Posts made by zara nur rohimah

AKM C2025 -> Diskusi

by zara nur rohimah -
Nama : Zara Nur Rohimah
Npm : 2413031070
Kelas:2024C

1. Analisis Transaksi: Mengidentifikasi dan menganalisis setiap transaksi keuangan untuk menentukan akun yang terpengaruh dan nilai debit/kreditnya.
2. Pencatatan ke Jurnal Umum: Mencatat transaksi secara kronologis dalam jurnal umum (general journal) yang berisi tanggal, akun, deskripsi, dan nilai debit/kredit.
3. Posting ke Buku Besar: Memindahkan catatan dari jurnal ke buku besar (general ledger), yang mengelompokkan semua transaksi berdasarkan masing-masing akun.
4. Penyusunan Neraca Saldo: Mengumpulkan saldo akhir dari semua akun di buku besar untuk membuat neraca saldo (trial balance), yang memastikan total debit dan kredit seimbang.
5. Jurnal Penyesuaian: Membuat jurnal penyesuaian (adjusting entries) di akhir periode untuk mencocokkan pendapatan dan beban sesuai dengan prinsip akrual.
6. Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian: Menyusun neraca saldo baru yang sudah memperhitungkan jurnal penyesuaian. Ini adalah dasar untuk membuat laporan keuangan.
7. Penyusunan Laporan Keuangan: Menyusun laporan keuangan formal, seperti laporan laba rugi (income statement), laporan perubahan modal, dan neraca (balance sheet), untuk meringkas kinerja dan posisi keuangan perusahaan.
8. Jurnal Penutup: Membuat jurnal penutup (closing entries) untuk menutup saldo akun nominal (pendapatan, beban) dan memindahkannya ke akun modal. Ini membuat saldo akun-akun tersebut menjadi nol untuk periode berikutnya.
9. Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penutupan: Menyusun neraca saldo terakhir yang hanya berisi akun riil (aset, liabilitas, ekuitas) untuk memastikan keseimbangan saldo sebelum memulai siklus yang baru.

TA C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by zara nur rohimah -
Nama : Zara Nur Rohimah
Npm : 2413031070
Kelas : 2024C

Teori Akuntansi Positif (PAT), sebuah kerangka kerja yang menjelaskan dan memprediksi praktik akuntansi di dunia nyata. Berbeda dengan teori normatif yang berfokus pada apa yang seharusnya dilakukan, PAT berorientasi pada mengapa akuntan membuat pilihan tertentu.

PAT bertujuan untuk memprediksi pilihan kebijakan akuntansi dan bagaimana perusahaan akan bereaksi terhadap standar akuntansi baru yang diusulkan. Teori ini muncul sebagai pergeseran dari pendekatan normatif, yang dinilai tidak bisa diuji secara empiris dan terlalu berfokus pada kemakmuran investor individu daripada masyarakat umum. PAT berargumen bahwa laporan keuangan tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memiliki konsekuensi ekonomi yaitu dampak pada perilaku para pengambil keputusan seperti manajer, pemerintah, dan kreditor.

Jurnal ini menyoroti tiga hipotesis yang menjadi dasar PAT untuk menjelaskan perilaku manajerial:
• Hipotesis Rencana Bonus: Manajer cenderung memanipulasi laba melalui kebijakan akuntansi untuk memaksimalkan bonus mereka.
• Hipotesis Perjanjian Utang: Manajer memiliki insentif untuk melaporkan laba dan aset yang lebih tinggi agar dapat mengurangi biaya negosiasi ulang utang dengan kreditor.
• Hipotesis Biaya Politik: Perusahaan yang lebih besar cenderung melaporkan laba yang lebih rendah untuk menghindari pajak dan biaya politik yang tinggi.

Meskipun PAT telah memberikan kontribusi besar, teori ini juga menuai kritik, terutama pada tiga aspek:
• Teknik atau Metode Penelitian: Kritikus berpendapat bahwa penelitian PAT tidak mampu menggambarkan model yang melibatkan banyak orang dan periode secara utuh.
• Filosofi: Kritik ini mempertanyakan objektivitas peneliti yang dianggap tidak dapat dipisahkan dari objek yang sedang diteliti.
• Pendekatan Berbasis Ekonomi: Metodologi ini dinilai kurang mampu menjelaskan keputusan yang dibuat oleh kelompok karena terlalu berfokus pada keputusan individu.

TA C2025 -> DISKUSI

by zara nur rohimah -
Nama : Zara Nur Rohimah
Npm : 2413031070
kELAS : 2024C

Video tersebut memberikan gambaran umum tentang teori akuntansi dan perannya dalam pelaporan keuangan.
• Definisi Teori Akuntansi: Teori akuntansi didefinisikan sebagai seperangkat asumsi, kerangka kerja, dan metodologi yang digunakan dalam pelaporan keuangan.
• Peran dan Evolusi: Teori akuntansi bertugas meninjau fondasi historis akuntansi dan beradaptasi dalam kerangka peraturan yang ada. Teori ini juga berfungsi sebagai penalaran logis untuk mengevaluasi dan memandu praktik akuntansi.
• Kerangka Konseptual: Seluruh teori akuntansi diatur oleh kerangka konseptual yang ditetapkan oleh FASB (Financial Accounting Standards Board), yang menguraikan tujuan utama pelaporan keuangan.
• Adaptasi Berkelanjutan: Akuntansi adalah disiplin ilmu yang terus berkembang dan harus beradaptasi dengan metode bisnis, standar teknologi, dan celah yang ditemukan dalam mekanisme pelaporan. Organisasi seperti IASB (International Accounting Standards Board) membantu merevisi penerapan praktis teori akuntansi.

Teori akuntansi adalah panduan untuk pelaporan keuangan yang efektif. Itu mencakup asumsi dan metodologi yang memerlukan tinjauan praktik dan kerangka peraturan. FASB mengeluarkan GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) untuk meningkatkan konsistensi dan komparabilitas informasi. Teori akuntansi adalah bidang yang terus berevolusi dan harus beradaptasi dengan cara-cara baru dalam berbisnis.

AKM C2025 -> Diskusi

by zara nur rohimah -
Nama : Zara Nur Rohimah
Npm : 2413031070
kELAS : 2024C

Menurut saya membangun kerangka kerja definisional untuk unsur-unsur dasar akuntansi sangatlah penting karena kerangka ini menyediakan fondasi yang konsisten dan seragam untuk seluruh praktik akuntansi. Tanpa definisi yang jelas dan disepakati, konsep-konsep seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban akan memiliki banyak interpretasi. Hal ini dapat menyebabkan ketidakpastian dan inkonsistensi dalam penyusunan laporan keuangan oleh perusahaan yang berbeda, sehingga sulit bagi para pengguna seperti investor dan kreditor untuk membandingkan kinerja keuangan dari satu perusahaan ke perusahaan lain.
mengapa kerangka kerja tersebut sangat diperlukan:
• Konsistensi dan Keseragaman: Kerangka ini memastikan semua entitas menggunakan definisi yang sama untuk konsep-konsep dasar seperti aset, liabilitas, dan ekuitas. Ini menghilangkan ambiguitas dan menciptakan keseragaman dalam pelaporan.
• Komparabilitas Laporan Keuangan: Dengan adanya definisi standar, pengguna laporan (investor, kreditor) dapat dengan mudah membandingkan laporan keuangan dari berbagai perusahaan, karena mereka tahu bahwa angka-angka tersebut didasarkan pada prinsip yang sama.
• Kredibilitas dan Transparansi: Definisi yang jelas meningkatkan kepercayaan publik terhadap laporan keuangan. Laporan menjadi lebih transparan karena dasarnya terstruktur dan logis, bukan sekadar interpretasi subjektif.
• Dasar Pengembangan Standar Baru: Kerangka definisional ini menjadi fondasi logis untuk penyusunan standar akuntansi yang lebih kompleks di masa depan. Aturan baru dapat dikembangkan secara koheren dan konsisten dengan prinsip-prinsip yang sudah ada.
• Memfasilitasi Komunikasi: Semua pihak yang terlibat akuntan, auditor, regulator, dan pengguna menggunakan "bahasa" yang sama. Ini meminimalkan salah tafsir dan mempermudah proses audit serta analisis laporan keuangan.