གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Adelia fi janatin aliah 2511011067

JAWABAN:

1. Pengembangan berkaitan dengan pelatihan dan karier karena pengembangan membantu meningkatkan kemampuan seseorang untuk pekerjaan sekarang maupun masa depan. Pelatihan fokus pada peningkatan keterampilan tertentu, sedangkan pengembangan juga mempersiapkan seseorang untuk jenjang karier yang lebih baik. Dengan adanya pelatihan dan pengalaman baru, peluang karier seseorang juga bisa meningkat.

2. Organisasi dapat melihat metode pengembangan karyawan dari program-program yang diberikan, seperti pelatihan, seminar, mentoring, coaching, atau rotasi kerja. Metode tersebut digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan dan kinerja karyawan agar lebih baik.

3. Asesmen kepribadian digunakan untuk mengetahui karakter dan cara seseorang bekerja. Asesmen perilaku kerja digunakan untuk melihat bagaimana karyawan bekerja sama dan berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan asesmen kinerja digunakan untuk menilai hasil kerja karyawan. Dari hasil asesmen tersebut, organisasi dapat menentukan program pengembangan yang sesuai bagi setiap karyawan.

4. Pengalaman kerja membantu seseorang mengembangkan keterampilan karena seseorang belajar langsung dari situasi nyata di tempat kerja. Misalnya saat menyelesaikan masalah, bekerja dalam tim, atau menghadapi tanggung jawab baru. Dari pengalaman tersebut, kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kepemimpinan dapat berkembang.

5. Program mentoring yang sukses biasanya memiliki tujuan yang jelas, komunikasi yang baik, dan hubungan saling percaya antara mentor dan mentee. Mentor memberikan arahan dan pengalaman, sedangkan mentee aktif belajar dan menerima masukan agar kemampuan dan pengetahuannya berkembang.

6. Manajer dan rekan kerja membantu mengembangkan karyawan melalui coaching dengan memberikan arahan, dukungan, dan saran dalam pekerjaan sehari-hari. Mereka membantu karyawan memperbaiki kesalahan, meningkatkan kemampuan, dan mencapai target kerja sehingga kinerja menjadi lebih baik.

7. Proses manajemen karier dimulai dari mengenali kemampuan dan minat diri sendiri, lalu menentukan tujuan karier. Setelah itu membuat rencana pengembangan, seperti mengikuti pelatihan atau mencari pengalaman kerja. Langkah terakhir adalah mengevaluasi
perkembangan karier yang telah dicapai.

8. Organisasi menghadapi glass ceiling dengan memberikan kesempatan yang adil bagi semua karyawan. Perencanaan suksesi dilakukan dengan menyiapkan calon pemimpin melalui pelatihan dan pengembangan. Sedangkan manajer disfungsional dapat diatasi dengan evaluasi, coaching, pelatihan kepemimpinan, atau pergantian jabatan jika diperlukan.
Nama: Adelia fi janatin aliah
Npm: 2511011067

1. Pengembangan itu intinya agar karyawan makin berkembang lewat pelatihan dan bisa naik karier. Jadi perusahaan biasanya ngasih pelatihan atau program biar kemampuan karyawan meningkat dan lebih siap ke jenjang berikutnya

2. Cara nentuin metode pengembangan biasanya dilihat dari kebutuhan. Misalnya dari hasil penilaian kerja atau ngobrol sama atasan. Dari situ baru dipilih, mau pakai pelatihan, mentoring, atau yang lain

3. Asesmen itu seperti tes kepribadian, perilaku kerja, sama kinerja itu dipakai buat lihat potensi dan kekurangan karyawan. Jadi nanti pengembangannya bisa lebih sesuai, nggak asal dikasih pelatihan aja

4. Pengalaman kerja itu penting banget karena langsung praktik. Dari situ karyawan jadi belajar banyak hal, seperti cara nyelesain masalah dan ningkatin skill secara langsung

5. Mentoring yang sukses biasanya ada tujuan yang jelas, komunikasinya enak, dan dua-duanya serius ngejalanin. Terus juga harus konsisten, nggak cuma sekali dua kali aja

6. Manajer sama rekan kerja bisa bantu lewat coaching, misalnya kasih arahan, feedback, dan dukungan. Biasanya lewat ngobrol atau evaluasi biar karyawan bisa berkembang

7. Langkah manajemen karier itu biasanya mulai dari kenal diri sendiri, terus nentuin tujuan, bikin rencana, dan terakhir dievaluasi lagi

8. Kalau soal tantangan seperti glass ceiling, organisasi biasanya harus bikin sistem yang adil. Terus buat suksesi, disiapin calon pemimpin dari awal. Kalau ada manajer yang kurang bagus, berarti perlu dievaluasi dan dikasih pelatihan lagi