Kiriman dibuat oleh Nabil Abiyu Sofyano

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Nabil Abiyu Sofyano -
TUGAS ANALISIS JURNAL PERTEMUAN KE-14
Nama : Nabil Abiyu Sofyano
NPM : 2515012028
Kelas : B


"Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK”

Hasil Analisis Jurnal:

Jurnal ini menguraikan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan nilai dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menegaskan bahwa kemajuan IPTEK seharusnya tetap berlandaskan nilai moral, budaya, serta agama yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Apabila perkembangan teknologi tidak diarahkan dengan nilai tersebut, maka berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kemanusiaan dan tatanan sosial.

Pembahasan dalam jurnal ini menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai pedoman sekaligus pengendali agar IPTEK berkembang secara etis dan bertanggung jawab serta tetap berorientasi pada kesejahteraan manusia. Setiap sila dalam Pancasila mengandung tuntunan moral, seperti penghormatan terhadap martabat manusia, upaya menjaga persatuan bangsa, penerapan prinsip demokrasi, serta pencapaian keadilan sosial dalam pemanfaatan teknologi.

Walaupun jurnal ini tidak dilengkapi dengan penelitian lapangan, argumentasi yang disampaikan cukup kuat dari sisi teori dan pemikiran filosofis. Secara keseluruhan, jurnal tersebut menunjukkan bahwa Pancasila masih sangat relevan dan diperlukan sebagai dasar etika agar perkembangan IPTEK di Indonesia tetap selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Nabil Abiyu Sofyano -
TUGAS ANALISIS JURNAL PERTEMUAN KE-13
Nama : Nabil Abiyu Sofyano
NPM : 2515012028
Kelas : B


Jurnal ini mengkaji pengaruh mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap kemampuan mahasiswa dalam menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Penelitian dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa untuk mengetahui sejauh mana mata kuliah tersebut berperan dalam membantu mahasiswa memahami serta menginternalisasi nilai-nilai Pancasila di tengah pesatnya perkembangan IPTEK.

Hasil kajian dalam jurnal menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa mengalami peningkatan dalam pengembangan kepribadian Pancasila setelah mengikuti mata kuliah tersebut. Hal ini menandakan bahwa materi yang disampaikan mampu membekali mahasiswa dengan pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi perkembangan IPTEK tanpa meninggalkan nilai-nilai Pancasila. Kondisi ini menjadi penting mengingat kemajuan IPTEK di era modern dapat memberikan dampak positif sekaligus negatif terhadap kehidupan sosial dan budaya.

Selain itu, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya dipahami sebagai konsep teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku mahasiswa ketika berhadapan dengan perkembangan IPTEK, terutama di tengah perubahan teknologi yang semakin pesat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dinilai mampu membantu mahasiswa tidak hanya memahami Pancasila secara konseptual, tetapi juga menerapkannya dalam pemanfaatan teknologi sehingga perkembangan IPTEK dapat memberikan kontribusi yang lebih positif bagi pembangunan bangsa.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Video

oleh Nabil Abiyu Sofyano -

TUGAS ANALISIS VIDEO PERTEMUAN KE-13

Nama : Nabil Abiyu Sofyano

NPM : 2515012028

Kelas : B

Analisis Video: Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK

Video yang dianalisis membahas kedudukan Pancasila sebagai landasan nilai dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Dalam video tersebut ditegaskan bahwa kemajuan IPTEK merupakan hal yang tidak dapat dihindari di tengah arus globalisasi. Namun demikian, perkembangan tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan pedoman hidup bangsa.

Dalam penjelasannya, video tersebut menyampaikan bahwa IPTEK pada dasarnya bersifat netral. Dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan sangat bergantung pada cara manusia memanfaatkan teknologi tersebut. Oleh sebab itu, Pancasila memiliki peran penting sebagai pedoman moral dan etika agar penggunaan IPTEK tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan, keadilan, serta kesejahteraan bersama. Apabila perkembangan teknologi tidak disertai landasan etika, maka IPTEK berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial, seperti penyalahgunaan teknologi, kemerosotan moral, serta kesenjangan sosial.

Lebih lanjut, video ini menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam proses pengembangan dan pemanfaatan IPTEK. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab dan tidak bertentangan dengan nilai agama serta moral. Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menegaskan bahwa teknologi harus menghormati martabat manusia. Nilai Persatuan Indonesia mengarahkan pemanfaatan IPTEK untuk memperkuat persatuan bangsa, bukan menjadi sarana perpecahan. Nilai Kerakyatan menekankan penggunaan teknologi yang demokratis dan bertanggung jawab, sedangkan nilai Keadilan Sosial menuntut agar hasil perkembangan IPTEK dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, video ini juga menyoroti peran strategis mahasiswa dan generasi muda sebagai pengguna utama teknologi di era digital. Mahasiswa diharapkan mampu bersikap kritis, selektif, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan IPTEK, serta tidak mudah terpengaruh oleh dampak negatif globalisasi. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, generasi muda dapat mengarahkan penggunaan teknologi ke arah yang positif, produktif, dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas.

Secara keseluruhan, video tersebut memberikan pemahaman bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sistem nilai dan etika dalam menghadapi perkembangan IPTEK. Kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan moral dan karakter bangsa. Dengan demikian, pengembangan IPTEK di Indonesia dapat berlangsung secara berkelanjutan serta tetap selaras dengan jati diri bangsa Indonesia.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal

oleh Nabil Abiyu Sofyano -

TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN KE-12

Nama: Nabil Abiyu Sofyano

NPM: 2515012028

Kelas: B

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!


B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !

Hasil Analisis Soal.

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Apakah sudah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila?

Sistem etika dalam perilaku politik di Indonesia pada saat ini dapat dikatakan belum sepenuhnya sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Walaupun Pancasila secara resmi dijadikan sebagai dasar negara dan pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, penerapannya dalam praktik politik dan birokrasi masih sering menyimpang dari prinsip-prinsip etika.

Artikel tersebut mengungkapkan bahwa berbagai persoalan etika politik masih kerap terjadi, seperti lemahnya integritas aparatur, rendahnya tingkat transparansi, kurangnya independensi birokrasi, serta minimnya orientasi pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme masih menjadi permasalahan utama yang menunjukkan belum tegaknya nilai keadilan, kemanusiaan, dan tanggung jawab secara konsisten.

Jika ditinjau berdasarkan nilai-nilai Pancasila:

-Sila Kedua tidak tercermin ketika aparatur negara gagal memperlakukan masyarakat secara adil dan beradab.

-Sila Keempat belum terwujud apabila proses pengambilan keputusan lebih mengedepankan kepentingan politik tertentu daripada musyawarah demi kepentingan rakyat.

-Sila Kelima dilanggar ketika masih terjadi ketimpangan dalam pelayanan publik dan pembagian kesejahteraan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa etika perilaku politik di Indonesia masih memerlukan pembenahan yang serius agar benar-benar selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

B. Bagaimanakah etika generasi muda di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan nilai bangsa Indonesia? Berikan solusi terhadap dekadensi moral

Kondisi etika generasi muda di lingkungan tempat tinggal saya menunjukkan adanya perbedaan sikap dan perilaku. Di satu sisi, masih terdapat generasi muda yang menjaga sopan santun, menghormati orang yang lebih tua, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Namun, di sisi lain, terdapat pula sebagian generasi muda yang memperlihatkan tanda-tanda penurunan moral, seperti kurangnya etika dalam berbicara, sikap individualistis, serta penyalahgunaan media sosial untuk menyebarkan komentar negatif atau ujaran kebencian.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perilaku sebagian generasi muda belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, seperti gotong royong, toleransi, dan sikap ramah terhadap sesama. Pengaruh globalisasi, kurang optimalnya pendidikan karakter, serta minimnya keteladanan dari lingkungan keluarga dan masyarakat menjadi faktor yang mendorong terjadinya dekadensi moral.

Adapun solusi yang dapat diterapkan antara lain:

Memperkuat pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila sejak usia dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

-Menumbuhkan keteladanan dari orang tua, tokoh masyarakat, serta para pemimpin.

-Meningkatkan literasi digital agar generasi muda mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

-Mengaktifkan kembali kegiatan sosial dan budaya lokal yang menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

-Mendorong generasi muda untuk terlibat dalam berbagai aktivitas positif yang dapat membentuk karakter dan etika yang baik.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Nabil Abiyu Sofyano -
TUGAS ANALISIS JURNAL PERTEMUAN KE -12

Nama : Nabil Abiyu Sofyano
NPM : 2515012028
Kelas: B


KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA

1. Identitas Jurnal

Jurnal yang berjudul Kontrol Sosial oleh Media Massa termasuk dalam ranah ilmu sosial dengan fokus pada kajian komunikasi dan sosiologi. Artikel ini merupakan tulisan bersifat konseptual dan analitis yang mengkaji peran media massa dalam dinamika kehidupan sosial masyarakat.

2. Latar Belakang

Kemajuan teknologi informasi menyebabkan media massa berkembang dengan sangat cepat, khususnya media berbasis digital. Kondisi ini membuat media memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk opini publik, pola perilaku sosial, serta sudut pandang masyarakat terhadap berbagai fenomena sosial. Dengan demikian, media massa tidak lagi sekadar menjadi sarana penyebaran informasi, melainkan juga berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial yang berperan dalam mengawasi tindakan individu maupun institusi di tengah masyarakat.

3. Tujuan Penulisan

Jurnal ini ditulis dengan tujuan untuk menguraikan fungsi media massa sebagai alat kontrol sosial, menjelaskan berbagai bentuk kontrol sosial yang dilakukan oleh media, serta menganalisis dampak positif dan negatif media massa terhadap kehidupan sosial masyarakat.

4. Pembahasan Isi Jurnal
a. Pengertian Kontrol Sosial

Kontrol sosial diartikan sebagai berbagai upaya yang dilakukan untuk mengarahkan perilaku masyarakat agar tetap sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa media massa menjalankan peran kontrol sosial melalui penyampaian informasi, kritik, dan penilaian terhadap berbagai peristiwa sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

b. Peran Media Massa sebagai Kontrol Sosial

Media massa menjalankan fungsi kontrol sosial melalui beberapa cara, antara lain dengan memberitakan kasus pelanggaran hukum dan norma sosial, menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah atau lembaga publik, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai nilai dan norma yang berlaku. Melalui pemberitaan tersebut, masyarakat dapat membedakan perilaku yang dapat diterima dan yang tidak dapat diterima secara sosial.

c. Dampak Media Massa dalam Kontrol Sosial

Jurnal ini menegaskan bahwa media massa memiliki dua sisi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Dampak positifnya antara lain meningkatkan kesadaran hukum, mendorong transparansi, serta mengawasi praktik penyalahgunaan kekuasaan. Namun, di sisi lain, media juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti pembentukan opini yang tidak seimbang, penyebaran informasi yang kurang akurat, serta munculnya praktik penghakiman publik.

5. Analisis Kritis

Kelebihan Jurnal:
Jurnal ini menyajikan konsep kontrol sosial dengan bahasa yang mudah dipahami dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang sangat bergantung pada media. Selain itu, pembahasan yang disajikan mampu mengaitkan peran media massa dengan realitas kehidupan sosial secara nyata.

Kekurangan Jurnal:
Meskipun pembahasannya cukup komprehensif, jurnal ini masih kurang menyertakan contoh kasus konkret yang terjadi di Indonesia. Selain itu, kajian yang disajikan cenderung bersifat umum dan belum didukung oleh data empiris yang mendalam.

6. Kaitan dengan Kehidupan Mahasiswa

Bagi mahasiswa, jurnal ini memiliki relevansi yang tinggi karena membantu memahami bagaimana media massa dapat memengaruhi cara berpikir dan bersikap. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pengguna media yang kritis, tidak mudah terpengaruh oleh opini sepihak, serta tetap menjunjung tinggi nilai etika dan norma sosial.

7. Kesimpulan

Jurnal ini menegaskan bahwa media massa memegang peran strategis sebagai alat kontrol sosial dalam masyarakat. Media memiliki kemampuan untuk membentuk opini publik dan memengaruhi perilaku sosial, sehingga penggunaannya harus disertai dengan tanggung jawab dan etika. Oleh karena itu, masyarakat, khususnya mahasiswa, perlu bersikap kritis agar fungsi kontrol sosial media dapat berjalan secara positif dan konstruktif.