Nama : Maria Ulfa Rara Ardhika
NPM : 2523031009
karakteristik alat evaluasi Sebagai berikut:
1.
Validitas
Validitas menunjukkan sejauh mana alat evaluasi mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Jika tujuan pembelajaran adalah menilai kemampuan berpikir kritis, maka instrumen yang digunakan harus benar-benar mengukur kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi, bukan hanya hafalan fakta (Nitko & Brookhart, 2014).
2.
Reliabilitas
Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil pengukuran. Instrumen yang reliabel akan memberikan hasil yang relatif sama apabila digunakan pada kondisi yang setara atau ketika dinilai oleh penilai yang berbeda (Anastasi & Urbina, 1997).
3. Objektivitas
Objektivitas berarti hasil penilaian tidak dipengaruhi oleh pendapat atau bias subjektif penilai. Instrumen yang baik dilengkapi dengan pedoman penskoran atau rubrik yang jelas sehingga hasil penilaian lebih adil dan konsisten (Brookhart, 2013).
4. Praktikalitas
Praktikalitas menunjukkan bahwa alat evaluasi mudah disusun, digunakan, diperiksa, dan diinterpretasikan. Instrumen yang praktis memudahkan guru dalam pelaksanaan evaluasi tanpa mengurangi kualitas hasil penilaian (Arifin, 2017).
5. Ekonomis
Alat evaluasi harus efisien dari segi waktu, tenaga, dan biaya. Instrumen yang baik dapat memberikan informasi yang cukup akurat tanpa memerlukan sumber daya yang berlebihan (Arikunto, 2018).
6. Diskriminatif
Instrumen yang baik mampu membedakan peserta didik yang telah menguasai materi dengan yang belum. Dengan demikian, guru dapat mengetahui tingkat kemampuan siswa secara lebih tepat (Sudijono, 2015).
7. Komprehensif
Alat evaluasi harus mencakup seluruh aspek kompetensi yang hendak diukur, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Penilaian yang komprehensif memberikan gambaran yang lebih utuh tentang kemampuan peserta didik (Nitko & Brookhart, 2014).
8. Berkesinambungan
Evaluasi sebaiknya dilakukan secara terus-menerus selama proses pembelajaran untuk memantau perkembangan peserta didik dan memberikan umpan balik yang konstruktif (Arifin, 2017).
9. Adil dan Transparan
Instrumen evaluasi harus memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik dan menggunakan
kriteria penilaian yang jelas serta dapat dipahami oleh siswa sejak awal (Brookhart, 2013).
10. Autentik
Alat evaluasi yang baik menilai kemampuan peserta didik dalam konteks yang mendekati situasi nyata, seperti proyek, portofolio, presentasi, dan studi kasus, sehingga hasil penilaian lebih bermakna (Mueller, 2018).
Daftar Pustaka
Anastasi, A., & Urbina, S. 1997. Psychological testing. Prentice Hall.
Arifin, Z. 2017. Evaluasi pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. 2018. Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Bumi Aksara.
Brookhart, S. M. 2013. How to create and use rubrics for formative assessment and grading. ASCD.
Mueller, J. 2018. Authentic assessment toolbox. North Central College.
Nitko, A. J., & Brookhart, S. M. 2014. Educational assessment of students. Pearson.
Sudijono, A. 2015. Pengantar evaluasi pendidikan. Rajawali Pers.