Posts made by Nisrina Alya Ramadina

pnm26g -> Forum Analisis Jurnal 2

by Nisrina Alya Ramadina -
Nama: Nisrina Alya Ramadina
Npm: 2513053185

Pada jurnal ini membahas perkembangan moral siswa SD usia 11–12 tahun berdasarkan teori Kohlberg. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memberikan soal berupa dilema moral kepada 10 siswa kelas VI. Dari penelitian tersebut, terlihat bahwa sebagian besar siswa masih berada pada tahap pra-konvensional, yaitu cenderung melakukan sesuatu karena takut mendapat hukuman atau mendapat penilaian buruk dari orang lain. Hal yang menurut saya menarik adalah Kohlberg melihat perkembangan moral bukan hanya dari tindakan yang dilakukan seseorang, tetapi juga dari alasan di balik tindakan tersebut. Misalnya, seseorang bisa saja melakukan hal yang benar, tetapi alasannya berbeda. Dalam penelitian ini, sebagian besar siswa memilih untuk menepati janji karena takut disebut pembohong atau takut mendapat hukuman. Namun, ada satu siswa yaitu Khansa yang menunjukkan perkembangan moral lebih tinggi karena mempertimbangkan perasaan temannya dan adiknya. Jadi, yang membedakan tingkat perkembangan moral bukan hanya apa yang dilakukan, tetapi bagaimana seseorang mempertimbangkan alasan dari tindakannya.

Menurut saya, jurnal ini menunjukkan bahwa perkembangan moral anak membutuhkan proses dan tidak bisa langsung terbentuk hanya melalui aturan atau nasihat. Anak perlu diberi kesempatan untuk menghadapi masalah, memahami akibat dari pilihannya, dan belajar mempertimbangkan kepentingan orang lain. Guru juga perlu memahami tahap perkembangan moral siswa agar pembelajaran karakter yang diberikan sesuai dengan kondisi mereka. Dengan begitu, siswa tidak hanya melakukan sesuatu karena takut dihukum, tetapi perlahan dapat memahami alasan mengapa suatu tindakan dianggap baik atau buruk.

pnm26g -> Forum Analisis Jurnal 1

by Nisrina Alya Ramadina -
Nama: Nisrina Alya Ramadina
Npm: 2513053185

Menurut saya, jurnal tersebut membahas pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam menghadapi berbagai perubahan dan masalah yang terjadi di dunia. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga perlu membentuk sikap seperti kejujuran, tanggung jawab, kasih sayang, keadilan, dan kepedulian terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut penting karena kehidupan manusia saling berhubungan, sehingga masalah yang terjadi di suatu negara juga dapat berdampak pada negara lain. Jurnal ini juga membandingkan pendidikan nilai moral di Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Walaupun setiap negara memiliki cara yang berbeda sesuai dengan kondisi dan ideologinya, semuanya sama-sama menempatkan nilai moral sebagai bagian penting dalam pendidikan. menurut saya, pendidikan nilai akan lebih efektif jika tidak hanya disampaikan melalui materi, tetapi juga melalui contoh, kebiasaan, dan pengalaman siswa sehari-hari. Guru juga perlu memberikan teladan karena perilaku guru dapat memengaruhi sikap siswa.

Jadi, inti yang saya dapat dari jurnal ini adalah pendidikan moral sebaiknya menjadi bagian dari keseluruhan proses pendidikan, bukan hanya diberikan dalam satu mata pelajaran. nilai yang dipelajari perlu benar-benar diterapkan agar siswa tidak hanya mengetahui mana yang baik, tetapi juga mampu membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.

pnm26g -> Forum Analisis Jurnal 1

by Nisrina Alya Ramadina -
Nama: Nisrina Alya Ramadina
Npm: 2513053185

Menurut saya, jurnal “Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh” membahas penerapan pendidikan karakter dalam sistem pendidikan di Aceh. Pendidikan di Aceh tetap mengacu pada kurikulum nasional, tetapi memiliki kekhasan karena memasukkan nilai-nilai Islam, budaya, dan kearifan lokal. Hal ini juga didukung oleh Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015. Dari jurnal ini, saya memahami bahwa pendidikan nilai dan moral tidak cukup hanya dijelaskan melalui teori. Nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan menghargai orang lain perlu dibentuk melalui kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga memiliki peran penting karena sikap yang ditunjukkan guru dapat menjadi contoh bagi siswa.

Namun, penerapannya masih memiliki beberapa kendala, terutama karena belum semua guru memahami cara mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan pembelajaran, menurut saya, pendidikan nilai akan lebih efektif jika dilakukan secara terus-menerus melalui pembiasaan, keteladanan, dan kegiatan di lingkungan sekolah. Dengan begitu, siswa tidak hanya mengetahui nilai yang baik, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.