NAMA : Lidya chelsea ramadani
NPM :2513046015
1.Penjelasan ranah kognitif Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik serta masing masing contohnya
-Ranah kognitif
Ranah kognitif adalah aspek dalam pembelajaran yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, pengetahuan, dan intelektual seseorang. Ranah ini mencakup proses mental seperti mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta.
contohnya:ranah kognitif dapat diparafrasekan sebagai kemampuan menyebutkan kembali informasi seperti rumus atau nama tokoh, mengungkapkan isi cerita dengan bahasa sendiri, menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menyelesaikan soal, mengidentifikasi serta menjelaskan bagian-bagian dalam suatu teks, menyampaikan penilaian terhadap bacaan, hingga menghasilkan karya baru seperti menulis cerita atau membuat tulisan sederhana.
-ranah efektif
Ranah afektif adalah aspek pembelajaran yang berkaitan dengan sikap, nilai, emosi, dan perasaan seseorang. Ranah ini menunjukkan bagaimana seseorang merespons, menghargai, dan menginternalisasi nilai dalam kehidupan sehari-hari.
contohnya:ranah afektif dapat diparafrasekan sebagai sikap memperhatikan penjelasan dengan baik, aktif terlibat dalam pembelajaran, menghargai pendapat orang lain, mengutamakan nilai seperti kejujuran, serta membiasakan perilaku disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
-ranah psikomotorik
Ranah psikomotorik adalah aspek pembelajaran yang berkaitan dengan keterampilan fisik atau kemampuan melakukan suatu tindakan yang melibatkan koordinasi antara otak dan gerak tubuh. Ranah ini menekankan pada praktik atau kemampuan melakukan sesuatu secara nyata.
contohnya:ranah psikomotorik dapat dilihat dari kemampuan melakukan berbagai keterampilan fisik, seperti menulis dengan rapi, melakukan percobaan sesuai prosedur, membuat gambar atau kerajinan, mempraktikkan gerakan olahraga dengan benar, serta menggunakan alat atau media pembelajaran secara tepat.
2.Analisis studi kasus
Pembelajaran Bahasa Lampung pada materi aksara Lampung tersebut masih berpusat pada guru, di mana siswa hanya berperan sebagai penerima informasi melalui penjelasan dan kegiatan menyalin. Hal ini menyebabkan keterlibatan siswa sangat terbatas, sehingga pada ranah kognitif siswa hanya sampai pada tahap mengingat, sementara ranah afektif kurang berkembang karena minimnya minat dan motivasi, serta ranah psikomotorik belum optimal karena praktik yang dilakukan hanya sebatas menyalin. Kondisi ini membuat pembelajaran menjadi monoton, siswa cenderung pasif, dan kurang berkembang dalam berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu, diperlukan variasi metode seperti diskusi, permainan, atau kerja kelompok serta penggunaan media yang menarik agar siswa lebih aktif dan ketiga ranah pembelajaran dapat berkembang secara seimbang.
A. Identifikasi bagian pembelajaran yang termasuk
-Ranah kognitif
Bagian yang termasuk ranah kognitif tampak ketika guru menerangkan bentuk dan cara penulisan aksara Lampung di papan tulis, serta saat siswa menyalin huruf-huruf tersebut ke buku. Aktivitas ini menunjukkan bahwa siswa menggunakan kemampuan berpikir dasar, yaitu mengingat dan memahami materi yang disampaikan.
-Ranah efektif
ranah afektif tampak dari sikap siswa saat mengikuti pembelajaran, seperti memperhatikan penjelasan guru dan bersikap tertib. Namun, keterlibatan ini masih terbatas karena siswa belum banyak diberi ruang untuk menunjukkan minat, motivasi, atau sikap secara aktif.
-Ranah psikomotorik
ranah psikomotorik terlihat saat siswa menulis ulang huruf aksara Lampung di buku tulis. Kegiatan ini melibatkan keterampilan gerak tangan dalam menulis, tetapi masih sederhana karena hanya berupa penyalinan tanpa variasi atau pengembangan lebih lanjut.
B.Analisis ranah mana yang paling dominan dan ranah mana yang kurang berkembang:
-ranah yang paling menonjol adalah ranah kognitif karena aktivitas berpusat pada penjelasan dan mengingat materi. Sementara itu, ranah afektif dan psikomotorik kurang berkembang karena siswa kurang dilibatkan secara aktif dalam menunjukkan sikap, minat, maupun keterampilan. Akibatnya, pembelajaran menjadi kurang interaktif dan belum mengembangkan kemampuan siswa secara menyeluruh.