Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nama : Hanum Nurlahtifu
NPM : 2513046063
Tabik ibu, sikam izin menjawab pertanyaan sai diajukan diatas
1. Konsep daftar faktor Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik
A. Ranah Kognitif , adalah proses kemampuan berpikir otak, fokusnya yakni bagaimana siswa mampu mengingat, memahami, menganalisis, hingga mengevaluasi suatu informasi.
Contoh: Guru menjelaskan bagaimana aturan penulisan perubahan bunyi anak huruf dalam aksara Lampung, Misalnya memahami bahwa tanda keleniah berfungsi mengubah vokal menjadi "ah", kemudian kegiatan siswa yakni mengerjakan latigan menentukan perubahan bunyi pada kata yang terdapat suku kata "ah", seperti gajah, buah dll kedalam bahasa aksara lampung, maka siswa akan langsung berpikir, berusaha mengingat, dan menerapkannya untuk mengerjakan latihan itu.
B. Ranah Afektif, adalah proses yang menyangkup aspek emosional siswa seperti minat, motivasi, perasaan, dan sikap.
Contoh: Guru menceritakan sebuah cerita rakyat lampung (warahan) yang mengandung nilai moral didalamnya, kemudian siswa akan menunjukkan antusiasnya mendengarkan cerita rakyat itu dan mengetahui nilai nilai moral didalamnya, serta siswa juga dapat sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan mendapat pengetahuan indentitas budaya lampung.
C. Ranah Psikomotorik, adalah proses keterampilan fisik atau kemampuan motorik, bentuknya berupa aksi nyata atau praktik dari apa yang telah dipelajari.
Contoh : Guru mengajarkan bagaimana cara menulis atau mengucapkan bahasa lampung, sehingga siswa dapat secara benar mengucapkan kalimat dan menerapkannya untuk dialog komunikasi.
2. Analisis Studi Kasus
A. Identifikasi Ranah dalam pembelajaran tersebut
1. Ranah kognitif : Terjadi saat guru menjelaskan bentuk huruf dan penulisannya dipapan tulis. Di sini, siswa akan menyerap informasi tentang bagaimana bentuk dan sistem penulisan aksara lampung tersebut.
2. Ranah Afektif : Hampir tidak terlihat secara aktif, namun secara teknis muncul pada saat penerimaan, dimana siswa bersedia duduk dan mendengarkan penjelasan guru tanpa melakukan protes.
3. Ranah Psikomotorik : Muncul pada saat siswa melakukan kegiatan menyalin huruf dibuku tulis. Ini melibatkan koordinasi antara mata dan tangan untuk meniru bentuk huruf yang ada di papan tulis.
B. Analisis Dominasi Ranah
1. Ranah yang paling dominan : Ranah kognitif, yakni ranah untuk mengetahui, dan ranah psikomotorik yakni ranah untuk meniru. Pembelajaran ini sangat berpusat pada pemahaman bentuk dan replikasi fisik yakni menyalin.
2. Ranah yang kurang berkembang : Ranah afektif, karena tidak ada kegiatan yang memicu minat, motivasi, atau diskusi yang melibatkan emosi siswa.
Nama : Hanum Nurlahtifu
NPM : 2513046063
Tabik ibu, sikam izin menjawab pertanyaan sai diajukan diatas
1. Konsep daftar faktor Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik
A. Ranah Kognitif , adalah proses kemampuan berpikir otak, fokusnya yakni bagaimana siswa mampu mengingat, memahami, menganalisis, hingga mengevaluasi suatu informasi.
Contoh: Guru menjelaskan bagaimana aturan penulisan perubahan bunyi anak huruf dalam aksara Lampung, Misalnya memahami bahwa tanda keleniah berfungsi mengubah vokal menjadi "ah", kemudian kegiatan siswa yakni mengerjakan latigan menentukan perubahan bunyi pada kata yang terdapat suku kata "ah", seperti gajah, buah dll kedalam bahasa aksara lampung, maka siswa akan langsung berpikir, berusaha mengingat, dan menerapkannya untuk mengerjakan latihan itu.
B. Ranah Afektif, adalah proses yang menyangkup aspek emosional siswa seperti minat, motivasi, perasaan, dan sikap.
Contoh: Guru menceritakan sebuah cerita rakyat lampung (warahan) yang mengandung nilai moral didalamnya, kemudian siswa akan menunjukkan antusiasnya mendengarkan cerita rakyat itu dan mengetahui nilai nilai moral didalamnya, serta siswa juga dapat sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan mendapat pengetahuan indentitas budaya lampung.
C. Ranah Psikomotorik, adalah proses keterampilan fisik atau kemampuan motorik, bentuknya berupa aksi nyata atau praktik dari apa yang telah dipelajari.
Contoh : Guru mengajarkan bagaimana cara menulis atau mengucapkan bahasa lampung, sehingga siswa dapat secara benar mengucapkan kalimat dan menerapkannya untuk dialog komunikasi.
2. Analisis Studi Kasus
A. Identifikasi Ranah dalam pembelajaran tersebut
1. Ranah kognitif : Terjadi saat guru menjelaskan bentuk huruf dan penulisannya dipapan tulis. Di sini, siswa akan menyerap informasi tentang bagaimana bentuk dan sistem penulisan aksara lampung tersebut.
2. Ranah Afektif : Hampir tidak terlihat secara aktif, namun secara teknis muncul pada saat penerimaan, dimana siswa bersedia duduk dan mendengarkan penjelasan guru tanpa melakukan protes.
3. Ranah Psikomotorik : Muncul pada saat siswa melakukan kegiatan menyalin huruf dibuku tulis. Ini melibatkan koordinasi antara mata dan tangan untuk meniru bentuk huruf yang ada di papan tulis.
B. Analisis Dominasi Ranah
1. Ranah yang paling dominan : Ranah kognitif, yakni ranah untuk mengetahui, dan ranah psikomotorik yakni ranah untuk meniru. Pembelajaran ini sangat berpusat pada pemahaman bentuk dan replikasi fisik yakni menyalin.
2. Ranah yang kurang berkembang : Ranah afektif, karena tidak ada kegiatan yang memicu minat, motivasi, atau diskusi yang melibatkan emosi siswa.