Nama: Nesa Aryati
NPM: 2513034043
Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia. Banjir memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, baik dari segi sosial, ekonomi, mupun lingkungan. Tingginya intensitas curah hujan, kondisi geografis wilayah, serta aktivitas manusia kurang memperhatikan keseimbangan lingkungan menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir.
1. Bagaimana kita seorang geografi, memandang kejadian banjir?
Jawaban :
Dalam perspektif geografi, banjir itu dipandang sebagai fenomena yang dihasilkan dari interaksi antara komponen fisik dan aktivitas manusia (antropogenik). Secara fisik, banjir berkaitan dengan curah hujan tinggi, kondisi topografi rendah, jenis tanah, serta kapasitas sungai dalam menampung air. Sementara dari sisi aktivitas manusia, banjir dipengaruhi oleh perubahan penggunaan lahan seperti deforestasi, dan urbanisasi. Oleh karena itu, kita sebagai seorang geografer tidak hanya melihat banjir sebagai peristiwa alam semata, tetapi sebagai hasil dari hubungan timbal balik antara lingkungan alam dan aktivitas manusia dalam suatu ruang.
2. Darimana saja kah kita bisa mendapatkan data banjir yang ada di Indonesia?
Jawaban:
Data banjir di Indonesia dapat diperoleh dari berbagai instansi yang dapat dipercaya dan mudah diakses, antara lain:
a. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Instansi ini menyediakan data kejadian bencana secara nasional melalui situs resmi dan aplikasi InaRISK.
b. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Instansi ini menyediakan data curah hujan, perkiraan cuaca, dan peringatan dini.
c. Badan Informasi Geospasial (BIG), Instansi ini menyediakan peta dan data geospasial terkait wilayah rawan banjir.
d. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), Instansi ini menyediakan data terkait sungai, bendungan, dan sistem drainase.
e. Pemerintah daerah (BPBD provinsi/kabupaten), Instansi ini memberikan data lokal yang lebih detail dan aktual.
f. Selain itu, data juga dapat diperoleh dari citra satelit (misalnya melalui platform seperti Google Earth) dan hasil penelitian akademik (jurnal, laporan penelitian).