Posts made by Callysta Aulia Fauziah

S1 INFORMATIKA MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal

by Callysta Aulia Fauziah -
Nama: Callysta Aulia Fauziah
NPM: 2515061086
Kelas: PSTI C

A. Sistem etika perilaku politik saat ini masih menghadapi banyak penyimpangan. Banyak pejabat dan birokrat belum menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat. Orientasi kekuasaan masih kuat. Praktik korupsi, ketidakadilan pelayanan, dan minimnya transparansi masih terjadi. Kondisi ini menunjukkan bahwa etika politik belum sepenuhnya selaras dengan nilai Pancasila. Nilai keadilan, kemanusiaan, tanggung jawab, dan integritas belum menjadi dasar perilaku politik. Beberapa kebijakan sudah mengarah pada perbaikan, tetapi penerapannya belum konsisten. Sistem politik masih dipengaruhi kepentingan pribadi dan kelompok yang menggerus kepercayaan publik.

B. Etika generasi muda di lingkungan saya beragam. Ada yang memiliki sikap tanggung jawab dan sopan, tetapi banyak juga yang kurang menghargai aturan dan sesama. Beberapa cenderung terpengaruh media sosial tanpa menyaring informasi. Sikap ini tidak mencerminkan nilai bangsa Indonesia, seperti gotong royong, kesantunan, dan rasa hormat. Dekadensi moral muncul karena lemahnya pengawasan keluarga, kurangnya keteladanan publik, dan akses informasi yang tidak terkendali. Solusinya adalah memperkuat pendidikan karakter sejak dini. Perlu pembiasaan nilai Pancasila dalam kegiatan sekolah dan lingkungan. Orang tua perlu terlibat aktif mengawasi penggunaan teknologi. Pemerintah dan masyarakat harus menyediakan ruang kegiatan positif agar generasi muda terbiasa berperilaku baik dan bertanggung jawab.

S1 INFORMATIKA MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Callysta Aulia Fauziah -
Nama: Callysta Aulia Fauziah
NPM: 2515061086
Kelas: PSTI C

Jurnal ini menekankan bahwa media massa memiliki peran penting sebagai alat kontrol sosial untuk menekan kejahatan di Indonesia. Media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membentuk cara masyarakat melihat hukum, moral, dan kehidupan sosial. Perkembangan teknologi membuat informasi bergerak sangat cepat. Karena itu, keberadaan nilai Pancasila dalam pemberitaan menjadi penting agar perubahan sosial tidak menggeser nilai kebangsaan.
Isi jurnal menunjukkan bahwa fungsi media menurut peraturan yang ada sebenarnya cukup lengkap. Media diharapkan menjadi sumber informasi, edukasi, hiburan, dan kontrol sosial. Namun dalam praktik, media sering lebih menonjolkan sensasi daripada memberikan edukasi. Banyak berita muncul tanpa verifikasi yang kuat. Hal ini membuat masyarakat hanya terpancing rasa ingin tahunya saja. Dampaknya, nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan tidak tercermin dalam isi pemberitaan.
Jurnal ini juga menggambarkan masalah pada pemberitaan kasus hukum dan kekerasan. Banyak media menampilkan judul yang berlebihan dan gambar yang tidak etis. Isi berita lebih diarahkan untuk menarik perhatian daripada memberi pemahaman yang benar. Cara pemberitaan seperti ini mempengaruhi persepsi masyarakat tentang hukum dan proses keadilan. Media gagal menjaga keseimbangan antara kebutuhan bisnis dan tanggung jawab sosial.
Bagian lain dalam jurnal menjelaskan bahwa keberhasilan kontrol sosial tidak hanya ditentukan oleh media. Masyarakat juga berperan penting. Banyak orang menerima informasi tanpa memeriksa kebenaran sumbernya. Kondisi ini membuat hoaks semakin mudah menyebar. Hal ini menunjukkan bahwa literasi media masyarakat masih rendah. Nilai Pancasila seperti sikap adil, bijak, dan saling menghargai belum muncul dalam cara masyarakat menyikapi informasi.
Isi jurnal menyimpulkan bahwa media massa belum menjalankan peran kontrol sosial secara maksimal. Media lebih sering memenuhi tuntutan pasar daripada menanamkan nilai Pancasila dalam pemberitaan. Akibatnya, fungsi media dalam menjaga ketertiban sosial belum optimal. Jurnal ini menegaskan bahwa nilai Pancasila perlu menjadi dasar nyata dalam praktik media agar media benar-benar mampu mendukung terciptanya masyarakat yang sadar hukum dan beretika.