A.
Berdasarkan pada artikel diatas , etika berpolitik di Indonesia saat ini masih jauh dari implementasi nilai-nilai Pancasila. Masih terdapat banyak pejabat yang bergerak karena keputusan orang lain yang lebih memiliki kuasa dari dirinya, sehingga keputusan yang dibuat sering kali bukan untuk kepentingan masyarakat, melainkan untuk kepentingan pribadi ataupun orang orang yang mempengaruhi peajabat tersebut. Hal ini bertentangan dengan nilai keadilan dan semangat musyawarah yang ada pada sila ke-4 dan ke-5 pancasila. Selain itu, pelayanan publik juga belum diberikan secara adil. Masih ada perlakuan berbeda kepada masyarakat berdasarkan kepentingan politik atau kedekatan tertentu. Kejujuran para pejabat pun masih lemah, bisa dilihat dari praktik korupsi dan penyalahgunaan jabatan yang terus terjadi. Transparansi juga belum berjalan dengan baik, contohnya berbagai penyimpangan seringkali ditutup tutupi dan terkadang selalu saja ada alasan lain. Dari beberapa contoh diatas bisa sangat dibilang etika politik kita belum benar-benar mencerminkan nilai Pancasila, terutama soal kejujuran, keadilan, dan sikap mendahulukan kepentingan rakyat.
B.
Jika melihat etika generasi muda di lingkungan sekitar, kondisinya juga masih beragam. Banyak anak muda yang punya sikap baik dan mau berkembang, tapi tidak sedikit juga yang mulai mengalami penurunan moral. Misalnya, ada yang mulai bersikap individualis dan kurang peduli dengan lingkungan sekitar. Beberapa juga terlihat kurang menghargai orang yang lebih tua, dan lebih mudah terbawa arus oleh tren negatif di media sosial. Sikap-sikap seperti ini sebenarnya belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai bangsa Indonesia yang menjunjung sopan santun, gotong royong, dan tanggung jawab.
Untuk mengatasi penurunan moral ini, perlu ada usaha dari banyak pihak. Pendidikan karakter harus diperkuat, bukan hanya lewat teori tapi lewat kegiatan nyata yang membentuk empati dan kepedulian sosial. Pemerintah dan figur publik pun harus memberi contoh yang benar karena apa yang mereka lakukan sering ditiru oleh generasi muda. Selain itu, literasi digital juga penting supaya anak muda lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh hal negatif. Dengan langkah-langkah seperti itu, moral generasi muda bisa pelan-pelan membaik dan kembali sesuai nilai yang dianut bangsa Indonesia.Dan yang paling penting adalah Keluarga yang memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai Pancasila sejak kecil. Karena sejatinya keluarga adalah pondasi yang menentukan apakah seseorang akan menjadi pribadi yang baik ataupun pribadi yang buruk.