RESPONSI SESI 9

RESPONSI SESI 9

RESPONSI SESI 9

by Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M. -
Number of replies: 50

JAWABLAH PERTANYAAN PERTANYAAN BERIKUT INI

1. Bagaimana pengembangan terkait dengan pelatihan dan karier?

2. Bagaimana mengidentifikasi metode yang digunakan organisasi untuk pengembangan karyawan/

3. Jelaskan bagaimana organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja pekerjaan untuk merencanakan pengembangan karyawan!

4. Jelaskan bagaimana pengalaman kerja dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan?

5. Jelaskan prinsip-prinsip program mentoring yang sukses!

6. Jelaskan bagaimana manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching!

7. Bagaimana mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier?

8. Bagaimana organisasi menghadapi tantangan seperti "glass ceiling," perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional ?



In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Marda Lika Rahmadani 2511011010 -
Marda Lika Rahmadani
2511011010

1. Pengembangan berfokus pada masa depan untuk menyiapkan karyawan menghadapi tantangan baru, sedangkan pelatihan lebih pada pemenuhan kompetensi tugas saat ini. Keduanya menjadi fondasi utama dalam manajemen karier, di mana peningkatan keterampilan yang berkelanjutan memungkinkan karyawan memiliki mobilitas dan kesiapan untuk naik ke jenjang jabatan perusahaan yang lebih tinggi.

2. Organisasi mengidentifikasi pengembangan melalui empat jalur pendidikan formal untuk basis teori, asesmen untuk memetakan potensi dan kelemahan, pengalaman kerja melalui tantangan tugas nyata atau rotasi jabatan, serta hubungan interpersonal melalui bimbingan dari senior atau pakar di bidangnya.

3. Asesmen kepribadian dan kinerja berfungsi sebagai instrumen untuk menyelaraskan potensi individu dengan kebutuhan organisasi. Dengan menganalisis perilaku kerja dan hasil kinerja, perusahaan dapat menyusun rencana pengembangan yang spesifik untuk menutup kesenjangan kompetensi dan menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat.

4. Pengalaman kerja mengembangkan keterampilan melalui penugasan yang menantang, seperti rotasi jabatan atau proyek khusus. Melalui interaksi langsung dengan masalah di lapangan, karyawan dipaksa mengasah kemampuan problem solving dan adaptabilitas yang tidak bisa didapatkan hanya dari teori di dalam kelas.

5. Program mentoring yang efektif bergantung pada kesukarelaan, kecocokan profil antara mentor dan mentee, serta kepercayaan yang mendalam. Kejelasan tujuan di awal program dan komitmen waktu dari kedua belah pihak menjadi kunci agar proses transfer ilmu dan bimbingan karier berjalan maksimal.

6. Coaching dilakukan melalui pemberian umpan balik rutin dan diskusi interaktif untuk meningkatkan kesadaran diri karyawan. Manajer berperan sebagai fasilitator pertumbuhan, sementara rekan kerja memberikan dukungan teknis harian, sehingga tercipta lingkungan belajar yang saling mendukung di tempat kerja.

7. Manajemen karier meliputi empat tahap sistematis: penilaian diri (self-assessment), verifikasi realitas terhadap peluang organisasi (reality check), penetapan tujuan karier yang jelas (goal setting), dan penyusunan rencana aksi nyata (action planning) untuk mencapai target tersebut.

8. Organisasi mengatasi glass ceiling dengan kebijakan inklusivitas dan transparansi promosi. Untuk suksesi, perusahaan melakukan identifikasi talenta potensial sejak dini, sementara masalah manajer disfungsional ditangani melalui umpan balik 360 derajat atau pelatihan ulang untuk memperbaiki perilaku kepemimpinan mereka.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by FEDIA ARIANTI -
Nama: Fedia Arianti
NPM: 2511011092

1. Pengembangan terkait pelatihan dan karier
Pengembangan karyawan itu mencakup pelatihan dan pengembangan karier. Pelatihan lebih fokus ke kemampuan yang dibutuhkan untuk pekerjaan sekarang, sedangkan pengembangan karier lebih ke persiapan jangka panjang supaya karyawan bisa berkembang ke posisi yang lebih tinggi. Jadi, keduanya saling melengkapi.

2. Cara mengidentifikasi metode pengembangan karyawan:
Organisasi biasanya melihat kebutuhan pengembangan dari hasil evaluasi kinerja, analisis kebutuhan pelatihan, dan juga masukan dari karyawan. Dari situ baru ditentukan metode yang cocok, seperti pelatihan, mentoring, coaching, atau rotasi kerja.

3. Penggunaan asesmen dalam perencanaan pengembangan:
Perusahaan menggunakan berbagai penilaian seperti tes kepribadian, perilaku kerja, dan hasil kinerja untuk memahami potensi karyawan. Dari hasil itu, perusahaan bisa menyusun rencana pengembangan yang sesuai, misalnya menentukan pelatihan atau jalur karier yang tepat.

4. Pengalaman kerja untuk mengembangkan keterampilan:
Pengalaman kerja sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan karena karyawan belajar langsung dari situasi nyata. Misalnya lewat tugas baru, proyek tertentu, atau rotasi jabatan. Dari situ, kemampuan teknis dan juga soft skill bisa berkembang.

5. Prinsip mentoring yang efektif:
Program mentoring akan berjalan baik kalau punya tujuan yang jelas, ada kecocokan antara mentor dan mentee, komunikasi berjalan lancar, serta ada dukungan dari organisasi. Selain itu, perlu juga evaluasi supaya programnya tetap efektif.

6. Peran manajer dan rekan kerja dalam coaching:
Manajer biasanya berperan memberi arahan dan umpan balik, sedangkan rekan kerja bisa saling berbagi pengalaman dan mendukung. Coaching membantu karyawan untuk berkembang dengan cara menemukan solusi sendiri.

7. Langkah dalam manajemen karier:
Prosesnya dimulai dari mengenali diri sendiri, lalu mencari tahu peluang karier yang ada, menentukan tujuan, membuat rencana pengembangan, menjalankannya, dan terakhir mengevaluasi hasilnya.

8. Menghadapi tantangan dalam organisasi
Untuk mengatasi glass ceiling, perusahaan perlu membuat kebijakan yang adil dan terbuka. Dalam perencanaan suksesi, penting untuk menyiapkan calon pemimpin sejak dini. Sedangkan untuk manajer yang bermasalah, bisa diatasi dengan pelatihan, coaching, atau evaluasi menyeluruh.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Hairia Leena -
Nama: Hairia Leena
Npm: 2551011035

1. Pengembangan karyawan mencakup pelatihan untuk meningkatkan keterampilan saat ini serta pengembangan karier untuk mempersiapkan peran di masa depan, di mana organisasi biasanya mengintegrasikan keduanya melalui program pelatihan berjenjang, jalur karier yang jelas, dan evaluasi berkala.

2. Metode pengembangan karyawan dalam organisasi dapat diidentifikasi melalui berbagai praktik seperti pelatihan di tempat kerja, pelatihan formal, rotasi pekerjaan, mentoring, coaching, serta sistem evaluasi kinerja, yang umumnya terlihat dalam program HR dan rencana pengembangan individu.

3. Organisasi menggunakan asesmen seperti MBTI untuk memahami tipe kepribadian, DISC untuk menilai perilaku kerja, serta evaluasi kinerja berbasis target untuk merencanakan pengembangan karyawan secara lebih tepat dan terarah.

4. Pengalaman kerja dapat digunakan sebagai sarana pengembangan keterampilan melalui penugasan yang menantang, rotasi kerja, keterlibatan dalam proyek lintas fungsi, dan peran sementara, yang membantu meningkatkan kemampuan problem solving, kepemimpinan, dan adaptasi.

5. Program mentoring yang sukses ditandai dengan adanya tujuan yang jelas, hubungan yang dilandasi kepercayaan, mentor yang berpengalaman, pertemuan yang terjadwal secara rutin, serta komitmen kedua belah pihak untuk fokus pada pengembangan.

6. Manajer dan rekan kerja berperan dalam coaching dengan memberikan umpan balik konstruktif, membantu menetapkan tujuan, berbagi pengalaman, serta mendorong komunikasi terbuka dan reflektif untuk mendukung perkembangan karyawan.

7. Proses manajemen karier meliputi penilaian diri untuk mengenali minat dan kemampuan, eksplorasi peluang karier, penetapan tujuan, pengembangan kompetensi melalui pelatihan dan pengalaman, serta evaluasi dan penyesuaian secara berkala.

8. Organisasi menghadapi tantangan seperti Glass ceiling dengan menerapkan kebijakan inklusif dan transparansi promosi, melakukan perencanaan suksesi melalui identifikasi dan pengembangan talenta internal, serta menangani manajer disfungsional melalui evaluasi, pelatihan, coaching, atau penggantian jika diperlukan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Dansia Citary -
Nama: Dansia Citary
NPM : 2511011107

1. Bagaimana pengembangan terkait dengan pelatihan dan karier?
1).Pelatihan (Training): Berfokus pada pembelajaran saat ini agar karyawan dapat melakukan pekerjaannya dengan kompeten. Biasanya bersifat jangka pendek.
2).Pengembangan (Development): Berfokus pada masa depan. Ini mencakup pembelajaran yang tidak terbatas pada pekerjaan saat ini, melainkan mempersiapkan karyawan untuk tanggung jawab yang lebih besar atau perubahan dalam organisasi.
3).Karier: Pengembangan adalah "bahan bakar" bagi karier. Pelatihan memberi keterampilan teknis, sementara pengembangan membangun kapabilitas strategis yang memungkinkan seseorang naik ke jenjang karier yang lebih tinggi.

2. Bagaimana mengidentifikasi metode yang digunakan organisasi untuk pengembangan karyawan!
Organisasi umumnya menggunakan empat pendekatan utama:
1).Pendidikan Formal: Program diploma, gelar, atau kursus singkat yang disponsori perusahaan.
Asesmen: Pengumpulan informasi dan pemberian umpan balik tentang perilaku, gaya komunikasi, atau keterampilan.
3).Pengalaman Kerja: Belajar melalui tugas, proyek, dan tantangan di lapangan.
4).Hubungan Interpersonal: Melalui interaksi dengan anggota organisasi yang lebih berpengalaman (mentoring atau coaching).

3. Jelaskan bagaimana organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja pekerjaan untuk merencanakan pengembangan karyawan!
Organisasi menggunakan berbagai alat ukur untuk memetakan potensi:
1).Tipe Kepribadian (e.g., MBTI): Mengidentifikasi preferensi komunikasi dan cara individu memproses informasi untuk menentukan kecocokan peran.
2).Perilaku Kerja (Assessment Center): Melalui simulasi atau diskusi kelompok untuk melihat kepemimpinan dan kemampuan memecahkan masalah.
3).Kinerja Pekerjaan: Menggunakan sistem 360-degree feedback untuk mendapatkan pandangan menyeluruh dari atasan, rekan sejawat, dan bawahan guna mengidentifikasi celah keterampilan (skill gaps).

4. Jelaskan bagaimana pengalaman kerja dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan?
Pengalaman kerja adalah guru terbaik melalui beberapa metode:
1).Perluasan Tugas (Job Enlargement): Menambah tantangan pada peran yang ada.
2).Rotasi Jabatan (Job Rotation): Memindahkan karyawan antar departemen agar mereka memahami gambaran besar organisasi.
3).Promosi dan Demosi: Memberikan tanggung jawab lebih besar atau memindahkan ke posisi yang lebih sesuai dengan bakat.
4).Penugasan Eksternal: Seperti sabbatical atau penugasan sementara di organisasi mitra untuk mempelajari perspektif baru.

5. Jelaskan prinsip-prinsip program mentoring yang sukses!
Mentoring melibatkan hubungan antara karyawan senior (mentor) dan junior (protege). Prinsip suksesnya meliputi:
1).Kecocokan Sukarela: Mentor dan protege harus memiliki koneksi yang baik.
2).Tujuan yang Jelas: Memiliki target pengembangan yang terukur.
3).Kerahasiaan dan Kepercayaan: Membangun ruang aman untuk berbagi kegagalan dan pembelajaran.
4).Dukungan Organisasi: Perusahaan memberikan waktu dan sumber daya bagi mentor untuk menjalankan perannya.

6. Jelaskan bagaimana manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching!
Coaching adalah proses di mana manajer atau rekan kerja bertindak sebagai fasilitator:
1).Manajer sebagai Coach: Memberikan umpan balik rutin, membantu karyawan menetapkan target, dan memberikan motivasi.
2).Rekan Kerja sebagai Coach: Berfungsi sebagai peer-support yang memberikan tips praktis sehari-hari dan dukungan emosional tanpa ada tekanan hierarki.
3).Fokus: Coaching lebih menekankan pada peningkatan kinerja spesifik dan penguasaan keterampilan tertentu melalui dialog berkelanjutan.

7. Bagaimana mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier?
Proses ini biasanya mengikuti siklus berikut:
1).Penilaian Diri (Self-Assessment): Karyawan mengidentifikasi minat dan nilai-nilai mereka.
2).Pemeriksaan Realitas (Reality Check): Perusahaan memberikan umpan balik tentang bagaimana mereka melihat potensi karyawan.
3.Penetapan Tujuan (Goal Setting): Karyawan menetapkan target karier jangka pendek dan panjang.
4).Perencanaan Tindakan (Action Planning): Menentukan langkah konkret (pelatihan atau proyek) untuk mencapai tujuan tersebut.

8. Bagaimana organisasi menghadapi tantangan seperti "glass ceiling," perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional ?
1).Glass Ceiling (Langit-langit Kaca): Organisasi mengatasinya dengan program kepemimpinan khusus untuk kelompok minoritas/perempuan dan audit keberagaman dalam promosi.
2).Perencanaan Suksesi (Succession Planning): Mengidentifikasi dan mengembangkan karyawan berpotensi tinggi untuk mengisi posisi kunci di masa depan agar transisi kepemimpinan berjalan mulus.
3).Manajer Disfungsional: Mengatasi manajer yang berperilaku buruk (misal: arogan atau tidak peka) melalui pelatihan kecerdasan emosional, coaching intensif, atau jika perlu, pemindahan posisi agar tidak merusak moral tim.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Nur Parida 2511011103 -
Nama : Nur Parida
NPM : 2511011103

1. Pengembangan pelatihan dan karier tidak hanya berupa pemberian pelatihan, tetapi juga harus terintegrasi dengan perencanaan karier jangka panjang. Organisasi biasanya membuat jalur karier (career path) yang jelas, sehingga karyawan mengetahui posisi yang bisa dicapai dan keterampilan apa yang harus dikembangkan. Selain itu, evaluasi berkala diperlukan untuk melihat apakah pelatihan yang diberikan sudah berdampak pada peningkatan kinerja.

2. Dalam mengidentifikasi metode pengembangan, organisasi tidak hanya melihat kebutuhan saat ini, tetapi juga kebutuhan masa depan. Misalnya, jika perusahaan akan beralih ke teknologi digital, maka metode pelatihan yang dipilih harus mendukung peningkatan keterampilan digital. Selain itu, organisasi juga mempertimbangkan gaya belajar karyawan, apakah lebih cocok dengan pelatihan praktik, diskusi, atau pembelajaran mandiri.

3. Asesmen kepribadian membantu memahami karakter individu, seperti kemampuan bekerja sama atau kepemimpinan. Asesmen perilaku kerja menunjukkan bagaimana karyawan bertindak dalam situasi kerja sehari-hari. Sementara itu, penilaian kinerja menunjukkan hasil kerja yang dicapai. Ketiga aspek ini digabungkan untuk menyusun rencana pengembangan individu (individual development plan) yang spesifik dan sesuai kebutuhan masing-masing karyawan.

4. Pengalaman kerja menjadi faktor penting karena karyawan belajar melalui situasi nyata. Misalnya, ketika diberi proyek baru atau tanggung jawab tambahan, karyawan akan belajar mengelola waktu, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah. Organisasi juga dapat menerapkan job rotation atau penugasan lintas divisi agar karyawan memperoleh pengalaman yang lebih luas.

5. Program mentoring yang sukses juga membutuhkan kecocokan antara mentor dan mentee, baik dari segi komunikasi maupun tujuan. Mentor harus mampu memberikan arahan, berbagi pengalaman, dan menjadi teladan. Di sisi lain, mentee harus aktif belajar dan terbuka terhadap masukan. Keberhasilan mentoring juga dipengaruhi oleh adanya tujuan yang terukur dan evaluasi hasil secara berkala.

6. Coaching oleh manajer dan rekan kerja biasanya dilakukan secara langsung di tempat kerja (on-the-job coaching). Manajer berperan sebagai pembimbing yang membantu karyawan menemukan solusi sendiri, bukan hanya memberi instruksi. Rekan kerja juga dapat berbagi pengalaman dan tips praktis. Proses ini biasanya melibatkan tanya jawab, diskusi, serta evaluasi terhadap hasil kerja.

7. Dalam manajemen karier, penilaian diri mencakup identifikasi minat, bakat, dan nilai pribadi. Setelah itu, karyawan menetapkan tujuan karier yang realistis. Organisasi kemudian membantu melalui pelatihan dan kesempatan pengembangan. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan rencana jika terjadi perubahan kondisi atau tujuan.

8. Untuk menghadapi “glass ceiling”, organisasi perlu memastikan tidak ada diskriminasi dalam promosi jabatan dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua karyawan. Dalam perencanaan suksesi, organisasi menyiapkan calon pemimpin sejak dini melalui pelatihan dan penugasan khusus. Sedangkan untuk mengatasi manajer disfungsional, organisasi perlu memberikan pelatihan kepemimpinan, evaluasi kinerja yang ketat, serta tindakan perbaikan jika diperlukan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Kgs.Fahri 2511011045 -
NAMA : KGS.FAHRI HIDAYATULLAH
NPM : 2511011045
TANGGAL : 23-04-2026

RESPONSIF UNTUK BAB 9
1). Kalau dilihat secara sederhana, pengembangan karyawan itu selalu berkaitan dengan pelatihan dan arah karier. Pelatihan membantu meningkatkan kemampuan, sementara tujuan karier memberi arah tentang apa yang perlu dikembangkan.

2). Organisasi juga harus bisa menentukan metode yang tepat untuk mengembangkan karyawan. Biasanya ini dilakukan dengan melihat kebutuhan, baik dari sisi individu maupun tujuan perusahaan.

3). Untuk asesmen, organisasi tidak hanya menilai kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja, tapi juga memanfaatkan hasilnya sebagai dasar dalam menyusun rencana pengembangan yang lebih sesuai

4). Pengalaman kerja juga punya peran besar. Dari situ, keterampilan bisa berkembang secara langsung, walaupun tetap perlu diarahkan agar hasilnya lebih optimal.

5). Program mentoring yang berjalan dengan baik umumnya memiliki tujuan yang jelas, hubungan yang positif, dan dilakukan secara konsisten.

6). Selain mentoring, ada juga coaching yang melibatkan peran manajer dan rekan kerja dalam membantu karyawan berkembang melalui interaksi sehari-hari.

7). Dalam manajemen karier, biasanya ada beberapa tahap seperti mengenali diri, merencanakan, dan mengambil tindakan, meskipun prosesnya tidak selalu kaku.

8). Terakhir, organisasi harus bisa menghadapi berbagai tantangan, seperti adanya batasan karier (glass ceiling), masalah dalam perencanaan suksesi, atau manajer yang kurang efektif, dengan cara yang tetap mendukung perkembangan karyawan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Muhamad Rafi Kurnia Fitra -
Nama : Muhamad Rafi Kurnia Fitra
NPM : 2511011105

RESPONSI SESI 9
1. Bagaimana pengembangan terkait dengan pelatihan dan karier?
= Pengembangan berkaitan dengan pelatihan dan karier karena pelatihan meningkatkan keterampilan serta pengetahuan karyawan, sedangkan pengembangan membantu mereka mempersiapkan jenjang karier yang lebih tinggi di masa depan.

2. Bagaimana mengidentifikasi metode yang digunakan organisasi untuk pengembangan karyawan/
= Organisasi mengidentifikasi metode pengembangan karyawan melalui pelatihan, rotasi kerja, mentoring, coaching, seminar, workshop, dan evaluasi kinerja untuk melihat kebutuhan pengembangan.

3. Jelaskan bagaimana organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja pekerjaan untuk merencanakan pengembangan karyawan!
= Organisasi menggunakan asesmen kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja untuk mengetahui potensi, kekuatan, serta kelemahan karyawan sehingga program pengembangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

4. Jelaskan bagaimana pengalaman kerja dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan?
= Pengalaman kerja dapat mengembangkan keterampilan karena karyawan belajar langsung dari tugas, tantangan, pemecahan masalah, dan interaksi di lingkungan kerja nyata.

5. Jelaskan prinsip-prinsip program mentoring yang sukses!
= Prinsip mentoring yang sukses meliputi komunikasi yang baik, kepercayaan, tujuan yang jelas, dukungan berkelanjutan, serta adanya komitmen antara mentor dan mentee.

6. Jelaskan bagaimana manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching!
= Manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching dengan memberikan arahan, umpan balik, motivasi, serta membantu memperbaiki kinerja dan kemampuan kerja.

7. Bagaimana mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier?
= Langkah-langkah manajemen karier meliputi penilaian diri, penetapan tujuan karier, perencanaan pengembangan, pelaksanaan rencana, dan evaluasi hasil karier.

8. Bagaimana organisasi menghadapi tantangan seperti "glass ceiling," perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional ?
= Organisasi menghadapi tantangan seperti glass ceiling, perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional dengan menciptakan kesempatan yang adil, menyiapkan calon pemimpin masa depan, serta memperbaiki kepemimpinan melalui evaluasi dan pelatihan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Filla zakila -
NAMA : Filla Zakila
NPM : 2511011052

1. Kaitan Pengembangan dengan Pelatihan dan Karier
• Pelatihan (Training): Fokus pada pekerjaan saat ini dan membantu karyawan mempelajari keterampilan spesifik untuk segera diterapkan.
• Pengembangan (Development): Berfokus pada masa depan. Ini mempersiapkan karyawan untuk tanggung jawab yang lebih besar atau perubahan dalam organisasi.
• Karier: Pengembangan adalah "bahan bakar" bagi karier. Pelatihan berkelanjutan dan pengembangan diri memungkinkan seseorang naik jabatan atau berpindah jalur karier secara strategis.

2. Mengidentifikasi Metode Pengembangan Karyawan
Organisasi biasanya menggunakan empat pendekatan utama:
• Pendidikan Formal: Program gelar, kursus singkat, atau seminar.
• Asesmen: Menggunakan tes kepribadian atau penilaian kinerja untuk melihat potensi.
• Pengalaman Kerja: Memberikan proyek baru, rotasi jabatan, atau penugasan internasional.
• Hubungan Interpersonal: Melalui mentoring dan coaching.

3. Penggunaan Asesmen dalam Pengembangan
Organisasi menggunakan data dari berbagai tes untuk menyusun rencana:
• Tipe Kepribadian (seperti MBTI): Membantu menempatkan orang di tim yang tepat atau peran yang sesuai dengan karakter mereka.
• Perilaku Kerja: Mengidentifikasi apakah karyawan memiliki soft skills seperti kepemimpinan atau manajemen konflik.
• Kinerja: Mengetahui kelemahan yang perlu diperbaiki dan kelebihan yang bisa diasah lebih lanjut untuk promosi.

4. Pengalaman Kerja untuk Pengembangan Keterampilan
Keterampilan paling efektif dipelajari melalui praktik langsung. Caranya:
• Perluasan Tugas (Job Enlargement): Menambah tanggung jawab baru.
• Rotasi Jabatan: Mencoba berbagai fungsi agar memahami gambaran besar perusahaan.
• Transfer/Promosi: Menghadapi tantangan di lingkungan atau level yang berbeda.

5. Prinsip Program Mentoring yang Sukses
• Kecocokan (Pairing): Mentor dan mentee harus memiliki visi atau minat yang selaras.
• Kejelasan Tujuan: Memiliki target apa yang ingin dicapai dalam periode tertentu.
• Kerahasiaan & Kepercayaan: Menciptakan ruang aman untuk berbagi kegagalan dan strategi.
• Dukungan Organisasi: Memberikan waktu dan sumber daya bagi mentor untuk membimbing.

6. Pengembangan melalui Coaching
Coaching bersifat lebih teknis dan berorientasi pada kinerja jangka pendek hingga menengah:
• Manajer: Bertindak sebagai pelatih yang memberikan umpan balik langsung, memotivasi, dan membantu memecahkan masalah operasional.
• Rekan Kerja: Bisa memberikan perspektif praktis "di lapangan" dan tips efisiensi yang mungkin tidak terlihat oleh manajer.

7. Langkah-langkah Proses Manajemen Karier
1. Self-Assessment: Karyawan mengidentifikasi minat dan kemampuannya.
2. Reality Check: Perusahaan memberikan umpan balik tentang bagaimana posisi karyawan saat ini di mata organisasi.
3. Goal Setting: Menetapkan tujuan karier jangka pendek dan panjang.
4. Action Planning: Menentukan langkah nyata (pelatihan atau proyek) untuk mencapai tujuan tersebut.

8. Menghadapi Tantangan Spesifik
• Glass Ceiling: Mengatasi hambatan tak kasat mata bagi minoritas/wanita melalui kebijakan inklusivitas dan program mentoring khusus.
• Perencanaan Suksesi (Succession Planning): Mengidentifikasi dan melatih kandidat potensial sejak dini untuk mengisi posisi kunci di masa depan.
• Manajer Disfungsional: Memberikan pelatihan kepemimpinan, program rehabilitasi perilaku, atau memindahkan mereka ke posisi non-manajerial jika perilaku tidak berubah.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Nayla Faiza Chairunnisa -
Nama : Nayla Faiza Chairunnisa
NPM : 2511011012

1. Hubungan Pengembangan dengan Pelatihan dan Karier

Pengembangan karyawan merupakan proses berkesinambungan yang memiliki hubungan sangat erat namun berbeda fokus dengan pelatihan dan karier. Jika pelatihan lebih ditekankan pada penguasaan keterampilan teknis untuk kebutuhan pekerjaan saat ini, pengembangan justru berorientasi pada masa depan dengan membekali karyawan kompetensi yang diperlukan untuk menghadapi tanggung jawab baru. Hal ini menjadi fondasi bagi karier seseorang, karena tanpa pengembangan yang terencana, jalur karier individu dalam organisasi akan cenderung stagnan dan sulit beradaptasi dengan perubahan organisasi di masa mendatang.

2. Mengidentifikasi Metode Pengembangan Organisasi

Untuk mengidentifikasi metode yang digunakan oleh sebuah organisasi dalam mengembangkan karyawannya, kita dapat melihat dari keberadaan empat pendekatan utama yang diterapkan secara sistematis. Organisasi biasanya mengombinasikan pendidikan formal seperti kursus atau seminar dengan program asesmen psikologis maupun kompetensi. Selain itu, metode pengembangan juga dapat diidentifikasi melalui penyediaan pengalaman kerja yang bervariasi serta pembentukan hubungan interpersonal seperti program bimbingan khusus untuk memastikan setiap individu mendapatkan stimulasi yang tepat.

3. untuk Perencanaan Pengembangan
Dalam merencanakan pengembangan karyawan, organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian dan perilaku kerja untuk memahami bagaimana seseorang berinteraksi dalam tim serta cara mereka mengambil keputusan di bawah tekanan. Hasil asesmen ini kemudian disandingkan dengan evaluasi kinerja pekerjaan untuk memetakan kekuatan dan kelemahan individu secara objektif. Dengan data tersebut, organisasi dapat menyusun rencana pengembangan yang spesifik untuk menutup celah kompetensi dan menyiapkan karyawan menuju posisi yang lebih tinggi.

4. Pengalaman Kerja untuk Mengembangkan Keterampilan

Pengalaman kerja digunakan sebagai sarana pengembangan keterampilan melalui metode belajar sambil melakukan yang dirancang secara strategis oleh organisasi. Dengan memberikan penugasan baru yang lebih kompleks, melakukan rotasi jabatan ke departemen yang berbeda, atau melibatkan karyawan dalam proyek lintas fungsi, individu dipaksa untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah dan kepemimpinan mereka. Melalui tantangan nyata di lapangan inilah, karyawan dapat memperoleh keahlian praktis yang seringkali tidak bisa didapatkan hanya melalui teori di dalam kelas.

5. Prinsip Program Mentoring yang Sukses

Keberhasilan sebuah program mentoring sangat bergantung pada penerapan prinsip-prinsip hubungan yang sehat antara mentor dan mentee. Prinsip utamanya meliputi adanya kecocokan karakter dan tujuan antara kedua belah pihak, komitmen waktu yang konsisten untuk berinteraksi, serta jaminan kerahasiaan komunikasi yang membangun kepercayaan mendalam. Selain itu, dukungan penuh dari pihak organisasi dalam menyediakan sumber daya dan pengakuan terhadap peran mentor juga menjadi kunci agar program ini memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan karier mentee.

6. Coaching oleh Manajer dan Rekan Kerja

Manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching dengan cara memberikan bimbingan yang bersifat instruksional dan fokus pada peningkatan performa kerja harian. Manajer berperan dalam menetapkan ekspektasi yang jelas serta memberikan umpan balik kritis yang membangun, sementara rekan kerja sering kali memberikan perspektif praktis dan dukungan teknis secara lebih informal. Melalui interaksi coaching ini, karyawan dibantu untuk mengenali kesalahan mereka sendiri dan didorong untuk menemukan solusi kreatif dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka.

7. Langkah-langkah dalam Proses Manajemen Karier

Mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier melibatkan pemahaman terhadap siklus yang dimulai dari penilaian diri karyawan terhadap minat dan kemampuannya. Setelah itu, organisasi melakukan pemeriksaan realitas dengan memberikan umpan balik mengenai posisi karyawan di mata perusahaan, yang kemudian dilanjutkan dengan penetapan tujuan karier jangka pendek maupun panjang. Langkah terakhir adalah penyusunan rencana aksi nyata, di mana karyawan dan perusahaan menyepakati pelatihan atau pengalaman kerja apa yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.

8. Menghadapi Tantangan Pengembangan

Organisasi menghadapi tantangan seperti glass ceiling dengan cara menerapkan kebijakan inklusi dan memberikan akses yang setara bagi semua kelompok untuk mendapatkan posisi strategis. Untuk perencanaan suksesi, organisasi secara proaktif mengidentifikasi karyawan berpotensi tinggi sejak dini agar transisi kepemimpinan berjalan mulus saat ada posisi kunci yang kosong. Sementara itu, untuk mengatasi manajer yang disfungsional, organisasi biasanya menempuh jalur konseling perilaku atau pelatihan kepemimpinan intensif guna memastikan gaya manajemen yang buruk tidak menghambat produktivitas dan moral anggota tim lainnya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Nalisa Amalia 2511011027 -
Nama : Nalisa Amalia
Npm : 2511011027

1. Bagaimana pengembangan terkait dengan pelatihan dan karier?
Pengembangan karyawan pada dasarnya tidak bisa dipisahkan dari pelatihan dan perencanaan karier. Pelatihan lebih menekankan pada peningkatan kemampuan yang dibutuhkan saat ini, sedangkan pengembangan berorientasi pada kesiapan karyawan di masa depan. Dalam hal karier, proses pengembangan ini membantu karyawan agar lebih siap untuk naik jabatan atau mengambil peran yang lebih besar.

2. Bagaimana mengidentifikasi metode yang digunakan organisasi untuk pengembangan karyawan?
Cara mengetahui metode pengembangan yang digunakan organisasi bisa dilihat dari program-program yang dijalankan, seperti pelatihan, mentoring, coaching, atau rotasi jabatan. Biasanya organisasi juga melakukan analisis kebutuhan terlebih dahulu agar metode yang dipilih tepat. Selain itu, hasilnya bisa dilihat dari perubahan kinerja atau perkembangan karyawan.

3. Jelaskan bagaimana organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja pekerjaan untuk merencanakan pengembangan karyawan!
Asesmen digunakan untuk memahami kondisi dan potensi karyawan secara lebih detail. Tes kepribadian membantu melihat karakter individu, perilaku kerja menunjukkan cara berinteraksi, dan penilaian kinerja memperlihatkan hasil kerja yang sudah dicapai. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan program pengembangan yang sesuai.

4. Jelaskan bagaimana pengalaman kerja dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan?
Pengalaman kerja menjadi salah satu cara paling efektif dalam mengembangkan keterampilan karena karyawan belajar langsung di lapangan. Melalui tugas baru, proyek, atau rotasi kerja, karyawan dapat meningkatkan kemampuan teknis sekaligus keterampilan seperti komunikasi dan penyelesaian masalah.

5. Jelaskan prinsip-prinsip program mentoring yang sukses!
Program mentoring yang berjalan dengan baik biasanya memiliki tujuan yang jelas, komunikasi yang terbuka, dan hubungan yang saling mendukung antara mentor dan mentee. Selain itu, komitmen dari kedua pihak dan dukungan organisasi juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan mentoring.

6. Jelaskan bagaimana manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching!
Coaching dilakukan oleh manajer maupun rekan kerja dengan cara memberikan arahan dan masukan secara langsung. Manajer biasanya membantu dalam penyelesaian masalah kerja, sedangkan rekan kerja dapat berbagi pengalaman. Hal ini membantu karyawan untuk berkembang dan meningkatkan kinerjanya.

7. Bagaimana mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier?
Manajemen karier dimulai dari memahami diri sendiri, kemudian mencari peluang yang ada, menetapkan tujuan, serta mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan. Setelah itu, dilakukan evaluasi untuk melihat apakah rencana karier sudah berjalan dengan baik atau perlu disesuaikan.

8. Bagaimana organisasi menghadapi tantangan seperti "glass ceiling," perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional ?
Dalam menghadapi masalah seperti glass ceiling, organisasi perlu memberikan kesempatan yang sama bagi semua karyawan. Untuk perencanaan suksesi, organisasi harus menyiapkan calon pemimpin sejak awal. Sedangkan untuk manajer yang tidak efektif, perlu dilakukan evaluasi dan pembinaan agar tidak berdampak buruk pada karyawan lain.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Muhamad Rizky Adjie 2551011041 -

1. Pengembangan dalam konteks pelatihan dan karier pada dasarnya saling berkaitan karena pelatihan menjadi alat untuk meningkatkan kompetensi jangka pendek, sementara pengembangan karier mengarahkan individu pada tujuan jangka panjangnya di organisasi. Artinya, tanpa pelatihan yang tepat, karier sulit berkembang, dan tanpa arah karier yang jelas, pelatihan menjadi kurang terarah.


2. Dalam mengidentifikasi metode pengembangan karyawan, organisasi perlu terlebih dahulu memahami kebutuhan yang ada melalui analisis kesenjangan kompetensi dan evaluasi kinerja. Dari situ, barulah ditentukan metode yang paling relevan, apakah melalui pelatihan langsung, rotasi pekerjaan, mentoring, atau pembelajaran digital. Pemilihan metode ini didasarkan pada efektivitasnya dalam menjawab kebutuhan organisasi dan individu.


3. Organisasi menggunakan berbagai asesmen sebagai dasar perencanaan pengembangan. Penilaian kepribadian membantu memahami potensi dan karakter individu, penilaian perilaku kerja menunjukkan bagaimana seseorang bekerja dalam lingkungan tim, dan penilaian kinerja mengukur hasil yang dicapai. Dengan menggabungkan ketiganya, organisasi dapat menyusun program pengembangan yang lebih akurat dan objektif.


4. Pengalaman kerja menjadi sarana pembelajaran yang sangat penting karena memberikan kesempatan bagi karyawan untuk belajar secara langsung dari situasi nyata. Melalui pengalaman, karyawan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang tidak selalu bisa diperoleh dari pelatihan formal.


5. Program mentoring yang sukses ditandai dengan adanya hubungan yang terbuka dan saling percaya antara mentor dan mentee. Selain itu, harus ada tujuan yang jelas, komunikasi yang konsisten, serta komitmen dari kedua pihak. Dalam proses ini, mentor berperan sebagai pembimbing yang memberikan arahan dan pengalaman, sementara mentee aktif dalam proses pengembangan dirinya.


6. Manajer dan rekan kerja berperan penting dalam coaching dengan cara memberikan arahan, umpan balik, serta dukungan dalam menyelesaikan masalah pekerjaan. Coaching tidak hanya berfokus pada pemberian solusi, tetapi juga membantu karyawan mengembangkan kemampuan berpikir mandiri sehingga mereka dapat menemukan solusi sendiri dan meningkatkan kinerjanya.


7. Proses manajemen karier dimulai dari penilaian diri untuk memahami minat dan kemampuan, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi peluang karier yang tersedia. Setelah itu, individu menetapkan tujuan karier dan menyusun rencana pengembangan yang diperlukan, seperti pelatihan atau pengalaman kerja tertentu. Proses ini bersifat dinamis sehingga perlu dievaluasi dan disesuaikan secara berkala.


8. Dalam menghadapi tantangan seperti glass ceiling, organisasi perlu menciptakan sistem yang adil dan inklusif agar setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Perencanaan suksesi dilakukan dengan menyiapkan calon pemimpin melalui pelatihan dan pengalaman yang relevan. Sementara itu, untuk mengatasi manajer disfungsional, organisasi perlu melakukan evaluasi kinerja, memberikan pelatihan kepemimpinan, atau melakukan rotasi jabatan agar kinerja tim tetap optimal


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Adelia fi janatin aliah 2511011067 -
Nama: Adelia fi janatin aliah
Npm: 2511011067

1. Pengembangan itu intinya agar karyawan makin berkembang lewat pelatihan dan bisa naik karier. Jadi perusahaan biasanya ngasih pelatihan atau program biar kemampuan karyawan meningkat dan lebih siap ke jenjang berikutnya

2. Cara nentuin metode pengembangan biasanya dilihat dari kebutuhan. Misalnya dari hasil penilaian kerja atau ngobrol sama atasan. Dari situ baru dipilih, mau pakai pelatihan, mentoring, atau yang lain

3. Asesmen itu seperti tes kepribadian, perilaku kerja, sama kinerja itu dipakai buat lihat potensi dan kekurangan karyawan. Jadi nanti pengembangannya bisa lebih sesuai, nggak asal dikasih pelatihan aja

4. Pengalaman kerja itu penting banget karena langsung praktik. Dari situ karyawan jadi belajar banyak hal, seperti cara nyelesain masalah dan ningkatin skill secara langsung

5. Mentoring yang sukses biasanya ada tujuan yang jelas, komunikasinya enak, dan dua-duanya serius ngejalanin. Terus juga harus konsisten, nggak cuma sekali dua kali aja

6. Manajer sama rekan kerja bisa bantu lewat coaching, misalnya kasih arahan, feedback, dan dukungan. Biasanya lewat ngobrol atau evaluasi biar karyawan bisa berkembang

7. Langkah manajemen karier itu biasanya mulai dari kenal diri sendiri, terus nentuin tujuan, bikin rencana, dan terakhir dievaluasi lagi

8. Kalau soal tantangan seperti glass ceiling, organisasi biasanya harus bikin sistem yang adil. Terus buat suksesi, disiapin calon pemimpin dari awal. Kalau ada manajer yang kurang bagus, berarti perlu dievaluasi dan dikasih pelatihan lagi
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Tazkiatul Fuadah 2511011038 -
Nama : Tazkiatul Fuadah
NPM : 2511011038

1. Pengembangan merupakan proses jangka panjang yang bertujuan meningkatkan kemampuan individu agar siap menghadapi tuntutan pekerjaan di masa depan. Sementara, pelatihan lebih berfokus pada peningkatan keterampilan tertentu untuk pekerjaan yang sedang dijalankan. jadi, pelatihan menjadi bagian dari pengembangan.
 dalam karier, pengembangan membantu individu mencapai jenjang yang lebih tinggi melalui peningkatan kompetensi secara bertahap.
Contoh: Karyawan dilatih menggunakan sistem kerja (pelatihan), kemudian dikembangkan melalui penugasan tambahan untuk persiapan promosi.

2. Identifikasi metode pengembangan dilakukan melalui analisis kebutuhan yang meliputi organisasi, pekerjaan, dan individu. Hasil analisis ini menjadi dasar dalam menentukan metode yang tepat, seperti pelatihan langsung di tempat kerja, seminar, atau pembelajaran daring.
Pemilihan metode harus disesuaikan dengan kondisi nyata agar efektif.

3. Organisasi menggunakan berbagai bentuk asesmen untuk memahami karakteristik dan kemampuan karyawan. Asesmen kepribadian digunakan untuk melihat sifat individu, perilaku kerja untuk menilai cara bekerja, dan kinerja untuk mengukur hasil kerja.
Ketiga aspek ini digunakan secara bersama agar keputusan pengembangan lebih tepat dan objektif.
Contoh: Karyawan dengan kemampuan analisis yang baik dan kinerja tinggi dapat diarahkan ke bidang yang membutuhkan ketelitian.

4. Pengalaman kerja merupakan sarana pengembangan yang efektif karena memberikan pembelajaran secara langsung. Melalui pengalaman, karyawan dapat memahami situasi kerja yang nyata dan meningkatkan keterampilannya secara bertahap.
Bentuknya dapat berupa rotasi jabatan atau penugasan khusus.
Contoh: Karyawan diberi tanggung jawab memimpin proyek kecil untuk melatih kemampuan kepemimpinan.

5. Program mentoring yang berhasil ditandai dengan adanya hubungan yang baik antara mentor dan mentee, komunikasi yang terbuka, serta tujuan yang jelas. Selain itu, diperlukan komitmen dan evaluasi secara berkala agar proses berjalan efektif.
Mentoring tidak hanya bersifat formal, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi pengembangan individu.
Contoh: Mentor memberikan arahan dan pengalaman kerja untuk membantu mentee berkembang.

6. Coaching merupakan proses pembinaan yang dilakukan oleh atasan atau rekan kerja untuk meningkatkan kinerja karyawan. Proses ini dilakukan melalui pemberian arahan, dukungan, dan umpan balik secara langsung.
Coaching yang efektif bersifat interaktif dan berkelanjutan.
 Seperti contohnya: Atasan memberikan masukan terhadap cara kerja karyawan dan membimbingnya hingga mengalami perbaikan.

7. Langkah-langkah dalam manajemen karier meliputi penilaian diri, penetapan tujuan karier, penyusunan rencana, pelaksanaan, serta evaluasi. Proses ini dilakukan secara berkelanjutan agar individu dapat menyesuaikan diri dengan perubahan.
Manajemen karier menjadi tanggung jawab bersama antara individu dan organisasi

8. Organisasi menghadapi berbagai tantangan seperti glass ceiling, perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional dengan menerapkan kebijakan yang adil dan sistematis. Hal ini mencakup transparansi dalam promosi, pengembangan calon pemimpin, serta peningkatan kualitas manajer.
 Upaya tersebut penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
 Contoh: Perusahaan menyusun program pengembangan kepemimpinan untuk menyiapkan calon manajer di masa depan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by CINDY OKTAVIA RAMADHANI -
Nama : CINDY OKTAVIA RAMADHANI 
NPM : 2511011143

1. Pelatihan berfokus pada kompetensi tugas saat ini (jangka pendek), sedangkan pengembangan bertujuan mempersiapkan karyawan untuk tanggung jawab di masa depan (jangka panjang). Keduanya adalah mesin penggerak karier; tanpa pengembangan yang berkelanjutan, mobilitas karier karyawan akan stagnan karena kurangnya kesiapan menghadapi tantangan baru.

2. Metode pengembangan dapat diidentifikasi melalui empat pendekatan utama:

• Pendidikan formal: Kursus atau program gelar.
•Asesmen: Tes kepribadian dan penilaian kinerja.
• Pengalaman kerja: Rotasi jabatan, proyek khusus, atau penugasan internasional.
• Hubungan interpersonal: Mentoring dan coaching.

3. Organisasi menggunakan data asesmen untuk memetakan potensi:
• Tipe Kepribadian (MBTI): Memahami gaya komunikasi dan kecocokan tim.
• Perilaku Kerja: Mengidentifikasi kekuatan dan area yang butuh perbaikan melalui umpan balik 360 derajat.
• Kinerja Pekerjaan: Menentukan apakah karyawan siap untuk promosi (high potential) atau memerlukan pelatihan tambahan.

4. Pengalaman kerja mengembangkan keterampilan melalui tantangan praktis. Melalui rotasi jabatan, perluasan tugas (job enlargement), atau penugasan sementara, karyawan dipaksa keluar dari zona nyaman untuk mempelajari cara pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan adaptasi budaya di lingkungan yang berbeda.

5. Mentoring yang efektif didasarkan pada:
• Kecocokan sukarela: Hubungan yang dipaksakan jarang berhasil.
• Tujuan yang jelas: Fokus pada pengembangan karier dan dukungan psikososial.
• Kerahasiaan dan kepercayaan: Membangun ruang aman untuk berdiskusi.
• Evaluasi berkala: Memastikan hubungan tersebut memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak.

6. Coaching dilakukan melalui tiga peran utama:
• Memberi umpan balik: Mengoreksi performa secara real-time.
• Membantu belajar: Mengarahkan karyawan menemukan solusi sendiri, bukan sekadar memberi instruksi.
• Menyediakan sumber daya: Manajer memfasilitasi alat atau akses yang dibutuhkan untuk tumbuh.

7. Langkah-langkah Proses Manajemen Karier

Self-assessment: Karyawan mengidentifikasi minat dan nilai.

Reality check: Perusahaan memberi umpan balik tentang posisi karyawan.

Goal setting: Menetapkan tujuan karier jangka pendek dan panjang.

Action planning: Menentukan langkah konkret (pelatihan/penugasan) untuk mencapai tujuan tersebut.

8. Menghadapi Tantangan SDM

Glass Ceiling: Diatasi dengan program pengembangan kepemimpinan yang inklusif dan audit transparansi promosi.

Perencanaan Suksesi: Mengidentifikasi dan menyiapkan kandidat internal berkinerja tinggi untuk mengisi posisi kunci di masa depan.

Manajer Disfungsional: Ditangani melalui coaching intensif, pelatihan empati, atau dalam kasus ekstrem, pemindahan atau pemecahan untuk melindungi budaya organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Alfarhan Taqiyuddin Khalid -
Alfarhan Taqiyuddin Khalid
2511011122

1. Pengembangan terkait pelatihan dan karier
Pengembangan karyawan melalui pelatihan dan karier merupakan proses meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan sikap karyawan agar siap menghadapi tuntutan pekerjaan saat ini maupun masa depan.
Pelatihan fokus pada peningkatan keterampilan teknis dan operasional.
Pengembangan karier lebih jangka panjang, seperti promosi, rotasi jabatan, dan peningkatan kompetensi manajerial.
Keduanya saling berkaitan karena pelatihan menjadi dasar bagi kemajuan karier.

2. Mengidentifikasi metode pengembangan karyawan
Organisasi dapat mengidentifikasi metode pengembangan dengan:
Analisis kebutuhan pelatihan (Training Needs Analysis)
Evaluasi kinerja karyawan
Menyesuaikan dengan tujuan organisasi
Metode yang umum digunakan:
On-the-job training (pelatihan langsung di tempat kerja)
Off-the-job training (seminar, workshop)

3. Penggunaan asesmen untuk perencanaan pengembangan
Organisasi menggunakan beberapa jenis asesmen:
Tes kepribadian: memahami karakter dan potensi individu
Perilaku kerja: menilai sikap, disiplin, dan kerja sama
Kinerja pekerjaan: melihat hasil kerja aktual
Hasil asesmen ini digunakan untuk:
Menentukan kebutuhan pelatihan
Menyusun rencana pengembangan individu (IDP)
Menempatkan karyawan pada posisi yang tepat
4. Peran pengalaman kerja dalam pengembangan keterampilan
Pengalaman kerja membantu karyawan:
Belajar dari praktik langsung (learning by doing)
Menghadapi masalah nyata dan mencari solusi
Meningkatkan keterampilan teknis dan soft skills.

5. Prinsip-prinsip mentoring yang sukses
Program mentoring yang efektif memiliki prinsip:
Hubungan saling percaya
Komunikasi terbuka
Tujuan yang jelas
Komitmen kedua pihak (mentor & mentee)
Evaluasi berkala
Mentoring membantu transfer pengetahuan dan pengalaman secara langsung.

6. Peran manajer dan rekan kerja dalam coaching
Coaching adalah proses pembimbingan untuk meningkatkan kinerja.
Peran mereka:
Manajer: memberi arahan, feedback, dan motivasi
Rekan kerja: berbagi pengalaman dan dukungan
Metode coaching:
Diskusi rutin
Evaluasi kinerja
Pemberian solusi atas masalah kerja.
7. Langkah-langkah dalam manajemen karier
Proses manajemen karier meliputi:
Penilaian diri (self-assessment)
Penetapan tujuan karier
Identifikasi peluang karier
Pengembangan keterampilan
Evaluasi dan penyesuaian.

8. Menghadapi tantangan (glass ceiling, suksesi, manajer disfungsional)
Glass ceiling (hambatan karier)
→ Mengatasi dengan kebijakan kesetaraan, transparansi promosi.
Perencanaan suksesi
→ Menyiapkan calon pemimpin melalui pelatihan dan identifikasi bakat
Manajer disfungsional
→ Memberikan pelatihan kepemimpinan, evaluasi kinerja, atau rotasi jabatan
Organisasi harus menciptakan sistem yang adil dan mendukung perkembangan semua karyawan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Zaskia Rizky Febriyanti -
Nama : Zaskia Rizky Febriyanti
NPM : 2511011130
1. Pengembangan vs Pelatihan: Pelatihan fokus pada keterampilan saat ini, sedangkan pengembangan untuk masa depan (karier jangka panjang).

2. Identifikasi Metode: Dilihat dari adanya kursus formal, rotasi jabatan, program bimbingan (mentoring), atau penugasan proyek khusus.

3. Organisasi menggunakan asesmen untuk memahami potensi dan memetakan kebutuhan karyawan:
- Tes Kepribadian (misal: MBTI, PAPI Kostick): Memahami preferensi kerja dan gaya komunikasi untuk penempatan yang tepat.
- Assessment Perilaku (Behavioral Assessment): Mengidentifikasi bagaimana karyawan bertindak dalam situasi kerja untuk meningkatkan kolaborasi tim.
Asesmen Kinerja (Performance Assessment): Menilai hasil kerja nyata untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan (kesenjangan kompetensi).
- Pemanfaatan: Hasil asesmen digunakan untuk merancang pelatihan yang personal, merencanakan suksesi, dan membantu karyawan dalam perencanaan karier.

4. On-the-Job Training (OJT): Belajar sambil bekerja secara langsung.
- Proyek Khusus: Memberikan tugas baru yang menantang di luar rutinitas harian untuk membangun kemampuan problem solving.
- Rotasi Jabatan: Memberikan wawasan luas tentang berbagai bagian perusahaan.
- Belajar dari Kesalahan: Pengalaman menghadapi masalah nyata mengajarkan karyawan cara menangani situasi sulit dan meningkatkan efisiensi

5. Kesesuaian (Matching): Memasangkan mentor dan mentee berdasarkan minat, tujuan karier, dan kepribadian.
Tujuan Jelas: Menetapkan sasaran yang spesifik yang ingin dicapai selama proses mentoring.
Keterbukaan dan Kepercayaan: Membangun komunikasi yang jujur antara mentor dan mentee.
Dukungan Organisasi: Adanya dukungan dari manajemen dalam bentuk waktu dan sumber daya.

6. Umpan Balik (Feedback): Manajer memberikan umpan balik konstruktif berdasarkan hasil kinerja harian.
- Penetapan Tujuan: Rekan kerja atau manajer membantu menetapkan target kecil yang terukur.
- Dukungan Aktif: Memberikan bimbingan teknis (on-the-spot coaching) ketika karyawan menghadapi kendala teknis dalam tugasnya

7. - Self-Assessment (Asesmen Diri): Karyawan menilai potensi, minat, dan nilai diri.
- Reality Check (Pengecekan Realitas): Organisasi memberikan umpan balik mengenai potensi karyawan (misalnya melalui penilaian kinerja).
- Goal Setting (Penetapan Tujuan): Karyawan menetapkan tujuan karier jangka panjang.
- Action Planning (Perencanaan Aksi): Membuat rencana langkah nyata (pelatihan, mentoring) untuk mencapai tujuan

8. Tantangan SDM:
- Glass Ceiling: Kebijakan inklusivitas.
- Suksesi: Menyiapkan kader pemimpin sejak dini.
- Manajer Disfungsional: Konseling atau pelatihan perilaku berdasarkan umpan balik 360 derajat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Raka Jiwa Zahid 2511011112 -
Nama: Raka Jiwa Zahid
NPM: 2511011112

1. Pengembangan terkait pelatihan dan karier:
Pelatihan meningkatkan keterampilan saat ini, sedangkan pengembangan karier mempersiapkan karyawan untuk posisi masa depan. Keduanya saling mendukung: pelatihan yang tepat membuka jalur promosi dan rotasi jabatan.

2. Mengidentifikasi metode pengembangan karyawan:
Bisa dengan melihat: program pelatihan yang diadakan, survei karyawan, analisis kebutuhan pelatihan, dokumen HR (rencana pengembangan individu), serta praktik seperti coaching, mentoring, rotasi kerja, dan tugas khusus.

3. Asesmen untuk rencana pengembangan
a. Kepribadian (MBTI/DISC) = mengetahui gaya kerja & preferensi.
b. Perilaku kerja (kedisiplinan, kerja sama) = identifikasi area perbaikan.
c. Kinerja (penilaian tahunan) = temukan kelemahan & kekuatan.
Hasilnya disusun rencana pengembangan personal (pelatihan, penugasan, mentoring).

4. Pengalaman kerja untuk mengembangkan keterampilan
Melalui: rotasi pekerjaan, proyek lintas fungsi, tugas khusus (stretch assignment), promosi, atau magang internal. Karyawan belajar langsung dari tantangan nyata, trial-error, dan pemecahan masalah.

5. Prinsip program mentoring sukses
a. Kecocokan mentor dan pelajar (minat dan tujuan).
b. Tujuan jelas (skill apa yang ditingkatkan).
c. Komitmen waktu (pertemuan rutin).
d. Saling percaya & kerahasiaan.
e. Umpan balik terbuka.
f. Evaluasi berkala.

6. Manajer dan rekan kerja mengembangkan melalui coaching dengan
memberikan umpan balik langsung & spesifik, membantu memecahkan masalah dengan pertanyaan pemandu, memberi tantangan baru, serta mendorong refleksi diri. Coaching bersifat harian dan berfokus pada peningkatan kinerja saat ini.

7. Langkah proses manajemen karier
a. Penilaian diri (minat, nilai, kemampuan).
b. Eksplorasi peluang (informasi jabatan, jalur karier).
c. Penetapan tujuan karier (jangka pendek & panjang).
d. Rencana aksi (pelatihan, pengalaman, networking).
e. Implementasi (menjalankan rencana).
f. Evaluasi & penyesuaian (review berkala).

8. Cara organisasi menghadapi tantangan
a. Glass ceiling: kebijakan promosi transparan, mentoring untuk minoritas, audit kesetaraan.
b. Perencanaan suksesi: identifikasi talenta kunci, pelatihan calon pengganti, rotasi strategis.
c. Manajer disfungsional: pelatihan kepemimpinan, penugasan coach eksternal, atau demosi/rotasi jika tidak membaik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Fransiska Anggi Romauli Br. Sibarani 2551011020 -
Fransiska Anggi Romauli Br. Sibarani
2551011020
1. Pengembangan karyawan berkaitan erat dengan pelatihan dan karier karena pelatihan memberikan keterampilan dan pengetahuan baru, sedangkan pengembangan karier membantu karyawan merencanakan masa depan pekerjaannya. Pelatihan biasanya fokus jangka pendek (skill teknis), sedangkan pengembangan lebih jangka panjang untuk kesiapan promosi atau tanggung jawab lebih besar.

2. Organisasi dapat mengidentifikasi metode pengembangan dengan cara:
* Menganalisis kebutuhan pelatihan (training need analysis)
* Melihat gap antara kemampuan karyawan dan tuntutan pekerjaan
* Menggunakan evaluasi kinerja
* Mengumpulkan feedback dari karyawan dan manajer
* Menyesuaikan dengan tujuan organisasi

3. * Mengetahui karakter dan potensi karyawan (kepribadian)
* Memahami cara kerja dan interaksi (perilaku kerja)
* Mengukur hasil kerja (kinerja)
Hasilnya digunakan untuk menentukan pelatihan yang tepat, penempatan kerja, promosi, dan perencanaan karier.

4. Pengalaman kerja membantu karyawan belajar langsung dari praktik. Misalnya:
* Menghadapi masalah nyata
* Belajar dari kesalahan
* Mengembangkan soft skill seperti komunikasi dan teamwork
* Mendapat pemahaman lebih luas melalui rotasi kerja atau proyek baru

5. * Hubungan mentor dan mentee yang saling percaya
* Tujuan yang jelas
* Komunikasi yang terbuka
* Komitmen dari kedua pihak
* Evaluasi secara berkala
* Fokus pada pengembangan, bukan hanya penilaian

6. Melalui coaching:
* Memberikan arahan dan feedback secara langsung
* Membantu karyawan menemukan solusi sendiri
* Memberikan motivasi dan dukungan
* Dilakukan secara rutin dan berkelanjutan
Rekan kerja juga bisa membantu melalui sharing pengalaman dan diskusi.

7. * Penilaian diri (self-assessment)
* Menentukan tujuan karier
* Mengidentifikasi peluang dalam organisasi
* Mengembangkan keterampilan (pelatihan)
* Evaluasi dan penyesuaian rencana karier

8. * Glass ceiling: memberikan kesempatan yang adil tanpa diskriminasi (gender, dll)
* Perencanaan suksesi: menyiapkan calon pemimpin melalui pelatihan dan pengembangan
* Manajer disfungsional: memberikan pelatihan kepemimpinan, evaluasi kinerja, atau mengganti posisi jika perlu
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by imas khansa qurota a'yun 2511011028 -
Nama: Imas Khansa Qurota A'yun
NPM: 2511011028

1. Bagaimana pengembangan terkait dengan pelatihan dan karier?

- Pelatihan = Fokus jangka pendek, buat ngasah skill spesifik biar kerjaan sekarang lancar. Misal: training Excel, public speaking.
- Pengembangan = Fokus jangka panjang, buat nyiapin karyawan naik level. Lebih ke soft skill, kepemimpinan, problem solving.
- Karier= Hasil akhir. Pelatihan + pengembangan yang bagus bikin jalur karier karyawan jelas: naik jabatan, pindah divisi, atau jadi spesialis.

2. Bagaimana mengidentifikasi metode yang digunakan organisasi untuk pengembangan karyawan?

Ada 3 Metode:
1. Program formal: Ada kelas, workshop, LMS e-learning, sertifikasi, job rotation, mentorship.
2. On-the-job: Penugasan proyek khusus, jadi ketua panitia, dikasih anak buah magang, stretch assignment.
3. Dokumen & kebijakan: Cek di SOP HRD, annual report, atau tanya HR: “Ada IDP Individual Development Plan nggak?” Kalau ada budget training & career path yang jelas, berarti serius.

Kalau organisasinya cuma ngasih pelatihan pas karyawan error, berarti belum fokus ke pengembangan.

3. Jelaskan bagaimana organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja pekerjaan untuk merencanakan pengembangan karyawan

- Asesmen Kepribadian → MBTI, DISC, Big Five. Dipakai buat tau gaya kerja. Contoh: Orang ekstrovert cocok dikembangin ke sales/leadership.

- Asesmen Perilaku Kerja→ 360 feedback, assessment center. Buat lihat gimana dia di lapangan: kerja tim, komunikasi, inisiatif.

- Asesmen Kinerja→ KPI, OKR, hasil appraisal tahunan. Buat lihat gap: target vs realisasi.

Digabung jadi IDP: Dari 3 data itu, HR tau: "Si A jago teknis tapi lemah leadership" → dikirim training leadership. "Si B skor DISC-nya Dominance tinggi" → dikasih proyek mimpin tim. Jadi pengembangan tidak asal tembak.

4. Jelaskan bagaimana pengalaman kerja dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan?

Lewat 70-20-10 Model:
- 70% dari Pengalaman: Job rotation, proyek lintas divisi, ditugaskan ke cabang, handle klien susah. Skill kepemimpinan, problem solving, adaptasi paling cepat naik dari sini.
- 20% dari Orang lain: Belajar dari atasan, mentoring, feedback rekan kerja.
- 10% dari Formal: Training, kuliah, baca buku.

Jadi, Karyawan nggak bakal jago cuma dari kelas. Harus dilempar ke "kolam" yang lebih dalam biar skill-nya kepake beneran.

5. Jelaskan prinsip-prinsip program mentoring yang sukses

5 Prinsip Kunci:
1. Matching yang tepat: Mentor-mentee cocok secara tujuan & karakter. Jangan asal tempel.
2. Sukarela + Komitmen: Dua-duanya mau, bukan dipaksa. Ada jadwal rutin untuk bertemu.
3. Tujuan jelas: Di awal disepakati "6 bulan ini mau ngembangin skill apa". Supaya jelas tujuannya
4. Kepercayaan & aman: Mentee boleh cerita gagal tanpa takut dihakimi. No judging.
5. Didukung organisasi: Dikasih waktu, diakui sebagai program resmi, mentor dapet reward juga.

5 prinsip ini yang nantinya membantu proses mentoring

6. Jelaskan bagaimana manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching

- Mentoring = Jangka panjang, bahas karier & hidup. Mentor biasanya lebih senior.
- Coaching= Jangka pendek, fokus ke performa/skill spesifik. Coach bisa manajer langsung.

Caranya manajer/rekan kerja coaching:
1. Model GROW: Goal – Reality – Options – Will. Nanya: "Target lu apa? Kendalanya apa? Opsi solusinya apa? Mau lakuin yang mana dulu?"
2. Feedback real-time: Abis meeting langsung bilang "Tadi presentasi lu bagus, tapi datanya kurang kuat di slide 3".
3. Shadowing: Ajak karyawan ikut pas negosiasi biar lihat langsung.
4. Tanya, bukan ceramah: Daripada "Harusnya gini", mending "Menurut lu kalau kasus gini enaknya gimana?"

7. Bagaimana mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier?

Proses standar ada 5 langkah:
1. Self-Assessment: Karyawan nilai diri sendiri. Minat, skill, value-nya apa. Tools: tes kepribadian, feedback.
2. Reality Check: Cocokkin sama kondisi perusahaan. "Posisi manajer di sini butuh skill X, lu udah punya belum?"
3. Goal Setting: Bikin target karier jangka pendek & panjang. "2 tahun lagi mau jadi supervisor".
4. Action Planning: Disusun IDP-nya. Butuh training apa, proyek apa, mentor siapa.
5. Review & Evaluasi: Tiap 6-12 bulan cek: udah nyampe mana, perlu belok arah nggak.

HR biasanya fasilitasi pake career path & talent review.

8. Bagaimana organisasi menghadapi tantangan seperti "glass ceiling," perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional?

Glass Ceiling
Hambatan tak terlihat buat wanita/minoritas naik jabatan
1. Kebijakan DEI + target kuota pemimpin wanita
2. Program leadership khusus perempuan
3. Mentoring dari top management
4. Audit gaji & promosi biar adil

Perencanaan Suksesi
Nggak ada yang siap gantiin kalau bos resign
1. Talent pool: identifikasi "high potential" dari sekarang
2. 9-Box Grid: petakan performa vs potensi
3. Rotasi & proyek strategis buat calon suksesor
4. Knowledge sharing biar nggak orang-dependent

Manajer Disfungsional
Bos toxic, nggak bisa mimpin, bikin tim resign
1. 360 feedback buat deteksi dini
2. Leadership training wajib + coaching intensif
3. PIP Performance Improvement Plan, kalau gagal → demosi/mutasi
4. Exit interview buat tau pola masalahnya

Kunci: Semua 3 masalah ini tidak bisa dibiarin. Harus ada sistem + keberanian manajemen buat eksekusi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Mutia Dinar 2511011036 -
Nama: Mutia Dinar Ayu Hapsari
NPM: 2511011036


1. Bagaimana pengembangan terkait dengan pelatihan dan karier?
Pengembangan karyawan merupakan proses jangka panjang yang berfokus pada peningkatan kemampuan individu untuk kebutuhan masa depan organisasi, sedangkan pelatihan lebih bersifat jangka pendek dan spesifik untuk meningkatkan keterampilan dalam pekerjaan saat ini. Dengan kata lain, pelatihan adalah bagian dari pengembangan.
Dalam konteks karier, pengembangan berperan sebagai jembatan antara kompetensi yang dimiliki karyawan dengan peluang karier yang tersedia. Organisasi biasanya menyusun program pengembangan seperti pelatihan lanjutan, coaching, mentoring, dan rotasi kerja agar karyawan memiliki kesiapan untuk promosi atau tanggung jawab yang lebih besar. Jadi, pelatihan meningkatkan skill saat ini, sedangkan pengembangan mempersiapkan jalur karier ke depan.

2. Bagaimana mengidentifikasi metode yang digunakan organisasi untuk pengembangan karyawan?
Untuk mengidentifikasi metode pengembangan karyawan, organisasi dapat melakukan beberapa langkah berikut:
1. Analisis kebutuhan: mengidentifikasi gap antara kompetensi yang dimiliki karyawan dengan yang dibutuhkan organisasi.
2. Evaluasi kinerja: melihat hasil penilaian kinerja untuk menentukan area yang perlu dikembangkan.
3. Observasi dan wawancara: mendapatkan insight langsung dari karyawan dan atasan terkait kebutuhan pengembangan.
4. Benchmarking: membandingkan praktik pengembangan dengan organisasi lain atau standar industri.
5. Analisis tujuan organisasi: metode pengembangan harus selaras dengan strategi bisnis perusahaan.
Dari hasil identifikasi tersebut, organisasi dapat menentukan metode yang tepat, seperti pelatihan formal, e-learning, job rotation, coaching, mentoring, atau pengembangan berbasis proyek.

3. Jelaskan bagaimana organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja pekerjaan untuk merencanakan pengembangan karyawan!

1. Asesmen tipe kepribadian
Digunakan untuk memahami karakter dasar individu, seperti cara berinteraksi, mengambil keputusan, dan menghadapi tekanan. Hasilnya membantu organisasi menempatkan karyawan pada peran yang sesuai serta menentukan pendekatan pengembangan yang efektif (misalnya introvert vs ekstrovert dalam pelatihan komunikasi).
2. Asesmen perilaku kerja
Fokus pada bagaimana karyawan bertindak di lingkungan kerja, seperti kerja sama tim, kepemimpinan, disiplin, dan inisiatif. Data ini digunakan untuk merancang program seperti leadership training, teamwork development, atau coaching perilaku.
3. Asesmen kinerja pekerjaan
Mengukur hasil kerja karyawan berdasarkan target atau KPI. Dari sini organisasi dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan individu, lalu menentukan program pengembangan yang spesifik, seperti pelatihan teknis atau peningkatan produktivitas.

4. Jelaskan bagaimana pengalaman kerja dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan?
Pengalaman kerja merupakan salah satu metode pengembangan yang paling efektif karena bersifat langsung. Karyawan belajar melalui praktik nyata, menghadapi masalah riil, serta mengambil keputusan dalam situasi kerja.
Beberapa bentuk pengalaman kerja yang dapat mengembangkan keterampilan antara lain:
•Job rotation: karyawan dipindahkan ke berbagai posisi untuk memperluas wawasan dan keterampilan lintas fungsi.
•Job enlargement dan enrichment: penambahan variasi tugas atau tanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan dan motivasi kerja.
•Penugasan proyek khusus: karyawan dilibatkan dalam proyek tertentu yang menuntut pemecahan masalah, kerja tim, dan inovasi.
•Penugasan sementara: misalnya menjadi pemimpin tim sementara untuk melatih kemampuan kepemimpinan.

Melalui pengalaman tersebut, karyawan tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga keterampilan interpersonal dan manajerial (soft skills), seperti komunikasi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan.

5. Jelaskan prinsip-prinsip program mentoring yang sukses!
Program mentoring yang sukses memiliki beberapa prinsip utama, yaitu:
•Kesesuaian (matching) mentor dan mentee: pasangan mentor–mentee harus memiliki keselarasan tujuan, minat, atau bidang kerja agar proses pembelajaran efektif.
•Tujuan yang jelas: program mentoring harus memiliki sasaran yang terukur, seperti pengembangan karier, peningkatan kompetensi, atau adaptasi karyawan baru.
•Komunikasi terbuka dan kepercayaan: hubungan mentoring harus dilandasi rasa saling percaya agar mentee merasa nyaman untuk berdiskusi.
•Komitmen kedua belah pihak: mentor dan mentee harus aktif terlibat dan konsisten dalam proses mentoring.
•Evaluasi dan umpan balik: adanya monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan program berjalan efektif.
•Dukungan organisasi: perusahaan perlu menyediakan struktur, pelatihan mentor, dan pengakuan terhadap peran mentoring.
Dengan prinsip-prinsip tersebut, mentoring dapat menjadi sarana pengembangan yang efektif dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan karier karyawan.

6. Jelaskan bagaimana manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching!
Coaching merupakan proses pembinaan yang dilakukan secara langsung oleh manajer atau rekan kerja untuk meningkatkan kinerja dan kompetensi karyawan melalui bimbingan, arahan, dan umpan balik.
Peran manajer dan rekan kerja dalam coaching antara lain:
•Memberikan arahan dan tujuan yang jelas: membantu karyawan memahami ekspektasi kerja dan target yang harus dicapai.
•Memberikan umpan balik (feedback): baik secara formal maupun informal untuk memperbaiki kinerja dan perilaku kerja.
•Mendorong refleksi dan pemecahan masalah: karyawan diajak berpikir kritis dan menemukan solusi sendiri, bukan hanya menerima instruksi.
•Menjadi role model: manajer dan rekan kerja menunjukkan perilaku kerja yang baik sebagai contoh.
•Memberikan dukungan berkelanjutan: termasuk motivasi, dorongan, dan bantuan saat menghadapi kesulitan.

Coaching oleh manajer biasanya lebih terstruktur dan berkaitan dengan kinerja, sedangkan coaching oleh rekan kerja (peer coaching) cenderung lebih informal dan berfokus pada kolaborasi serta pembelajaran bersama. Keduanya berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan berkelanjutan.

7. Bagaimana mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier?
Langkah-langkah manajemen karier meliputi:
1.Self-assessment: karyawan mengenali minat, nilai, dan kompetensinya.
2.Reality check: organisasi memberi informasi peluang dan kebutuhan jabatan.
3.Penetapan tujuan karier: menentukan target jangka pendek dan panjang.
4.Perencanaan pengembangan: menyusun cara mencapai tujuan (pelatihan, rotasi, mentoring).
5.Implementasi: menjalankan rencana pengembangan.
6.Evaluasi: meninjau kemajuan dan melakukan perbaikan.

8. Bagaimana organisasi menghadapi tantangan seperti “glass ceiling,” perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional?
•Glass ceiling: diatasi dengan kebijakan kesetaraan, transparansi promosi, serta program mentoring dan pelatihan bias.
•Perencanaan suksesi: dilakukan dengan mengidentifikasi posisi kunci, menilai potensi karyawan, dan menyiapkan calon pemimpin melalui program pengembangan.
•Manajer disfungsional: ditangani melalui evaluasi (misalnya feedback 360°), coaching, pelatihan kepemimpinan, serta tindakan tegas jika tidak ada perbaikan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Joanna Jesseca E -
Nama: Joanna Jesseca Emmanuela
NPM: 2511011039

1. Pengembangan berkaitan dengan pelatihan dan karier karena pelatihan hanya berfokus pada peningkatan keterampilan spesifik untuk kebutuhan kerja saat ini, sedangkan pengembangan mencakup proses jangka panjang yang mempersiapkan individu menghadapi tuntutan karier yang lebih kompleks. Namun, asumsi bahwa pelatihan otomatis mendukung pengembangan sering keliru, karena tanpa arah karier yang jelas dan kesempatan penerapan, pelatihan bisa menjadi tidak efektif.

2. Metode pengembangan karyawan dalam organisasi dapat diidentifikasi dari sejauh mana metode tersebut menekankan pengalaman langsung, pembelajaran formal, atau interaksi sosial. Analisis kritisnya adalah bahwa organisasi sering mengklaim menggunakan berbagai metode, tetapi implementasinya tidak merata, sehingga efektivitasnya bergantung pada konsistensi dan kesesuaian dengan kebutuhan nyata karyawan.

3. Organisasi menggunakan asesmen kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja untuk memetakan potensi dan kelemahan karyawan, tetapi perlu disadari bahwa asesmen ini tidak sepenuhnya objektif. Kepribadian bisa berubah-ubah, tergantung dengan konteksnya, perilaku dipengaruhi lingkungan kerja, dan kinerja sering kali juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, sehingga keputusan pengembangan berbasis asesmen harus diperlakukan sebagai indikasi, bukan sebagai kebenaran mutlak.

4. Pengalaman kerja dapat mengembangkan keterampilan karena memberikan pembelajaran kontekstual yang tidak bisa diperoleh jika hanya dari teori. Namun, tidak semua pengalaman menghasilkan perkembangan. Tanpa refleksi, umpan balik, dan tantangan yang tepat, pengalaman hanya menjadi rutinitas yang tidak meningkatkan kompetensi secara signifikan.

5. Prinsip program mentoring yang sukses tidak hanya terletak pada hubungan yang baik antara mentor dan mentee, tetapi juga pada adanya tujuan yang terukur dan evaluasi yang berkelanjutan. Secara kritis, banyak program mentoring gagal karena hanya bersifat formalitas tanpa adanya komitmen yang nyata, sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan karyawan.

6. Manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching dengan mendorong pemecahan masalah secara mandiri dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Namun, efektivitas coaching sangat bergantung pada kualitas interpersonal dan juga kompetensi coach, sehingga jika dilakukan oleh individu yang tidak terlatih, coaching justru bisa menjadi instruksi satu arah yang tidak memberdayakan.

7. Langkah-langkah dalam proses manajemen karier meliputi penilaian diri, penetapan tujuan, pengembangan kompetensi, implementasi, dan evaluasi. Meskipun terlihat sistematis, dalam praktiknya proses ini sering tidak linear karena dipengaruhi oleh peluang, perubahan organisasi, dan faktor eksternal, sehingga fleksibilitas adalah kunci dari keberhasilan.

8. Organisasi menghadapi tantangan seperti glass ceiling, perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional dengan berbagai kebijakan dan program, tetapi efektivitasnya sering terhambat oleh budaya organisasi itu sendiri. Misalnya, glass ceiling tidak cukup diatasi dengan kebijakan formal jika bias masih ada, perencanaan suksesi bisa gagal jika hanya berdasarkan kedekatan, dan manajer disfungsional sulit diatasi jika tidak ada keberanian organisasi untuk melakukan evaluasi yang objektif.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Novandria Amelia Putri -
Nama : Novandria Amelia Putri
NPM   : 2551011004

1. Pengembangan adalah proses meningkatkan kemampuan karyawan lewat pelatihan agar siap untuk tugas sekarang dan peluang karier di masa depan. Jadi, pengembangan dalam pelatihan akan meningkatkan skill, dan dalam karier dapat membuat arah perkembangan jangka panjang.

2. Suatu organisasi akan melihat kebutuhan karyawan lewat evaluasi kinerja, analisis jabatan, dan perbedaan skill. Dari situ dipilih metode yang cocok, seperti pelatihan, coaching, mentoring, ataupun rotasi kerja.

3. - Kepribadian : untuk melihat cocoknya di posisi apa.
- Perilaku kerja : untuk melihat cara bekerjanya sehari-hari.
- Kinerja : untuk melihat hasil kerja
Hasil ini dipakai untuk menentukan program pengembangan yang tepat.

4. Karyawan belajar langsung dari tugas, tantangan, dan masalah di pekerjaan. Misalnya diberi proyek baru atau rotasi jabatan supaya skill meningkat.

5. Ada hubungan saling percaya, tujuan jelas, komunikasi terbuka, mentor memberi arahan dan pengalaman, serta dilakukan secara rutin.

6. Manajer dan rekan kerja membantu dengan memberi arahan, feedback, dan solusi atas masalah kerja. Coaching fokus pada peningkatan kemampuan secara langsung saat bekerja.

7. 1. Menilai diri (minat & kemampuan)
2. Menentukan tujuan karier
3. Menyusun rencana
4. Mengikuti pengembangan (pelatihan, pengalaman)
5. Evaluasi dan perbaikan

8. - Glass ceiling : dengan memberi kesempatan yang adil untuk semua.
- Perencanaan suksesi : menyiapkan calon pemimpin sejak awal.
- Manajer disfungsional : evaluasi, pelatihan, atau mengganti jika perlu.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Arina Manda Haqqi -
nama : Arina manda haqqi
npm : 2511011054

1. Pengembangan pelatihan dan karier itu dilakukan dengan cara ngasih kesempatan orang buat belajar dan berkembang di pekerjaannya. Misalnya lewat pelatihan biar skill-nya nambah, terus dari situ bisa dikasih tanggung jawab lebih atau kesempatan naik posisi.
Intinya, pelatihan bikin orang jadi lebih mampu, dan pengembangan karier bikin dia punya arah dan kesempatan buat maju di kerjaannya.
2. Cara mengidentifikasi metode pengembangan karyawan bisa dilihat dari program yang dijalankan organisasi, seperti pelatihan, mentoring, rotasi kerja, penilaian kinerja, atau peluang promosi. Dari situ bisa terlihat bagaimana organisasi membantu karyawan menambah skill, pengalaman, dan berkembang dalam pekerjaannya.
3. Organisasi menggunakan asesmen kepribadian untuk memahami karakter karyawan, asesmen perilaku kerja untuk melihat cara mereka bekerja sehari-hari, dan penilaian kinerja untuk menilai hasil kerja. Dari ketiga hal ini, organisasi bisa menentukan pelatihan dan arah pengembangan yang sesuai untuk tiap karyawan.
4. Pengalaman kerja bisa mengembangkan keterampilan karena seseorang belajar langsung dari praktik di lapangan. Dari situ, dia jadi terbiasa menyelesaikan masalah, meningkatkan kemampuan teknis, dan memperbaiki cara kerja. Semakin banyak pengalaman, biasanya skill juga makin terasah dan matang.
5. Program mentoring yang sukses biasanya punya beberapa prinsip utama:
Tujuan jelas → ada arah yang mau dicapai, nggak sekadar ngobrol aja
Komunikasi terbuka → mentor dan mentee saling jujur dan aktif diskusi
Kesesuaian pasangan → mentor cocok dengan kebutuhan mentee
Komitmen → dua-duanya konsisten ikut proses mentoring
Evaluasi → ada penilaian perkembangan biar tahu hasilnya
Dengan prinsip-prinsip ini, mentoring jadi lebih terarah dan efektif buat pengembangan diri.
6. Manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan lewat coaching dengan cara membimbing langsung saat kerja. Biasanya mereka ngasih arahan, contoh kerja yang benar, dan feedback biar karyawan tahu apa yang perlu diperbaiki. Selain itu, mereka juga sering diskusi atau tanya jawab supaya karyawan bisa mikir dan belajar sendiri. Dari situ, kemampuan dan kepercayaan diri karyawan jadi berkembang.
7. Cara mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier bisa dilihat dari tahapan yang biasanya dilalui seseorang dalam mengembangkan kariernya.
Mulai dari menilai diri sendiri (minat, kemampuan), lalu menentukan tujuan karier, setelah itu menyusun rencana (misalnya ikut pelatihan atau cari pengalaman), kemudian menjalankan rencana tersebut, dan terakhir evaluasi hasilnya apakah sudah sesuai atau perlu diperbaiki.
8. Organisasi biasanya menghadapi tantangan itu dengan beberapa cara:
Glass ceiling → dibuat kebijakan yang adil dan transparan, seperti promosi berdasarkan kinerja, bukan faktor lain, serta memberi kesempatan yang sama lewat pelatihan dan pengembangan.
Perencanaan suksesi → menyiapkan calon pemimpin dari awal, misalnya lewat pelatihan, mentoring, dan pemberian pengalaman kerja supaya siap menggantikan posisi penting.
Manajer disfungsional → dilakukan evaluasi, coaching, atau pelatihan ulang. Kalau tetap bermasalah, bisa dipindahkan atau diganti.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Icha Alika Putri -
Nama: Icha Alika Putri
NPM: 2551011024

1. Pengembangan terkait pelatihan dan karier, Pengembangan karyawan berkaitan erat dengan pelatihan dan karier karena pelatihan membantu meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung kemajuan karier. Pelatihan bersifat jangka pendek, sedangkan pengembangan karier lebih jangka panjang (persiapan posisi lebih tinggi). Keduanya saling melengkapi untuk meningkatkan kinerja dan kesiapan promosi.

2. Organisasi mengidentifikasi metode pengembangan karyawan melalui analisis kebutuhan pelatihan, evaluasi kinerja, umpan balik dari atasan dan rekan kerja, serta penyesuaian dengan tujuan organisasi, yang kemudian diterapkan dalam bentuk pelatihan formal, e-learning, coaching, mentoring, rotasi kerja, dan penugasan khusus.

3. Organisasi mengidentifikasi metode pengembangan karyawan melalui analisis kebutuhan pelatihan, evaluasi kinerja, umpan balik dari atasan dan rekan kerja, serta penyesuaian dengan tujuan organisasi, yang kemudian diterapkan dalam bentuk pelatihan formal, e-learning, coaching, mentoring, rotasi kerja, dan penugasan khusus.

4. Pengalaman kerja digunakan untuk mengembangkan keterampilan melalui praktik langsung seperti rotasi jabatan, proyek khusus, dan tantangan pekerjaan.

5. Program mentoring yang sukses memiliki tujuan jelas, komunikasi terbuka, komitmen, serta evaluasi perkembangan.

6. Manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching dengan memberikan arahan, umpan balik, dan dukungan untuk peningkatan kinerja.

7. Langkah manajemen karier meliputi penilaian diri, eksplorasi peluang, penetapan tujuan, pengembangan keterampilan, implementasi, dan evaluasi.

8. Organisasi menghadapi tantangan seperti glass ceiling, perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional dengan menciptakan kebijakan adil, menyiapkan kader pemimpin, dan melakukan evaluasi serta pelatihan kepemimpinan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Batrisya Urfa -
Nama: Batrisya Urfa
NPM: 2551011010

1.Pengembangan itu adalah proses jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan karyawan agar siap menghadapi tanggung jawab di masa depan. Pengembangan berkaitan dengan pelatihan karena pelatihan memberikan keterampilan spesifik yang dibutuhkan saat ini, sedangkan pengembangan berfokus pada pertumbuhan karier. Jadi, pelatihan menjadi bagian dari pengembangan, dan keduanya mendukung kemajuan karier individu.

2.Program pelatihan formal (workshop, seminar),rotasi pekerjaan dan penugasan khusus,coaching dan mentoring,e-learning atau pelatihan berbasis digital.

3.Kepribadian: Mengetahui karakter dan kecocokan dengan pekerjaan
Perilaku kerja: Menilai cara bekerja, komunikasi, dan kerja sama tim
Kinerja pekerjaan: Mengukur hasil kerja dan pencapaian target

4.Pengalaman kerja membantu karyawan belajar secara langsung melalui praktik. Contohnya:
Menghadapi masalah nyata di pekerjaan,berkolaborasi dalam tim,mengambil tanggung jawab baru dan
rotasi jabatan.

5.Program mentoring yang sukses memiliki prinsip:
Hubungan yang saling percaya,Komunikasi terbuka,Tujuan yang jelas,Komitmen dari mentor dan evaluasi secara berkala
Mentoring membantu karyawan berkembang melalui bimbingan langsung dari yang lebih berpengalaman.

6.Coaching dilakukan dengan:
Memberikan arahan dan bimbingan,Memberikan umpan balik secara rutin,Membantu memecahkan masalah,Mendorong peningkatan kinerja
Manajer dan rekan kerja berperan sebagai pembimbing yang membantu karyawan berkembang secara profesional

7.Penilaian diri (self-assessment)
Eksplorasi peluang karier,Penetapan tujuan karier,Penyusunan rencana pengembangan
Pelaksanaan rencana,Evaluasi dan penyesuaian

8.Glass ceiling itu Organisasi menerapkan kebijakan kesetaraan dan peluang yang adil bagi semua karyawan
Perencanaan sukses yaitu Menyiapkan calon pemimpin melalui pelatihan dan pengembangan sejak dini
Manajer disfungsional itu Memberikan pelatihan kepemimpinan, evaluasi kinerja, atau tindakan korektif
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by aliifah husnul khotimah -
Nama; Aliifah Husnul Khotimah
NPM; 2511011114
Renponsi Sesi 9

1. Pengembangan memiliki hubungan yang sangat erat dengan pelatihan dan karier karena ketiganya merupakan bagian dari proses peningkatan kualitas sumber daya manusia:
-Hubungan Pelatihan dengan Pengembangan: Pelatihan adalah bagian dari pengembangan. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis karyawan agar kompeten dalam pekerjaannya saat ini. Kumpulan pelatihan yang berkelanjutan akan membentuk pengembangan diri karyawan yang lebih luas untuk menghadapi tantangan di masa depan.
-Hubungan Pengembangan dengan Karier: Pengembangan adalah kunci untuk kemajuan karier. Seorang karyawan yang terus mengembangkan kapasitasnya (seperti kepemimpinan dan manajemen) akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan promosi atau kenaikan jabatan dalam jalur kariernya di perusahaan.
Kesimpulan: Pelatihan memberikan kemampuan dasar, pengembangan memperluas wawasan dan kapasitas, dan karier adalah hasil dari proses pengembangan tersebut dalam bentuk kenaikan posisi atau tanggung jawab.

2. Organisasi biasanya menggunakan dua metode utama yang bisa kita identifikasi sebagai berikut:
-Metode On-the-Job (Di dalam pekerjaan):
Ini adalah pengembangan yang dilakukan sambil karyawan bekerja. Cara mengidentifikasinya adalah dengan melihat adanya kegiatan seperti:
Rotasi Jabatan: Karyawan dipindah-pindah tugas supaya paham banyak bidang.
Mentoring/Coaching: Karyawan dibimbing langsung oleh senior atau atasannya.
-Metode Off-the-Job (Di luar pekerjaan):
Ini adalah pengembangan yang dilakukan di luar rutinitas kerja harian. Cara mengidentifikasinya adalah dengan melihat adanya:
Seminar atau Workshop: Karyawan dikirim ke kelas atau pelatihan khusus.
Pendidikan Formal: Perusahaan memberikan beasiswa atau izin kuliah lagi.
Untuk tahu metode apa yang dipakai, kita cukup melihat apakah karyawannya belajar sambil praktik langsung di meja kerja atau belajar lewat program khusus di luar jam kerja.

3. Organisasi menggunakan asesmen untuk memetakan potensi karyawan secara akurat. Asesmen kepribadian membantu menempatkan orang pada peran yang sesuai dengan karakternya, sementara asesmen perilaku kerja dan kinerja digunakan untuk melihat celah (gap) kompetensi. Dengan data ini, rencana pengembangan jadi lebih personal; perusahaan tahu persis siapa yang butuh pelatihan kepemimpinan dan siapa yang butuh pengasahan kemampuan teknis.

4. Pengalaman kerja adalah metode pengembangan paling efektif karena bersifat praktis. Melalui tugas-tugas baru, proyek yang menantang, atau rotasi jabatan, karyawan dipaksa keluar dari zona nyaman. Hal ini mengasah kemampuan problem solving dan adaptabilitas yang tidak didapatkan hanya dengan membaca teori di buku atau mengikuti seminar.

5. Agar mentoring berhasil, prinsip utamanya adalah kesukarelaan dan kepercayaan (trust) antara mentor dan mentee. Selain itu, tujuan pengembangan harus disepakati di awal agar terukur. Komunikasi dua arah yang terbuka serta komitmen waktu dari kedua belah pihak menjadi penentu apakah transfer ilmu dan nilai-nilai perusahaan bisa berjalan efektif atau tidak.

6. Coaching berfokus pada perbaikan kinerja jangka pendek. Manajer berperan sebagai fasilitator yang memberikan umpan balik (feedback) konstruktif dan memancing karyawan untuk menemukan solusinya sendiri. Sementara rekan kerja berkontribusi melalui peer coaching, di mana mereka saling berbagi tips praktis dan dukungan moral dalam menyelesaikan tugas harian.

7. Proses ini biasanya terdiri dari empat tahap sistematis:
-Penilaian Diri (Self-assessment): Karyawan mengidentifikasi minat dan kemampuannya.
-Pemeriksaan Realitas (Reality check): Karyawan mencari tahu bagaimana perusahaan menilai kemampuan mereka.
-Penetapan Tujuan (Goal setting): Menentukan target karier jangka pendek dan panjang.
-Perencanaan Aksi (Action planning): Menyusun langkah nyata, seperti mengambil pelatihan atau mencari pengalaman proyek tertentu untuk mencapai target tersebut.

8. Organisasi menghadapi tantangan sebagai berikut;
-Glass Ceiling: Organisasi mengatasinya dengan menerapkan kebijakan keberagaman dan sistem promosi berbasis kinerja yang transparan bagi semua gender dan golongan.
-Perencanaan Suksesi: Perusahaan harus mengidentifikasi dan membina calon pemimpin masa depan sejak dini agar operasional tetap stabil saat ada pergantian posisi kunci.
-Manajer Disfungsional: Tantangan ini dihadapi melalui pelatihan kepemimpinan, program konseling, atau rotasi jabatan untuk memastikan perilaku manajer tersebut tidak merusak moral dan produktivitas tim.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Bintang Satriyani Putri 2551011022 -
NAMA : BINTANG SATRIYANI PUTRI
NPM : 2551011022
1.Pelatihan (Training): Fokus pada pekerjaan saat ini dan penguasaan keterampilan teknis segera. Pelatihan adalah bagian dari pengembangan.

Karier: Pengembangan menyediakan "bahan bakar" agar karyawan siap naik ke tingkat karier yang lebih tinggi. Tanpa pengembangan, kemajuan karier seseorang akan stagnan.
2 . Melalui kombinasi pendekatan internal dan eksternal
3.sebagai alat strategis untuk pengembangan karyawan yang strategis dan komprehensif
4.pembelajaran aktif ,tantangan dan interaksi lingkungan di tempat kerja
5.- proses pencocokan (matching) yang tepat
-komitmen waktu dan struktur
-kepercayaan dan kerahasiaan ( trust dan confidentiality)
6.menetapkan
Sasaran yang jelas
Memberikan umpan balik
Bertanya bukan memerintah
7.ekspolarsi karir dan penentuan jangka pendek/panjang
8.melibatkan pemimpin yang komprehnsif dan mengatasi manajer yang difungsional
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Dwi Marissa 2511011115 -
Nama : Dwi Marissa
NPM : 2511011115

1. Pengembangan terkait pelatihan dan karier
Pengembangan dilakukan melalui pelatihan (training) untuk meningkatkan skill teknis dan non-teknis, serta perencanaan karier (career development) agar karyawan punya arah jenjang kerja yang jelas dan bisa berkembang sesuai potensi.

2. Mengidentifikasi metode pengembangan karyawan
Organisasi biasanya memakai metode seperti pelatihan formal, e-learning, job rotation, coaching, mentoring, dan workshop. hal ini bisa dilihat dari program HR, SOP, atau kebijakan pengembangan SDM yang ada.

3. Penggunaan asesmen untuk pengembangan karyawan
Organisasi menggunakan tes kepribadian, penilaian perilaku kerja, dan evaluasi kinerja untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan karyawan. Dari sana dibuat rencana pengembangan yang sesuai kebutuhan individu.

4. Pengalaman kerja untuk mengembangkan keterampilan
Pengalaman kerja seperti menangani proyek, tugas baru, atau rotasi jabatan bisa melatih kemampuan problem solving, komunikasi, dan adaptasi. Jadi belajar langsung dari praktik.

5. Prinsip program mentoring yang sukses
Harus ada komunikasi yang terbuka, tujuan yang jelas, hubungan saling percaya, komitmen dari mentor dan mentee, serta evaluasi berkala.

6. Peran manajer dan rekan kerja melalui coaching, yaitu:
Manajer dan rekan kerja membantu dengan memberi arahan, feedback, dan dukungan secara langsung saat bekerja. Coaching dilakukan secara berkelanjutan supaya karyawan bisa mengimprove performanya.

7. Langkah-langkah proses manajemen karier yaitu:
Mulai dari self-assessment (menilai diri), eksplorasi peluang karier, menetapkan tujuan, membuat rencana pengembangan, lalu evaluasi dan penyesuaian secara berkala.

8. organisasi menghadapi tantangan dengan:
- Glass ceiling: diatasi dengan kebijakan inklusif dan kesempatan yang adil.
-Perencanaan suksesi: menyiapkan calon pemimpin sejak dini lewat pelatihan.
-Manajer disfungsional: dilakukan evaluasi, pelatihan kepemimpinan, atau rotasi jabatan
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Balqis sausan Khairunnisa -
Nama : Balqis Sausan Khairunnisa
Npm : 2511011141

1. Pelatihan fokus pada peningkatan keterampilan saat ini, sedangkan pengembangan lebih ke jangka panjang untuk kesiapan karier. Keduanya membantu karyawan naik jabatan dan berkembang profesional.

2. Mengidentifikasi metode pengembangan karyawan
Dilihat dari program yang ada seperti pelatihan formal, mentoring, coaching, rotasi kerja, dan e-learning yang disediakan organisasi

3. Penggunaan asesmen
Organisasi pakai tes kepribadian, perilaku, dan kinerja untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan karyawan, lalu dijadikan dasar rencana pengembangan yang sesuai.

4.Pengalaman kerja untuk pengembangan pengalaman seperti proyek baru, rotasi jabatan, atau tugas menantang membantu meningkatkan skill, pengetahuan, dan kemampuan problem solving.

5. Prinsip mentoring yang sukses
Harus ada komunikasi terbuka, tujuan jelas, komitmen kedua pihak, kepercayaan, dan feedback yang rutin.

6. Coaching oleh manajer & rekan kerja
Dilakukan dengan memberi arahan, feedback, dukungan, dan membantu karyawan memperbaiki kinerja serta mencapai target.

7. Langkah proses manajemen karier
1. Self-assessment
2. Menetapkan tujuan karier
3. perencanaan
4. pelaksanaan
5. evaluasi dan penyesuaian.

8. Menghadapi tantangan organisasi
Glass ceiling: memberi kesempatan yang adil untuk semua

Suksesi: menyiapkan calon pemimpin sejak dini

Manajer disfungsional: evaluasi, pelatihan, atau rotasi jabatan
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by lidya indah prayoga -
NAMA : LIDYA INDAH PRAYOGA
NPM : 2511011120


1. Hubungan Pengembangan, Pelatihan, dan Karier
- Pelatihan : Fokus pada pekerjaan saat ini agar karyawan terampil melakukan tugasnya sekarang.
• Pengembangan : Fokus pada masa depan, menyiapkan karyawan untuk tanggung jawab yang lebih besar atau perubahan posisi.
• Karier: Adalah urutan posisi yang dijalani seseorang.

2. Metode Pengembangan Karyawan
Organisasi biasanya menggunakan empat pendekatan utama:
1. Pendidikan Formal: Program kursus, seminar, atau kuliah formal.
2. Asesmen: Menilai kepribadian, gaya belajar, dan kemampuan untuk melihat potensi.
3. Pengalaman Kerja: Belajar melalui tantangan langsung.
4. Hubungan Interpersonal: Belajar dari orang lain melalui mentoring dan coaching.

3. Penggunaan Asesmen dalam Perencanaan Pengembangan
• Tipe Kepribadian: Digunakan untuk memahami cara karyawan berinteraksi.
• Perilaku Kerja: Mengukur gaya kepemimpinan atau kemampuan kerja tim.
• Kinerja Pekerjaan: Menilai hasil kerja nyata.

4. Penggunaan Pengalaman Kerja untuk Keterampilan
Keterampilan berkembang ketika karyawan dihadapkan pada situasi baru, seperti:
• Perluasan Tugas: Menambah tanggung jawab di posisi yang sama.
• Rotasi Jabatan: Memindahkan karyawan antar departemen agar paham gambaran besar organisasi.
• Tugas Proyek: Melibatkan karyawan dalam tim khusus untuk menyelesaikan masalah spesifik.

5. Prinsip Program Mentoring yang Sukses
• Partisipasi Sukarela: Mentor dan mentee harus sama-sama berkomitmen.
• Kecocokan Karakter: Adanya kecocokan antara pengalaman mentor dan mentee.
• Kerahasiaan: Membangun kepercayaan agar diskusi bisa terbuka.
• Tujuan Terukur: Memiliki target apa yang ingin dicapai.

6. Pengembangan melalui Coaching
Manajer atau rekan kerja bertindak sebagai pelatih dengan cara:
• Memberikan umpan balik (feedback).
• Membantu karyawan menemukan solusi sendiri atas masalah kerja.
• Memberikan dukungan dan motivasi untuk meningkatkan performa.

7. Langkah-Langkah Proses Manajemen Karier
1. Penilaian Diri : Karyawan mengidentifikasi minat dan kemampuannya.
2. Pemeriksaan Realitas : Perusahaan memberi masukan tentang bagaimana posisi karyawan di mata organisasi.
3. Penetapan Tujuan : Karyawan menetapkan target karier jangka pendek dan panjang.
4. Perencanaan Aksi : Menentukan langkah nyata (seperti pelatihan) untuk mencapai tujuan tersebut.

8. Menghadapi Tantangan SDM
• Glass Ceiling: Organisasi menembusnya dengan program keberagaman, mentoring bagi kelompok minoritas/wanita, dan kriteria promosi yang objektif.
• Perencanaan Suksesi: Mengidentifikasi dan menyiapkan calon pemimpin dari dalam perusahaan untuk mengganti posisi.
• Manajer Disfungsional: Menangani bos yang "bermasalah" melalui konseling, pelatihan manajemen konflik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Zaskya Khoirun 2511011071 -
Nama: Zaskya Khoirun Nisa
NPM: 2511011071

1. Pengembangan pelatihan dan karir saat ini sudah berbasis teknologi dan peningkatan skill melalui pelatihan yang memadai. Hal ini produktivitas optimal dan membimbing individu menuju tujuan jangka panjang.
2. pendekatan yang terstruktur melalui pemeriksaan berkas hingga wawancara dan menggunakan metode pelatihan (training), rotasi kerja, coaching, dan simulasi untuk membangun keterampilan.
3. Asesmen kepribadian memprediksi konsistensi kinerja dan kemampuan menghadapi konflik, sementara evaluasi perilaku kerja serta kinerja pekerjaan mengidentifikasi kesenjangan kompetensi. hasilnya akan membentuk RPI dengan tujuan, jadwal, dan evaluasi untuk perencanaan pengembangan.
4. Pengalaman kerja dikembangkan melalui rotasi jabatan, proyek menantang, pengayaan tugas, dan penempatan sementara antar-departemen yang akan membantu keryawan menemukan passion dan memperluas tanggung jawab secara bertahap.
5. Program mentoring sukses melibatkan pendampingan formal/informal, komunitas praktik, dan jaringan internal-eksternal untuk pertumbuhan relasional. ini berfokus pada pembinaan eksekutif guna memastikan transfer pengetahuan dan dukungan berkelanjutan.
6. Manajer serta rekan kerja memberikan coaching untuk motivasi, peningkatan keterampilan, berbagi ilmu, dan bonding tim untuk memberikan umpan balik dan diskusi profil pada perilaku kerja.
7. langkah-langkah ini mencakup analisis kebutuhan organisasi, penilaian kondisi saat ini, perancangan kerangka, implementasi bertahap, serta evaluasi. hal ini untuk memastikan penyelarasan dengan strategi bisnis.
8. Organisasi mengatasi "glass ceiling" melalui jalur karier transparan dan perencanaan suksesi berbasis asesmen, manajer disfungsional akan ditangani via coaching dan rotasi. hal ini guna menyelaraskan talenta masa depan dengan kebutuhan bisnis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Nayzilla Daffina 2511011084 -
Nama : Nayzilla Daffina Pasya
NPM : 2511011084

1. Pengembangan adalah proses jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan karyawan, yang mencakup pelatihan (training) dan pengembangan karier (career development).
- pelatihan, fokus pada keterampilan agar karyawan menkalankan pekerjaan dengan baik.
- pengembangan karir : (masa depan) membantu karyawan mencapai posisi dan tanggung jawab yang lebih tinggi.

Keduanya saling terkait karena pelatihan menjadi dasar untuk mendukung perkembangan karier.

2. Organisasi dapat mengidentifikasi metode pengembangan dengan cara:
-Analisis kebutuhan pelatihan (training need analysis)
-Evaluasi kinerja karyawan
-Survey atau feedback karyawan
-Membandingkan dengan praktik terbaik (benchmarking)
-Metode yang umum digunakan:
-pelatihan formal, e-learning, job rotation, mentoring, coaching, dan workshop.

3. Organisasi menggunakan data asesmen untuk membuat profil kekuatan dan kelemahan karyawan:
​-Tipe Kepribadian (contoh: MBTI atau Big Five): Membantu memahami bagaimana karyawan berkomunikasi, mengambil keputusan, dan berinteraksi dalam tim.
-​Perilaku Kerja: Mengukur kompetensi seperti kepemimpinan atau kemampuan memecahkan masalah melalui simulasi atau assessment center.
​-Kinerja Pekerjaan: Menggunakan umpan balik 360 derajat (dari atasan, bawahan, dan rekan kerja) untuk mengidentifikasi kesenjangan keterampilan yang perlu diperbaiki.

4. Pengalaman kerja adalah guru terbaik karena memaksa karyawan keluar dari zona nyaman. Keterampilan dikembangkan melalui:
​-Perluasan Tugas (Job Enlargement): Menambah tanggung jawab baru pada posisi sekarang.
​-Rotasi Jabatan (Job Rotation): Memindahkan karyawan antar departemen agar memahami gambaran besar bisnis.
​-Penugasan Proyek: Menempatkan karyawan dalam tim khusus untuk menyelesaikan masalah spesifik, yang mengasah kemampuan adaptasi dan kolaborasi.

5. Mentoring adalah hubungan antara karyawan senior (mentor) dan junior (protégé). Kunci suksesnya adalah:
​Kesesuaian Pasangan: Mentor dan protégé harus memiliki nilai atau minat yang selaras.
​Tujuan yang Jelas: Menentukan sejak awal apa yang ingin dicapai (misal: transisi ke manajerial).
​Kerahasiaan dan Kepercayaan: Menciptakan ruang aman untuk berbagi kegagalan dan pembelajaran.
​Dukungan Organisasi: Perusahaan memberikan waktu dan sumber daya bagi mereka untuk bertemu secara rutin.

6. Coaching berbeda dengan mentoring karena lebih berfokus pada performa spesifik.
-​Manajer: Bertindak sebagai pelatih yang memberikan umpan balik rutin, membantu karyawan menetapkan target harian, dan memberikan tantangan.
​-Rekan Kerja: Memberikan perspektif praktis "di lapangan" dan dukungan emosional tanpa tekanan hierarki, yang seringkali lebih efektif untuk pembelajaran teknis cepat.

7. Identifikasi langkah langkah proses manajemen melibatkan empat tahap berkelanjutan:
​-Self-Assessment: Karyawan mengidentifikasi minat, nilai, dan keterampilannya sendiri.
​-Reality Check: Perusahaan memberikan umpan balik tentang bagaimana posisi karyawan di mata organisasi.
​-Goal Setting: Karyawan menetapkan tujuan karier jangka pendek dan panjang.
​-Action Planning: Menyusun langkah konkret (pelatihan, proyek, atau sekolah lagi) untuk mencapai tujuan tersebut.

8. Organisasi menghadapi glass ceiling dengan menciptakan sistem yang adil dan transparan agar semua karyawan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Dalam perencanaan suksesi, organisasi menyiapkan calon pemimpin sejak dini melalui pelatihan dan pengalaman kerja. Sementara itu, manajer disfungsional ditangani melalui evaluasi, pelatihan, atau bahkan rotasi jabatan jika diperlukan.
Intinya adalah fokus pada keadilan, kesiapan pemimpin, dan penanganan tegas terhadap masalah manajerial.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Annisa Tri Octavia -
Nama: Annisa Tri Octavia
NPM: 2511011123

Jawaban

1. Bagaimana pengembangan terkait dengan pelatihan dan karier?
Pelatihan fokus pada peningkatan keterampilan untuk pekerjaan saat ini (jangka pendek), sedangkan pengembangan berorientasi pada masa depan untuk menyiapkan karyawan menghadapi tanggung jawab yang lebih besar. Karier sendiri adalah urutan posisi yang ditempuh seseorang, di mana pengembangan berperan sebagai sarana untuk mencapai kemajuan dalam urutan tersebut.

2. Bagaimana mengidentifikasi metode yang digunakan organisasi untuk pengembangan karyawan?
Organisasi biasanya menggunakan empat metode utama:
Pendidikan Formal: Program gelar, kursus, atau seminar.
Asesmen: Penggunaan tes psikologi atau penilaian kinerja untuk mengukur potensi.
Pengalaman Kerja: Belajar melalui tugas, rotasi jabatan, atau proyek baru.
Hubungan Interpersonal: Melalui bantuan mentor atau coach.

3. Jelaskan bagaimana organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja pekerjaan untuk merencanakan pengembangan karyawan!
Kepribadian: Memahami cara karyawan berinteraksi dan mengambil keputusan (misal: lewat tes MBTI).
Perilaku Kerja: Mengukur kompetensi kepemimpinan dan komunikasi melalui assessment center.
Kinerja: Menilai pencapaian masa lalu untuk menentukan apakah karyawan tersebut siap untuk promosi atau butuh pelatihan tambahan di area tertentu.

4. Jelaskan bagaimana pengalaman kerja dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan?
Pengalaman kerja mengasah skill melalui tantangan nyata, seperti rotasi jabatan (belajar fungsi divisi lain), perluasan tugas (menambah tanggung jawab), atau penugasan sementara di luar negeri atau proyek khusus yang memaksa karyawan beradaptasi dengan situasi baru.

5. Jelaskan prinsip-prinsip program mentoring yang sukses!
Kesesuaian: Pasangan mentor dan mentee harus memiliki kecocokan secara personal dan profesional.
Sukarela: Program berjalan lebih baik jika kedua pihak memang ingin terlibat.
Tujuan Jelas: Ada target kompetensi apa yang ingin dicapai.
Kerahasiaan: Membangun kepercayaan penuh agar mentee berani terbuka soal kekurangannya.

6. Jelaskan bagaimana manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching!
Coaching dilakukan dengan tiga cara: memberi umpan balik (feedback) yang jujur, membantu karyawan belajar dari kesalahan tanpa langsung menyalahkan, dan menyediakan dukungan (sumber daya/waktu) agar karyawan bisa mempraktikkan keterampilan baru secara mandiri.

7. Bagaimana mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier?
Langkahnya meliputi:
1. Penilaian Diri (Self-Assessment): Karyawan menilai minat dan kemampuannya.
2. Cek Realita (Reality Check): Mengetahui bagaimana perusahaan melihat potensi mereka.
3. Penetapan Tujuan (Goal Setting): Menentukan target posisi atau jabatan.
4. Perencanaan Aksi (Action Planning): Menyusun strategi untuk mencapai target tersebut (misal: ikut pelatihan).

8. Bagaimana organisasi menghadapi tantangan seperti "glass ceiling," perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional?
Glass Ceiling: Memberikan akses mentoring dan peluang yang sama bagi wanita dan minoritas untuk mencapai posisi eksekutif.
Perencanaan Suksesi: Mengidentifikasi kandidat potensial sejak dini untuk menggantikan posisi kunci di masa depan.
Manajer Disfungsional: Menangani atasan yang "bermasalah" melalui konseling, pelatihan perilaku, atau rotasi agar tidak merusak moral tim.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Bunga Fourviolina -
Nama : Bunga Fourviolina
NPM : 2551011007

1. Pengembangan adalah proses jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan karyawan. Pelatihan berfokus pada keterampilan saat ini, sedangkan pengembangan karier membantu karyawan siap untuk posisi masa depan melalui pendidikan, pengalaman kerja, dan pembinaan.

2. ⁠- Analisis kebutuhan pelatihan
- Evaluasi kinerja karyawan
- Feedback dari atasan/karyawan
- Menyesuaikan metode (training, mentoring, rotasi kerja) dengan tujuan perusahaan

3. - Kepribadian: Menentukan kecocokan peran (misalnya introvert vs ekstrovert)
- Perilaku kerja: Melihat cara bekerja (kerja tim, disiplin)
- Kinerja: Menilai hasil kerja
Hasil asesmen digunakan untuk merancang program pengembangan yang tepat dan personal.

4. Pengalaman kerja seperti rotasi jabatan, proyek khusus, atau tugas baru membantu karyawan belajar langsung, meningkatkan problem solving, dan memperluas wawasan kerja.

5. - Hubungan saling percaya
- komunikasi terbuka
- tujuan yang jelas

6. - memberikan arahan dan umpan balik
- mendukung pengembangan keteralmpila secara langsung ditempat kerja
- memberi contoh (role model)

7. 1. Penilaian diri (minat, kemampuan)
2. Eksplorasi peluang karier
3. Penetapan tujuan karier
4. Pengembangan diri (pelatihan/pengalaman)
5. Evaluasi dan penyesuaian karier

8. - Glass ceiling: Menerapkan kesetaraan kesempatan dan kebijakan anti-diskriminasi
- Perencanaan suksesi: Menyiapkan calon pemimpin sejak dini
- Manajer disfungsional: Memberikan pelatihan kepemimpinan atau mengganti manajer yang tidak efektif
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Mellisa Dwi Syerlina -
Nama : Mellisa Dwi Syerlina
NPM : 2511011126

1. Pengembangan, pelatihan, dan karier
Pelatihan: belajar keterampilan untuk pekerjaan sekarang.
Pengembangan: belajar untuk masa depan (misalnya jadi pemimpin).
Karier: perjalanan pekerjaan seseorang.
Jadi, pelatihan membantu pekerjaan sekarang, sedangkan pengembangan membantu kemajuan karier ke depan.

2. Cara mengetahui metode pengembangan karyawan
Bisa dilihat dari:
1.Adanya pelatihan atau seminar
2.Program mentoring atau coaching
3.Rotasi kerja (pindah posisi untuk belajar hal baru)
Intinya, lihat bagaimana perusahaan membantu karyawan belajar.

3. Penggunaan asesmen (penilaian)
Organisasi menilai karyawan dari:
Kepribadian → sifat orangnya seperti apa
Perilaku kerja → cara bekerja dan kerja sama
Kinerja → hasil kerja
Hasil ini dipakai untuk menentukan pelatihan dan pengembangan yang tepat.

4. Pengalaman kerja untuk mengembangkan keterampilan
Belajar langsung dari pekerjaan, misalnya:
Diberi tugas baru
Ikut proyek
Menghadapi masalah kerja
Dari situ, keterampilan akan berkembang karena sering praktik.

5. Prinsip mentoring yang sukses
Ada hubungan yang baik dan saling percaya
Tujuan jelas
Komunikasi terbuka
Mentor membimbing, bukan memaksa
Mentoring membantu belajar dari orang yang lebih berpengalaman.

6. Coaching oleh manajer dan rekan kerja
Manajer memberi arahan dan masukan
Teman kerja membantu dan berbagi pengalaman
Contoh: memberi saran setelah kerja atau membantu memperbaiki kesalahan.

7. Langkah manajemen karier
1. Mengenali diri sendiri
2. Menentukan tujuan karier
3. Membuat rencana
4. Mengembangkan diri
5. Evaluasi hasil

8. Mengatasi tantangan dalam organisasi
Glass ceiling → memberi kesempatan yang adil untuk semua
Suksesi → menyiapkan calon pemimpin dari awal
Manajer buruk → diberi pelatihan atau diganti
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Johanes Satya Ranata Sibarani -
Nama : Johanes Satya Ranata Sibarani
NPM : 2551011023

1. Pengembangan terkait dengan pelatihan dan karier karena keduanya saling mendukung dalam meningkatkan kualitas karyawan. Pelatihan membantu meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan saat ini, sedangkan pengembangan karier berfokus pada kesiapan karyawan untuk posisi yang lebih tinggi di masa depan.


2. Metode pengembangan karyawan dalam organisasi dapat diidentifikasi dengan melihat program yang digunakan, seperti pelatihan formal, pembelajaran di tempat kerja, rotasi jabatan, serta coaching dan mentoring. Metode ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan karyawan dan tujuan organisasi.


3. Organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja pekerjaan untuk memahami potensi dan karakter karyawan. Informasi ini digunakan untuk menentukan jenis pelatihan yang sesuai, penempatan kerja, serta perencanaan pengembangan karier yang tepat.


4. Pengalaman kerja digunakan untuk mengembangkan keterampilan karena karyawan belajar langsung melalui praktik. Dengan menghadapi tugas dan tantangan nyata, kemampuan seperti pemecahan masalah, komunikasi, dan adaptasi akan meningkat.


5. Prinsip program mentoring yang sukses meliputi adanya kepercayaan antara mentor dan mentee, tujuan yang jelas, komunikasi yang terbuka, serta evaluasi untuk melihat perkembangan yang dicapai.


6. Manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching dengan memberikan arahan, umpan balik, serta motivasi. Proses ini membantu karyawan memahami kekuatan dan kelemahan mereka serta meningkatkan kinerja.


7. Langkah-langkah dalam manajemen karier meliputi mengenali potensi diri, menetapkan tujuan karier, mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan, serta melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap rencana karier.


8. Organisasi menghadapi tantangan seperti glass ceiling, perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional dengan menerapkan kebijakan yang adil, menyediakan program pengembangan kepemimpinan, serta sistem promosi yang transparan agar semua karyawan memiliki kesempatan berkembang.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Stevan Adrian Anas -
Nama: Stevan Adrian Anas
NPM: 2511011056

1. Pengembangan berkaitan dengan peningkatan kemampuan jangka panjang karyawan, sedangkan pelatihan berfokus pada keterampilan saat ini. Pengembangan mendukung kemajuan karier karena mempersiapkan karyawan untuk tanggung jawab dan posisi yang lebih tinggi di masa depan.

2. Metode pengembangan dapat diidentifikasi melalui program organisasi seperti pelatihan formal, rotasi pekerjaan, penugasan proyek, mentoring, dan coaching, serta melalui kebijakan HR dan rencana pengembangan individu.

3. Organisasi menggunakan asesmen kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan karyawan, lalu menyusun program pengembangan yang sesuai seperti pelatihan atau penugasan khusus.

4. Pengalaman kerja seperti rotasi jabatan, proyek khusus, dan tugas menantang membantu mengembangkan keterampilan teknis dan soft skills melalui pembelajaran langsung dari situasi nyata.

5. Prinsip mentoring yang sukses meliputi hubungan saling percaya, tujuan yang jelas, komunikasi terbuka, dukungan organisasi, dan fokus pada pengembangan jangka panjang.

6. Manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching dengan memberikan umpan balik, membantu menetapkan tujuan, serta membimbing dalam menyelesaikan masalah dan meningkatkan kinerja.

7. Langkah manajemen karier meliputi penilaian diri, eksplorasi peluang, penetapan tujuan, penyusunan rencana pengembangan, serta implementasi dan evaluasi.

8. Organisasi menghadapi tantangan dengan menerapkan kebijakan inklusif untuk mengatasi glass ceiling, melakukan perencanaan suksesi untuk menyiapkan pemimpin masa depan, serta memberikan pelatihan atau evaluasi untuk mengatasi manajer disfungsional.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Dimas Akhtar Setiady -

2511011002

Dimas Akhtar Setiady

Izin memberikan respon terkait pertanyaan yang diujikan:

1. Kaitan Antara Pengembangan, Pelatihan, dan Karier

Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), pelatihan lebih fokus pada pencapaian keterampilan yang diperlukan untuk posisi saat ini dan bersifat sementara. Sementara itu, pengembangan bertujuan untuk masa depan dengan mempersiapkan karyawan menghadapi perubahan dalam teknologi atau tanggung jawab baru. Pengembangan adalah investasi jangka panjang yang membantu karier seseorang, yaitu rangkaian posisi atau pengalaman kerja yang dilalui sepanjang perjalanan karir.


2. Mengidentifikasi Metode Pengembangan Organisasi

Adapun metode pengembangan organisasi sebagai berikut:

Pendidikan formal. Program yang diadakan di dalam maupun di luar perusahaan.

Asesmen. Pengumpulan data dan pemberian umpan balik kepada karyawan terkait gaya kerja dan kemampuan mereka.

Pengalaman kerja. Pembelajaran yang diperoleh dari tugas sehari-hari, proyek, atau rotasi jabatan.

Interaksi interpersonal. Pertukaran informasi dengan anggota organisasi yang lebih senior melalui mentoring atau coaching.


3. Penggunaan Asesmen untuk Perencanaan Pengembangan

Organisasi menggunakan berbagai alat asesmen untuk peta potensi karyawan. Tipe kepribadian (seperti Myers-Briggs Type Indicator atau Big Five) membantu dalam memahami cara karyawan berinteraksi dan membuat keputusan. Perilaku kerja dievaluasi melalui metode seperti 360-degree feedback untuk mengukur bagaimana rekan kerja menilai efektivitas karyawan. Hasil penggabungan ketiga jenis data ini menjadi dasar untuk merancang Rencana Pengembangan Individu.


4. Pengalaman Kerja sebagai Cara untuk Mengembangkan Keterampilan

Karyawan dapat ditingkatkan melalui rotasi pekerjaan (pindah antar bidang), perluasan pekerjaan (job enlargement), atau pengayaan pekerjaan (job enrichment) yang memberikan lebih banyak tanggung jawab. Di samping itu, tugas sementara seperti proyek khusus atau penempatan luar negeri (expatriate assignments) mendorong karyawan untuk keluar dari zona nyaman, yang secara otomatis akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, adaptasi budaya, dan kepemimpinan.


5. Prinsip-Prinsip Program Mentoring yang Berhasil

Mentoring adalah hubungan sosial antara karyawan senior (mentor) dan junior (protege). Program mentoring yang baik harus berlandaskan pada prinsip kesukarelaan, ada kesesuaian antara profil mentor dan protege, serta tujuan yang jelas. Perusahaan yang berhasil umumnya mendukung program mentoring dengan menyediakan waktu khusus serta pelatihan bagi para mentor agar mereka mampu memberikan bimbingan psikososial dan dukungan dalam karier.


6. Coaching oleh Manajer dan Rekan Kerja

Coaching mengutamakan peningkatan kinerja yang spesifik. Manajer atau rekan kerja berperan sebagai pelatih dengan memberikan umpan balik secara berkala, mengajukan pertanyaan yang mendorong pemikiran kritis, dan membantu karyawan menetapkan tujuan jangka pendek. Coaching yang berhasil menekankan komunikasi dua arah dan memberdayakan karyawan untuk mencari solusi atas tantangan yang mereka hadapi.


7. Langkah-Langkah dalam Proses Manajemen Karier

Proses ideal manajemen karier terdiri dari empat langkah yang sistematis:

1. Penilaian Diri,

2. Pemeriksaan Latar Belakang,

3. Penetapan Tujuan,

4. Perencanaan Aksi dan Pelatihan.


8. Menghadapi Tantangan Pengembangan Kontemporer

Sebuah organisasi yang sehat perlu aktif dalam mengatasi rintangan karier. Untuk mengatasi glass ceiling (hambatan bagi kelompok minoritas), perusahaan melaksanakan program keberagaman dan menetapkan kuota untuk kepemimpinan. Untuk menangani manajer disfungsional, organisasi memanfaatkan pelatihan kepemimpinan, atau program bantuan bagi karyawan untuk meningkatkan perilaku mereka sebelum berdampak negatif pada moral tim.

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Kalila Aliffia Arieza -
Nama: Kalila Aliffia Arieza
NPM:2511011021

1. Pengembangan adalah proses jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan karyawan, tidak hanya untuk pekerjaan saat ini tetapi juga masa depan.
Pelatihan (training) fokus pada keterampilan teknis/jangka pendek (misalnya penggunaan software).
Dan pengembangan karier (career development) lebih luas, mencakup peningkatan soft skills, kepemimpinan, dan kesiapan promosi.
Jadi, pelatihan adalah bagian dari pengembangan karier dan membantu karyawan bekerja lebih baik sekarang, sedangkan pengembangan membantu mereka siap menghadapi masa depan.

2. Organisasi biasanya menggunakan beberapa metode pengemban karyawan seperti
• Pelatihan formal (kelas, workshop)
• On-the-job training (belajar langsung saat bekerja)
• Rotasi pekerjaan (job rotation)
• Mentoring & coaching
Cara mengidentifikasi metode metode ini bisa dari bagaimana perusahaan meningkatkan keterampilan karyawan melalui kegiatan sehari-hari dan program dari bagian sumber daya manusia (HR).

3. Organisasi menggunakan asesmen untuk memahami karakter dan kemampuan karyawan. Asesmen kepribadian membantu mengetahui gaya kerja seseorang, asesmen perilaku kerja menunjukkan bagaimana cara seseorang bekerja dan berinteraksi, sedangkan penilaian kinerja menunjukkan hasil kerja yang dicapai. Hasil dari asesmen ini digunakan untuk menentukan pelatihan yang sesuai, penempatan kerja yang tepat, serta perencanaan pengembangan karier karyawan.

4. Pengalaman kerja merupakan cara efektif untuk mengembangkan keterampilan karena karyawan belajar langsung melalui praktik. Dengan mengerjakan tugas, menghadapi tantangan, dan bekerja dalam tim, karyawan dapat meningkatkan kemampuan seperti pemecahan masalah, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Semakin banyak pengalaman yang didapat, maka keterampilan karyawan juga akan semakin berkembang.

5. Prinsip mentoring yang sukses memiliki tujuan yang jelas dan hubungan yang baik. Mentor harus berpengalaman dan bersedia membimbing, sementara karyawan harus terbuka untuk belajar. Komunikasi yang rutin dan adanya rasa saling percaya juga sangat penting agar proses mentoring berjalan efektif dan memberikan hasil yang maksimal.

6. Manajer dan rekan kerja berperan penting dalam coaching dengan memberikan bimbingan langsung kepada karyawan. Mereka dapat memberikan umpan balik, membantu menyelesaikan masalah, serta memberikan arahan agar kinerja karyawan meningkat. Coaching juga membantu karyawan belajar dari kesalahan dan menjadi lebih percaya diri dalam bekerja.

7. Proses manajemen karier dimulai dengan mengenali kemampuan, minat, dan tujuan pribadi. Setelah itu, karyawan menentukan tujuan karier yang ingin dicapai dan mencari peluang yang sesuai. Langkah berikutnya adalah mengembangkan keterampilan melalui pelatihan atau pengalaman kerja. Terakhir, dilakukan evaluasi untuk melihat perkembangan dan menyesuaikan rencana karier jika diperlukan.

8. Organisasi menghadapi berbagai tantangan seperti glass ceiling, yaitu hambatan yang tidak terlihat, perencanaan suksesi, dan manajer yang tidak efektif. Untuk mengatasi glass ceiling, organisasi harus memberikan kesempatan yang adil bagi semua karyawan. Dalam perencanaan suksesi, organisasi perlu menyiapkan calon pemimpin sejak dini melalui pelatihan dan pengalaman. Sedangkan untuk manajer yang tidak efektif, organisasi dapat memberikan pelatihan, coaching, atau melakukan evaluasi untuk memastikan kinerja tetap baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Christian Siswoyo co 2551011043 -
Nama : Christian Siswoyo
NPM : 2551011043

1. Pengembangan terkait pelatihan dan karier
Pengembangan karyawan itu erat banget hubungannya dengan pelatihan dan karier. Pelatihan membantu karyawan meningkatkan skill yang dibutuhkan sekarang, sementara pengembangan karier lebih ke arah jangka panjang misalnya persiapan naik jabatan atau pindah peran. Jadi, pelatihan itu bagian dari proses besar untuk membangun karier seseorang di organisasi.

2. Mengidentifikasi metode pengembangan karyawan
Organisasi biasanya melihat kebutuhan dulu apa yang kurang dari karyawan atau tim. Setelah itu baru dipilih metode yang cocok, seperti training formal, workshop, coaching, mentoring, atau bahkan belajar langsung lewat proyek kerja. Intinya, metode dipilih berdasarkan tujuan dan kondisi karyawan.

3. Penggunaan asesmen untuk pengembangan
Asesmen seperti tes kepribadian, penilaian perilaku kerja, dan kinerja dipakai untuk memahami kekuatan dan kelemahan karyawan. Dari situ, perusahaan bisa merancang program pengembangan yang lebih tepat. Misalnya, kalau seseorang kuat di teknis tapi kurang di komunikasi, maka pelatihannya difokuskan ke soft skills.

4. Pengalaman kerja untuk mengembangkan keterampilan
Belajar dari pengalaman itu sangat efektif. Saat karyawan diberi tugas baru, proyek menantang, atau rotasi kerja, mereka dipaksa untuk belajar hal baru. Dari situ, keterampilan berkembang secara alami karena langsung dipraktikkan, bukan cuma teori.

5. Prinsip program mentoring yang sukses
Program mentoring yang berhasil biasanya punya tujuan yang jelas, hubungan yang terbuka antara mentor dan mentee, serta komunikasi yang rutin. Selain itu, mentor harus benar-benar mau membimbing, bukan sekadar formalitas, dan mentee juga aktif belajar.

6. Peran manajer dan rekan kerja dalam coaching
Manajer dan rekan kerja bisa membantu lewat coaching dengan cara memberi arahan, feedback, dan dukungan. Coaching itu bukan menggurui, tapi lebih ke membantu karyawan menemukan solusi sendiri. Diskusi santai tapi terarah biasanya lebih efektif.

7. Langkah-langkah dalam manajemen karier
Biasanya dimulai dari mengenali diri (minat dan kemampuan), lalu menentukan tujuan karier, membuat rencana untuk mencapainya, dan terakhir evaluasi secara berkala. Proses ini bisa dibantu oleh atasan atau HR.

8. Menghadapi tantangan seperti glass ceiling dan lainnya
Organisasi perlu membuat sistem yang adil dan transparan. Untuk masalah seperti “glass ceiling”, perusahaan bisa membuka peluang yang sama untuk semua orang. Perencanaan suksesi juga penting supaya ada calon pemimpin yang siap. Sedangkan untuk manajer disfungsional, perlu pelatihan kepemimpinan atau evaluasi kinerja yang tegas.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Sofia Dwi Putri 2511011108 -
Nama: Sofia Dwi Putri
NPM: 2511011108

1.Pengembangan/development bersifat lebih luas dan berorientasi masa depan dibandingkan pelatihan/training yang fokus pada tugas saat ini.
- Pelatihan, fokus pada penguasaan kompetensi teknis agar karyawan bisa bekerja efektif sekarang.
- Pengembangan, menyiapkan karyawan untuk tanggung jawab baru di masa depan.
- Karier, pengembangan adalah bahan bakar bagi karier. Tanpa adanya peningkatan kapasitas melalui pengembangan, pergerakan karier seseorang akan stagnan.

2.Organisasi biasanya menggunakan empat pendekatan utama yang bisa kita identifikasi melalui:
- Pendidikan Formal dengan program kursus, seminar, atau kuliah yang dibiayai perusahaan.
- Asesmen dengan penggunaan tes psikologi atau evaluasi untuk melihat potensi.
- Pengalaman Kerja, penugasan proyek baru, rotasi jabatan, atau perluasan tanggung jawab.
- Hubungan Interpersonal, melalui program mentoring atau coaching.

3.Organisasi memetakan profil karyawan untuk menentukan langkah selanjutnya:
- Tipe Kepribadian, menggunakan alat seperti MBTI untuk melihat kecocokan peran misalnya: apakah seseorang cocok memimpin tim atau bekerja teknis.
- Perilaku Kerja, menilai bagaimana karyawan berinteraksi dan menyelesaikan masalah.
- Kinerja Pekerjaan, melihat rekam jejak hasil kerja. Jika kinerjanya bagus tapi ada celah di keterampilan tertentu, di situlah program pengembangan direncanakan.

4.Pengalaman kerja adalah guru terbaik melalui metode learning by doing. Keterampilan berkembang saat karyawan:
- Menghadapi Tantangan Baru, misalnya memimpin proyek besar yang melatih problem solving.
- Rotasi Jabatan, mempelajari fungsi departemen lain sehingga perspektifnya meluas.
- Lateral Moves, pindah ke posisi setara tapi dengan tanggung jawab berbeda untuk memperkaya keahlian.

5.Agar mentoring tidak sekadar menjadi obrolan biasa, prinsipnya meliputi:
- Kesesuaian (Matching), mentor dan mentee memiliki kecocokan visi atau bidang ilmu.
- Kerahasiaan & Kepercayaan, membangun ruang aman untuk berdiskusi tanpa takut dihakimi.
- Tujuan yang Jelas, memiliki target apa yang ingin dicapai selama masa mentoring.
- Dukungan Organisasi, perusahaan memberikan waktu dan fasilitas bagi keduanya untuk berinteraksi.

6. Manajer dan rekan kerja berperan sebagai pelatih dengan cara:
Umpan Balik/Feedback yaitu memberikan koreksi langsung saat melihat ada proses yang kurang efektif.
- Bertanya, Bukan Memerintah. Mendorong karyawan menemukan solusi sendiri melalui pertanyaan reflektif.
- Motivasi dengan memberikan dukungan moral untuk meningkatkan kepercayaan diri karyawan dalam mengambil keputusan.

7.Berikut langkah-langkah dalam proses manajemen karier:
- Self Assessment yaitu karyawan mengidentifikasi minat dan kemampuannya.
- Reality Check, lerusahaan memberi tahu karyawan bagaimana mereka dipandang potensi vs kinerja.
- Goal Setting, penetapan tujuan jangka pendek dan panjang.
- Action Planning yaitu menyusun langkah nyata seperti ikut pelatihan atau cari mentor untuk mencapai tujuan tersebut.

8.Cara menghadapi nya sebagai berikut:
- Glass Ceiling (Hambatan Karier) dengan cara mengaudit sistem promosi agar lebih transparan dan inklusif bagi semua kalangan tanpa diskriminasi.
- Perencanaan Suksesi, mengidentifikasi dan melatih kandidat potensial jauh-jauh hari untuk mengisi posisi kunci di masa depan.
- Manajer Disfungsional, melakukan pelatihan kepemimpinan, program konseling, atau jika perlu, rotasi jabatan agar perilaku toxic tidak merusak iklim kerja tim.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Andhika Toni Pradipta 2511011146 -
NAMA :ANDHIKA TONI PRADIPTA
NPM. : 2511011146

1. Pengembangan adalah proses jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan karyawan agar siap menghadapi tanggung jawab masa depan. Pelatihan berfokus pada kebutuhan saat ini (skill teknis/pekerjaan), sedangkan pengembangan berkaitan dengan kesiapan karier, seperti kepemimpinan dan kemampuan strategis.

2. Organisasi dapat mengidentifikasi metode melalui analisis kebutuhan (training need analysis), evaluasi kinerja, feedback karyawan, serta tujuan bisnis. Metode umum meliputi pelatihan formal, job rotation, mentoring, coaching, dan e-learning.

3. Organisasi menggunakan asesmen kepribadian (misalnya sifat individu), perilaku kerja (cara bekerja dalam tim), dan kinerja (hasil kerja) untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan karyawan. Data ini digunakan untuk menyusun program pengembangan yang tepat dan personal.

4. Pengalaman kerja seperti rotasi jabatan, penugasan proyek, atau promosi membantu karyawan belajar langsung di lapangan, meningkatkan problem solving, adaptasi, dan keterampilan teknis maupun manajerial.

5. Mentoring yang efektif memiliki tujuan jelas, hubungan yang terbuka dan saling percaya, komunikasi rutin, komitmen kedua pihak, serta adanya evaluasi perkembangan.

6. Manajer dan rekan kerja memberikan arahan, umpan balik, serta dukungan secara langsung dalam pekerjaan sehari-hari. Coaching membantu karyawan memperbaiki kinerja, meningkatkan keterampilan, dan mencapai target kerja.

7. Prosesnya meliputi: penilaian diri (self-assessment), eksplorasi peluang karier, penetapan tujuan, pengembangan rencana karier, dan evaluasi/penyesuaian secara berkala.

8. Organisasi mengatasi “glass ceiling” dengan kebijakan inklusif dan kesempatan yang adil. Perencanaan suksesi dilakukan dengan menyiapkan calon pemimpin melalui pengembangan. Manajer disfungsional diatasi dengan pelatihan kepemimpinan, evaluasi kinerja, dan tindakan korektif.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Thian Mutiara -
Nama: Thian Mutiara
NPM: 2511011128

1. Pengembangan dalam pelatihan dan karier tidak berhenti di kegiatan belajar formal saja, tetapi berlanjut ke bagaimana individu memanfaatkan hasil pelatihan tersebut dalam jalur kariernya. Pelatihan memberi bekal keterampilan dan pengetahuan, sementara pengembangan karier mengarahkan bagaimana kemampuan itu digunakan untuk mencapai posisi atau peran tertentu. Jadi, keduanya saling terhubung, pelatihan memperkuat kompetensi, sedangkan pengembangan karier memberi arah dan tujuan jangka panjang.

2. Metode yang digunakan organisasi untuk pengembangan karyawan biasanya dapat dikenali dari program-program yang mereka jalankan. Misalnya, adanya pelatihan rutin, workshop, rotasi jabatan, mentoring, atau program pengembangan kepemimpinan. Selain itu, bisa juga dilihat dari kebijakan HR seperti rencana pengembangan individu (individual development plan) dan evaluasi kinerja berkala. Dari situ terlihat apakah organisasi lebih menekankan pembelajaran formal, pengalaman kerja, atau kombinasi keduanya.

3. Asesmen digunakan untuk memahami karyawan secara lebih menyeluruh. Kepribadian membantu melihat kecocokan karakter, perilaku kerja menunjukkan bagaimana seseorang menjalankan tugas, dan kinerja menunjukkan hasil yang dicapai. Dari kombinasi itu, organisasi bisa menentukan pengembangan yang lebih tepat, tidak disamaratakan untuk semua orang.

4. Pengalaman kerja sering mennjadi proses belajar yang paling nyata. Ketika seseorang diberi tanggung jawab baru, menghadapi masalah, atau bekerja dalam situasi berbeda, di situ keterampilan berkembang secara alami. Hal-hal seperti kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan biasanya terbentuk dari pengalaman langsung, bukan hanya teori.

5. Mentoring yang berhasil biasanya didasarkan pada hubungan yang terbuka dan saling percaya. Selain itu, ada tujuan yang jelas, sehingga prosesnya tidak sekadar formalitas. Mentor juga perlu benar-benar terlibat, bukan hanya memberi arahan sesekali. Konsistensi dalam pertemuan dan evaluasi juga penting agar perkembangan bisa terlihat.

6. Manajer atau rekan kerja bisa memberikan masukan langsung, membantu memperbaiki cara kerja, atau sekadar mengarahkan saat ada kesalahan. Yang penting, coaching tidak hanya memberi jawaban, tetapi juga mendorong karyawan untuk berpikir dan memahami sendiri proses nya.

7. Prosesnya biasanya dimulai dari memahami diri sendiri, lalu menentukan tujuan yang ingin dicapai. Setelah itu, menyusun rencana untuk mencapainya, misalnya melalui pelatihan atau pengalaman kerja tertentu. Tahap berikutnya adalah menjalankan rencana tersebut, dan terakhir melakukan evaluasi untuk melihat apakah arah kariernya sudah sesuai atau perlu disesuaikan.

8. Untuk glass ceiling, organisasi perlu memastikan adanya kesempatan yang adil bagi semua karyawan. Dalam perencanaan suksesi, penting untuk menyiapkan calon pemimpin sejak awal, bukan secara mendadak. Sedangkan untuk manajer disfungsional, perlu ada evaluasi yang serius, karena jika dibiarkan bisa berdampak pada kinerja tim secara keseluruhan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Rani Umi'ah -
Nama: Rani Umi'ah
Npm: 2511011029

1. Bagaimana pengembangan terkait dengan pelatihan dan karier?
Jawab:
Pengembangan karyawan memiliki hubungan erat dengan pelatihan dan karier:
· Pelatihan berfokus pada peningkatan keterampilan teknis dan kompetensi spesifik untuk pekerjaan saat ini (jangka pendek).
· Pengembangan lebih luas, mencakup persiapan karyawan untuk tanggung jawab masa depan dan pertumbuhan karier jangka panjang.
· Hubungannya: Pelatihan menjadi salah satu metode pengembangan. Keduanya mendukung perencanaan karier dengan memastikan karyawan memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk naik jenjang karier.

2. Bagaimana mengidentifikasi metode yang digunakan organisasi untuk pengembangan karyawan?
Jawab:
Metode identifikasi dapat dilakukan melalui:
· Analisis dokumen kebijakan SDM (program pelatihan, rotasi kerja, mentoring).
· Wawancara dengan manajer SDM untuk mengetahui praktik yang berjalan.
· Survei atau kuesioner kepada karyawan tentang program pengembangan yang tersedia.
· Observasi langsung terhadap kegiatan seperti workshop, coaching, atau tugas proyek khusus.
· Evaluasi program yang terdokumentasi (rencana pengembangan individu, jalur karier).

3. Jelaskan bagaimana organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja pekerjaan untuk merencanakan pengembangan karyawan!
Jawab
· Tipe kepribadian (misal: MBTI, DISC): digunakan untuk menyesuaikan peran dan jalur pengembangan (misal: ekstrovert cocok dengan peran yang banyak interaksi).
· Perilaku kerja (misal: inisiatif, kolaborasi): mengidentifikasi area perilaku yang perlu diperkuat atau diubah melalui pelatihan soft skill.
· Kinerja pekerjaan (hasil penilaian kinerja): menunjukkan kesenjangan kompetensi yang menjadi dasar rencana pengembangan individual (Individual Development Plan/IDP).

Ketiganya dipadukan dalam peta pengembangan yang memetakan kebutuhan pelatihan, potensi promosi, atau program suksesi.

4. Jelaskan bagaimana pengalaman kerja dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan!
Jawab:
Pengalaman kerja merupakan metode pengembangan yang sangat efektif melalui:
· Rotasi kerja (job rotation): mempelajari berbagai fungsi untuk meningkatkan fleksibilitas.
· Penugasan khusus (special assignment): menyelesaikan proyek menantang di luar rutinitas.
· Pendelegasian tugas yang lebih kompleks: mengasah pengambilan keputusan.
· Pembelajaran melalui kesalahan (learning from mistakes) dengan bimbingan atasan.
· Job enlargement & enrichment: menambah variasi atau tanggung jawab vertikal.

Prinsipnya: pengalaman langsung memperkuat retensi keterampilan lebih baik dibanding teori.

5. Jelaskan prinsip-prinsip program mentoring yang sukses!
Jawab:
Prinsip utama:
1. Kesesuaian (matching) yang tepat antara mentor dan mentee (minat, bidang, kepribadian).
2. Tujuan yang jelas – spesifik, terukur, relevan dengan karier mentee.
3. Komitmen waktu – pertemuan rutin dan terjadwal.
4. Dukungan organisasi – pelatihan bagi mentor, reward, dan sistem monitoring.
5. Kerahasiaan – menciptakan ruang aman untuk diskusi terbuka.
6. Evaluasi berkala – umpan balik dua arah untuk perbaikan program.
7. Bersifat sukarela – tidak dipaksakan agar hubungan organik.

6. Jelaskan bagaimana manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching!
Jawab:
· Manajer sebagai coach: memberikan umpan balik langsung, membantu menetapkan target kinerja, mengamati dan membimbing saat bekerja, memfasilitasi pemecahan masalah, dan mendorong refleksi diri.
· Rekan kerja (peer coaching): saling memberi dukungan teknis, berbagi praktik terbaik, mengamati dan mengingatkan secara informal, serta kolaborasi dalam tugas.

Bedanya: manajer berfokus pada pencapaian target organisasi sekaligus pengembangan, sedangkan rekan kerja lebih bersifat kolaboratif dan informal. Keduanya efektif jika didasari kepercayaan dan komunikasi terbuka.

7. Bagaimana mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier?
Jawab:
Langkah-langkah umum proses manajemen karier:
1. Penilaian diri (self-assessment): karyawan mengidentifikasi minat, nilai, dan kompetensi.
2. Realitas organisasi (reality check): organisasi memberi informasi peluang dan kendala.
3. Penetapan tujuan karier (goal setting): target jangka pendek & panjang.
4. Penyusunan rencana aksi (action planning): strategi pengembangan (pelatihan, mentoring, rotasi).
5. Implementasi dan monitoring – evaluasi berkala oleh atasan & SDM.
6. Umpan balik dan penyesuaian – revisi rencana sesuai perubahan organisasi atau individu.

Identifikasi dapat dilakukan dengan melihat dokumen IDP, wawancara SDM, atau sistem manajemen karier berbasis aplikasi.

8. Bagaimana organisasi menghadapi tantangan seperti "glass ceiling," perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional?
Jawab:
· Glass ceiling (hambatan tak terlihat bagi kelompok tertentu):
· Melakukan audit kesetaraan promosi.
· Program mentorship untuk kelompok minoritas/wanita.
· Pelatihan kesadaran bias (bias awareness) bagi manajer.
· Transparansi kriteria promosi.
· Perencanaan suksesi (succession planning):
· Identifikasi posisi kunci dan kompetensi yang dibutuhkan.
· Pemetaan talent pool melalui assessment center.
· Program pengembangan khusus untuk calon pengganti.
· Rotasi dan penugasan strategis.
· Manajer disfungsional (toxic/ineffective manager):
· Sistem umpan balik 360 derajat untuk mendeteksi.
· Pelatihan kepemimpinan remedial.
· Konseling dan pendampingan oleh SDM.
· Sanksi hingga penurunan jabatan jika tidak ada perubahan.
· Menyediakan saluran pengaduan anonim bagi bawahan.

Pendekatan holistik diperlukan karena ketiga tantangan sering saling terkait, misalnya manajer disfungsional dapat memperparah glass ceiling.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Safira Destiana -
Nama : Safira Destiana
Kelas : 2511011127

1. Pengembangan yang disajikan untuk pelatihan dan karier adalah proses integrasi yang bertujuan meningkatkan kompetensi karyawan untuk mencapai tujuan karier jangka panjang dan kebutuhan organisasi.
2. Analisis identifikasi metode nya adalah dengan mengimplementasikan metode nya secara langsung oleh manager atau HR. Dilakukan dengan metode analisis, observasi, dan evaluasi.
3. Assessment tipe kepribadian adalah dengan menggunakan tes MBTI, hal ini dilakukan untuk memahami karakteristik dasar. Kedua assessment tipe perilaku kerja contohnya yaitu DISC, adalah dengan mengukur bagaimana seorang karyawan ini berprilaku di tempat kerja. Ketiga yaitu assessment tipe kinerja pekerjaan, contohnya adalah dengan KPI, yang digunakan untuk melihat kinerja karyawan.
4. Karena keterampilan seperti hard skill dan soft skill sangat dibutuhkan, bila kita telah mengetahui unsur-unsur nya dan cara-caranya yang baik dan benar dalam bidang ilmu yang kita jalani, hal itu akan menjadi lebih mudah. Seseorang akan mudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang cukup pula.
5. Prinsip program mentoring yang sukses adalah dengan melihat bagaimana program tersebut berjalan, apakah sudah sesuai, dan apakah para audiens tertarik dengan materi yang disampaikan serta memahaminya. Prinsip yang dilakukan juga perlu menggunakan kejelasan tujuan, kerjasama tim, komitmen, tanggung jawab, dan umpan balik.
6. Dengan cara menciptakan interaksi terstruktur yang berfokus pada potensi setiap karyawan atau individu, meningkatkan kinerja, dan membangun keterampilan yang spesifik.
7. Adalah dengan cara mengidentifikasi langkah-langkah manajemen karier yang melibatkan, penilaian diri (minat, bakat, nilai), menetapkan tujuan karier (SMART), riset peluang, menyusun rencana aksi (pelatihan/networking), dan evaluasi berkala.
8. Dengan pendekatan strategis yang melibatkan perubahan budaya, kebijakan SDM yang transparan, dan pengembangan kepemimpinan. Langkah-langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih adil, memastikan keberlanjutan bisnis, dan meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Renza Tasa -
Nama : Renza Tasa
Npm :2511011099

1.Pengembangan, pelatihan dan karier memiliki keterkaitan yang erat. pelatihan berfokus pada pembiasaan keterampilan untuk pekerjaan saat ini, pengembangan adalah proses jangka panjang untuk meningkatkan potensi karyawan agar siap menghadapi tanggung jawab masa depan, dan karier adalah perjalanan pekerjaan seseorang selama hidup dan pengembangan membatu orang mencapai tujuan kariee terserbut.
2. metode untuk pengembangan karyawan seperti pelatihan, rotasi kerja, proyek khusus, e-learning.
3. ⁠•kepribadian, membantu menempatkan karyawan pada peran yang sesuai dan mengetahui gaya kepemimpinan atau komunikasi dalam sebuah organisasi.
•perilaku kerja, menilai apakah karyawan itu disiplin, baik dalam kerja sama tim, inisiatif, dan bagaimana etika saat bekerja.
•kinerja pekerjaan, melihat hasil pekerjaannya, pencapaian target dan produktivitas.
4. melalui pengalaman, karyawan memperoleh keterampilan teknis, komunikasi, kepemimpinan juga pengambilan keputusan.
5. ⁠-Tujuan yang jelas dan terukur
-Kesesuaian mentor dan mentee
-Komunikasi terbuka dan saling percaya
-Komitmen waktu dari kedua pihak
-Fokus pada pembelajaran dan pengembangan
-Evaluasi berkala terhadap kemajuan
-Dukungan organisasi/manajemen
-Mentoring membantu transfer pengetahuan dan peningkatan karier.
6. Coaching adalah proses membimbing seseorang agar meningkatkan kinerja dan kemampuan.
Manajer biasanya memberikan arahan, umpan balik, target kerja, dan solusi atas hambatan.
Rekan kerja dapat membantu berbagi pengalaman, memberi saran, dan mendukung pembelajaran sehari-hari.
7. Kenali diri, tentukan tujuan, cari peluang, buat rencana, jalankan, evaluasi.
8. ⁠•Glass ceiling: promosi adil dan setara.
•Suksesi: siapkan calon pemimpin.
•Manajer disfungsional: evaluasi, latih, atau ganti.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Naufal Dzaky Arsyadani -
Naufal Dzaky Arsyadani 2511011124

1. Pengembangan terkait pelatihan dan karier dutujukan untuk karyawan melalui pelatihan teknis dan soft skill dengan tujuan untuk meningkatan kemampuan karyawan
2. Metode yang diguanakan dalam pengembangan karyawan adalah melalui analisis kebutuhan pelatihan, survei karyawan, dan evaluasi kinerja
3. Asesmen tipe kepribadian dapat membantu menempatkan karyawan pada peran yang sesuai, asesmen perilaku kerja dapat membantu mengidentifikasi gaya kerja karyawan, dan kinerja pekerjaan menunjukan perbedaan kemampuan setiap karyawan. Ketiga hal tersebut dapat membantu merencanakan pengembangan karyawan secara individual
4. Pengalaman kerja dapat mengembangkan ketarimpilan melalui rotasi jabatan, proyek lintas fungsi, dan tugss sementara agar memaksa karyawan untuk belajar, beradaptasi, dan dapat memecahkan masalah sehingga dengan demikian keterampilan bisa bertambah
5. Prinsip program mentoring yang sukses berupa adanya tujuan yang jelas dan terukur, komitmen waktu rutin, pelatihan bagi mentor, dukungan manajemen, dan evaluasi berkala
6. Manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching dengan memberikan umpan balik langsung, mengajukan pertanyaan reflektif, mendemonstrasikan keterampilan, memberikan dorongan, menetapkan tujuan jangka pendek, serta menciptakan ruang aman untuk mencoba dan belajar dari kesalahan
7. Langkah proses manajemen karier penilaian diri berupa minat, nilai, kompetensi ,eksplorasi peluang karier internal, penetapan tujuan karier, penyusunan rencana aksi, implementasi
8. Organisasi menghadapi tantangan dengan untuk glass ceiling menerapkan mentoring dan sponsor bagi kelompok minoritas, audit keberagaman untuk perencanaan suksesi membangun talent pipeline dan talent review berkala
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by April Liana Ayu Elita -
Nama : April Liana Ayu Elita
NPM : 2511011058

JAWABAN
1. Pengembangan terkait pelatihan dan karier. Dalam pelatihan atau training fokus pada penguasaan keterampilan dalam bidang pekerjaan yang akan di tempuhnya sedangkan karier bersifat berkelanjutan, seperti menjadi jenjang untuk menempuh karier melalui pengalaman yang telah diambil sebelumnya. Pengembangannya seperti menyiapkan diri untuk masa yang akan datang.

2. Organisasi menggunakan banyak metode untuk pengembangan karyawan, yang bertujuan meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kinerja untuk pertumbuhan karier serta mencapai tujuan perusahaan. Metode organisasi yang dilakukan untuk pengembangan karyawan antaranya : on-the-job training (di tempat kerja) yang memungkinkan calon karyawan belajar langsung mengenai pekerjaannya dan off-the-job training (luar tempat kerja) yang dilakukan diluar dari lingkungan kerja sehari hari atau yang akan di pekerjakannya.

3. Organisasi mengintegrasikan hasil asesmen kepribadian, perilaku, dan kinerja untuk menciptakan rencana pengembangan yang personal dan strategis bagi setiap karyawan. 1. melalui kepribadian, organisi dapat mengetahui kira kira kepribadian dari si calon karyawan masuk atau tidak dengan pekerjaan yang akan di tempuhnya, juga untuk mengidentifikasi gaya komunikasi dan potensi. 2. perilaku berfokus pada bagaimana seseorang berperilaku di lingkungan kerja dan berinteraksi dengan tim. 3. Kinerja dilakukan untuk mengukur kontribusi nyata dan keberhasilan karyawan dalam mencapai tujuan organisasi.

4. Pengalaman kerja dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan melalui kebiasaan apa yang dilakukannya, di mana seseorang akan cenderung lebih memahami dan menguasai sesuatu dari kebiasaan yang dilakukan, serta jauh lebih mahir karena berperan langsung bukan hanya teori. Maka dari itu mengapa pengalaman dapat memengaruhi keterampilan karena dari kebiasaan itu sendiri.

5. Penetapan Tujuan yang Jelas : Program yang efektif dimulai dengan tujuan spesifik yang ingin dicapai, baik itu peningkatan keterampilan teknis, pengembangan kepemimpinan, atau persiapan promosi. Selanjutnya ada Struktur dan Komitmen yang Terencana : adanya jadwal reguler dan agenda yang jelas untuk setiap sesi.

6. dengan cara yang berbeda namun saling melengkapi, berfokus pada pemberdayaan individu untuk menemukan solusi mereka sendiri daripada sekadar memberi instruksi.

7. Proses ini biasanya mengikuti siklus berikut:
- ​Self-Assessment: Karyawan mengidentifikasi minat dan kemampuannya.
- ​Reality Check: Perusahaan memberikan umpan balik tentang bagaimana mereka melihat potensi karyawan tersebut.
- ​Goal Setting: Penetapan tujuan karier jangka pendek dan panjang.
- ​Action Planning: Menyusun langkah nyata (pelatihan, proyek, dll) untuk mencapai tujuan tersebut.

8. Organisasi menangani masalah kompleks dengan cara berikut:
- ​Glass Ceiling (Hambatan Karier): Melalui program keberagaman, kuota kepemimpinan bagi kelompok minoritas, dan akses mentoring yang setara.
- ​Perencanaan Suksesi (Succession Planning): Mengidentifikasi dan melatih "karyawan berpotensi tinggi" (High Potential) sejak dini untuk menggantikan posisi kunci di masa depan.
- ​Manajer Disfungsional: Memberikan pelatihan kepemimpinan, konseling, atau dalam kasus ekstrem, memindahkan manajer tersebut ke posisi individu yang tidak membawahi orang lain.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Zaky Dzimar -
1. Proses pengembangan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan dan motivasi tenaga kerja untuk mendukung karier jangka panjang.

2. Dapat dilakukan dengan kebijakan struktur yang diterapkan HR (coaching, rotasi jabatan,dll).

3. Secara integritas, perusahaan menciptakan rencana pengembangan karyawan yang personal, strategis dan berbasis data.

4. Hal ini mengatasi individu untuk menerapkan teori ke dalam praktik, mempengaruhi metode pekerjaan baru dan meningkatkan kompetensi profesional secara berkelanjutan.

5. hal yang mengedepankan kepercayaan, tujuan yang terukur, dan komitmen dua arah antara mentor-mentee, prinsip utama nya yaitu kejelasan tujuan, komunikasi, struktur yang jelas, serta pengembangan kemandirian.

6. berfokus pada peningkatan kinerja, penggalian potensi, dan pencarian solusi yang mandiri melalui dialog terstruktur.

7. Melibatkan penilaian diri, penetapan tujuan, pengembangan kemampuan dan evaluasi berkelanjutan.

8. Implementasi kebijakan inklusif, dan mentorship dan sponsor merupakan salah dua cara untuk menghadapi tantangan glass ceiling, perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional yang menghambat perempuan atau minoritas untuk dapat naik jabatan/sukses dalam suatu organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Fardan Afratama -
Nama: Fardan Afratama
Npm: 2551011048

1. -Pelatihan (Training): Fokus pada pekerjaan saat ini (jangka pendek) untuk memperbaiki kurangnya keterampilan teknis.

​-Pengembangan (Development): Fokus pada masa depan (jangka panjang) untuk menyiapkan karyawan menghadapi tanggung jawab baru yang lebih besar.

​-Karier: Posisi dan pengalaman yang dilalui karyawan. Pengembangan memberikan "bekal" bagi karyawan untuk proses karirnya.
2. Mengidentifikasi metode pengembangan karyawan yang digunakan organisasi dapat dilakukan melalui:1.training atau pelatihan 2.magang 3.rotasi kerja 4.Workshop (komite) atau Membuat Kelompok Kerja.
3. Tipe Kepribadian (e.g., MBTI, Big Five): Mengidentifikasi kecenderungan cara bekerja, berkomunikasi, dan bereaksi terhadap stres.

Perilaku Kerja: Mengukur kompetensi interpersonal dan kepemimpinan melalui umpan balik 360 derajat.

Kinerja Pekerjaan: Menilai kekuatan dan kelemahan saat ini untuk menentukan area mana yang perlu ditingkatkan agar karyawan siap naik jabatan.
4. Keterampilan berkembang melalui:
Job Enlargement: Menambah tugas baru pada posisi yang sama.

Job Rotation: Memindahkan karyawan antar departemen untuk memahami gambaran besar bisnis.

Proyek Khusus: Memberikan tugas yang menantang (misal: menangani krisis atau membuka cabang baru) yang memaksa karyawan keluar dari zona nyaman.
5. Kecocokan (Pairing): Mentor dan mentee harus memiliki visi dan kepribadian yang selaras.

Kerahasiaan: Membangun kepercayaan agar mentee berani terbuka mengenai kelemahannya.

Tujuan yang Jelas: Memiliki target apa yang ingin dicapai dalam periode tertentu.

Dukungan Organisasi: Memberikan waktu dan sumber daya bagi kedua pihak untuk bertemu.
6. Manajer dan rekan kerja berperan sebagai pelatih dengan cara:

Memberikan Umpan Balik: Menunjukkan apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki secara rutin (bukan hanya saat evaluasi tahunan).

Mengajukan Pertanyaan: Alih-alih memberi jawaban, coach bertanya untuk memicu proses berpikir kritis karyawan.

Memberikan Dukungan: Membantu karyawan menemukan sumber daya atau koneksi yang dibutuhkan untuk sukses.
7. Self-Assessment: Karyawan mengidentifikasi minat, nilai, dan keterampilannya.

Reality Check: Organisasi memberikan umpan balik tentang bagaimana mereka melihat potensi karyawan tersebut.

Goal Setting: Menetapkan tujuan karier jangka pendek dan panjang.

Action Planning: Menyusun langkah nyata (pelatihan, proyek, atau sekolah lagi) untuk mencapai tujuan tersebut.

8. Glass Ceiling: Menghapus hambatan bagi wanita dan minoritas melalui kebijakan keberagaman (DEI) dan program mentoring khusus.

Mengidentifikasi dan melatih "bakat tinggi" sejak dini untuk memastikan posisi kunci selalu memiliki pengganti siap pakai.

Melakukan program pengembangan kepemimpinan, konseling psikologis, atau dalam kasus ekstrem, melakukan terminasi/mutasi jika perilaku toksik merusak tim.