Posts made by NOVI PUSPITA ANGGREINI

KD_IPS_D -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

by NOVI PUSPITA ANGGREINI -
Nama: Novi Puspita Anggreini
NPM: 2513053093

Kelompok 1

Izin menjawab pertanyaan dari Deva Noptalia Inora

Menurut kelompok kami, anggapan bahwa pembelajaran IPS sebagai pelajaran hafalan lebih disebabkan oleh cara guru mengajar daripada karakter materinya. Meskipun IPS memuat banyak konsep dari berbagai disiplin ilmu sosial, pada dasarnya materi tersebut bertujuan untuk dipahami dalam konteks kehidupan nyata, bukan dihafal.

Namun, penggunaan metode ceramah yang dominan, minimnya media pembelajaran, serta kurangnya pengaitan dengan pengalaman siswa membuat pembelajaran menjadi pasif dan berorientasi pada hafalan. Oleh karena itu, jika guru menerapkan model pembelajaran yang variatif dan kontekstual, IPS dapat menjadi lebih bermakna dan tidak lagi dipersepsikan sebagai pelajaran hafalan.

KD_IPS_D -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

by NOVI PUSPITA ANGGREINI -
Nama: Novi Puspita Anggreini
NPM: 2513053093

Kelompok 1

Izin menjawab pertanyaan dari Sri Wulandari

Metode yang paling efektif adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa, khususnya discovery learning, project based learning, dan collaborative learning, karena masing-masing memiliki peran spesifik dalam meningkatkan minat dan keaktifan. Discovery learning mendorong siswa aktif menemukan konsep sehingga melatih rasa ingin tahu dan berpikir kritis. Project based learning membuat siswa terlibat dalam tugas nyata yang relevan, sehingga meningkatkan motivasi dan keterlibatan belajar. Sementara itu, collaborative learning menumbuhkan keaktifan melalui diskusi dan kerja sama, sekaligus mengembangkan keterampilan sosial. Kombinasi ketiganya menjadikan pembelajaran lebih interaktif, bermakna, dan tidak monoton.

KD_IPS_D -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

by NOVI PUSPITA ANGGREINI -
Nama: Novi Puspita Anggreini
NPM: 2513053093

Kelompok 1

Izin menjawab pertanyaan dari Sherana Qanita Aluna

Lingkungan sekitar berperan penting sebagai sumber belajar IPS karena memberikan pengalaman nyata yang membantu siswa memahami konsep sosial secara langsung, sejalan dengan pandangan John Dewey. Melalui lingkungan seperti pasar, masyarakat, dan budaya lokal, pembelajaran menjadi lebih bermakna, tidak sekadar hafalan.

Secara analitis, pemanfaatannya membuat pembelajaran lebih kontekstual, meningkatkan keaktifan siswa melalui observasi dan proyek, serta mempermudah pemahaman karena bersifat konkret. Namun, penerapannya masih belum optimal akibat dominasi metode ceramah, sehingga diperlukan strategi inovatif agar lingkungan dapat dimaksimalkan sebagai sumber belajar yang efektif dan bermakna.