Kiriman dibuat oleh Afita Nurmala Sari

AKM C2025 -> Diskusi

oleh Afita Nurmala Sari -
nama : afita nurmala sari
npm :2453031006

A. Pengelolaan laba adalah manipulasi sengaja terhadap angka laba oleh manajemen untuk memberikan kesan kinerja yang lebih baik. Tindakan ini menurunkan kualitas laba, yaitu kemampuannya untuk secara akurat mencerminkan kinerja ekonomi perusahaan yang sebenarnya. Laba yang berkualitas tinggi bersifat berkesinambungan, transparan, dan dapat diprediksi. Pengelolaan laba, melalui percepatan/penundaan pendapatan/biaya atau manipulasi estimasi, membuat laba tidak mencerminkan realitas, mengelabui investor, dan merusak kepercayaan pasar.

B. Kita harus berhati-hati menggunakan angka laba dari laporan laba-rugi karena disusun berdasarkan prinsip akrual, bukan kas. Prinsip akrual mengakui pendapatan saat diperoleh dan beban saat terjadi, yang bisa berbeda jauh dari pergerakan kas sebenarnya. Akibatnya, laba bersih belum tentu mencerminkan arus kas perusahaan.

Penerapan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum (GAAP) pada laporan laba-rugi bertujuan untuk:
Keterbandingan: Memungkinkan perbandingan antar perusahaan.
Relevansi: Menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan.
Keterandalan: Memastikan informasi bebas dari kesalahan.
Konsistensi: Memungkinkan pelacakan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu.

GAAP menyediakan standar bersama untuk membuat laporan keuangan lebih kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, ruang untuk pengelolaan laba tetap ada, sehingga kewaspadaan dan analisis kritis terhadap angka laba sangat penting.

AKM C2025 -> Diskusi

oleh Afita Nurmala Sari -
nama :afita nurmala sari
npm : 2453031006

1. Transaksi: Tahap pertama adalah pencatatan setiap transaksi yang melibatkan uang atau sumber daya perusahaan. Ini mencakup pembelian, penjualan, pembayaran, dan penerimaan, antara lain.
2. Jurnal: Di sini, transaksi dicatat dalam buku besar sebagai entri jurnal. Setiap entri memiliki dua sisi: debit dan kredit, sesuai dengan prinsip dasar akuntansi berpasangan.
3. Posting: Data dari entri jurnal dipindahkan ke akun-akun dalam buku besar. Ini menciptakan jejak transaksi di berbagai akun.
4. Neraca Saldo sebelum penyesuaian: Pada tahap ini, perusahaan membuat laporan sementara yang mencantumkan saldo akun-akunnya sebelum melakukan penyesuaian.
5. Penyesuaian: Penyesuaian diperlukan untuk mencatat transaksi yang belum tercatat atau untuk mengoreksi kesalahan. Ini termasuk penyesuaian pendapatan atau biaya yang belum tercatat, depresiasi aset, atau penyisihan kerugian.
6. Neraca Saldo setelah penyesuaian: Setelah penyesuaian, perusahaan membuat laporan sementara baru yang mencerminkan saldo akun-akun setelah penyesuaian. Ini memberikan gambaran yang lebih akurat tentang posisi keuangan.
7. Laporan Keuangan: Pada tahap ini, perusahaan menyusun laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas berdasarkan saldo akun-akun yang sudah disesuaikan.
8. Jurnal Penutup: Setelah laporan keuangan disiapkan, perusahaan menutup akun-akun pendapatan, biaya, dan dividen. Tujuannya adalah memulai siklus baru dengan akun-akun yang bersih.
9. Neraca Saldo setelah penutupan: Ini adalah laporan yang mencerminkan saldo akun-akun setelah penutupan akhir tahun. Ini akan menjadi awal untuk tahun buku berikutnya.
10. Ayat jurnal pembalik: Tahap terakhir melibatkan pencatatan ayat jurnal pembalik pada awal tahun buku baru untuk mengatasi beberapa penyesuaian yang dilakukan di tahun buku sebelumnya.