Nama : Fahra Naisyla Putri Nurina
NPM : 2515061115
Asal Sekolah : SMAQ Darul Fattah
Nama : Fahra Naisyla Putri Nurina
NPM : 2515061115
Asal Sekolah : SMAQ Darul Fattah
Jurnal berjudul “Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial oleh Media Massa untuk Menekan Kejahatan di Indonesia” karya Ariesta Wibisono Anditya (2020) mengkaji peran media massa dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial guna mencegah terjadinya kejahatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keresahan mengenai sejauh mana media benar-benar berfungsi sebagai sarana pendidikan moral dan normatif, atau justru hanya berperan sebagai penyampai informasi yang bersifat konsumtif semata.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode normatif dengan pendekatan hukum dan sosial. Penulis menganalisis berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan media, nilai-nilai Pancasila, serta teori-teori tentang kontrol sosial. Analisis dilakukan secara deskriptif-eksplanatoris untuk menjelaskan keterkaitan antara media massa dan proses penanaman nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa masih tergolong lemah. Banyak pemberitaan yang kurang akurat, cenderung sensasional, dan tidak memberikan nilai edukasi yang memadai. Media lebih menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan informasi dan sensasi dibandingkan upaya pembentukan moral publik. Padahal, media memiliki peran strategis dalam pencegahan kejahatan melalui penyampaian informasi yang mendidik, berimbang, serta menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah. Namun, potensi tersebut belum dimaksimalkan karena media lebih berorientasi pada rating dan popularitas.
Selain itu, kemajuan teknologi dan arus globalisasi mempercepat penyebaran informasi, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya hoaks, propaganda, serta bias pemberitaan. Masyarakat menjadi semakin konsumtif terhadap informasi, namun tidak diiringi dengan penguatan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini juga menyoroti kecenderungan media yang mengejar sensasi, khususnya dalam pemberitaan hukum yang sering menggunakan judul provokatif, menampilkan foto pelaku atau korban, serta menyajikan narasi emosional yang melanggar etika. Praktik tersebut jelas tidak sejalan dengan nilai moral Pancasila.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa media massa belum mampu secara optimal menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui fungsi kontrol sosialnya. Masih banyak berita yang tidak melalui proses verifikasi yang baik dan bersifat sensasional sehingga berpotensi merusak tatanan sosial. Media dinilai belum berhasil menjadi sarana pembentukan karakter bangsa karena lebih memprioritaskan kebutuhan informasi jangka pendek dibandingkan penanaman nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan.
Secara kritis, jurnal ini memiliki keunggulan pada kejelasan landasan teori, kekuatan аргumen, serta relevansinya dengan kondisi media digital masa kini. Namun, kelemahannya terletak pada keterbatasan data empiris karena penelitian hanya bersifat normatif, serta kurangnya contoh kasus konkret dan solusi yang aplikatif. Oleh sebab itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode lapangan seperti survei atau observasi terhadap media, serta memperdalam kajian mengenai etika pemberitaan di era digital.