གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Resti Apriliyani

ASESMEN2026 -> Diskusi

Resti Apriliyani གིས-
Nama : Resti Apriliyani
NPM : 2523031007

1. Pengukuran
Perbedaan:
Pengukuran adalah proses mengumpulkan data hasil belajar peserta didik dalam bentuk angka atau skor melalui tes atau instrumen tertentu. Sifatnya kuantitatif.
Urgensi:
Pengukuran penting karena menjadi dasar objektif untuk mengetahui tingkat pencapaian belajar. Tanpa pengukuran, guru tidak memiliki data konkret tentang hasil belajar.

2. Penilaian
Perbedaan:
Penilaian adalah proses menafsirkan hasil pengukuran untuk mengetahui kualitas atau makna dari skor yang diperoleh (baik, cukup, kurang, tuntas, belum tuntas). Sifatnya kuantitatif dan kualitatif.
Urgensi:
Penilaian membantu guru memahami sejauh mana kompetensi telah tercapai serta memberikan umpan balik kepada peserta didik untuk perbaikan belajar.

3. Evaluasi
Perbedaan:
Evaluasi adalah proses menyeluruh untuk mengambil keputusan berdasarkan hasil penilaian, baik terhadap peserta didik, proses pembelajaran, maupun program pendidikan.
Urgensi:
Evaluasi penting untuk menentukan tindak lanjut, seperti perbaikan metode, remedial, pengayaan, atau revisi program agar kualitas pembelajaran meningkat.
Nama : Resti Apriliyani
NPM : 2523031007

1. Pengukuran → proses mengumpulkan data secara kuantitatif (biasanya berupa angka/skor).
Contoh: nilai ulangan 80.
2. Penilaian → proses menafsirkan hasil pengukuran untuk mengetahui kualitas atau tingkat pencapaian.
Contoh: nilai 80 berarti “baik”.
3. Evaluasi → proses menyeluruh untuk mengambil keputusan berdasarkan hasil penilaian.
Contoh: menentukan apakah pembelajaran sudah efektif atau perlu perbaikan.

ASESMEN2026 -> SUMMARY VIDEO

Resti Apriliyani གིས-
Nama : Resti Apriliyani
NPM : 2523031007

Video tersebut menjelaskan perbedaan dan keterkaitan antara tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi dalam konteks pendidikan.
- Tes adalah alat atau instrumen yang digunakan untuk mengetahui kemampuan, pengetahuan, atau keterampilan peserta didik. Tes biasanya berupa soal atau tugas yang harus dikerjakan dan menghasilkan skor sebagai bentuk hasil langsung.
- Pengukuran adalah proses pemberian angka terhadap hasil tes berdasarkan aturan atau kriteria tertentu. Melalui pengukuran, hasil belajar yang sebelumnya bersifat kualitatif diubah menjadi data kuantitatif sehingga dapat dibandingkan dan dianalisis secara lebih objektif.
- Penilaian merupakan proses yang lebih luas daripada pengukuran. Penilaian tidak hanya mengumpulkan hasil tes, tetapi juga menafsirkan dan memberi makna terhadap data tersebut untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian dapat dilakukan melalui berbagai teknik, seperti tes, observasi, penugasan, maupun portofolio.
- Evaluasi adalah tahap paling menyeluruh karena melibatkan pengambilan keputusan berdasarkan hasil penilaian. Evaluasi digunakan untuk menentukan keberhasilan pembelajaran, efektivitas metode yang digunakan, serta langkah perbaikan yang perlu dilakukan.

Kesimpulannya, tes menghasilkan data, pengukuran memberi angka pada data tersebut, penilaian menafsirkan hasilnya, dan evaluasi digunakan untuk mengambil keputusan demi peningkatan kualitas pembelajaran.

DMP2025 -> Summary Video

Resti Apriliyani གིས-
Nama : Resti Apriliyani
NPM : 2523031007

Simpulan tentang model desain pembelajaran ASSURE dapat dipahami melalui karakteristik utamanya sebagai model yang praktis, fleksibel, dan sangat dekat dengan kebutuhan guru di kelas. Model ASSURE menekankan pentingnya analisis peserta didik, penetapan tujuan yang jelas, pemilihan dan penggunaan media secara tepat, pelibatan aktif siswa, serta evaluasi yang berkelanjutan. Fokus utamanya terletak pada bagaimana guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan memanfaatkan teknologi atau media pembelajaran secara efektif.

ASSURE berbeda dengan model ADDIE dan Dick & Carey dalam tingkat kepadatan proses perancangan. Jika ADDIE menawarkan kerangka desain yang luas dan bersifat generik dengan lima tahapan besar (analysis, design, development, implementation, evaluation), maka ASSURE lebih langsung mengarah pada praktik pembelajaran harian dan integrasi media. ADDIE memberikan fondasi konseptual bagi desain instruksional, tetapi tidak terlalu teknis dan detail dalam petunjuk pelaksanaan. Sedangkan model Dick & Carey memandang pembelajaran sebagai sebuah sistem yang kompleks dan saling berkaitan. Model ini lebih terstruktur dan rinci, dengan langkah-langkah mulai dari identifikasi tujuan, analisis instruksional, analisis pembelajar, pengembangan evaluasi, hingga revisi desain. Dick & Carey sangat cocok digunakan untuk menyusun program atau modul pembelajaran yang formal dan mendalam, karena setiap tahap dirancang secara sistematis.

Jika ketiganya dibandingkan, ASSURE adalah model yang paling aplikatif untuk guru yang membutuhkan panduan praktis dalam merencanakan pembelajaran interaktif, terutama ketika penggunaan media dan aktivitas siswa menjadi prioritas. ADDIE lebih tepat digunakan sebagai kerangka umum untuk berbagai jenis pengembangan program pembelajaran. Sementara Dick & Carey memberikan arahan yang lengkap, teknis, dan sistematis, tetapi cenderung memerlukan waktu dan analisis yang lebih mendalam.

Secara keseluruhan, ASSURE dapat disimpulkan sebagai model yang unggul dalam praktik kelas, ADDIE unggul sebagai kerangka dasar yang fleksibel, dan Dick & Carey unggul dalam menyusun desain pembelajaran yang sangat terstruktur dan terencana. Ketiganya dapat digunakan secara saling melengkapi sesuai kebutuhan, tujuan, dan konteks pembelajaran.