

Hal Positif yang Bisa Diambil dari Artikel:

  • Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya akhlak dan sopan santun.

  • Mengingatkan bahwa:

    • Budaya timur menjunjung tinggi adab, tata krama, dan penghormatan.

  • Mendorong generasi muda untuk:

    • Tidak hanya cerdas secara akademik,

    • Tetapi juga baik secara moral dan etika.

  • Memberikan motivasi agar:

    • Nilai-nilai budaya lokal tetap dijaga,

    • Tidak tergeser oleh budaya asing yang tidak sesuai.


B. Hubungan Pancasila sebagai Sistem Etika dengan Isi Artikel

Hubungan Pancasila dengan isi artikel sangat erat, karena:

  • Sila 1 (Ketuhanan Yang Maha Esa):

    • Artikel membahas tentang akhlak dan moral, yang bersumber dari ajaran agama.

    • Perilaku generasi muda yang menyimpang menunjukkan menurunnya pengamalan sila pertama.

  • Sila 2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab):

    • Lunturnya sopan santun, saling menghargai, dan empati menunjukkan krisis adab dan kemanusiaan.

    • Artikel mengkritik tindakan generasi muda yang sering:

      • Cuex

      • Individualis

      • Kurang empati

  • Sila 3 (Persatuan Indonesia):

    • Masuknya budaya asing tanpa filter melemahkan identitas nasional.

    • Artikel mengingatkan pentingnya menjaga budaya sebagai pemersatu bangsa.

  • Sila 4 (Kerakyatan dan Musyawarah):

    • Media sosial membuat banyak generasi muda:

      • Mudah menghujat,

      • Tidak menghargai pendapat,

      • Tidak menjunjung etika berdiskusi.

  • Sila 5 (Keadilan Sosial):

    • Gaya hidup hedon dan pamer di media sosial menciptakan:

      • Kesenjangan sosial,

      • Rasa iri,

      • Ketidakadilan psikologis di masyarakat.

Maka jelas bahwa artikel tersebut menggambarkan lemahnya pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan generasi muda saat ini.


C. Kearifan Lokal Indonesia yang Terkait dengan Sistem Etika Berdasarkan Sila Pancasila

Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa

  • Yasinan

  • Tahlilan

  • Pengajian kampung
    Mengajarkan:

  • Iman

  • Akhlak

  • Kejujuran

  • Tanggung jawab kepada Tuhan


Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

  • Tepo seliro (Jawa)

  • Mapalus (Minahasa)
    Mengajarkan:

  • Empati

  • Tenggang rasa

  • Sopan santun

  • Tolong-menolong


Sila 3 – Persatuan Indonesia

  • Gotong royong

  • Kerja bakti

  • Siskamling
    Mengajarkan:

  • Solidaritas

  • Persatuan

  • Rasa memiliki lingkungan


Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan

  • Musyawarah desa

  • Rapat adat
    Mengajarkan:

  • Demokrasi

  • Menghargai pendapat

  • Keputusan bersama


Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Lumbung desa

  • Bagi hasil panen
    Mengajarkan:

  • Pemerataan

  • Tidak serakah

  • Saling berbagi


D. Cara Menjaga dan Melestarikan Kearifan Lokal & Etika Berdasarkan Pancasila

  • Menanamkan etika dan sopan santun sejak kecil dalam keluarga

  • Memasukkan pendidikan karakter di sekolah

  • Mengaktifkan kembali:

    • Gotong royong

    • Kerja bakti

    • Kegiatan adat

  • Menggunakan media sosial untuk menyebarkan budaya positif

  • Menyaring budaya asing agar tidak merusak nilai bangsa

  • Memberikan teladan etika dari orang tua, guru, dan pemimpin

  • Menghidupkan kembali budaya:

    • Saling menghormati

    • Tidak berkata kasar

    • Tidak meremehkan orang lain


SEKIAN ANALISIS SOAL YANG SAYA JAWAB. Terima kasih....

D3 MESIN MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Muhammad Fiqih Fadilah -
Nama: Muhammad Fiqih Fadilah
NPM: 2505101021
Prodi: D3 Teknik Mesin


ANALISIS JURNAL

1. Tema Utama Jurnal

Jurnal ini membahas hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum di Indonesia, dengan menempatkan Pancasila sebagai sumber nilai dan sumber etika utama dalam pembentukan hukum nasional.

Fokus utamanya adalah:

  • Menjelaskan apakah hukum dan etika saling berkaitan.

  • Menjelaskan bagaimana kedudukan etika dalam politik hukum di Indonesia.


2. Latar Belakang Masalah

Dalam praktik ketatanegaraan:

  • Tujuan negara Indonesia tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV.

  • Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan politik hukum, yaitu kebijakan negara dalam menentukan arah pembentukan hukum.

  • Masalahnya, pembentukan hukum sering lebih dipengaruhi oleh kepentingan politik dibandingkan nilai etika.

  • Akibatnya, muncul hukum yang:

    • Kering nilai moral

    • Tidak mencerminkan keadilan

    • Lebih menguntungkan kelompok tertentu

Karena itu, penulis menilai bahwa etika harus menjadi dasar dalam politik hukum, bukan sekadar kepentingan kekuasaan

3. Pengertian Etika dan Moral dalam Jurnal

Jurnal membedakan secara tegas:

  • Moral → ukuran baik-buruk perilaku manusia dalam praktik sehari-hari.

  • Etika → ilmu filsafat yang mengkaji secara kritis tentang baik-buruk tersebut.

Etika tidak hanya menilai:

  • Salah atau benar
    Tetapi juga:

  • Baik atau buruk

  • Layak atau tidak layak

Etika bersumber dari:

  • Agama

  • Kebudayaan

  • Kesepakatan sosial

Dan berfungsi sebagai kendali utama perilaku manusia dalam kehidupan bernegara

4. Tahapan Perkembangan Etika

Jurnal menjelaskan bahwa sistem etika berkembang melalui 5 tahap:

  1. Etika teologis → berbasis ajaran agama

  2. Etika ontologis → masuk kajian filsafat

  3. Kode etik & code of conduct

  4. Etika fungsional tertutup → pengawasan internal organisasi

  5. Etika fungsional terbuka → peradilan etika terbuka untuk publik

Ini menunjukkan bahwa etika berkembang dari nilai abstrak menjadi sistem pengawasan formal dalam kehidupan bernegara dan berpolitik.


5. Pengertian Politik Hukum Menurut Para Ahli

Jurnal mengutip banyak ahli, namun intinya:

  • Politik hukum adalah kebijakan negara dalam menentukan arah hukum.

  • Hukum tidak dibuat secara netral, tetapi:

    • Dipengaruhi kepentingan politik

    • Kebijakan penguasa

    • Nilai yang berkembang di masyarakat

Kesimpulan penulis:

Politik hukum adalah sikap negara dalam memilih nilai yang berkembang di masyarakat, lalu disesuaikan dengan UUD 1945 dan dituangkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan.


6. Hubungan Hukum dan Etika dalam Politik Hukum

Jurnal menjelaskan bahwa hubungan hukum dan etika dapat dilihat dari 3 dimensi utama:

1. Dimensi Substansi dan Wadah

  • Etika adalah isinya

  • Hukum adalah wadahnya

  • Hukum tanpa etika hanya menjadi aturan kaku tanpa keadilan.

2. Dimensi Keluasan Cakupan

  • Etika lebih luas daripada hukum.

  • Setiap pelanggaran hukum pasti melanggar etika.

  • Tetapi pelanggaran etika belum tentu melanggar hukum.

3. Dimensi Alasan Kepatuhan

  • Manusia seharusnya taat hukum:

    • Bukan karena takut sanksi

    • Tetapi karena sadar bahwa hukum itu baik dan benar secara etis

Etika berfungsi sebagai:

  • Pagar pencegahan

  • Agar pelanggaran tidak langsung masuk ke ranah hukum.


7. Peran Etika bagi Pejabat Publik

Jurnal menekankan bahwa:

  • Pejabat publik memegang kepercayaan rakyat.

  • Bila setiap pelanggaran hanya diselesaikan lewat hukum:

    • Maka kepercayaan publik akan cepat runtuh.

  • Karena itu, peradilan etika jauh lebih penting sebagai benteng awal sebelum sanksi hukum.


KESIMPULAN JURNAL

  1. Hukum dan etika memiliki hubungan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan dalam politik hukum Indonesia.

  2. Etika adalah sumber nilai utama dalam pembentukan hukum, sedangkan hukum adalah alat untuk menegakkan nilai tersebut.

  3. Pancasila berfungsi sebagai sumber etika dan sumber nilai tertinggi dalam politik hukum Indonesia.

  4. Setiap pelanggaran hukum pasti merupakan pelanggaran etika, tetapi pelanggaran etika belum tentu melanggar hukum.

  5. Ketaatan terhadap hukum yang ideal adalah karena kesadaran moral, bukan karena takut sanksi.

  6. Etika harus dijadikan benteng utama dalam kehidupan politik dan jabatan publik, agar hukum tidak hanya menjadi alat kekuasaan.


Sekian analisis yang dapat saya pahami dan saya share di dalam forum ini. Terima kasih....


D3 MESIN MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Muhammad Fiqih Fadilah -
NAMA: Muhammad Fiqih Fadilah
NPM: 2505101021
PRODI: D3 Teknik Mesin

Analisis Jurnal

ANALISIS JURNAL

1. Tema dan Tujuan Jurnal

Jurnal ini membahas seberapa penting (urgent) peran Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Tujuan utamanya adalah:

  • Menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh berkembang tanpa nilai.

  • Menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi dasar etika, moral, dan arah perkembangan IPTEK.

  • Menunjukkan bahwa kemajuan ilmu yang tidak dikendalikan nilai dapat berdampak buruk bagi manusia dan masyarakat

2. Latar Belakang Masalah dalam Jurnal

Jurnal ini dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi:

  • Perkembangan IPTEK yang sangat pesat di era modern.

  • Globalisasi yang membuat pertukaran ilmu, budaya, dan teknologi semakin bebas.

  • Munculnya berbagai masalah akibat penyalahgunaan IPTEK, seperti:

    • Lunturnya etika sosial

    • Menurunnya nilai kemanusiaan

    • Penyalahgunaan teknologi untuk kejahatan

    • Meningkatnya sikap individualisme

-> Dari kondisi tersebut, penulis menegaskan bahwa Pancasila diperlukan sebagai pengendali moral agar ilmu pengetahuan tidak disalahgunakan

3. Penjelasan Isi Jurnal (Pokok Pembahasan)

a. Ilmu Pengetahuan Tidak Bersifat Bebas Nilai

  • Jurnal menolak pandangan bahwa ilmu pengetahuan itu netral dan bebas dari nilai.

  • Menurut penulis, ilmu harus:

    • Mengabdi kepada manusia

    • Menjunjung nilai kemanusiaan

    • Tidak merusak tatanan sosial

  • Jika ilmu berkembang tanpa nilai, maka:

    • Teknologi bisa disalahgunakan

    • Manusia justru bisa menjadi korban kemajuan itu sendiri

b. Kedudukan Pancasila dalam Pengembangan Ilmu

Pancasila dalam jurnal ini diposisikan sebagai:

  • Landasan filosofis → memberi arah tujuan ilmu

  • Landasan etis → menentukan baik dan buruk pemanfaatan ilmu

  • Landasan moral → mengontrol perilaku manusia dalam menggunakan teknologi

Artinya, semua perkembangan ilmu di Indonesia harus sejalan dengan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial

c. Hubungan Pancasila dan Teknologi

Jurnal menjelaskan bahwa:

  • Teknologi sangat membantu kehidupan manusia:

    • Di bidang pendidikan

    • Ekonomi

    • Komunikasi

  • Namun teknologi juga membawa ancaman:

    • Kejahatan digital

    • Penyebaran hoaks

    • Degradasi moral

    • Hilangnya interaksi sosial

-> Karena itu, Pancasila harus menjadi pedoman utama dalam pemanfaatan teknologi agar tidak merusak nilai kemanusiaan 

d. Tujuan Akhir Ilmu Pengetahuan Menurut Jurnal

Ilmu pengetahuan menurut jurnal tidak hanya bertujuan untuk:

  • Kemajuan teknologi semata
    Tetapi harus diarahkan untuk:

  • Kesejahteraan manusia

  • Keadilan sosial

  • Kehidupan yang bermartabat

  • Kebahagiaan bersama

Dengan kata lain, ilmu harus memiliki orientasi kemanusiaan, bukan sekadar kemajuan teknis 

KESIMPULAN JURNAL

  1. Pancasila memiliki peran yang sangat penting sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

  2. Ilmu pengetahuan tidak bersifat bebas nilai, tetapi harus dikendalikan oleh nilai moral, etika, dan kemanusiaan.

  3. Perkembangan IPTEK yang tidak berlandaskan Pancasila dapat menimbulkan dampak negatif, seperti:

    • Kerusakan moral

    • Penyalahgunaan teknologi

    • Lunturnya nilai kemanusiaan

  4. Pancasila berfungsi sebagai pengarah, pengendali, dan penuntun ilmu pengetahuan agar:

    • Tetap berpihak pada manusia

    • Menjunjung keadilan sosial

    • Tidak disalahgunakan untuk kehancuran

  5. Tujuan akhir ilmu pengetahuan menurut jurnal adalah mewujudkan kesejahteraan, kemanusiaan, dan kehidupan bangsa yang bermartabat.


Sekian analisis jurnal yang saya dapat pahami dari jurnal yang diberikan. Terima kasih....


D3 MESIN MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Muhammad Fiqih Fadilah -
NAMA: Muhammad Fiqih Fadilah
NPM: 2505101021
Prodi: D3 Teknik Mesin

Analisis  Jurnal: https://vclass.unila.ac.id/pluginfile.php/2400473/mod_resource/content/1/Pert%2013%20Analisis%20Jurnal%20Mata%20kuliah%20Pendidikan%20Pancasila%20dalam%20meyikapi%20perkembangan%20IPTEK.pdf

1. Fokus Utama Jurnal

Jurnal ini membahas pengaruh Pendidikan Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menghadapi perkembangan IPTEK di era globalisasi. Intinya, penelitian ini ingin membuktikan apakah:

  • Mata kuliah Pancasila benar-benar membentuk kepribadian mahasiswa,

  • Dan apakah kepribadian tersebut berpengaruh terhadap cara mahasiswa menyikapi teknologi modern.


2. Penjelasan Tentang Globalisasi dalam Jurnal

Menurut jurnal ini:

  • Globalisasi membuat dunia tanpa batas (ruang makin sempit, waktu makin singkat).

  • Globalisasi terjadi di semua bidang:

    • Ideologi

    • Politik

    • Ekonomi

    • Sosial budaya

    • Pendidikan

  • Teknologi informasi dan komunikasi menjadi motor utama globalisasi.

  • Internet, HP, dan media sosial:

    • Memudahkan akses informasi.

    • Tapi juga membawa pengaruh negatif seperti:

      • Budaya luar yang tidak sesuai nilai bangsa

      • Pergaulan bebas

      • Menurunnya etika

      • Lunturnya identitas nasional

-> Jurnal menegaskan bahwa yang terpengaruh globalisasi bukan Pancasila, melainkan perilaku masyarakatnya. Jika masyarakat salah menyikapi teknologi, maka nilai Pancasila bisa terkikis.


3. Penjelasan Tentang Teknologi (IPTEK) dalam Jurnal

Jurnal menjelaskan bahwa:

  • IPTEK berkembang sangat pesat karena:

    • Kebutuhan manusia semakin tinggi

    • Tuntutan hidup modern

  • Teknologi:

    • Membantu pendidikan (internet, e-learning, kirim tugas online)

    • Membantu ekonomi (transaksi online, bisnis digital)

  • Namun juga menimbulkan risiko:

    • Pornografi

    • Kekerasan digital

    • Hoaks

    • Penyalahgunaan media sosial

-> Karena itu, IPTEK tidak boleh berdiri bebas tanpa kendali nilai moral, dan Pancasila berfungsi sebagai pengendali etika penggunaan teknologi.


4. Hasil Penelitian Jurnal (Inti Temuan)

Berdasarkan hasil kuesioner dan analisis regresi:

  • Mahasiswa:

    • Memiliki kepribadian Pancasila yang baik

    • Bersikap:

      • Jujur

      • Toleran

      • Disiplin

      • Menghargai perbedaan

  • Mahasiswa juga:

    • Menggunakan teknologi untuk:

      • Belajar

      • Bisnis

      • Mencari informasi

    • Menyaring informasi media sosial

    • Memblokir konten negatif

    • Berkomentar dengan bahasa yang santun

Secara Statistik:

  • Terdapat pengaruh signifikan mata kuliah Pancasila terhadap sikap menghadapi IPTEK.

  • Nilai pengaruhnya sebesar 28,2%.

  • Sisanya 71,8% dipengaruhi faktor lain seperti lingkungan, keluarga, media sosial, pergaulan.


KESIMPULAN UTAMA JURNAL

  1. Pendidikan Pancasila terbukti berpengaruh nyata terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK.

  2. Mahasiswa yang memiliki kepribadian Pancasila yang baik cenderung:

    • Lebih bijak menggunakan teknologi

    • Tidak mudah terpengaruh budaya negatif

    • Menggunakan media sosial secara beretika

  3. Globalisasi dan kemajuan teknologi tidak bisa dihindari, tetapi:

    • Harus dikendalikan dengan nilai-nilai Pancasila

    • Agar tidak merusak moral, etika, dan jati diri bangsa

  4. Pancasila berfungsi sebagai:

    • Penyaring budaya asing

    • Pengontrol etika digital

    • Pedoman dalam pemanfaatan IPTEK

  5. Mahasiswa sebagai generasi muda wajib menjaga identitas bangsa, agar teknologi benar-benar digunakan untuk:

  • Kemajuan pendidikan

  • Pembangunan ekonomi

  • Kemajuan negara


Sekian analisis jurnal yang dapat saya pahami, yang saya implementasikan, dan juga saya share ke forum ini. Terima kasih...

D3 MESIN MKU PANCASILA -> Forum Analisis Video

oleh Muhammad Fiqih Fadilah -

NAMA: Muhammad Fiqih Fadilah

NPM: 2505101021

Prodi: D3 Teknik Mesin


ANALISIS ISI VIDEO

“Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK”

Video tersebut menjelaskan tentang kedudukan Pancasila sebagai landasan utama dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. Intinya, video menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh berjalan tanpa arah moral dan nilai bangsa, sehingga Pancasila berfungsi sebagai penyaring etika, norma, dan tujuan pemanfaatan IPTEK.

Isi utama yang dijelaskan dalam video dapat dianalisis sebagai berikut:

1. Hubungan Pancasila dengan IPTEK

  • IPTEK berkembang sangat pesat di era globalisasi dan digital.

  • Perkembangan ini membawa dampak positif dan negatif.

  • Oleh karena itu, Pancasila dijadikan pedoman agar IPTEK tidak disalahgunakan.

2. Fungsi Pancasila dalam Pengembangan IPTEK

  • Sebagai landasan moral dan etika dalam pemanfaatan teknologi.

  • Sebagai arah tujuan pembangunan IPTEK nasional.

  • Sebagai filter terhadap pengaruh negatif IPTEK dari luar negeri.

3. Keterkaitan IPTEK dengan Nilai Setiap Sila Pancasila

  • Sila 1 (Ketuhanan): IPTEK harus digunakan secara bermoral dan tidak bertentangan dengan nilai agama.

  • Sila 2 (Kemanusiaan): IPTEK harus memanusiakan manusia, bukan merusak martabat manusia.

  • Sila 3 (Persatuan): IPTEK harus memperkuat persatuan, bukan memecah belah bangsa.

  • Sila 4 (Kerakyatan): IPTEK harus dikembangkan secara demokratis dan untuk kepentingan rakyat.

  • Sila 5 (Keadilan Sosial): IPTEK harus menciptakan kesejahteraan yang merata, bukan hanya untuk kelompok tertentu.

4. Dampak Positif IPTEK yang Dibahas

  • Mempermudah komunikasi.

  • Mempercepat akses informasi.

  • Meningkatkan kualitas pendidikan.

  • Membantu pembangunan ekonomi.

5. Dampak Negatif IPTEK yang Disorot

  • Penyebaran hoaks dan informasi palsu.

  • Kejahatan siber.

  • Lunturnya nilai sopan santun.

  • Ketergantungan terhadap gadget.

  • Menurunnya interaksi sosial secara langsung.

6. Peran Generasi Muda

  • Generasi muda dituntut untuk:

    • Menggunakan teknologi secara bijak.

    • Tidak menyalahgunakan IPTEK.

    • Tetap menjaga etika dan moral Pancasila di era digital.


KESIMPULAN VIDEO

Video tersebut menyimpulkan bahwa Pancasila merupakan dasar yang sangat penting dalam pengembangan dan pemanfaatan IPTEK di Indonesia. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus selalu dikendalikan oleh nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. Tanpa Pancasila, IPTEK berpotensi disalahgunakan dan justru merusak kehidupan sosial. Oleh karena itu, setiap warga negara, khususnya generasi muda, wajib menggunakan teknologi secara cerdas, bermoral, dan bertanggung jawab sesuai jati diri bangsa Indonesia.