Nama: Davy Dlorroah Anhar
NPM: 2515061007
Kelas: PSTI-D
Mata Kuliah: Pendidikan Pancasila
Perkembangan pesat era globalisasi serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Arus globalisasi yang mengaburkan batas ruang dan waktu membuat informasi tersebar dengan sangat cepat. Kondisi ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan, terutama bagi Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Pertanyaan utama yang muncul ialah bagaimana masyarakat—khususnya mahasiswa—dapat mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan identitas nasional dan nilai-nilai Pancasila.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya memiliki pemahaman yang baik mengenai nilai-nilai Pancasila serta mampu membentuk karakter sesuai prinsip tersebut. Mereka menilai Pendidikan Pancasila sebagai aspek penting dalam kehidupan sosial, relevan untuk ditanamkan sejak dini, dan berkontribusi besar pada pembangunan bangsa. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, toleransi, serta penghormatan terhadap keragaman budaya dan agama dipandang penting, menandakan bahwa internalisasi Pancasila telah tercermin dalam perilaku keseharian mereka.
Dalam merespons perkembangan IPTEK, mahasiswa juga menunjukkan sikap yang positif. Teknologi dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, transaksi digital, pencarian informasi, dan pengembangan minat personal. Mereka pun menyadari pentingnya menyaring informasi, menghindari konten negatif, dan menjaga etika berkomunikasi di ruang digital. Ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi disertai kesadaran moral yang selaras dengan nilai budaya bangsa.
Analisis regresi sederhana menghasilkan persamaan Ŷ = 12,525 + 0,616X dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila berpengaruh signifikan terhadap kemampuan mahasiswa dalam menyikapi perkembangan teknologi. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,282 menunjukkan bahwa 28,2% sikap mahasiswa terhadap IPTEK dipengaruhi oleh mata kuliah tersebut, sementara 71,8% sisanya ditentukan oleh faktor lain di luar penelitian.
Secara keseluruhan, Pendidikan Pancasila memegang peran penting dalam membangun sikap mahasiswa agar mampu menghadapi perkembangan IPTEK tanpa kehilangan jati diri bangsa. Mahasiswa diharapkan terus menjaga karakter nasional, menyaring dampak negatif budaya asing, dan menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa. Penelitian ini juga merekomendasikan agar pemerintah dan institusi pendidikan terus memperkuat aktualisasi Pancasila melalui metode pembelajaran yang tidak bersifat doktriner serta meningkatkan sistem penyaringan informasi guna menghadapi tantangan globalisasi.
NPM: 2515061007
Kelas: PSTI-D
Mata Kuliah: Pendidikan Pancasila
Perkembangan pesat era globalisasi serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Arus globalisasi yang mengaburkan batas ruang dan waktu membuat informasi tersebar dengan sangat cepat. Kondisi ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan, terutama bagi Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Pertanyaan utama yang muncul ialah bagaimana masyarakat—khususnya mahasiswa—dapat mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan identitas nasional dan nilai-nilai Pancasila.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya memiliki pemahaman yang baik mengenai nilai-nilai Pancasila serta mampu membentuk karakter sesuai prinsip tersebut. Mereka menilai Pendidikan Pancasila sebagai aspek penting dalam kehidupan sosial, relevan untuk ditanamkan sejak dini, dan berkontribusi besar pada pembangunan bangsa. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, toleransi, serta penghormatan terhadap keragaman budaya dan agama dipandang penting, menandakan bahwa internalisasi Pancasila telah tercermin dalam perilaku keseharian mereka.
Dalam merespons perkembangan IPTEK, mahasiswa juga menunjukkan sikap yang positif. Teknologi dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, transaksi digital, pencarian informasi, dan pengembangan minat personal. Mereka pun menyadari pentingnya menyaring informasi, menghindari konten negatif, dan menjaga etika berkomunikasi di ruang digital. Ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi disertai kesadaran moral yang selaras dengan nilai budaya bangsa.
Analisis regresi sederhana menghasilkan persamaan Ŷ = 12,525 + 0,616X dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila berpengaruh signifikan terhadap kemampuan mahasiswa dalam menyikapi perkembangan teknologi. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,282 menunjukkan bahwa 28,2% sikap mahasiswa terhadap IPTEK dipengaruhi oleh mata kuliah tersebut, sementara 71,8% sisanya ditentukan oleh faktor lain di luar penelitian.
Secara keseluruhan, Pendidikan Pancasila memegang peran penting dalam membangun sikap mahasiswa agar mampu menghadapi perkembangan IPTEK tanpa kehilangan jati diri bangsa. Mahasiswa diharapkan terus menjaga karakter nasional, menyaring dampak negatif budaya asing, dan menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa. Penelitian ini juga merekomendasikan agar pemerintah dan institusi pendidikan terus memperkuat aktualisasi Pancasila melalui metode pembelajaran yang tidak bersifat doktriner serta meningkatkan sistem penyaringan informasi guna menghadapi tantangan globalisasi.