Posts made by Rency Husna Adinda

AKM C2025 -> Diskusi

by Rency Husna Adinda -
Nama: Rency Husna Adinda
Npm: 2413031082

Menurut saya, keterbatasan utama neraca yaitu hanya menggambarkan kondisi keuangan pada satu waktu tertentu, sebagian besar dicatat berdasarkan nilai historis sehingga kurang mencerminkan nilai sekarang, serta tidak memuat informasi nonkeuangan yang juga penting untuk pengambilan keputusan.

AKM C2025 -> Diskusi

by Rency Husna Adinda -
Nama: Rency Husna Adinda
Npm: 2413031082

a. Pengelolaan laba (earnings management) memiliki pengaruh besar terhadap kualitas laba karena mencerminkan sejauh mana laporan keuangan menggambarkan kondisi perusahaan secara nyata. Apabila pengelolaan laba dilakukan secara tepat dan sesuai standar akuntansi, maka kualitas laba akan meningkat karena memberikan informasi yang relevan, dapat dipercaya, serta bermanfaat untuk dasar pengambilan keputusan. Sebaliknya, jika laba diatur dengan cara manipulatif untuk tujuan tertentu, seperti memperindah laporan keuangan, maka kualitas laba menjadi rendah karena informasi yang disajikan tidak akurat dan menyesatkan mengenai kinerja perusahaan.

b. Angka laba pada laporan laba-rugi perlu digunakan secara hati-hati karena dipengaruhi oleh metode akuntansi, asumsi, serta taksiran yang dipakai perusahaan. Jika tidak diperhatikan dengan baik, informasi laba bisa menimbulkan penilaian yang salah terhadap kinerja perusahaan. Oleh karena itu, penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP atau PSAK di Indonesia) penting agar laporan laba-rugi disusun secara konsisten, relevan, dapat dibandingkan, dan dapat dipercaya. Dengan demikian, pihak-pihak yang berkepentingan seperti investor, kreditor, maupun manajemen dapat mengambil keputusan ekonomi secara tepat berdasarkan informasi yang transparan.

TA C2025 -> DISKUSI

by Rency Husna Adinda -
Nama: Rency Husna Adinda
Npm: 2413031082

Menurut saya, video Framework Measurement ACCA Financial Reporting (FR) cukup bermanfaat karena membahas salah satu konsep penting dalam akuntansi, yaitu bagaimana suatu aset atau liabilitas diukur dalam laporan keuangan. Penyampaian dari pengajarnya cukup jelas dan ringan, sehingga materi yang biasanya terkesan abstrak bisa lebih mudah dipahami. Ada contoh-contoh sederhana yang membuat penjelasan terasa lebih konkret, apalagi ketika masuk ke pembahasan mengenai biaya historis, nilai kini, atau nilai wajar. Dari segi penyajian, gaya penyampaian yang tidak terlalu kaku membuat suasana belajar terasa santai, jadi penonton tidak cepat bosan.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Karena materi ini mengikuti standar internasional (IFRS), ada kemungkinan istilah dan penerapannya sedikit berbeda dengan PSAK di Indonesia, sehingga perlu penyesuaian jika digunakan di konteks lokal. Selain itu, untuk bagian perhitungan, terutama yang berkaitan dengan present value atau diskonto, bisa terasa cukup cepat jika penontonnya belum terbiasa dengan matematika keuangan. Maka, sebaiknya saat menonton perlu diselingi dengan membuat catatan atau mengulang bagian yang dirasa sulit. Secara keseluruhan, video ini bisa jadi sumber belajar tambahan yang baik, terutama untuk memperkuat pemahaman konsep dasar sebelum masuk ke latihan soal yang lebih kompleks.