NPM: 2413031091
Kelas : 2024 C
Jurnal ini membahas keterbatasan dalam Conceptual Framework for Financial Reporting (CFW) yang disusun oleh FASB dan IASB sebagai dasar penyusunan standar akuntansi. Latar belakang pembahasan adalah adanya tuntutan globalisasi yang mendorong harmonisasi standar akuntansi agar laporan keuangan bisa dipahami secara internasional. CFW dirancang untuk menyediakan prinsip umum, membantu standar-setter, serta menjadi pedoman bagi penyusun laporan agar informasi keuangan relevan, andal, dan bermanfaat bagi investor, kreditur, maupun pemangku kepentingan lain.
Meski demikian, terdapat beberapa keterbatasan yang sering muncul dalam penerapan kerangka ini. Pertama, aspek comparability antarperusahaan belum sepenuhnya tercapai karena perbedaan metode akuntansi. Kedua, penggunaan historical cost sering dianggap kurang relevan karena tidak mencerminkan nilai ekonomi terkini. Ketiga, kebijakan akuntansi dan estimasi manajemen mengandung unsur subjektivitas dan ketidakpastian, sehingga berpotensi menurunkan kualitas laporan. Selain itu, risiko kesalahan pencatatan dan praktik kecurangan juga menjadi hambatan dalam menjaga keandalan informasi. Faktor lain adalah konservatisme, yaitu kecenderungan lebih cepat mengakui kerugian daripada keuntungan, yang walau bermanfaat untuk kehati-hatian, bisa mengurangi netralitas laporan.
Walaupun banyak keterbatasan, CFW tetap memiliki peran penting karena memberikan konsistensi, transparansi, dan acuan dalam pengembangan standar akuntansi global. Artikel ini menekankan pentingnya revisi dan penyempurnaan kerangka konseptual agar standar akuntansi lebih berbasis prinsip, dapat diandalkan, serta mampu mendukung konvergensi IFRS dan US GAAP. Dengan demikian, CFW tetap menjadi instrumen utama dalam meningkatkan kualitas dan daya guna pelaporan keuangan internasional.