Posts made by Tsaniya Rahma Putri Hakim

PGSD 3F KWU -> Class Activity -> Class activity 4 -> Re: Class activity 4

by Tsaniya Rahma Putri Hakim -
Kelompok 4
Anggota Kelompok:
Ega Armawati 2513053137
Shinta Dian Bakhtiar 2513053143
Tsaniya Rahma Putri Hakim 2513053159
Anfasa League Valencia 2513053153
A. Fadil Framadana 2553053039

STUDI KASUS “Kopi Kelas”

1. Peluang 
Kopi Kelas memiliki peluang pasar di kalangan mahasiswa karena menawarkan minuman kopi dengan rasa yang bervariasi, harga terjangkau, dan sesuai dengan selera mahasiswa. Selain rasa original, Kopi Kelas dapat menyediakan varian seperti kopi caramel, kopi hazelnut, kopi vanilla, kopi cokelat, kopi pandan, dan kopi gula aren. Variasi tersebut dapat meningkatkan pilihan pelanggan dan mengurangi kejenuhan terhadap satu jenis minuman. Kendala lokasi yang jauh dari kampus dapat diatasi melalui pemesanan WhatsApp, sistem pre-order, dan pengantaran ke titik tertentu di kampus. Usaha juga dapat menyediakan paket minuman untuk belajar kelompok, rapat organisasi, maupun kegiatan kelas.

2. Menentukan Customer Job dan Customer Pain
Customer job mahasiswa adalah memperoleh minuman kopi yang dapat menemani belajar, mengerjakan tugas, mengikuti rapat organisasi, atau bersantai bersama teman. Mahasiswa cenderung membutuhkan minuman yang enak, terjangkau, praktis dipesan, dan memiliki pilihan rasa sesuai selera.
Customer pain yang dihadapi adalah lokasi penjual jauh dari kampus, keterbatasan waktu untuk datang langsung, tambahan biaya transportasi, serta keterbatasan pilihan minuman yang sesuai dengan keinginan pelanggan. Oleh sebab itu, mahasiswa membutuhkan produk kopi yang mudah diakses, memiliki rasa yang beragam, dan dapat diterima tepat waktu.

3. Merumuskan Value Proposition
Value proposition Kopi Kelas adalah minuman kopi rumahan dengan rasa konsisten, harga mahasiswa, pilihan varian rasa, pemesanan mudah melalui WhatsApp, serta pengantaran terjadwal ke area kampus. Kopi Kelas tidak hanya menjual minuman kopi, tetapi juga menawarkan pengalaman memilih rasa sesuai suasana dan kebutuhan pelanggan. Misalnya, kopi gula aren dapat menjadi pilihan bagi pelanggan yang menyukai cita rasa lokal, kopi caramel atau hazelnut bagi pelanggan yang menyukai rasa manis, serta kopi cokelat bagi pelanggan yang kurang menyukai rasa kopi yang terlalu kuat. Selain itu, pelanggan dapat memilih tingkat gula, jumlah es, dan ukuran minuman sesuai preferensi.

4. Memilih 2 Strategi Pemasaran
Strategi pertama adalah memanfaatkan Instagram dan WhatsApp untuk mengenalkan variasi menu kopi. Instagram digunakan untuk mengunggah foto produk, daftar harga, testimoni, dan promo, serta membuat polling varian rasa agar pelanggan terlibat. WhatsApp digunakan untuk menerima pesanan dan permintaan khusus, seperti pilihan tingkat gula atau jumlah es.
Strategi kedua adalah menerapkan sistem pre-order, pengantaran ke kampus, dan program loyalitas. Pesanan dapat diantar ke titik kumpul pada jam istirahat atau sebelum kuliah. Promo beli lima gratis satu, diskon pembelian paket, dan hadiah bagi pelanggan yang mengajak teman dapat meningkatkan pembelian ulang.

5. Menentukan Metrik Keberhasilan
Untuk menentukan keberhasilan pemasaran Kopi Kelas, penjual perlu melakukan beberapa langkah berikut.
a. Menghitung jumlah cup yang terjual dan jumlah pelanggan baru setiap minggu.
b. Mencatat pelanggan yang melakukan pembelian ulang untuk mengetahui tingkat loyalitas.
c. Memantau pesanan dari Instagram dan WhatsApp untuk menilai efektivitas promosi digital.
d. Membandingkan penjualan setiap varian rasa untuk mengetahui menu yang paling diminati.
e. Mengumpulkan ulasan pelanggan tentang rasa, harga, pengantaran, dan pelayanan sebagai bahan evaluasi.
f. Mempertahankan rasa dan harga, lalu meningkatkan variasi menu, pre-order, serta promo loyalitas berdasarkan hasil evaluasi.