Nama : Vanina Rahmawati
NPM : 2523034028
1. Bagaimana kita, seorang geografi, memandang kejadian banjir?
2. Darimana saja kah kita bisa mendapatkan data banjir yang ada di Indonesia?
Jawaban
1. Sebagai mahasiswa geografi, banjir bukan hanya dipandang sebagai bencana akibat luapan air saja, namun dapat juga dipandang dengan pendekatan geografi.
Pendekatan keruangan melihat di mana saja lokasi terjadinya banjir dan luas wilayah yang terdampak. Selanjutnya pendekatan ekologis menganalisis banjir diakibatkan oleh interaksi alam dengan aktivitas manusia, seperti mengecor tanah, menggunduli hutan, membuang sampah ke sungai yang mengakibatkan hilangnya daerah resapan air dan naiknya debit sungai. Selain itu ada faktor alam dengan alam seperti curah hujan yang sangat tinggi sehingga tanah tidak bisa menampung air. Terakhir pendekatan kewilayahan memandang banjir sebagai fenomena yang memiliki hubungan dengan wilayah lain, misalnya hujan deras di hulu diperparah hutan gundul sehingga terjadi banjir di hilir.
2. Data banjir di Indonesia dapat diperoleh beberapa sumber berikut ini.
BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencsna) untuk data waktu kejadian, jumlah korban dan dampak kerusakan
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) untuk melihat data curah hujan dan prediksi cuaca/iklim.
BIG (Badan Informasi Geospasial) untuk melihat peta daerah rawan banjir
INArisk (oleh BNPB) untuk melihat potensi bencana.
Selain itu, masih banyak sumber-sumber lain untuk mendapatkan data banjir di Indonesia.
NPM : 2523034028
1. Bagaimana kita, seorang geografi, memandang kejadian banjir?
2. Darimana saja kah kita bisa mendapatkan data banjir yang ada di Indonesia?
Jawaban
1. Sebagai mahasiswa geografi, banjir bukan hanya dipandang sebagai bencana akibat luapan air saja, namun dapat juga dipandang dengan pendekatan geografi.
Pendekatan keruangan melihat di mana saja lokasi terjadinya banjir dan luas wilayah yang terdampak. Selanjutnya pendekatan ekologis menganalisis banjir diakibatkan oleh interaksi alam dengan aktivitas manusia, seperti mengecor tanah, menggunduli hutan, membuang sampah ke sungai yang mengakibatkan hilangnya daerah resapan air dan naiknya debit sungai. Selain itu ada faktor alam dengan alam seperti curah hujan yang sangat tinggi sehingga tanah tidak bisa menampung air. Terakhir pendekatan kewilayahan memandang banjir sebagai fenomena yang memiliki hubungan dengan wilayah lain, misalnya hujan deras di hulu diperparah hutan gundul sehingga terjadi banjir di hilir.
2. Data banjir di Indonesia dapat diperoleh beberapa sumber berikut ini.
BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencsna) untuk data waktu kejadian, jumlah korban dan dampak kerusakan
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) untuk melihat data curah hujan dan prediksi cuaca/iklim.
BIG (Badan Informasi Geospasial) untuk melihat peta daerah rawan banjir
INArisk (oleh BNPB) untuk melihat potensi bencana.
Selain itu, masih banyak sumber-sumber lain untuk mendapatkan data banjir di Indonesia.