Nama: Joanna Jesseca E
NPM: 2511011039
1. Kredibilitas kepemimpinan dibangun melalui dua hal, yaitu keahlian dan kepercayaan. Keahlian enguasai topik, memiliki kompetensi, serta memahami organisasii, sedangkan kepercayaan ditunjukkan dengan prinsip yang kuatt, menjaga rahasia, dan jugaa menepati komitmen.
2. Dapat dilakukan dengan mendengarkan secara aktiff, tidak memotong pembicaraan, merangkum pesan dengan menggunakan kata-kata sendiri, dan juga jangan lupa untuk memperhatikan perilaku nonverbal seperti nada suara, ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan juga postur.
3. Dengan memahami sudut pandang orang lain, tidak langsung menyalahkan atau membela dirii, serta memahami keluhan sebelum memberikan penjelasann. Hal ini membantu menjaga iklim kerja tim tetap positif.
4. Prinsip Pareto 80/20 diterapkan dengan mengidentifikasi sekitar 20% aktivitas yang memberikan dampak terbesar, mengurangi atau mendelegasikan pekerjaan berdampak rendah, lalu memusatkan energi pada hal-hal yang paling penting.
5. Dapat dilakukan dengan beberapa metode: Fishbone untuk melihat hubungan sebab-akibat, Force Field untuk mengidentifikasi kekuatan pendorong dan penghambat perubahan, serta NGT untuk mengumpulkan ide secara terstruktur dari anggota kelompok.
6. Meningkatkan kreativitas itu dapat dilakukan dengan melibatkan anggota, menyediakan waktu dan sumber daya yang cukup, mengurangi tekanan waktu berlebihan, melihat masalah dari sudut pandang baru, serta melakukan perbaikan kecil secara terus-menerus.
7. Motivasi adalah dorongan yang memberi arahh, intensitas, dan ketekunan pada perilaku seseorangg. Pemimpin berperan memotivasi dengan membangun hubungann, memberi penghargaan, menetapkan tujuan yang jelas, dan jugaa memberikan umpan balik yang konstruktif.
8. Pendekatan motivasi meliputi motif atau kebutuhan, orientasi pencapaiann, penetapan tujuan, pendekatan operan melalui reward dan punishmentt, serta pemberdayaan dengan memberikan kepercayaan dan keleluasaan dalam mengambil keputusan.
9. Strategi motivasi dalam tim bisaa dilakukan dengan memastikan tujuan dan sasaran dipahami bersama, memperjelass peran dan tanggung jawab, menetapkan harapan kinerja yang tinggi, sertaa memberikan keleluasaan dan reward berdasarkan pencapaian tujuan tim.
10. Grit atau ketekunan pentingg, karena merupakan kombinasi ketekunan dan semangat untuk terus berusaha mencapai tujuan jangka panjang meskipun menghadapi kesulitan dan hambatan.
NPM: 2511011039
1. Kredibilitas kepemimpinan dibangun melalui dua hal, yaitu keahlian dan kepercayaan. Keahlian enguasai topik, memiliki kompetensi, serta memahami organisasii, sedangkan kepercayaan ditunjukkan dengan prinsip yang kuatt, menjaga rahasia, dan jugaa menepati komitmen.
2. Dapat dilakukan dengan mendengarkan secara aktiff, tidak memotong pembicaraan, merangkum pesan dengan menggunakan kata-kata sendiri, dan juga jangan lupa untuk memperhatikan perilaku nonverbal seperti nada suara, ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan juga postur.
3. Dengan memahami sudut pandang orang lain, tidak langsung menyalahkan atau membela dirii, serta memahami keluhan sebelum memberikan penjelasann. Hal ini membantu menjaga iklim kerja tim tetap positif.
4. Prinsip Pareto 80/20 diterapkan dengan mengidentifikasi sekitar 20% aktivitas yang memberikan dampak terbesar, mengurangi atau mendelegasikan pekerjaan berdampak rendah, lalu memusatkan energi pada hal-hal yang paling penting.
5. Dapat dilakukan dengan beberapa metode: Fishbone untuk melihat hubungan sebab-akibat, Force Field untuk mengidentifikasi kekuatan pendorong dan penghambat perubahan, serta NGT untuk mengumpulkan ide secara terstruktur dari anggota kelompok.
6. Meningkatkan kreativitas itu dapat dilakukan dengan melibatkan anggota, menyediakan waktu dan sumber daya yang cukup, mengurangi tekanan waktu berlebihan, melihat masalah dari sudut pandang baru, serta melakukan perbaikan kecil secara terus-menerus.
7. Motivasi adalah dorongan yang memberi arahh, intensitas, dan ketekunan pada perilaku seseorangg. Pemimpin berperan memotivasi dengan membangun hubungann, memberi penghargaan, menetapkan tujuan yang jelas, dan jugaa memberikan umpan balik yang konstruktif.
8. Pendekatan motivasi meliputi motif atau kebutuhan, orientasi pencapaiann, penetapan tujuan, pendekatan operan melalui reward dan punishmentt, serta pemberdayaan dengan memberikan kepercayaan dan keleluasaan dalam mengambil keputusan.
9. Strategi motivasi dalam tim bisaa dilakukan dengan memastikan tujuan dan sasaran dipahami bersama, memperjelass peran dan tanggung jawab, menetapkan harapan kinerja yang tinggi, sertaa memberikan keleluasaan dan reward berdasarkan pencapaian tujuan tim.
10. Grit atau ketekunan pentingg, karena merupakan kombinasi ketekunan dan semangat untuk terus berusaha mencapai tujuan jangka panjang meskipun menghadapi kesulitan dan hambatan.