Posts made by FADILLAH LAILATUL NISA

Kelas A Hidro -> Analisis Banjir

by FADILLAH LAILATUL NISA -
Nama: Fadillah Lailatul Nisa
Npm: 2513034029
Kelas: 2025/A


1. Menurut saya kita sebagai seorang geografi, banjir tidak hanya dilihat sebagai peristiwa air meluap saja, tetapi sebagai hasil dari interaksi antara alam dan aktivitas manusia. Dalam ilmu geografi, kita menggunakan beberapa pendekatan untuk memahami banjir.

Pertama, dari faktor alam (fisik). Banjir bisa terjadi karena curah hujan yang tinggi dalam waktu lama, sehingga air tidak sempat meresap ke dalam tanah. Selain itu, kondisi tanah juga berpengaruh, misalnya tanah yang sudah jenuh air atau jenis tanah yang sulit menyerap air akan memperbesar kemungkinan banjir. Bentuk permukaan bumi (topografi) juga penting, daerah dataran rendah atau cekungan lebih mudah tergenang dibandingkan daerah tinggi. Sungai yang dangkal atau menyempit juga bisa menyebabkan air meluap ke permukiman.

Kedua, dari faktor manusia. Aktivitas manusia sering kali memperparah banjir. Contohnya seperti penebangan hutan yang mengurangi daya serap air, pembangunan di daerah resapan air, serta kebiasaan membuang sampah ke sungai yang menyebabkan aliran air tersumbat. Selain itu, pembangunan kota yang tidak terencana (urbanisasi) membuat banyak lahan tertutup beton atau aspal sehingga air hujan tidak bisa meresap ke tanah.

Ketiga, dalam geografi kita menggunakan pendekatan keruangan (spasial). Artinya, kita melihat di mana banjir sering terjadi, bagaimana pola persebarannya, dan wilayah mana yang paling rawan. Misalnya, daerah sekitar bantaran sungai atau kota besar biasanya lebih rentan banjir.

Keempat, ada juga pendekatan kelingkungan (ekologi), yaitu melihat hubungan antara manusia dan lingkungan. Dalam hal ini, banjir terjadi karena keseimbangan alam terganggu oleh aktivitas manusia.

Selain itu, kita juga melihat dampak banjir, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Secara sosial, banjir bisa menyebabkan masyarakat kehilangan tempat tinggal dan terganggu aktivitasnya. Dari sisi ekonomi, kerugian bisa sangat besar, seperti rusaknya rumah, jalan, dan lahan pertanian. Dari sisi lingkungan, banjir bisa menyebabkan pencemaran air dan kerusakan ekosistem.

Jadi, sebagai geografi , kita memandang banjir sebagai fenomena kompleks yang terjadi karena banyak faktor yang saling berkaitan, bukan hanya karena hujan saja.

2. Data banjir di Indonesia bisa diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, baik dari lembaga pemerintah, teknologi, maupun masyarakat.

Pertama, dari instansi pemerintah.

* BMKG menyediakan data cuaca dan curah hujan yang sangat penting untuk mengetahui potensi banjir.
* BNPB menyediakan data kejadian bencana, jumlah korban, dan dampaknya secara nasional.
* BPBD (tingkat daerah) memberikan data yang lebih spesifik di wilayah masing-masing.

Kedua, dari kementerian dan lembaga terkait.

* Kementerian PUPR menyediakan data tentang kondisi sungai, bendungan, dan sistem drainase.
* BIG (Badan Informasi Geospasial) menyediakan peta dan data spasial yang membantu analisis wilayah rawan banjir.

Ketiga, dari Badan Pusat Statistik (BPS).
BPS menyediakan data terkait dampak banjir terhadap penduduk, seperti jumlah korban, kerugian ekonomi, dan kondisi sosial masyarakat.

Keempat, dari teknologi dan citra satelit.
Kita bisa menggunakan citra satelit untuk melihat daerah yang tergenang banjir secara langsung. Contohnya melalui Google Earth atau sistem pemantauan lainnya. Data ini sangat membantu untuk analisis wilayah terdampak secara visual.

Kelima, dari media massa dan internet.
Berita online, televisi, dan media sosial sering memberikan informasi terbaru tentang kejadian banjir. Walaupun harus tetap disaring kebenarannya, sumber ini sangat cepat dalam memberikan informasi.

Keenam, dari observasi langsung di lapangan.
Kita bisa melakukan survei, wawancara dengan masyarakat, atau pengamatan langsung di lokasi banjir untuk mendapatkan data yang lebih nyata dan detail.

Ketujuh, dari penelitian dan jurnal ilmiah.
Banyak penelitian yang membahas banjir dari berbagai sudut pandang, sehingga bisa menjadi sumber data tambahan yang lebih mendalam.