Posts made by Rulla Alifah

AKM C2025 -> Diskusi

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

a. Pengelolaan laba (earnings management) dapat berdampak pada kualitas laba karena praktik tersebut membuat angka laba yang disajikan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi perusahaan yang sebenarnya. Manajemen bisa memilih metode akuntansi tertentu, mempercepat pengakuan pendapatan, atau menunda pencatatan biaya untuk mencapai target tertentu. Akibatnya, kualitas laba menjadi menurun karena informasi yang dihasilkan menjadi kurang relevan, tidak sepenuhnya andal, bahkan berpotensi menyesatkan pengguna laporan keuangan dalam menilai kinerja perusahaan. Dengan kata lain, semakin besar praktik pengelolaan laba yang bersifat oportunistik, maka semakin rendah pula kualitas laba yang dihasilkan.

b. Kehati-hatian diperlukan dalam menggunakan angka laba pada laporan laba rugi karena laba akuntansi tidak selalu mencerminkan laba ekonomi sesungguhnya. Nilai laba yang tercatat bisa dipengaruhi oleh pemilihan metode akuntansi, estimasi maupun asumsi manajemen, serta kemungkinan adanya praktik earnings management. Kondisi ini membuat angka laba yang dilaporkan berpotensi berbeda dengan keadaan ekonomi riil perusahaan. Jika pengguna laporan hanya berfokus pada laba tanpa memperhatikan informasi lain seperti arus kas, catatan laporan keuangan, atau rasio-rasio keuangan, maka keputusan yang diambil bisa menjadi keliru. Oleh sebab itu, prinsip akuntansi yang berlaku umum diterapkan agar laporan laba rugi menyajikan informasi yang konsisten, relevan, dapat diperbandingkan, dan dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi.

TA C2025 -> CASE STUDY

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

1. Pilihan PT Garuda Sejahtera untuk menilai pesawat dengan pendekatan nilai wajar dapat dianggap sah secara konseptual karena PSAK, yang telah mengadopsi kerangka IFRS, memang membuka ruang penggunaan fair value jika informasi yang dihasilkan relevan dan dapat diukur secara andal. Namun, realitas di Indonesia menunjukkan bahwa pasar pesawat relatif tidak aktif, sehingga penentuan nilai wajar lebih banyak bergantung pada estimasi dan model valuasi. Situasi ini berpotensi menurunkan tingkat keandalan laporan, meningkatkan peluang terjadinya bias manajemen, serta menimbulkan fluktuasi laba. Karena itu, catatan kritis auditor dapat dipahami, terutama untuk menyarankan opsi konservatif seperti tetap menggunakan historical cost, atau setidaknya melengkapi fair value dengan pengungkapan tambahan yang transparan.

2. Jika ditinjau secara konseptual, IFRS dan PSAK memiliki kesamaan mendasar, yaitu sama-sama bertujuan menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan ekonomi oleh investor, kreditur, maupun pihak eksternal lainnya. Keduanya menekankan dua karakteristik kualitatif utama, yakni relevansi dan representasi setia, serta didukung oleh karakteristik pembanding, keterverifikasian, ketepatan waktu, dan kemudahan dipahami. Dari sisi dasar pengukuran, baik IFRS maupun PSAK mengakui historical cost, nilai wajar, hingga present value, dengan pemilihan metode bergantung pada relevansi serta reliabilitas data. Selain itu, keduanya juga bertumpu pada asumsi kelangsungan usaha (going concern), kecuali jika terdapat bukti yang jelas bahwa entitas tidak mampu melanjutkan operasionalnya.

3. Terkait penerapan IFRS secara penuh, Indonesia tidak seharusnya langsung mengadopsinya tanpa adaptasi lokal. Konvergensi IFRS memang penting untuk meningkatkan transparansi, memperkuat daya banding, serta memperbesar peluang masuknya investor internasional. Namun, memperhatikan karakteristik perekonomian Indonesia, keterbatasan pasar aktif atas sejumlah aset, serta variasi kemampuan profesional akuntan, auditor, dan penilai, penerapan IFRS secara utuh berisiko mengurangi reliabilitas serta konsistensi praktik. Oleh karena itu, langkah yang lebih bijak adalah tetap mengacu pada prinsip IFRS, tetapi disertai panduan tambahan, penyesuaian lokal, dan penerapan bertahap agar laporan keuangan tetap relevan, andal, sekaligus sesuai dengan kondisi pasar domestik.

TA C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

Penelitian ini mengkaji keterbatasan dalam Conceptual Framework for Financial Reporting (CFW) melalui metode systematic literature review. Latar belakang penelitian ini berangkat dari globalisasi yang mendorong harmonisasi standar akuntansi, sehingga Financial Accounting Standards Board (FASB) di Amerika Serikat dan International Accounting Standards Board (IASB) berkolaborasi untuk menyusun kerangka konseptual bersama. Perkembangan CFW dimulai sejak 1930-an melalui American Accounting Association (AAA), dilanjutkan oleh FASB pada periode 1978–1985, serta IASB pada 1989. Selanjutnya, proyek konvergensi FASB–IASB yang dimulai tahun 2004 bertujuan menyatukan kerangka konseptual, meskipun masih menghadapi perbedaan budaya akuntansi di berbagai negara. Pada hakikatnya, CFW berperan sebagai “konstitusi” dalam akuntansi, yang memastikan konsistensi, transparansi, dan penyediaan informasi relevan bagi investor, kreditor, serta pihak lain yang berkepentingan.

Hasil kajian literatur menemukan enam keterbatasan utama, yaitu: (1) keterbandingan laporan keuangan (comparability) yang sulit diwujudkan karena perbedaan metode akuntansi; (2) penggunaan historical cost yang kurang relevan dibanding fair value terutama pada kondisi inflasi; (3) pengaruh accounting politics melalui variasi kebijakan akuntansi; (4) ketidakpastian dalam accounting estimates yang menghasilkan perbedaan nilai; (5) adanya potensi errors and frauds yang menurunkan reliabilitas; serta (6) praktik conservatism yang menimbulkan bias, baik conditional maupun unconditional.

Meskipun demikian, CFW tetap menjadi pedoman konseptual terbaik dalam penyusunan laporan keuangan. Untuk itu, penelitian lebih lanjut diperlukan guna menelaah dampak keterbatasan tersebut terhadap nilai serta keandalan pelaporan keuangan.