sikap tegas bapak selalu membuat mahasiswa/i menjadi lebih disiplin dan lebih baik lagi,tetap semangat selama mengajar mahasiswa/i bapak
Posts made by Batrisya Urfa
Nama: Batrisya Urfa
NPM: 2551011010
1.Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional sangat memengaruhi manajemen sumber daya manusia (SDM) karena perusahaan harus mengelola tenaga kerja dari berbagai negara dengan budaya, bahasa, dan aturan yang berbeda. Oleh karena itu, manajemen SDM dituntut lebih modern dan fleksibel dalam mengelola karyawan.
2.Manajemen SDM di pasar internasional dipengaruhi oleh faktor budaya, hukum, ekonomi, teknologi, pendidikan, dan kondisi sosial politik. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu menyesuaikan strategi pengelolaan SDM agar dapat berjalan efektif di berbagai negara.
3.Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR dalam hal budaya, hukum, komunikasi, ekonomi, dan kualitas tenaga kerja. Karena itu, organisasi internasional harus memiliki strategi HR yang fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi setiap negara agar pengelolaan SDM berjalan efektif.
4.Perusahaan memilih dan melatih SDM global melalui proses rekrutmen internasional, seleksi kompetensi, serta pelatihan bahasa, budaya, dan teknologi agar karyawan mampu bekerja secara efektif dalam lingkungan bisnis internasional.
5.Manajemen kinerja dan kompensasi karyawan internasional menghadapi tantangan berupa perbedaan budaya, bahasa, hukum, dan ekonomi antarnegara. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan kebijakan yang fleksibel dan adil agar pengelolaan SDM global berjalan efektif.
6.Perusahaan mempersiapkan manajer internasional melalui pelatihan budaya, bahasa, dan kepemimpinan global, serta membantu proses kepulangan agar manajer dapat kembali beradaptasi dan tetap memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.
NPM: 2551011010
1.Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional sangat memengaruhi manajemen sumber daya manusia (SDM) karena perusahaan harus mengelola tenaga kerja dari berbagai negara dengan budaya, bahasa, dan aturan yang berbeda. Oleh karena itu, manajemen SDM dituntut lebih modern dan fleksibel dalam mengelola karyawan.
2.Manajemen SDM di pasar internasional dipengaruhi oleh faktor budaya, hukum, ekonomi, teknologi, pendidikan, dan kondisi sosial politik. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu menyesuaikan strategi pengelolaan SDM agar dapat berjalan efektif di berbagai negara.
3.Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR dalam hal budaya, hukum, komunikasi, ekonomi, dan kualitas tenaga kerja. Karena itu, organisasi internasional harus memiliki strategi HR yang fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi setiap negara agar pengelolaan SDM berjalan efektif.
4.Perusahaan memilih dan melatih SDM global melalui proses rekrutmen internasional, seleksi kompetensi, serta pelatihan bahasa, budaya, dan teknologi agar karyawan mampu bekerja secara efektif dalam lingkungan bisnis internasional.
5.Manajemen kinerja dan kompensasi karyawan internasional menghadapi tantangan berupa perbedaan budaya, bahasa, hukum, dan ekonomi antarnegara. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan kebijakan yang fleksibel dan adil agar pengelolaan SDM global berjalan efektif.
6.Perusahaan mempersiapkan manajer internasional melalui pelatihan budaya, bahasa, dan kepemimpinan global, serta membantu proses kepulangan agar manajer dapat kembali beradaptasi dan tetap memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.
Nama: Batrisya Urfa
NPM: 2551011010
Peran Serikat Pekerja: melindungi hak pekerja,menjadi wakil pekerja, membantu penyelesaian konflik,dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Peran Hubungan Perburuhan dalam Organisasi: menciptakan kerja sama yg harmonis,menjaga stabilitas organisasi, meningkatkan produktivitas kerja,dan menyelesaikan perselisihan kerja.
2.Perspektif Manajemen: Menjaga disiplin dan efisiensi kerja,Mencapai tujuan organisasi,dan Meningkatkan produktivitas kerja.
Perspektif Serikat Pekerja: Melindungi hak-hak pekerja,Meningkatkan kesejahteraan pekerja,dan Menciptakan rasa keadilan
Perspektif Masyarakat: Menciptakan ketenangan sosial,Meningkatkan kesejahteraan ekonomi,dan Mendorong terciptanya lapangan kerja yang baik.
3.Hukum dan regulasi berperan penting dalam hubungan perburuhan karena memberikan perlindungan, menciptakan keadilan, mengurangi konflik, serta menjaga hubungan kerja yang harmonis antara pekerja dan perusahaan.
4.Proses organisasi serikat pekerja dimulai dari pembentukan organisasi hingga pelaksanaan kegiatan untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja serta menciptakan hubungan kerja yang baik dengan perusahaan.
5.Negosiasi kontrak antara manajemen dan serikat pekerja dilakukan melalui proses perundingan untuk mencapai kesepakatan yang adil bagi kedua pihak sehingga hubungan kerja dapat berjalan dengan baik dan harmonis.
6.Proses administrasi kontrak kerja dilakukan mulai dari penyusunan, penandatanganan, pengarsipan, hingga pengakhiran kontrak agar hubungan kerja berjalan tertib, jelas, dan sesuai peraturan yang berlaku.
7.Pendekatan baru dalam hubungan perburuhan dan manajemen menekankan kerja sama, komunikasi, kesejahteraan pekerja, dan penggunaan teknologi agar tercipta hubungan kerja yang lebih modern, efektif, dan saling menguntungkan.
NPM: 2551011010
Peran Serikat Pekerja: melindungi hak pekerja,menjadi wakil pekerja, membantu penyelesaian konflik,dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Peran Hubungan Perburuhan dalam Organisasi: menciptakan kerja sama yg harmonis,menjaga stabilitas organisasi, meningkatkan produktivitas kerja,dan menyelesaikan perselisihan kerja.
2.Perspektif Manajemen: Menjaga disiplin dan efisiensi kerja,Mencapai tujuan organisasi,dan Meningkatkan produktivitas kerja.
Perspektif Serikat Pekerja: Melindungi hak-hak pekerja,Meningkatkan kesejahteraan pekerja,dan Menciptakan rasa keadilan
Perspektif Masyarakat: Menciptakan ketenangan sosial,Meningkatkan kesejahteraan ekonomi,dan Mendorong terciptanya lapangan kerja yang baik.
3.Hukum dan regulasi berperan penting dalam hubungan perburuhan karena memberikan perlindungan, menciptakan keadilan, mengurangi konflik, serta menjaga hubungan kerja yang harmonis antara pekerja dan perusahaan.
4.Proses organisasi serikat pekerja dimulai dari pembentukan organisasi hingga pelaksanaan kegiatan untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja serta menciptakan hubungan kerja yang baik dengan perusahaan.
5.Negosiasi kontrak antara manajemen dan serikat pekerja dilakukan melalui proses perundingan untuk mencapai kesepakatan yang adil bagi kedua pihak sehingga hubungan kerja dapat berjalan dengan baik dan harmonis.
6.Proses administrasi kontrak kerja dilakukan mulai dari penyusunan, penandatanganan, pengarsipan, hingga pengakhiran kontrak agar hubungan kerja berjalan tertib, jelas, dan sesuai peraturan yang berlaku.
7.Pendekatan baru dalam hubungan perburuhan dan manajemen menekankan kerja sama, komunikasi, kesejahteraan pekerja, dan penggunaan teknologi agar tercipta hubungan kerja yang lebih modern, efektif, dan saling menguntungkan.
Nama: Batrisya Urfa
NPM: 2551011010
1.Keadilan Internal: pemberian gaji disesuaikan dengan nilai pekerjaan di dalam organisasi. Jabatan dengan tanggung jawab, risiko, dan keterampilan lebih tinggi biasanya memperoleh gaji lebih besar dibanding jabatan yang lebih rendah
Keadilan Eksternal: tingkat gaji perusahaan harus sesuai atau mampu bersaing dengan perusahaan lain untuk pekerjaan yang sejenis
2.Mematuhi ketentuan Upah Minimum yang ditetapkan pemerintah menyesuaikan pembayaran lembur, tunjangan, dan potongan sesuai aturan hukum,dan mengikuti perubahan peraturan ketenagakerjaan agar perusahaan tetap taat hukum
3.Melakukan analisis pekerjaan:Menentukan tugas, tanggung jawab, dan tingkat kesulitan setiap jabatan
Melakukan evaluasi jabatan: Menilai nilai atau kontribusi setiap pekerjaan terhadap perusahaan
Menentukan golongan dan rentang gaji: Menyusun tingkatan jabatan beserta batas minimum dan maksimum gaji
NPM: 2551011010
1.Keadilan Internal: pemberian gaji disesuaikan dengan nilai pekerjaan di dalam organisasi. Jabatan dengan tanggung jawab, risiko, dan keterampilan lebih tinggi biasanya memperoleh gaji lebih besar dibanding jabatan yang lebih rendah
Keadilan Eksternal: tingkat gaji perusahaan harus sesuai atau mampu bersaing dengan perusahaan lain untuk pekerjaan yang sejenis
2.Mematuhi ketentuan Upah Minimum yang ditetapkan pemerintah menyesuaikan pembayaran lembur, tunjangan, dan potongan sesuai aturan hukum,dan mengikuti perubahan peraturan ketenagakerjaan agar perusahaan tetap taat hukum
3.Melakukan analisis pekerjaan:Menentukan tugas, tanggung jawab, dan tingkat kesulitan setiap jabatan
Melakukan evaluasi jabatan: Menilai nilai atau kontribusi setiap pekerjaan terhadap perusahaan
Menentukan golongan dan rentang gaji: Menyusun tingkatan jabatan beserta batas minimum dan maksimum gaji
Nama: Batrisya Urfa
NPM: 2551011010
1.Pengembangan berkaitan erat dengan pelatihan dan karier karena ketiganya bertujuan meningkatkan kemampuan karyawan. Pelatihan fokus pada peningkatan keterampilan untuk pekerjaan saat ini, sedangkan pengembangan lebih luas dan mempersiapkan karyawan menghadapi tanggung jawab di masa depan. Pengembangan juga mendukung karier karena membantu karyawan memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai jenjang karier yang lebih tinggi.
2.Metode pengembangan karyawan dapat diidentifikasi melalui program atau kegiatan yang disediakan organisasi, seperti Pelatihan dan seminar,Rotasi pekerjaan
Coaching dan mentoring,Pendidikan lanjutan,Simulasi kerja,Penugasan proyek khusus,dan E-learning atau pelatihan online
3.Asesmen tipe kepribadian: membantu memahami karakter, gaya komunikasi, dan cara bekerja seseorang
Asesmen perilaku kerja: digunakan untuk melihat sikap, kerja sama, kepemimpinan, dan etika kerja karyawan
Penilaian kinerja pekerjaan: digunakan untuk mengukur hasil kerja dan pencapaian target
4.Pengalaman kerja dapat mengembangkan keterampilan karena karyawan belajar langsung dari tugas dan situasi nyata di tempat kerja. Melalui pengalaman, karyawan dapat: Meningkatkan kemampuan teknis,Belajar menyelesaikan masalah,
Mengembangkan komunikasi dan kerja sama,Melatih kepemimpinan,Menambah wawasan dan tanggung jawab
5.Prinsip-prinsip mentoring yang sukses meliputi:
Adanya hubungan saling percaya antara mentor dan mentee,Tujuan pengembangan yang jelas,Komunikasi yang terbuka dan rutin,Mentor memberikan dukungan, arahan, dan motivasi,Adanya evaluasi perkembangan mentee,Komitmen dari kedua pihak untuk belajar dan berkembang
6.Manajer: membantu karyawan memahami tugas, meningkatkan kinerja, dan mencapai target kerja melalui evaluasi dan saran perbaikan
Rekan kerja: membantu dengan berbagi pengalaman, pengetahuan, serta memberi dukungan dalam menyelesaikan pekerjaan
7.Penilaian diri - mengenali minat, kemampuan, dan tujuan karier.
Menentukan tujuan karier - menetapkan posisi atau pencapaian yang diinginkan
Perencanaan karier - menyusun langkah untuk mencapai tujuan tersebut
Pengembangan kompetensi - mengikuti pelatihan, pendidikan, atau pengalaman kerja
Evaluasi karier -menilai perkembangan dan melakukan perbaikan jika diperlukan.
8.Glass ceiling: diatasi dengan memberikan kesempatan yang adil bagi semua karyawan tanpa diskriminasi gender atau latar belakang. Organisasi juga dapat menyediakan program kepemimpinan dan promosi yang transparan
Perencanaan suksesi: dilakukan dengan menyiapkan calon pemimpin masa depan melalui pelatihan, mentoring, dan pengembangan karier
Manajer disfungsional: diatasi melalui evaluasi kinerja, pelatihan kepemimpinan, coaching, atau tindakan disiplin agar lingkungan kerja tetap sehat dan produktif
NPM: 2551011010
1.Pengembangan berkaitan erat dengan pelatihan dan karier karena ketiganya bertujuan meningkatkan kemampuan karyawan. Pelatihan fokus pada peningkatan keterampilan untuk pekerjaan saat ini, sedangkan pengembangan lebih luas dan mempersiapkan karyawan menghadapi tanggung jawab di masa depan. Pengembangan juga mendukung karier karena membantu karyawan memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai jenjang karier yang lebih tinggi.
2.Metode pengembangan karyawan dapat diidentifikasi melalui program atau kegiatan yang disediakan organisasi, seperti Pelatihan dan seminar,Rotasi pekerjaan
Coaching dan mentoring,Pendidikan lanjutan,Simulasi kerja,Penugasan proyek khusus,dan E-learning atau pelatihan online
3.Asesmen tipe kepribadian: membantu memahami karakter, gaya komunikasi, dan cara bekerja seseorang
Asesmen perilaku kerja: digunakan untuk melihat sikap, kerja sama, kepemimpinan, dan etika kerja karyawan
Penilaian kinerja pekerjaan: digunakan untuk mengukur hasil kerja dan pencapaian target
4.Pengalaman kerja dapat mengembangkan keterampilan karena karyawan belajar langsung dari tugas dan situasi nyata di tempat kerja. Melalui pengalaman, karyawan dapat: Meningkatkan kemampuan teknis,Belajar menyelesaikan masalah,
Mengembangkan komunikasi dan kerja sama,Melatih kepemimpinan,Menambah wawasan dan tanggung jawab
5.Prinsip-prinsip mentoring yang sukses meliputi:
Adanya hubungan saling percaya antara mentor dan mentee,Tujuan pengembangan yang jelas,Komunikasi yang terbuka dan rutin,Mentor memberikan dukungan, arahan, dan motivasi,Adanya evaluasi perkembangan mentee,Komitmen dari kedua pihak untuk belajar dan berkembang
6.Manajer: membantu karyawan memahami tugas, meningkatkan kinerja, dan mencapai target kerja melalui evaluasi dan saran perbaikan
Rekan kerja: membantu dengan berbagi pengalaman, pengetahuan, serta memberi dukungan dalam menyelesaikan pekerjaan
7.Penilaian diri - mengenali minat, kemampuan, dan tujuan karier.
Menentukan tujuan karier - menetapkan posisi atau pencapaian yang diinginkan
Perencanaan karier - menyusun langkah untuk mencapai tujuan tersebut
Pengembangan kompetensi - mengikuti pelatihan, pendidikan, atau pengalaman kerja
Evaluasi karier -menilai perkembangan dan melakukan perbaikan jika diperlukan.
8.Glass ceiling: diatasi dengan memberikan kesempatan yang adil bagi semua karyawan tanpa diskriminasi gender atau latar belakang. Organisasi juga dapat menyediakan program kepemimpinan dan promosi yang transparan
Perencanaan suksesi: dilakukan dengan menyiapkan calon pemimpin masa depan melalui pelatihan, mentoring, dan pengembangan karier
Manajer disfungsional: diatasi melalui evaluasi kinerja, pelatihan kepemimpinan, coaching, atau tindakan disiplin agar lingkungan kerja tetap sehat dan produktif