གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ lidya indah prayoga

LEADERSHIP R25B 2026 -> Responsi sesi 2 -> responsi 2 -> Re: responsi 2

lidya indah prayoga གིས-
Lidya Indah Prayoga
2511011120

1.Kepemimpinan berkembang melalui pengalaman, baik dari keberhasilan maupun kegagalan. Dari pengalaman, kita belajar mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan memimpin orang lain.
2.AOR adalah proses belajar melalui tindakan, pengamatan, dan refleksi. Kita melakukan tindakan, melihat hasilnya, lalu mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki.
3.Persepsi, bias, dan mindset memengaruhi cara pemimpin melihat masalah dan mengambil keputusan. Pola pikir yang terbuka membantu pemimpin lebih objektif dan menerima perbedaan.
4.Dengan mengevaluasi pengalaman, melihat kesalahan dan keberhasilan, lalu mencari cara untuk memperbaikinya pada tindakan berikutnya.
5.Dengan menganggap kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar, mau menerima kritik dan saran, serta menggunakan umpan balik untuk memperbaiki diri.

LEADERSHIP R25B 2026 -> RESPONSI SESI 1 -> Responsi 1 -> Re: Responsi 1

lidya indah prayoga གིས-
Lidya Indah Prayoga
2511011120

1. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan, memengaruhi, dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
2. Tidak. Pemimpin yang sukses belum tentu memiliki atau memahami teori kepemimpinan. Kesuksesan bisa didapat dari pengalaman dan kemampuan dalam memimpin.
3. Tidak sepenuhnya, karena kepemimpinan tidak cukup hanya dipelajari dari teori atau penelitian. Kepemimpinan juga harus didasari oleh pengalaman, karena dari pengalaman seseorang bisa belajar menghadapi berbagai situasi dan orang yang berbeda.
4. Cara meningkatkan kemampuan kepemimpinan yaitu banyak belajar dari pengalaman, meningkatkan komunikasi, mau mendengarkan orang lain, menerima kritik, dan belajar dari pemimpin yang baik.
Lidya Indah Prayoga
2511011120

1. Pengaruh pertumbuhan bisnis internasional terhadap SDM
Perusahaan membutuhkan karyawan yang mampu bekerja dengan budaya dan bahasa yang berbeda serta memahami pasar global.
2. Faktor yang memengaruhi SDM internasional
Budaya, hukum ketenagakerjaan, bahasa, kondisi ekonomi, dan sistem pendidikan tiap negara.
3. Pengaruh perbedaan antarnegara terhadap perencanaan HR
Perbedaan aturan kerja, budaya, dan kebutuhan tenaga kerja membuat perusahaan harus menyesuaikan kebijakan SDM di setiap negara.
4. Pemilihan dan pelatihan SDM global
Perusahaan memilih karyawan yang memiliki kemampuan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi. Setelah itu diberikan pelatihan bahasa, budaya, dan pekerjaan.
5. Tantangan manajemen kinerja dan kompensasi
Perusahaan sulit menyamakan standar penilaian kerja dan pemberian gaji karena biaya hidup dan budaya tiap negara berbeda.
6. Persiapan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan
Perusahaan memberikan pelatihan budaya, bahasa, dan penyesuaian lingkungan kerja sebelum berangkat, lalu membantu manajer beradaptasi kembali saat pulang ke negara asal.

MSDM R25A Genap 2026 -> RESPONSI SESI 13 -> RESPONSI 13 -> Re: RESPONSI 13

lidya indah prayoga གིས-
1.Peran serikat pekerja dan hubungan perburuhan
Serikat pekerja membantu memperjuangkan hak dan kesejahteraan karyawan. Hubungan perburuhan menjaga hubungan baik antara pekerja dan perusahaan.
2.Tujuan hubungan perburuhan
•Manajemen: meningkatkan produktivitas dan mengurangi konflik.
•Serikat pekerja: melindungi hak pekerja.
•Masyarakat: menciptakan ketenangan dan kesejahteraan sosial.

3.Hukum dan regulasi hubungan perburuhan
Hukum mengatur hak dan kewajiban pekerja serta perusahaan, seperti upah, jam kerja, dan keselamatan kerja.
4.Proses organisasi serikat pekerja
Dimulai dari membentuk anggota, memilih pengurus, lalu menjalankan kegiatan untuk memperjuangkan hak pekerja.
5.Proses negosiasi kontrak
Manajemen dan serikat pekerja berdiskusi tentang gaji, jam kerja, dan hak pekerja sampai mencapai kesepakatan.
6.Proses administrasi kontrak kerja
Meliputi pembuatan, penyimpanan, dan pengawasan kontrak kerja agar sesuai aturan.
7.Pendekatan baru hubungan perburuhan dan manajemen
Lebih fokus pada kerja sama, komunikasi terbuka, dan kesejahteraan karyawan.
Lidya Indah Prayoga
2511011120

1. Asas Keadilan Gaji
• Keadilan Internal: Gaji harus adil antar rekan kerja. Jabatan dengan tanggung jawab lebih besar harus dibayar lebih tinggi.
• Keadilan Eksternal: Gaji harus adil dibanding pasar. Gaji yang ditawarkan harus bersaing dengan perusahaan lain agar karyawan tidak pindah.
2. Kepatuhan Hukum (Legalitas)
• Cek Upah Minimum: Pastikan gaji tidak di bawah standar pemerintah (UMP/UMK).
• Buat Struktur & Skala Upah (SUSU): Perusahaan wajib punya dokumen resmi yang mengatur urutan gaji dari level bawah sampai atas.
• Proporsi Gaji: Gaji pokok minimal harus 75% dari total gaji (pokok + tunjangan tetap).
3. Menciptakan Struktur Gaji yang Efektif
1.Urutkan Jabatan: Kelompokkan posisi mana yang paling berat/penting.
2.Buat Golongan (Grading): Masukkan posisi yang setara ke dalam satu golongan (misalnya: Staff, Supervisor, Manager).
3.Tentukan Batas Atas & Bawah: Setiap golongan punya batas gaji minimal (untuk pemula) dan maksimal (untuk yang sudah senior).
4.Update Rutin: Sesuaikan gaji setiap tahun dengan kenaikan harga barang (inflasi) dan kondisi ekonomi.