གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ M. Fadli Nahtiar

PAK A2025 -> ACTIVITY: TELAAH ARTIKEL

M. Fadli Nahtiar གིས-
Nama : M. Fadli nahtiar
NPM : 2513031044

1. "The Impact of Digital Transformation on Financial Reporting and Accountability in Emerging Markets"

jurnal ini membahas Transformasi digital (cloud, AI, blockchain, big data) mengubah cara pelaporan keuangan dan akuntabilitas di negara berkembang.
Manfaatnya laporan menjadi lebih cepat, akurat, transparan, meningkatkan kepercayaan investor & regulator, mengurangi risiko kecurangan, dan memperkuat tata kelola perusahaan.

Contoh yang telah sukses menggunakannya seperti :
M-Pesa (Kenya) – transaksi real-time.
GCash (Filipina) – transparansi & inklusi keuangan.
Nubank (Brasil) – laporan otomatis berbasis cloud.
Paytm (India) – dukungan bagi UMKM.

Namun tantanganya adalah literasi digital rendah, infrastruktur teknologi terbatas., resistensi terhadap perubahan, dan regulasi belum konsisten.
Solusinya : Pendidikan digital, perbaikan infrastruktur, budaya inovasi, dan regulasi yang adaptif.


2. "Financial Reporting Quality: A Literature Review”

Jurnal ini meninjau berbagai penelitian tentang faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pelaporan keuangan serta bagaimana kualitas tersebut diukur. Pelaporan keuangan yang berkualitas penting untuk transparansi, kepercayaan investor, pengambilan keputusan, dan efisiensi pasar. Banyak skandal akuntansi global menunjukkan lemahnya kualitas pelaporan.

Ciri pelaporan keuangan berkualitas tinggi :
Relevan: berguna bagi pengambilan keputusan.
Reliabel & representasi setia: bebas dari bias dan mencerminkan kondisi sebenarnya.
Dapat dibandingkan: antarperiode atau antarperusahaan.
Mudah dipahami: jelas, ringkas, tidak membingungkan.
Tepat waktu: informasi tersedia sebelum kehilangan nilai guna.

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas :
Manajemen laba (earnings management): makin tinggi manipulasi, makin rendah kualitas.
Tata kelola perusahaan (corporate governance): governance yang baik meningkatkan kualitas laporan.
Pasar modal & regulasi: negara dengan perlindungan investor kuat cenderung memiliki laporan lebih baik.
Sistem kontrol internal & auditing: pengawasan yang kuat menekan kesalahan dan manipulasi.
Standar akuntansi (GAAP, IFRS): berpengaruh pada relevansi dan reliabilitas.
Teknologi informasi & sistem akuntansi: mempercepat, meningkatkan akurasi, dan kualitas laporan.
Etika bisnis, budaya, dan reputasi perusahaan juga berperan penting.

Cara Mengukur Kualitas :
Menggunakan model akrual (accrual quality).
Tingkat konservatisme akuntansi.
Pengendalian internal.
Restatement laporan keuangan (indikasi kesalahan sebelumnya).
Skor standar berdasarkan karakteristik kualitatif.

3. "Corporate Governance and Financial Reporting Quality"

Penelitian ini menelaah literatur tentang bagaimana tata kelola perusahaan (corporate governance) memengaruhi kualitas pelaporan keuangan. Kualitas Pelaporan Keuangan sangat penting karena memberikan informasi yang relevan, reliabel, dapat dibandingkan, mudah dipahami, tepat waktu, dan mewakili kondisi ekonomi sebenarnya.

Corporate Governance berperan besar dalam menjaga kualitas laporan keuangan dengan cara: mendorong transparansi dan keterbukaan. , memperkuat kontrol internal untuk mencegah kesalahan/fraud, menegakkan etika dan akuntabilitas, memastikan peran audit eksternal yang independen, dan mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemegang saham.

Hasil penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa faktor seperti ukuran dewan, independensi dewan, konsentrasi kepemilikan, dan peran komite audit memiliki dampak berbeda-beda terhadap kualitas pelaporan. Ada hasil yang kontradiktif, tetapi secara umum governance berpengaruh signifikan.

Banyak studi masih menggunakan proksi terbatas (seperti earnings management), serta kurang mempertimbangkan variabel lain yang bisa memoderasi hubungan governance dan kualitas laporan.

PAK A2025 -> DISKUSI

M. Fadli Nahtiar གིས-
Nama: M. Fadli Nahtiar
NPM : 2513031044

Vidio "How to Prepare Adjusting Entries with Wiley" menjelaskan :

1. Pengertian Adjusting Entries (Jurnal Penyesuaian)
Di akhir periode akuntansi, ada transaksi atau kondisi yang belum dicatat dalam buku jurnal biasa, sehingga perlu penyesuaian agar laporan keuangan mencerminkan kondisi sebenarnya, tujuannya agar rekonsiliasi antara beban & pendapatan dan posisi keuangan menjadi akurat.

2. Alasan perlunya penyesuaian
Beberapa item seperti pendapatan terakru (accrued revenue), beban terakru (accrued expense), pendapatan diterima di muka (deferred revenue / unearned revenue), dan beban dibayar di muka (prepaid expense) tidak langsung tercatat melalui transaksi kas biasa. Jika tidak disesuaikan, laporan laba rugi dan neraca akan salah.

3. Jenis-jenis penyesuaian yang dibahas (umumnya dalam akuntansi dasar):
-Prepaid expenses (beban dibayar di muka): uang dibayar terlebih dahulu untuk beban yang akan terjadi di masa depan. Saat penyesuaian, sebagian dari “aset prepaid” dipindahkan menjadi beban.
-Unearned revenues (pendapatan diterima di muka): penerimaan uang terlebih dahulu untuk jasa/produk yang belum diserahkan. Sebagian harus diakui sebagai pendapatan saat jasa/produk diberikan.
-Accrued revenues: pendapatan yang telah diperoleh tetapi belum ditagih / dicatat.
-Accrued expenses: beban yang telah terjadi tapi belum dibayar atau dicatat.

4. Cara mencatat jurnal penyesuaian
-Untuk setiap penyesuaian, identifikasi akun yang terpengaruh (misalnya beban, pendapatan, aset, kewajiban).
-Debet akun beban atau aset (tergantung kasus), dan kredit akun kewajiban atau pendapatan, atau sebaliknya, tergantung jenis penyesuaian.
-Pastikan bahwa jurnal penyesuaian membuat saldo akun mencerminkan kondisi akhir periode.

5. Contoh / Ilustrasi
-Video menyajikan contoh (kasarnya) bagaimana melakukan penyesuaian terhadap beban dibayar di muka / pendapatan diterima di muka dalam situasi sederhana.
--Menunjukkan bagaimana angka-angka berpindah dari akun “prepaid” ke “beban” atau dari “unearned revenue” ke “pendapatan”.

6. Hubungan dengan laporan keuangan akhir
Setelah penyesuaian, saldo akun lebih tepat, sehingga neraca (balance sheet) dan laporan laba rugi (income statement) dapat disusun dengan data yang lebih akurat.
Penyesuaian sangat penting untuk akuntansi berbasis akrual, agar beban dan pendapatan dicocokkan di periode yang benar.