Npm : 2513034007
Nama : Nurul Intan
1.
Sebagai seorang geografi, kita memandang banjir bukan hanya sebagai peristiwa
alam biasa, tetapi dilihat dari 3 sudut pandang. Dari sisi pendekatan
keruangan, banjir dapat dianalisis berdasarkan persebarannya, misalnya daerah
mana saja yang sering terdampak dan bagaimana pola penyebarannya. Dari
pendekatan kelingkungan (ekologi), banjir terjadi karena adanya
ketidakseimbangan antara lingkungan alam dan aktivitas manusia, seperti curah
hujan tinggi yang tidak diimbangi dengan kondisi lahan yang mampu menyerap air
akibat alih fungsi lahan.
Sementara itu, melalui pendekatan kewilayahan,
banjir dapat dikaji secara lebih menyeluruh dengan melihat karakteristik suatu
wilayah, baik dari segi fisik maupun sosial. Dengan demikian, banjir tidak
hanya dipahami sebagai bencana, tetapi juga sebagai fenomena geografis yang
dapat dianalisis penyebab, pola, dan dampaknya untuk menentukan upaya
penanggulangan yang tepat.
2.
Data banjir di Indonesia dapat kita peroleh dari beberapa sumber resmi berikut.
a.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyediakan data kejadian banjir
dan dampaknya melalui DIBI serta informasi risiko melalui InaRISK.
b.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyediakan data curah
hujan dan peringatan dini potensi banjir.
c.
Badan Informasi Geospasial (BIG), menyediakan data peta dan informasi
geospasial untuk analisis wilayah rawan banjir.
d.
Badan Pusat Statistik (BPS), menyediakan data banjir di Indonesia,
terutama dalam bentuk metadata indikator statistik seperti jumlah kejadian
banjir per kabupaten/kota.
e.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyediakan data terkait
kondisi sungai dan sistem drainase.
f.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah daerah menyediakan data
lokal seperti tinggi muka air dan peta genangan.