གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ amaradina fatia sari

SSEKWU2026 -> Diskusi

amaradina fatia sari གིས-
Nama : Amaradina Fatia Sari
NPM : 2523031004

Melihat hubungan mata pelajaran Ekonomi dalam bingkai Pendidikan IPS melalui kacamata multidisipliner dan transdisipliner menuntut kita untuk meninggalkan cara pandang lama yang kaku. Secara multidisipliner, ekonomi tidak lagi berdiri sendiri, melainkan saling berkelindan dengan sosiologi, geografi, dan sejarah untuk membedah masalah masyarakat secara utuh. Dalam pendekatan transdisipliner, ekonomi dalam Pendidikan IPS diarahkan untuk melampaui sekat akademik guna menyelesaikan masalah nyata di tengah masyarakat. Fokus utama pembelajaran bukan lagi sekadar menghafal hukum permintaan dan penawaran, melainkan membentuk warga negara ekonomi yang kritis. Siswa diajak untuk mengintegrasikan pemahaman ekonomi dengan etika dan tanggung jawab sosial, sehingga mereka mampu mengambil keputusan finansial yang tidak hanya menguntungkan secara pribadi, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial bagi komunitas yang lebih luas.
Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan radikal melalui perkembangan IPTEKS, seperti AI), yang mengubah wajah ekonomi menjadi berbasis digital. Hal ini berdampak langsung pada kurikulum pendidikan ekonomi yang kini harus mengintegrasikan literasi data sebagai kompetensi dasar yang setara dengan literasi keuangan tradisional. Dampak nyata dari perkembangan teknologi ini di bidang pendidikan adalah pergeseran peran guru dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator inovasi yang mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi HOTS (High Order Thinking Skills). Proses pembelajaran kini lebih banyak menggunakan simulasi digital dan proyek berbasis masalah yang memungkinkan siswa mempraktikkan teori ekonomi dalam situasi nyata. Dengan memanfaatkan kemajuan IPTEKS, Pendidikan IPS berfungsi memanusiakan teknologi, memastikan bahwa di tengah arus otomatisasi yang masif, nilai-nilai empati dan etika tetap menjadi ruh utama dalam menciptakan sistem ekonomi yang inklusif dan demokratis.

SSEKWU2026 -> Diskusi

amaradina fatia sari གིས-
Nama : Amaradina Fatia Sari
NPM : 2523031004

Ekonomi internasional di era global saat ini membuat hubungan antara Indonesia dan negara lain menjadi semakin erat. Indonesia tidak bisa berdiri sendiri, karena kebutuhan barang, jasa, teknologi, dan investasi banyak melibatkan negara lain. Melalui perdagangan internasional, Indonesia mengekspor komoditas seperti kelapa sawit, batu bara, dan produk manufaktur, serta mengimpor barang seperti teknologi dan bahan baku. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia sangat terhubung dengan dinamika global.
Di sisi lain, globalisasi juga membuka peluang besar bagi Indonesia. Dengan adanya kerja sama ekonomi internasional seperti melalui World Trade Organization (WTO) atau ASEAN, Indonesia dapat memperluas pasar ekspor dan menarik investasi asing. Investasi dari luar negeri membantu membuka lapangan kerja, meningkatkan produksi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perkembangan teknologi digital membuat pelaku UMKM di Indonesia juga bisa menjangkau pasar internasional. Namun, di balik peluang tersebut, ada juga tantangan yang harus dihadapi. Persaingan global menjadi semakin ketat, sehingga produk dalam negeri harus mampu bersaing dari segi kualitas dan harga. Jika tidak, produk luar negeri bisa lebih mendominasi pasar domestik. Selain itu, ketergantungan terhadap pasar global juga membuat Indonesia rentan terhadap krisis ekonomi dunia, seperti kenaikan harga minyak atau gangguan rantai pasok global.

Dalam konteks pergaulan internasional, Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara keterbukaan ekonomi dan perlindungan terhadap kepentingan nasional. Pemerintah harus membuat kebijakan yang mendukung industri dalam negeri, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat daya saing produk lokal. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi pemain aktif dalam ekonomi global.