Nama: Imas Khansa Qurota A'yun
NPM: 2511011028
1
. Bagaimana pengembangan terkait dengan pelatihan dan karier?
- Pelatihan = Fokus jangka pendek, buat ngasah skill spesifik biar kerjaan sekarang lancar
. Misal: training Excel, public speaking
.
- Pengembangan = Fokus jangka panjang, buat nyiapin karyawan naik level
. Lebih ke soft skill, kepemimpinan, problem solving
.
- Karier= Hasil akhir
. Pelatihan + pengembangan yang bagus bikin jalur karier karyawan jelas: naik jabatan, pindah divisi, atau jadi spesialis
.
2
. Bagaimana mengidentifikasi metode yang digunakan organisasi untuk pengembangan karyawan?
Ada 3 Metode:
1
. Program formal: Ada kelas, workshop, LMS e-learning, sertifikasi, job rotation, mentorship
.
2
. On-the-job: Penugasan proyek khusus, jadi ketua panitia, dikasih anak buah magang, stretch assignment
.
3
. Dokumen & kebijakan: Cek di SOP HRD, annual report, atau tanya HR: “Ada IDP Individual Development Plan nggak?” Kalau ada budget training & career path yang jelas, berarti serius
.
Kalau organisasinya cuma ngasih pelatihan pas karyawan error, berarti belum fokus ke pengembangan
.
3
. Jelaskan bagaimana organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja pekerjaan untuk merencanakan pengembangan karyawan
- Asesmen Kepribadian → MBTI, DISC, Big Five
. Dipakai buat tau gaya kerja
. Contoh: Orang ekstrovert cocok dikembangin ke sales/leadership
.
- Asesmen Perilaku Kerja→ 360 feedback, assessment center
. Buat lihat gimana dia di lapangan: kerja tim, komunikasi, inisiatif
.
- Asesmen Kinerja→ KPI, OKR, hasil appraisal tahunan
. Buat lihat gap: target vs realisasi
.
Digabung jadi IDP: Dari 3 data itu, HR tau: "Si A jago teknis tapi lemah leadership" → dikirim training leadership
. "Si B skor DISC-nya Dominance tinggi" → dikasih proyek mimpin tim
. Jadi pengembangan tidak asal tembak
.
4
. Jelaskan bagaimana pengalaman kerja dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan?
Lewat 70-20-10 Model:
- 70% dari Pengalaman: Job rotation, proyek lintas divisi, ditugaskan ke cabang, handle klien susah
. Skill kepemimpinan, problem solving, adaptasi paling cepat naik dari sini
.
- 20% dari Orang lain: Belajar dari atasan, mentoring, feedback rekan kerja
.
- 10% dari Formal: Training, kuliah, baca buku
.
Jadi, Karyawan nggak bakal jago cuma dari kelas
. Harus dilempar ke "kolam" yang lebih dalam biar skill-nya kepake beneran
.
5
. Jelaskan prinsip-prinsip program mentoring yang sukses
5 Prinsip Kunci:
1
. Matching yang tepat: Mentor-mentee cocok secara tujuan & karakter
. Jangan asal tempel
.
2
. Sukarela + Komitmen: Dua-duanya mau, bukan dipaksa
. Ada jadwal rutin untuk bertemu
.
3
. Tujuan jelas: Di awal disepakati "6 bulan ini mau ngembangin skill apa"
. Supaya jelas tujuannya
4
. Kepercayaan & aman: Mentee boleh cerita gagal tanpa takut dihakimi
. No judging
.
5
. Didukung organisasi: Dikasih waktu, diakui sebagai program resmi, mentor dapet reward juga
.
5 prinsip ini yang nantinya membantu proses mentoring
6
. Jelaskan bagaimana manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching
- Mentoring = Jangka panjang, bahas karier & hidup
. Mentor biasanya lebih senior
.
- Coaching= Jangka pendek, fokus ke performa/skill spesifik
. Coach bisa manajer langsung
.
Caranya manajer/rekan kerja coaching:
1
. Model GROW: Goal – Reality – Options – Will
. Nanya: "Target lu apa? Kendalanya apa? Opsi solusinya apa? Mau lakuin yang mana dulu?"
2
. Feedback real-time: Abis meeting langsung bilang "Tadi presentasi lu bagus, tapi datanya kurang kuat di slide 3"
.
3
. Shadowing: Ajak karyawan ikut pas negosiasi biar lihat langsung
.
4
. Tanya, bukan ceramah: Daripada "Harusnya gini", mending "Menurut lu kalau kasus gini enaknya gimana?"
7
. Bagaimana mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier?
Proses standar ada 5 langkah:
1
. Self-Assessment: Karyawan nilai diri sendiri
. Minat, skill, value-nya apa
. Tools: tes kepribadian, feedback
.
2
. Reality Check: Cocokkin sama kondisi perusahaan
. "Posisi manajer di sini butuh skill X, lu udah punya belum?"
3
. Goal Setting: Bikin target karier jangka pendek & panjang
. "2 tahun lagi mau jadi supervisor"
.
4
. Action Planning: Disusun IDP-nya
. Butuh training apa, proyek apa, mentor siapa
.
5
. Review & Evaluasi: Tiap 6-12 bulan cek: udah nyampe mana, perlu belok arah nggak
.
HR biasanya fasilitasi pake career path & talent review
.
8
. Bagaimana organisasi menghadapi tantangan seperti "glass ceiling," perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional?
Glass Ceiling
Hambatan tak terlihat buat wanita/minoritas naik jabatan
1
. Kebijakan DEI + target kuota pemimpin wanita
2
. Program leadership khusus perempuan
3
. Mentoring dari top management
4
. Audit gaji & promosi biar adil
Perencanaan Suksesi
Nggak ada yang siap gantiin kalau bos resign
1
. Talent pool: identifikasi "high potential" dari sekarang
2
. 9-Box Grid: petakan performa vs potensi
3
. Rotasi & proyek strategis buat calon suksesor
4
. Knowledge sharing biar nggak orang-dependent
Manajer Disfungsional
Bos toxic, nggak bisa mimpin, bikin tim resign
1
. 360 feedback buat deteksi dini
2
. Leadership training wajib + coaching intensif
3
. PIP Performance Improvement Plan, kalau gagal → demosi/mutasi
4
. Exit interview buat tau pola masalahnya
Kunci: Semua 3 masalah ini tidak bisa dibiarin
. Harus ada sistem + keberanian manajemen buat eksekusi
.