གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ 2515061059 Prya Mitra

S1 INFORMATIKA MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

2515061059 Prya Mitra གིས-
Nama : Prya Mitra
NPM : 2515061059
Kelas : PSTI C

Pancasila sebagai "Perisai" Menghadapi IPTEK
Tulisan ini membahas topik yang sangat penting bagi generasi muda saat ini: bagaimana Pancasila, yang diajarkan di bangku kuliah, dapat berfungsi sebagai perisai atau "alat pertahanan" bagi mahasiswa saat menghadapi laju cepat kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Inti Masalah yang Diteliti
Penelitian ini berangkat dari kekhawatiran umum bahwa kemajuan IPTEK, seperti media sosial, akses informasi yang tak terbatas, dan globalisasi, sering kali menimbulkan konsekuensi negatif yang dapat menggerus nilai-nilai budaya dan identitas bangsa, termasuk nilai-nilai Pancasila.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila yang wajib diambil oleh mahasiswa di universitas memberikan pengaruh yang positif dan signifikan dalam membentuk sikap mahasiswa terhadap perkembangan teknologi yang pesat ini.

Metode dan Hasil Penelitian
Jurnal ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan mengambil sampel dari kalangan mahasiswa. Setelah melakukan pengujian terhadap validitas dan reliabilitas data, peneliti menemukan beberapa temuan penting:
Kepribadian Pancasila Mahasiswa Sudah Baik: Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa responden (mahasiswa) telah mengembangkan ciri kepribadian Pancasila yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki fondasi moral yang kokoh.
Mata Kuliah Berpengaruh Positif: Mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan dalam membentuk sikap mahasiswa terhadap IPTEK. Pengajaran Pancasila di universitas berhasil membekali mahasiswa dengan pola pikir moral untuk memilih dan memanfaatkan teknologi dengan bijak.

IPTEK sebagai Sarana Pembangunan: Dengan modal dari Pancasila tersebut, mahasiswa diarahkan untuk memandang IPTEK sebagai sarana pembangunan bangsa, bukan sebagai ancaman yang harus dihindari.

Kesimpulan Sederhana Jurnal
Kesimpulan dari jurnal ini sangat jelas: Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi tetap memiliki relevansi dan penting.
Mata kuliah ini berhasil menumbuhkan kesadaran mahasiswa sebagai generasi muda untuk melestarikan identitas nasional dalam menghadapi tantangan IPTEK yang bersifat global. Dengan berpegang pada Pancasila sebagai dasar negara, diharapkan mahasiswa dapat memanfaatkan kemajuan teknologi secara positif, berkontribusi dalam pembangunan bangsa, dan secara khusus waspada terhadap informasi yang berpotensi radikal yang sering muncul melalui teknologi modern.
Secara ringkas, jurnal ini menekankan bahwa Pancasila adalah "kunci" yang perlu dimiliki mahasiswa agar tidak tersesat di tengah lautan informasi dan teknologi global. Pendidikan Pancasila memastikan bahwa kemajuan teknologi dapat diterima, namun tetap harus didasari oleh etika dan nilai-nilai keindonesiaan.

S1 INFORMATIKA MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

2515061059 Prya Mitra གིས-
Nama : Prya Mitra
NPM : 2515061059
Kelas : PSTI C

Jurnal karya Ika Setyorini dari Fakultas Syari'ah dan Hukum UNSIQ Jawa Tengah ini membahas krusialnya peran Pancasila sebagai pedoman normatif dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis berargumen bahwa Pancasila, sebagai kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa, harus mengakomodasi seluruh aktivitas kehidupan, termasuk aktivitas ilmiah. Hal ini didasari kekhawatiran bahwa pengembangan ilmu yang terlepas dari ideologi bangsa dapat menyebabkan sekularisme atau kehilangan orientasi yang jelas, seperti yang pernah terjadi pada masa Renaissance di Eropa. Selain itu, kemajuan IPTEK yang bersifat kumulatif perlu diselaraskan dengan kebenaran nilai yang sering kali bersifat non-kumulatif agar tidak terjadi percampuradukan yang merugikan.

Dalam analisisnya, jurnal ini merumuskan empat pemahaman utama mengenai Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu: IPTEK tidak boleh bertentangan dengan nilai Pancasila, nilai Pancasila harus menjadi faktor internal pengembangan, Pancasila berperan sebagai rambu normatif, dan pengembangan IPTEK harus berakar dari budaya bangsa sendiri (indigenisasi ilmu). Secara rinci, setiap sila Pancasila memberikan landasan etika: Sila pertama menempatkan manusia sebagai bagian dari alam semesta yang harus diolah secara rasional namun tetap religius; Sila kedua menekankan tujuan IPTEK untuk kesejahteraan bersama; Sila ketiga mendorong nasionalisme dan persaudaraan melalui kemajuan teknologi; Sila keempat menuntut adanya kebebasan ilmiah yang demokratis dan terbuka terhadap kritik ; serta Sila kelima menjaga keseimbangan keadilan antara manusia dengan Tuhannya, sesamanya, dan lingkungannya.

Landasan urgensi ini juga ditinjau dari tiga aspek: historis, sosiologis, dan politis. Secara historis, amanat mencerdaskan kehidupan bangsa dalam Pembukaan UUD 1945 harus didasarkan pada nilai Ketuhanan dan kemanusiaan, meskipun diskusi spesifik mengenai Pancasila sebagai dasar ilmu baru menguat sekitar tahun 1980-an di perguruan tinggi. Secara sosiologis, masyarakat menuntut agar pengembangan IPTEK (seperti isu nuklir atau limbah industri) memperhatikan dampak kemanusiaan dan lingkungan. Sementara secara politis, para pemimpin negara dari Soekarno hingga era reformasi telah memberikan dorongan, meskipun implementasinya masih bersifat apologis atau berupa himbauan moral.

Kesimpulan

Kesimpulan dari jurnal ini menegaskan bahwa kehadiran IPTEK memiliki dua sisi mata uang: memberikan kemudahan hidup namun juga berpotensi mengancam eksistensi nilai kemanusiaan, sebagaimana dicontohkan oleh dampak bom atom. Oleh karena itu, penegasan Pancasila sebagai dasar nilai menjadi sangat mendesak untuk menghadapi pluralisme nilai dan dominasi teknologi negara barat yang dapat mengikis kepribadian bangsa. Pancasila mutlak diperlukan sebagai penyaring (filter) dan rambu normatif agar pengembangan IPTEK di Indonesia tetap terkendali, menghormati martabat manusia, dan tidak keluar dari akar budaya bangsa Indonesia.