nama = muhammad khalil fawwaz
npm = 2413031085
Tantangan Otomatisasi dan Blockchain bagi Teori Akuntansi
Teori akuntansi yang berlaku saat ini mengalami kendala terkait kapasitas blockchain dalam menangani data bervolume besar yang memperlambat proses, juga karena ketidakpastian aturan yang masih dalam pengembangan untuk sistem terdesentralisasi. Inovasi otomatisasi AI serta blockchain mengubah cara manual dalam mencatat transaksi menjadi validasi instan lewat smart contracts, yang bisa mengurangi kesalahan manusia, namun menuntut perubahan pada asumsi akuntansi yang ada.
Peluang dan Bahaya Manipulasi di Era Digital
Digitalisasi menawarkan kesempatan untuk meningkatkan efisiensi melalui otomatisasi pencatatan dan pemanfaatan deteksi kecurangan berbasis AI, juga transparansi dari buku besar blockchain yang tak bisa diubah. Meski begitu, ada risiko manipulasi algoritma yang bisa menunda pengakuan beban atau pemalsuan data lewat serangan siber, terutama pada perkiraan rumit, seperti nilai tukar di industri fintech global.
Risiko Etika Akuntan dengan Estimasi AI
Akuntan menghadapi risiko yang berasal dari bias algoritmik yang timbul dari data historis yang tak netral, yang dapat mengganggu objektivitas penilaian profesional, serta minimnya transparansi terkait "kotak hitam" AI yang sulit dipahami. Perlindungan terhadap data sensitif juga menjadi masalah tanpa adanya pengamanan yang memadai, yang mengharuskan akuntan untuk tetap bertanggung jawab atas hasil dari pemakaian AI.
Sikap Profesional terhadap Tekanan Manipulasi
Akuntan profesional wajib menolak segala bentuk tekanan dengan berpegang pada kode etik yang mengutamakan independensi, melaporkan dugaan manipulasi pada pihak berwenang seperti OJK, dan mewujudkan budaya transparan di dalam organisasi. Komitmen etis biasanya lebih kuat pada perusahaan yang berfokus pada kepatuhan, agar terhindar dari sanksi yang bisa berujung pada pencabutan izin audit.
Rekomendasi Audit dan Pengawasan Teknologi Tinggi
Perusahaan dan akuntan publik disarankan menerapkan audit berkelanjutan berbasis AI dan blockchain untuk validasi instan, melatih auditor dalam analisis data besar, serta bekerja sama dengan regulator untuk menetapkan standar baru. Penggunaan machine learning untuk deteksi anomali dan smart contracts dapat menekan biaya sekaligus meningkatkan akurasi.
Adaptasi Standar Pelaporan Keuangan yang Ada
Standar seperti IFRS cukup fleksibel dengan pendekatan berbasis prinsip dan alat digital XBRL untuk pelaporan instan lintas batas, mendukung proses globalisasi dalam fintech. Meski demikian, kompleksitas yang ditimbulkan oleh AI dan blockchain menuntut pengembangan lebih lanjut pada regulasi mengenai privasi dan penipuan digital agar bisa diakomodasi secara menyeluruh.
npm = 2413031085
Tantangan Otomatisasi dan Blockchain bagi Teori Akuntansi
Teori akuntansi yang berlaku saat ini mengalami kendala terkait kapasitas blockchain dalam menangani data bervolume besar yang memperlambat proses, juga karena ketidakpastian aturan yang masih dalam pengembangan untuk sistem terdesentralisasi. Inovasi otomatisasi AI serta blockchain mengubah cara manual dalam mencatat transaksi menjadi validasi instan lewat smart contracts, yang bisa mengurangi kesalahan manusia, namun menuntut perubahan pada asumsi akuntansi yang ada.
Peluang dan Bahaya Manipulasi di Era Digital
Digitalisasi menawarkan kesempatan untuk meningkatkan efisiensi melalui otomatisasi pencatatan dan pemanfaatan deteksi kecurangan berbasis AI, juga transparansi dari buku besar blockchain yang tak bisa diubah. Meski begitu, ada risiko manipulasi algoritma yang bisa menunda pengakuan beban atau pemalsuan data lewat serangan siber, terutama pada perkiraan rumit, seperti nilai tukar di industri fintech global.
Risiko Etika Akuntan dengan Estimasi AI
Akuntan menghadapi risiko yang berasal dari bias algoritmik yang timbul dari data historis yang tak netral, yang dapat mengganggu objektivitas penilaian profesional, serta minimnya transparansi terkait "kotak hitam" AI yang sulit dipahami. Perlindungan terhadap data sensitif juga menjadi masalah tanpa adanya pengamanan yang memadai, yang mengharuskan akuntan untuk tetap bertanggung jawab atas hasil dari pemakaian AI.
Sikap Profesional terhadap Tekanan Manipulasi
Akuntan profesional wajib menolak segala bentuk tekanan dengan berpegang pada kode etik yang mengutamakan independensi, melaporkan dugaan manipulasi pada pihak berwenang seperti OJK, dan mewujudkan budaya transparan di dalam organisasi. Komitmen etis biasanya lebih kuat pada perusahaan yang berfokus pada kepatuhan, agar terhindar dari sanksi yang bisa berujung pada pencabutan izin audit.
Rekomendasi Audit dan Pengawasan Teknologi Tinggi
Perusahaan dan akuntan publik disarankan menerapkan audit berkelanjutan berbasis AI dan blockchain untuk validasi instan, melatih auditor dalam analisis data besar, serta bekerja sama dengan regulator untuk menetapkan standar baru. Penggunaan machine learning untuk deteksi anomali dan smart contracts dapat menekan biaya sekaligus meningkatkan akurasi.
Adaptasi Standar Pelaporan Keuangan yang Ada
Standar seperti IFRS cukup fleksibel dengan pendekatan berbasis prinsip dan alat digital XBRL untuk pelaporan instan lintas batas, mendukung proses globalisasi dalam fintech. Meski demikian, kompleksitas yang ditimbulkan oleh AI dan blockchain menuntut pengembangan lebih lanjut pada regulasi mengenai privasi dan penipuan digital agar bisa diakomodasi secara menyeluruh.