Kiriman dibuat oleh Bintang Aura Maessa Ayu

Contoh CSR dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif adalah:

- Program pelatihan dan pengembangan keterampilan untuk masyarakat lokal atau kelompok marginal.
- Pemberdayaan usaha mikro dan kecil melalui bantuan modal, pelatihan, dan pemasaran.
- Investasi dalam infrastruktur dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan sanitasi di daerah terpencil.
- Program pengembangan ekonomi berbasis komunitas yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal.

Dengan demikian, CSR dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Contoh kasus yang menunjukkan pentingnya mengelola tanggung jawab dan etika sosial dalam bisnis antara lain skandal Enron, Volkswagen Emissions Scandal, dan kasus Wells Fargo. Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa pelanggaran etika dapat menyebabkan kerugian finansial, kerusakan reputasi, dan sanksi hukum. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk menerapkan etika bisnis yang baik dan mengelola tanggung jawab sosial dengan efektif.
Pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program CSR dalam suatu perusahaan dapat meliputi:
- Direksi atau CEO
- Tim CSR
- Departemen Sumber Daya Manusia (HR)
- Departemen Komunikasi
- Karyawan yang terlibat dalam program CSR
- Komite CSR (jika ada)

Namun, tanggung jawab CSR tidak hanya terletak pada satu departemen atau individu saja, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh perusahaan dan stakeholdernya. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memiliki struktur organisasi yang jelas dan koordinasi yang baik dalam pelaksanaan program CSR.
Jika seorang manajer tidak menunjukkan perilaku etis, maka dampak yang mungkin akan terjadi adalah:
- Kehilangan kepercayaan dari karyawan dan stakeholder
- Penurunan motivasi dan produktivitas karyawan
- Kerusakan reputasi perusahaan
- Penurunan loyalitas pelanggan
- Tuntutan hukum dan sanksi
- Dampak negatif pada kinerja dan kelangsungan perusahaan.

Perilaku etis yang buruk dari manajer dapat mempengaruhi budaya organisasi dan membuat karyawan merasa tidak nyaman atau tidak percaya pada pimpinan. Oleh karena itu, penting bagi manajer untuk menunjukkan perilaku etis yang baik dan menjadi contoh bagi karyawan.
Tanggung jawab sosial dan etika bisnis adalah dua konsep yang terkait namun berbeda. Tanggung jawab sosial merujuk pada kewajiban perusahaan untuk berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, sedangkan etika bisnis merujuk pada prinsip-prinsip moral yang mengatur perilaku perusahaan dalam melakukan kegiatan bisnis. Tanggung jawab sosial lebih fokus pada dampak perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan, sedangkan etika bisnis lebih fokus pada perilaku perusahaan dalam melakukan kegiatan bisnis yang adil, jujur, dan transparan. Keduanya penting untuk memastikan bahwa perusahaan beroperasi dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.