Posts made by Andini Lavecchia Gemiler

hidroc -> Analisis Banjir

by Andini Lavecchia Gemiler -

Nama: Andini Lavecchia Gemiler

NPM: 2513034057


1. Bagaimana seorang geografi memandang kejadian banjir?

JAWABAN:

Sebagai mahasiswa geografi, banjir kita pandang sebagai fenomena keruangan yang terjadi akibat interaksi kompleks antara faktor alam dan aktivitas manusia di suatu wilayah. Dari aspek fisik, banjir dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi, kondisi topografi yang rendah atau cekung, jenis tanah yang kurang mampu menyerap air, serta kondisi daerah aliran sungai (DAS) yang sudah kritis. Sedangkan dari aspek manusia, banjir sering terjadi karena alih fungsi lahan seperti hutan yang berubah menjadi permukiman, berkurangnya daerah resapan air, buruknya sistem drainase, serta kebiasaan membuang sampah di sungai yang menyebabkan aliran air terhambat.

Dalam geografi, banjir tidak hanya dilihat sebagai peristiwa sesaat, tetapi juga dikaji secara mendalam dari segi persebaran wilayah, pola kejadian dari waktu ke waktu, serta dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Dengan pendekatan keruangan ini, kita sebagai geografi bisa memahami mengapa suatu wilayah lebih rentan terkena banjir dibanding wilayah lain, sehingga dapat membantu dalam perencanaan mitigasi bencana yang lebih tepat sasaran.


2. Dari mana saja kita bisa mendapatkan data banjir di Indonesia?

JAWABAN:

Data banjir di Indonesia bisa diperoleh dari berbagai sumber yang cukup lengkap dan mudah diakses. Yang paling utama adalah BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) melalui portal dibi.bnpb.go.id maupun aplikasi inaRISK, yang menyediakan data historis kejadian bencana termasuk banjir secara nasional. Untuk data di tingkat daerah yang lebih spesifik, kita bisa mengakses data dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) masing-masing provinsi atau kabupaten/kota.

Selain itu, BMKG menyediakan data curah hujan dan peringatan dini cuaca ekstrem yang sangat berguna untuk menganalisis pemicu terjadinya banjir. BIG (Badan Informasi Geospasial) juga menyediakan peta rawan banjir dan berbagai data spasial yang dibutuhkan untuk analisis keruangan. Untuk data terkait kondisi sungai dan daerah aliran sungai, kita bisa mengakses data dari Kementerian PUPR atau BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Selain dari lembaga pemerintah, data banjir juga bisa diperoleh dari citra satelit, jurnal penelitian ilmiah, maupun hasil observasi langsung di lapangan sebagai data pendukung yang melengkapi analisis kita.