Kiriman dibuat oleh Bintang Aura Maessa Ayu

Idealnya, etika harus menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan bisnis. Keuntungan memang penting, tapi tidak boleh dicapai dengan mengorbankan etika dan nilai-nilai yang baik. Manajer harus menemukan keseimbangan antara keduanya, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan bisnisnya sambil tetap menjaga reputasi dan integritasnya.

Dalam jangka panjang, memprioritaskan etika sebenarnya dapat membantu meningkatkan keuntungan perusahaan dengan cara membangun kepercayaan pelanggan, meningkatkan loyalitas karyawan, dan mengurangi risiko hukum dan reputasi. Jadi, etika dan keuntungan tidak harus bertentangan, tapi dapat saling mendukung.
Seorang manajer dapat memastikan penerapan CSR yang berkelanjutan dan efektif dengan mengembangkan strategi CSR yang terintegrasi dengan tujuan bisnis, mengidentifikasi isu-isu sosial dan lingkungan yang relevan, mengukur dan melaporkan kinerja CSR secara transparan, serta berkolaborasi dengan pemangku kepentingan. Evaluasi dan perbaikan program CSR secara terus-menerus juga penting untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya.
Perusahaan internasional menyesuaikan praktik managing social responsibility and ethics dengan mempertimbangkan konteks lokal, hukum, norma, dan budaya setempat. Mereka juga mengadopsi standar global, mengembangkan kebijakan CSR yang jelas, berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal, dan mengukur serta melaporkan kinerja CSR secara transparan. Dengan demikian, perusahaan dapat memastikan bahwa praktik CSR mereka efektif dan berkelanjutan di negara-negara yang berbeda.
Budaya organisasi merupakan sumber etika yang paling dominan memengaruhi keputusan manajerial di perusahaan modern. Hal ini karena budaya organisasi mencakup nilai-nilai, norma, dan prinsip yang dianut oleh perusahaan dan menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan dan perilaku sehari-hari. Budaya organisasi yang baik dapat meningkatkan produktivitas, loyalitas karyawan, dan reputasi perusahaan, serta membantu menghindari risiko hukum dan sanksi.