Posts made by Risma Calista Putri

pnm26g -> Forum Analisis Jurnal 2

by Risma Calista Putri -
Risma Calista Putri 2513053179

Jurnal “Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg” membahas perkembangan moral siswa SD usia 11–12 tahun dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan moral siswa melalui kemampuan mereka dalam mengambil keputusan ketika menghadapi dilema moral. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan memberikan angket terbuka kepada 10 siswa kelas VI, kemudian jawaban mereka dianalisis berdasarkan tahap perkembangan moral Kohlberg.
Dalam teori Kohlberg, perkembangan moral dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih berada pada tingkat pra-konvensional, khususnya tahap 1. Pada tahap ini, siswa cenderung menentukan benar atau salah berdasarkan hukuman dan konsekuensi yang akan diterima. Dari 10 responden, sebanyak 90% masih berada pada tingkat pra-konvensional, sedangkan satu siswa menunjukkan perkembangan moral yang lebih tinggi karena sudah mempertimbangkan kepentingan dan perasaan orang lain dalam mengambil keputusan.
Jurnal ini juga menunjukkan bahwa perkembangan moral tidak cukup dilihat dari tindakan yang dilakukan siswa, tetapi perlu dilihat dari alasan atau pertimbangan yang mendasari tindakan tersebut. Contohnya, beberapa siswa memilih menepati janji karena takut dianggap berbohong atau mendapat hukuman, sedangkan Khansa mempertimbangkan perasaan temannya dan keselamatan adiknya. Perbedaan alasan tersebut menunjukkan adanya perbedaan tingkat penalaran moral meskipun tindakan yang dilakukan terlihat hampir sama.
Menurut saya, jurnal ini penting bagi guru SD karena menunjukkan bahwa perkembangan moral setiap siswa tidak selalu sama, meskipun berada pada usia dan kelas yang sama. Guru perlu memahami alasan di balik perilaku siswa dan memberikan pengalaman yang dapat melatih mereka untuk mempertimbangkan akibat, kepentingan orang lain, serta nilai yang benar dalam mengambil keputusan. Dengan begitu, perkembangan moral siswa tidak hanya didasarkan pada rasa takut terhadap hukuman, tetapi dapat berkembang menjadi kesadaran moral yang lebih baik.

pnm26g -> Forum Analisis Jurnal 1

by Risma Calista Putri -
Risma Calista Putri 2513053179

Jurnal “Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global” membahas pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam menghadapi berbagai permasalahan global. Jurnal ini membandingkan penerapan pendidikan moral di Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Meskipun memiliki perbedaan sesuai kondisi dan ideologi masing-masing negara, pendidikan moral di negara-negara tersebut sama-sama menekankan nilai etika, kemanusiaan, dan nilai universal.
Jurnal juga menjelaskan bahwa pendidikan moral tidak cukup hanya melalui pemberian materi, tetapi perlu diterapkan melalui pembiasaan, keteladanan, pengalaman, serta kegiatan di sekolah. Penulis membahas beberapa pendekatan seperti penanaman nilai, modelling atau keteladanan, fasilitasi, dan pengembangan keterampilan.
Menurut saya, jurnal ini menunjukkan bahwa pendidikan moral akan lebih efektif jika peserta didik tidak hanya mengetahui nilai yang baik, tetapi juga membiasakan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Peran guru juga sangat penting karena sikap dan perilaku guru dapat menjadi contoh langsung bagi peserta didik.

pnm26g -> Forum Analisis Jurnal 1

by Risma Calista Putri -
Risma Calista Putri 2513053179

Jurnal “Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh” membahas penerapan pendidikan nilai dan moral dalam sistem kurikulum pendidikan di Aceh. Pembahasan dalam jurnal berfokus pada bagaimana pendidikan di Aceh tidak hanya mengikuti kurikulum nasional, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan Islam, budaya, adat, dan kearifan lokal. Penerapan tersebut didukung oleh kebijakan pendidikan Aceh, salah satunya Qanun Aceh No. 9 Tahun 2015. Pendidikan nilai dan moral dalam jurnal dijelaskan sebagai bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui pembelajaran, pembiasaan, budaya sekolah, kegiatan sekolah, serta keteladanan guru.
Dalam penerapannya, kurikulum pendidikan di Aceh menggunakan konsep kurikulum nasional yang dipadukan dengan pendidikan Islam dan muatan lokal. Muatan lokal tersebut meliputi bahasa daerah, sejarah Aceh, adat dan budaya, kearifan lokal, serta keterampilan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan kehidupan di sekolah, sehingga pendidikan karakter tidak hanya diberikan melalui materi, tetapi juga melalui kebiasaan dan lingkungan sekolah. Guru juga memiliki peran penting karena menjadi salah satu pihak yang memberikan contoh secara langsung kepada peserta didik.
Meskipun memiliki konsep yang cukup jelas, jurnal menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum Islam di Aceh masih menghadapi beberapa kendala. Implementasinya belum berjalan secara merata karena masih terdapat sekolah dan guru yang belum memahami konsep serta cara penerapannya secara menyeluruh. Selain itu, terdapat kendala dalam fasilitas, metode pembelajaran, evaluasi, dan kesiapan sekolah. Nilai-nilai Islam juga masih sering dicantumkan dalam RPP atau disampaikan pada awal pembelajaran, tetapi belum sepenuhnya diterapkan dalam seluruh proses pembelajaran.

Menurut saya, jurnal ini menunjukkan bahwa pendidikan nilai dan moral tidak cukup hanya dibuat dalam bentuk kebijakan atau dicantumkan dalam kurikulum, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah. Integrasi nilai Islam dan budaya lokal di Aceh dapat menjadi cara untuk membentuk karakter peserta didik sesuai dengan lingkungan mereka. Namun, penerapannya perlu didukung oleh kesiapan guru, fasilitas yang memadai, pemahaman yang sama mengenai kurikulum, serta evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai yang diajarkan benar-benar terlihat dalam perilaku peserta didik.