Nama: Mylan Sifa Ayu Adzkia
Npm: 2513034079
Kelas: 2025 A
1. Dalam geografi, fenomena banjir tidak hanya di lihat dari peristiwa alam, tetapi sebagai hasil interaksi antara faktor fisik (alam) dan faktor manusia.
Pendekatan geografi dalam mengkaji fenomena banjir terdiri dari tiga aspek, yaitu:
1. Pendekatan keruangan: Geografi melihat di mana banjir terjadi, sebaran lokasinya, dan keterkaitannya dengan kondisi topografi, sungai, dan wilayah di hulu ke hilir (misalnya banjir kiriman dari Bogor ke Jakarta).
2. Pendekatan kewilayahan (regional): Geografi mengkaji karakter khusus kawasan rawan banjir (misalnya dataran rendah, daerah pesisir, daerah aliran sungai terbuka) dan faktor lokal yang memperkuat risiko (curah hujan tinggi, alih fungsi lahan, pendangkalan sungai).
3. Pendekatan ekologi dan tata guna lahan: Rusaknya fungsi tata air alami (hutan, resapan, situ) dan ekspansi permukiman di sempadan sungai atau rawa meningkatkan limpasan permukaan dan banjir.
Dengan kata lain, geografi mengkaji banjir sebagai hasil interaksi antara alam dan manusia dalam ruang.
2. Data banjir bisa di peroleh dari berbagai sumber instansi resmi maupun sumber terbuka, antara lain:
1. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Menyediakan data kejadian bencana secara nasional melalui platform seperti Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI).
2. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Menyediakan data curah hujan, cuaca ekstrem, dan informasi iklim yang berkaitan dengan potensi banjir.
3. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menyediakan data terkait sungai, bendungan, dan pengelolaan sumber daya air.
4. Badan Informasi Geospasial (BIG), Menyediakan peta dasar, peta topografi, dan data geospasial yang mendukung analisis banjir.
5. Badan Pusat Statistik (BPS), Menyediakan data kependudukan dan penggunaan lahan yang berkaitan dengan risiko banjir.