Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093
Inti dari artikel ini adalah perbandingan antara biaya historis dan nilai wajar dalam pengukuran akuntansi serta pengaruhnya terhadap kualitas laporan keuangan. Biaya historis dinilai lebih objektif dan mudah diverifikasi, tetapi kelemahannya kurang relevan karena tidak mencerminkan kondisi ekonomi terkini, terutama saat inflasi atau perubahan besar pada nilai pasar. Sebaliknya, nilai wajar dianggap lebih relevan karena menampilkan nilai yang sesuai harga pasar saat ini, sehingga banyak diadopsi dalam IFRS, misalnya pada instrumen keuangan, properti investasi, dan aset biologis.
Meski demikian, penggunaan nilai wajar juga memiliki keterbatasan, antara lain tingkat subjektivitas yang tinggi jika pasar tidak aktif serta risiko volatilitas yang bisa memperburuk stabilitas, sebagaimana tampak pada masa krisis keuangan. Oleh sebab itu, artikel ini menekankan bahwa tidak ada satu basis pengukuran yang benar-benar sempurna. Kombinasi antara biaya historis dan nilai wajar dinilai sebagai solusi terbaik, di mana nilai wajar lebih tepat digunakan pada instrumen keuangan, sedangkan biaya historis tetap relevan bagi aset non-keuangan tertentu.
Dengan demikian, esensi pembahasan adalah perlunya keseimbangan antara relevansi dan keandalan dalam memilih metode pengukuran, serta kehati-hatian dalam penerapan nilai wajar agar tidak menimbulkan bias maupun pembagian laba yang sebenarnya belum terealisasi.