Kiriman dibuat oleh Sofia Dilara

ASP C26 -> Diskusi

oleh Sofia Dilara -
Nama: Sofia Dilara
NPM: 2413031091

jenis anggaran sektor publik memiliki bentuk yang berbeda-beda, tergantung pada cara penyusunan dan tujuan yang ingin dicapai. Beberapa jenis anggaran tersebut antara lain:

1. Line Item Budget
Anggaran disusun berdasarkan jenis dan rincian pengeluaran. Pendekatan ini lebih menekankan pada pengawasan terhadap penggunaan dana untuk setiap kebutuhan.
2. Incremental Budgeting
Penyusunan anggaran dilakukan dengan melihat anggaran pada periode sebelumnya, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan pada periode berikutnya.
3. Planning Programming Budgeting System (PPBS)
PPBS menghubungkan perencanaan, program, dan anggaran. Jadi, penggunaan dana disesuaikan dengan rencana dan program yang akan dilaksanakan.
4. Zero-Based Budgeting (ZBB)
Dalam pendekatan ini, setiap kegiatan perlu dipertimbangkan kembali dari awal. Anggaran sebelumnya tidak langsung dijadikan dasar, sehingga setiap pengeluaran harus memiliki alasan dan tujuan yang jelas.
5. Performance Budgeting
Anggaran disusun dengan memperhatikan target dan hasil yang ingin dicapai. Dengan begitu, penggunaan anggaran dapat dilihat berdasarkan kinerja atau hasil kegiatannya.
6. Program Budgeting
Anggaran diarahkan pada program atau kegiatan tertentu. Besarnya anggaran disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai melalui program tersebut.

Jadi, perbedaan utama dari jenis-jenis anggaran tersebut terletak pada fokus penyusunannya. Ada yang lebih menekankan rincian pengeluaran, ada yang menggunakan anggaran sebelumnya sebagai dasar, dan ada juga yang lebih melihat program serta hasil yang ingin dicapai.

ASP C26 -> Diskusi

oleh Sofia Dilara -
Nama: Sofia Dilara
NPM: 2413031091

1.Paradigma Anggaran Tradisional dan Anggaran Berbasis NPM
Menurut saya, anggaran tradisional lebih berfokus pada penggunaan dana dan pos anggaran, sedangkan anggaran berbasis New Public Management (NPM) lebih menekankan kinerja, efisiensi, efektivitas, serta hasil yang dicapai. Jadi, dalam NPM anggaran tidak hanya dilihat dari berapa besar dana yang digunakan, tetapi juga manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan fungsi anggaran sebagai alat perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja.

2. Implementasi ZBB dalam Mengatasi Kesenjangan
Penerapan Zero-Based Budgeting (ZBB) dapat dilakukan dengan mengevaluasi kembali setiap kegiatan dan kebutuhan anggaran, bukan sekadar meneruskan anggaran tahun sebelumnya. Setiap kegiatan dinilai berdasarkan kebutuhan, manfaat, dan prioritasnya. Dengan begitu, anggaran yang kurang penting dapat dikurangi dan dana dapat diarahkan pada program yang lebih dibutuhkan serta mendukung pencapaian kinerja.

Sumber:
Oktaverina, C., dkk. (2019). Perkembangan Sistem dan Teknik Penganggaran Sektor Publik Berbasis Kinerja. Jurnal SIKAP, 4(1), 21–28.