གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ 2515061072 Muhammad abdul Ghani Mukhti Cassano

A. Sistem Etika Perilaku Politik Masa Kini dan Kesesuaiannya dengan Pancasila

Etika politik di Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai persoalan karena praktik politik di lapangan sering tidak selaras dengan nilai-nilai dasar Pancasila. Secara ideal, perilaku politik harus mengutamakan kejujuran, tanggung jawab, keadilan, serta keberpihakan pada kepentingan rakyat, sebagaimana tercermin dalam sila kedua, keempat, dan kelima. Namun realitas di lapangan masih menunjukkan adanya praktik-praktik yang dipengaruhi kepentingan pribadi atau kelompok, munculnya politik transaksional, penyalahgunaan kekuasaan, dan kurangnya keterbukaan. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa etika politik masih jauh dari nilai-nilai Pancasila yang menekankan musyawarah, keadilan sosial, dan kemanusiaan. Walaupun terdapat upaya perbaikan seperti penguatan transparansi, penegakan hukum, dan kampanye anti-korupsi, implementasinya belum sepenuhnya efektif. Karena itu, pembenahan etika politik secara menyeluruh masih diperlukan agar praktik politik benar-benar berjalan sesuai prinsip Pancasila.

B. Etika Generasi Muda di Lingkungan Sekitar dan Upaya Mengatasi Penurunan Moral

Etika generasi muda di lingkungan sekitar menunjukkan kondisi yang bervariasi. Ada yang sudah mencerminkan perilaku positif seperti sikap sopan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. Namun tidak sedikit pula yang memperlihatkan gejala menurunnya moral, misalnya berkurangnya rasa hormat kepada orang tua, penggunaan media sosial tanpa etika, gaya hidup konsumtif, pergaulan yang kurang terarah, serta melemahnya sikap gotong royong. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian generasi muda belum sepenuhnya menjalankan nilai-nilai budaya Indonesia seperti kesantunan, toleransi, dan kebersamaan. Mengatasi masalah ini membutuhkan langkah bersama dari keluarga, institusi pendidikan, masyarakat, hingga pemerintah. Penguatan pendidikan karakter perlu dilakukan sejak dini, penggunaan teknologi harus diarahkan secara lebih bijak, dan kegiatan sosial seperti gotong royong, organisasi kepemudaan, dan aktivitas keagamaan harus kembali diberdayakan. Selain itu, teladan dari orang tua, guru, dan pemimpin sangat penting karena generasi muda cenderung mengikuti perilaku yang mereka lihat. Dengan membangun lingkungan yang positif dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, beretika, dan tetap menjaga identitas bangsa.
Nama: Muhammad Abdul Ghani Mukhti Cassano
NPM : 2515061072
Kelas: PSTI-D

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana media massa berperan dalam mendukung kebijakan hukum pidana, terutama sebagai sarana pencegahan kejahatan melalui fungsi kontrol sosial, sekaligus menilai sejauh mana peran tersebut sudah selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Kajian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan menitikberatkan pada analisis norma hukum yang berlaku melalui pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan sosial, serta pendekatan asas. Data dianalisis dengan mengkaji prinsip-prinsip hukum dan aturan mengenai media massa, kemudian dikaitkan dengan teori kontrol sosial untuk mengetahui relevansi dan penerapan nilai Pancasila dalam praktik pemberitaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa memegang peran signifikan dalam kebijakan hukum pidana, khususnya dalam pencegahan non-penal karena hukum pidana memiliki batasan tertentu. Namun demikian, penelitian menemukan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam konten pemberitaan belum berjalan maksimal. Masih banyak informasi yang disebarkan tanpa verifikasi yang cukup, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan sosial. Media lebih sering berfungsi sebagai penyuplai informasi bagi publik ketimbang sebagai pembina moral atau penguat karakter bangsa yang berlandaskan nilai Pancasila. Hal ini tampak dari melemahnya rasa kebangsaan, tumbuhnya sikap individualistik dan liberal, serta dominannya kepentingan pribadi atau kelompok dibandingkan kepentingan nasional.

Dengan demikian, media massa perlu mengoptimalkan peran kontrol sosialnya dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan moral dalam setiap proses penyebaran informasi. Penelitian ini menegaskan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai saluran informasi, tetapi juga sebagai instrumen pembentuk karakter bangsa. Meski memberikan kontribusi penting, kekuatan analisis dapat ditingkatkan bila penelitian menyertakan contoh kasus nyata terkait penyebaran berita yang tidak terverifikasi agar temuan lebih objektif dan terukur.