Posts made by Arista Klara Setianingrum

pnm26g -> Forum Analisis Jurnal 2

by Arista Klara Setianingrum -
Arista Klara Setianingrum
2513053170

Jurnal membahas perkembangan moral pada siswa sekolah dasar berdasarkan teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg. Peneliti memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia 11-12 tahun pada siswa kelas IV. Menurut teori Kohlberg perkembangan moral dibagi kedalam tiga tingkat, yaitu pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional. Tingkat pra meliputi tahap ketaatan dan hukuman. Tahap konvensional meliputi orientasi hubungan interpersonal dan menjaga ketertiban sosial. Tingkat pasca meliputi kontrak sosial dan hak individu serta prinsip-prinsipetika universal.

Dari penelitian jurnal menunjukkan siswa usia 11-12 tahun berada pada tingkat pra-konvensional. Sebagian besar siswa menentukan tindakan berdasarkan konsekuensi yang mungkin diterima,seperti takut dianggappembohong, takut dimarahi, takut mendapat hukuman, atau takut mengalami kerugian. Dari hal tersebut dapat dilihat bahwa keputusan moral sebagian besar siswa dipengaruhi oleh aturan dan konsekuensi dari suatu tindakan. Namun terdapat satu siswa yang menunjukkan penalaran moral yang lebih tinggi dibandingkan responden yang lain. berdasarkan hal tersebut dapat diartikan bahwa lingkungan, pengalaman, hubungan sosial, serta kemampuan mempertimbangkan kepentingan orang lain dapat mempengaruhi perkembangan penalaran moral seseorang.

Guru berperan tidak hanya mengajarkan aturan mengenai perilaku baik dan buruk, tetapi memberikan pemahaman alasan dibalik suatu tindakan. Guru juga perlu menciptakan pembelajaran yang memberikan pengalaman yang mendorong siswa berfikir kritis, berdiskusi, mempertimbangkan konsekuensi, memahami perasaan orang lain, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

pnm26g -> Forum Analisis Jurnal 1

by Arista Klara Setianingrum -
Arista Klara Setianingrum
2513053170

Jurnal memuat bahwa pendidikan nilai dan moral meruapakan bagian penting dari pendidikan dalam menghadapi tantangan global. Kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan serta globalisasi perlu diimbangi dengan nilai moral, tanggung jawab, kepedulian, kejujuran, dsb. Di dalam jurnal memuat isu pendidikan nilai moral di beberapa negara seperti indonesia, cina, india, dan malaysia. Keempat negara ini memiliki latar belakang ideologi dan sistem pendidikan yang berbeda. Namun, memiliki persamaan dalam nilai moral, kehidupan sosial, kepribadian, serta kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari teori perkembangan moral memuat bahwa perkembangan moral peserta didik tidak seharusnya dipandang dari kemampuan berfikir semata tetapi perlu memperhatikan kepedulian, kasih sayang, tanggung jawab, hubungan sosial, dan dimensi spiritual. Pembelajaran nilai dan moral perlu memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik melalui berbagai kegiatan seperti bakti sosial, kerja sama, diskusi, serta merefleksikan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan pendidikan nilai dan moral, pendidikan moral tidak hanya dilakukan melalui pemberian materi atau teori, tetapi dapat melalui berbagai pendekatan seperti inculcating (menanamkan nilai dan moralitas), modelling (memberikan contoh keteladanan nilai dan moral), facilitating (menfasilitasi perkembangan nilai dan moral peserta didik), dan mengembangkan keterampilan untuk menciptakan kehidupan pribadi dan sosial yang baik. Selain pendekatan ada juga metode pendidikan nilai dan moral yang akan di implementasikan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

pnm26g -> Forum Analisis Jurnal 1

by Arista Klara Setianingrum -
Arista Klara Setianingrum
2513053170

Pada jurnal “Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh” membahas terkait pendidikan nilai dan moral dalam sistem pendidikan kurikulum di aceh dari landasan penyelenggaraan sampai pengimplementasian dalam pendidikan. Berbeda dari provinsi lain yang ada di indonesia, Aceh memiliki otonomi khusus dalam berbagai bidang salah satunya bidang pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam.
Pendidikan di aceh mengintegrasikan budaya islami yang ada di kehidupan masyarakat di Aceh. Penerapan kurikulum islami adalah bentuk komitmen pemerintah aceh terkait pendidikan yang ada di provinsi aceh, selain itu kurikulum ini sangat cocok dengan budaya masyarakat. Penerapan kurikulum islami berfokus secara luas dari penerapan nilai-nilai islam dalam kehidupan sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat. Sehingga nilai-nilai dan moral tersebut menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Pengimplementasian pendidikan nilai dan moral pada sekolah-sekolah di kabupaten/kota aceh masih terdapat kendala seperti kurikulum islami hanya dimaknai wacana tanpa aksi nyata karena belum ada gambaran secara nyata tentang proses pengajaran, pembelajaran, dan evaluasi. Selain itu, dari pengakuan guru pemahaman kurikulum aceh belum utuh dan sulit untuk diterapkan di sekolah.
Dari beberapa uraian diatas dapat dilihat bahwa pendidikan nilai dan moral sejalan dengan ajaran islam. Integrasi nilai dan moral antara budaya suatu daerah dengan pendidikan dapat menjadi salah satu alternatif yang jika dipersiapkan lebih matang maka akan optimal dalam penerapannya. Dalam upaya mengimplementasikan nilai dan moral tidak hanya perlu aturan tertulis, tetapi harus mempertimbangkan budaya dalam masyarakat, kesiapan guru, sarana dan prasarana yang memadai, pemahaman mengenai proses pengajaran, pembelajaran, dan evaluasi secara berkelanjutan.