Nama: Fedia Arianti
NPM: 2511011092
1. Kredibilitas kepemimpinan dibangun melalui dua hal, yaitu keahlian dan kepercayaan. Keahlian berarti pemimpin menguasai topik, memiliki kompetensi, serta memahami organisasi dan bidang yang dipimpinnya. Sementara itu, kepercayaan dibangun dengan memiliki prinsip yang kuat, menjaga informasi rahasia, berani menyampaikan keyakinan, serta menepati janji dan komitmen.
2. Caranya dengan fokus memahami pembicara, tidak memotong pembicaraan, merangkum kembali pesan dengan kata-kata sendiri, dan memperhatikan perilaku nonverbal. Perilaku nonverbal dapat dilihat dari volume dan nada suara, kecepatan berbicara, ekspresi wajah, postur, serta gerakan tubuh.
3. Pemimpin perlu memahami sudut pandang orang lain dan tidak langsung menyalahkan atau membela diri ketika menerima kritik. Keluhan harus dipahami terlebih dahulu sebelum memberikan penjelasan. Pemimpin juga sebaiknya menghindari respons seperti “Ya, tapi” karena dapat membuat dirinya terlihat defensif dan membuat anggota tim enggan menyampaikan kritik atau informasi yang tidak menyenangkan.
4. Prinsip Pareto berarti sekitar 80% hasil dapat berasal dari 20% aktivitas atau penyebab utama. Penerapannya dilakukan dengan mengidentifikasi pekerjaan yang memberikan dampak paling besar, mengurangi atau mendelegasikan pekerjaan yang berdampak rendah, kemudian memusatkan waktu dan energi pada pekerjaan yang paling penting.
5. Analisis dilakukan dengan terlebih dahulu mendefinisikan masalah secara tepat agar tidak salah menganggap gejala sebagai penyebab. Fishbone digunakan untuk melihat hubungan sebab-akibat dan menemukan penyebab masalah. Force Field digunakan untuk melihat faktor yang mendorong dan menghambat perubahan. Sedangkan NGT dilakukan dengan meminta anggota menuliskan ide secara mandiri sebelum dibahas bersama sehingga dapat menghasilkan solusi yang lebih terstruktur dan kreatif.
6. Kreativitas dapat ditingkatkan dengan melibatkan anggota dalam pemecahan masalah, menyediakan waktu dan sumber daya yang cukup, serta mengurangi tekanan waktu yang berlebihan. Selain itu, masalah dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda atau menggunakan analogi. Kreativitas juga dapat dikembangkan melalui perbaikan kecil yang dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya menunggu ide besar.
7. Motivasi adalah dorongan yang memberikan arah, intensitas, dan ketekunan pada perilaku seseorang. Pemimpin berperan dalam meningkatkan motivasi dengan membangun hubungan dan memberikan perhatian, memberikan penghargaan atas pencapaian, menetapkan tujuan yang jelas, serta memberikan umpan balik yang konstruktif. Namun, motivasi yang tinggi tetap membutuhkan kemampuan, keterampilan, dan sumber daya yang memadai agar menghasilkan kinerja yang baik.
8. Ada lima pendekatan motivasi, yaitu pendekatan motif atau kebutuhan, orientasi pencapaian, penetapan tujuan, pendekatan operan, dan pemberdayaan. Pendekatan kebutuhan melihat kebutuhan individu sebagai pendorong kerja, orientasi pencapaian berfokus pada prestasi, penetapan tujuan memberikan target yang jelas, pendekatan operan menggunakan reward dan punishment, sedangkan pemberdayaan memberikan kepercayaan dan kebebasan dalam mengambil keputusan.
9. Pemimpin dapat menerapkannya dengan memastikan seluruh anggota memahami tujuan dan sasaran tim, memperjelas peran serta tanggung jawab masing-masing, menetapkan harapan kinerja yang tinggi, dan memberikan keleluasaan dalam mengambil keputusan. Selain itu, penghargaan dapat dikaitkan dengan pencapaian tujuan tim agar anggota terdorong meningkatkan kinerjanya.
10. Grit adalah kombinasi antara ketekunan dan semangat untuk terus berusaha mencapai tujuan jangka panjang meskipun menghadapi kesulitan dan hambatan. Grit penting karena membantu seseorang tetap berusaha dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah dalam mencapai tujuan.
NPM: 2511011092
1. Kredibilitas kepemimpinan dibangun melalui dua hal, yaitu keahlian dan kepercayaan. Keahlian berarti pemimpin menguasai topik, memiliki kompetensi, serta memahami organisasi dan bidang yang dipimpinnya. Sementara itu, kepercayaan dibangun dengan memiliki prinsip yang kuat, menjaga informasi rahasia, berani menyampaikan keyakinan, serta menepati janji dan komitmen.
2. Caranya dengan fokus memahami pembicara, tidak memotong pembicaraan, merangkum kembali pesan dengan kata-kata sendiri, dan memperhatikan perilaku nonverbal. Perilaku nonverbal dapat dilihat dari volume dan nada suara, kecepatan berbicara, ekspresi wajah, postur, serta gerakan tubuh.
3. Pemimpin perlu memahami sudut pandang orang lain dan tidak langsung menyalahkan atau membela diri ketika menerima kritik. Keluhan harus dipahami terlebih dahulu sebelum memberikan penjelasan. Pemimpin juga sebaiknya menghindari respons seperti “Ya, tapi” karena dapat membuat dirinya terlihat defensif dan membuat anggota tim enggan menyampaikan kritik atau informasi yang tidak menyenangkan.
4. Prinsip Pareto berarti sekitar 80% hasil dapat berasal dari 20% aktivitas atau penyebab utama. Penerapannya dilakukan dengan mengidentifikasi pekerjaan yang memberikan dampak paling besar, mengurangi atau mendelegasikan pekerjaan yang berdampak rendah, kemudian memusatkan waktu dan energi pada pekerjaan yang paling penting.
5. Analisis dilakukan dengan terlebih dahulu mendefinisikan masalah secara tepat agar tidak salah menganggap gejala sebagai penyebab. Fishbone digunakan untuk melihat hubungan sebab-akibat dan menemukan penyebab masalah. Force Field digunakan untuk melihat faktor yang mendorong dan menghambat perubahan. Sedangkan NGT dilakukan dengan meminta anggota menuliskan ide secara mandiri sebelum dibahas bersama sehingga dapat menghasilkan solusi yang lebih terstruktur dan kreatif.
6. Kreativitas dapat ditingkatkan dengan melibatkan anggota dalam pemecahan masalah, menyediakan waktu dan sumber daya yang cukup, serta mengurangi tekanan waktu yang berlebihan. Selain itu, masalah dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda atau menggunakan analogi. Kreativitas juga dapat dikembangkan melalui perbaikan kecil yang dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya menunggu ide besar.
7. Motivasi adalah dorongan yang memberikan arah, intensitas, dan ketekunan pada perilaku seseorang. Pemimpin berperan dalam meningkatkan motivasi dengan membangun hubungan dan memberikan perhatian, memberikan penghargaan atas pencapaian, menetapkan tujuan yang jelas, serta memberikan umpan balik yang konstruktif. Namun, motivasi yang tinggi tetap membutuhkan kemampuan, keterampilan, dan sumber daya yang memadai agar menghasilkan kinerja yang baik.
8. Ada lima pendekatan motivasi, yaitu pendekatan motif atau kebutuhan, orientasi pencapaian, penetapan tujuan, pendekatan operan, dan pemberdayaan. Pendekatan kebutuhan melihat kebutuhan individu sebagai pendorong kerja, orientasi pencapaian berfokus pada prestasi, penetapan tujuan memberikan target yang jelas, pendekatan operan menggunakan reward dan punishment, sedangkan pemberdayaan memberikan kepercayaan dan kebebasan dalam mengambil keputusan.
9. Pemimpin dapat menerapkannya dengan memastikan seluruh anggota memahami tujuan dan sasaran tim, memperjelas peran serta tanggung jawab masing-masing, menetapkan harapan kinerja yang tinggi, dan memberikan keleluasaan dalam mengambil keputusan. Selain itu, penghargaan dapat dikaitkan dengan pencapaian tujuan tim agar anggota terdorong meningkatkan kinerjanya.
10. Grit adalah kombinasi antara ketekunan dan semangat untuk terus berusaha mencapai tujuan jangka panjang meskipun menghadapi kesulitan dan hambatan. Grit penting karena membantu seseorang tetap berusaha dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah dalam mencapai tujuan.