Diskusi

Diskusi

Number of replies: 7

Cobalah diskusikan disini bersama teman-teman anda tentang jenis-jenis anggaran sektor publik dan penjelasan lingkupnya.

In reply to First post

Re: Diskusi

by Rency Husna Adinda -
Nama: Rency Husna A
Npm: 2413031082

Menurut saya, jenis-jenis anggaran sektor publik dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan dan penggunaannya. Jenis-jenis tersebut antara lain:
1. Anggaran Operasional
Anggaran ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan pemerintah yang dilakukan secara rutin, seperti pembayaran gaji, biaya administrasi, dan biaya pemeliharaan.
2. Anggaran Modal
Anggaran ini diperuntukkan bagi pembangunan atau pengadaan aset yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang, misalnya pembangunan gedung, jalan, maupun pengadaan peralatan.
3. Anggaran Tradisional
Anggaran ini lebih menitikberatkan pada pengalokasian dana berdasarkan pos-pos pengeluaran. Dalam penyusunannya, anggaran pada periode sebelumnya biasanya menjadi salah satu dasar untuk menentukan anggaran berikutnya.
4. Anggaran Berbasis Kinerja
Anggaran ini mengaitkan dana yang diberikan dengan target dan hasil yang harus dicapai. Dengan demikian, penggunaan anggaran tidak hanya dilihat dari jumlah dana yang digunakan, tetapi juga dari pencapaian kegiatannya.
5. Zero-Based Budgeting (ZBB)
Anggaran ini disusun dengan tidak langsung menggunakan anggaran tahun sebelumnya sebagai dasar. Setiap kegiatan dan kebutuhan harus dikaji kembali agar dana yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas.
Menurut saya, masing-masing jenis anggaran memiliki fungsi dan lingkup yang berbeda. Penerapannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pemerintah agar penggunaan dana publik dapat direncanakan dan dikelola dengan lebih baik.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Adinda Putri Zahra -
Nama: Adinda Putri Zahra
NPM: 2413031083
Kelas: 2024C

Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik
Menurut saya, jenis-jenis anggaran sector publik ada 5
1. Anggaran Tradisional
Anggaran ini umumnya mengambil anggaran dari tahun sebelumnya sebagai acuan untuk menetapkan anggaran di tahun yang akan datang. Beberapa karakteristiknya mencakup bersifat tahunan, sentralistis, menggunakan sistem line-item, dan lebih berfokus pada input atau jumlah pengeluaran.
2. Anggaran dengan Pendekatan New Public Management (NPM)
Pendekatan ini lebih fokus pada hasil, daya guna, dan kinerja yang dicapai. Dengan demikian, pihak pemerintah tidak hanya memperhatikan seberapa besar dana yang dihabiskan, tetapi juga menilai hasil dari penggunaan dana tersebut.
3. Anggaran Kinerja
Anggaran yang berkaitan dengan gagasan nilai untuk uang. Ini berarti, pemanfaatan dana diharapkan dapat dilaksanakan dengan hemat, efektif, dan menciptakan hasil yang sejalan dengan sasaran program.
4. Zero Based Budgeting (ZBB)
Dalam metode ini, anggaran tidak sekadar mencontoh anggaran dari tahun lalu, melainkan setiap aktivitas perlu dievaluasi kembali berdasarkan kepentingan dan nilai yang dihasilkan.
5. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
PPBS adalah metode penganggaran yang fokus pada hasil dan sasaran, dengan perhatian khusus pada distribusi sumber daya yang didasarkan pada analisis ekonomi. Ruang lingkupnya mencakup penetapan tujuan organisasi, pengenalan program dan aktivitas, penilaian berbagai opsi program, pemilihan program yang memberikan manfaat maksimal, serta pengalokasian sumber daya.
In reply to First post

Re: Diskusi

by GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 -
Nama : Grescie Odelia Situkkir
NPM : 2413031088

Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik : Anggaran sektor publik merupakan alat pemerintah untuk mengatur uang negara. Dalam perkembangannya, terdapat dua pendekatan utama, yaitu anggaran tradisional dan pendekatan New Public Management (NPM).
1. Anggaran Tradisional
Anggaran tradisional merupakan sistem lama yang masih sering digunakan. Ciri-cirinya meliputi incrementalism, yaitu anggaran tahun ini hanya ditambah atau dikurangi sedikit dari tahun sebelumnya tanpa dilakukan pengecekan secara mendalam, serta line-item, yaitu anggaran disusun berdasarkan item pengeluaran seperti gaji dan alat tulis. Anggaran tradisional juga cenderung sentralistis, sangat detail, dibuat per tahun, dan menggunakan prinsip anggaran bruto. Kelemahan anggaran tradisional yaitu tidak terhubung dengan rencana jangka panjang, lebih berfokus pada jumlah uang yang dikeluarkan daripada hasil yang diperoleh, departemen saling terpisah secara kaku, serta prosesnya lambat dan informasinya kurang.
2. Anggaran dengan Pendekatan New Public Management (NPM)
NPM merupakan pendekatan modern yang tidak hanya berfokus pada penggunaan anggaran sesuai aturan, tetapi juga pada kinerja dan value for money, yaitu hasil maksimal dengan biaya seminimal mungkin. Pemerintah didorong agar lebih efisien, kompetitif, berorientasi pada hasil, dan melakukan desentralisasi. Anggaran menjadi lebih fleksibel, lintas departemen, serta berkaitan dengan rencana jangka panjang.
3. Anggaran Kinerja
Anggaran kinerja merupakan bagian dari NPM. Anggaran disusun berdasarkan program dan target kinerja yang ingin dicapai. Pemerintah diawasi melalui biaya internal, audit, dan evaluasi hasil. Dengan demikian, uang yang dikeluarkan harus jelas menghasilkan apa.
4. Zero Based Budgeting (ZBB)
ZBB merupakan sistem di mana setiap tahun anggaran “dimulai dari nol”. Semua kegiatan harus dibuktikan terlebih dahulu kebutuhannya, bukan sekadar menambah anggaran dari tahun sebelumnya. Proses ZBB meliputi: Menentukan unit keputusan., Membuat paket-paket keputusan atau pilihan alternatif. , Merangking mana yang paling penting. Kelebihan ZBB yaitu lebih efisien, mudah mendeteksi pemborosan, serta membuat staf lebih memahami dan ikut terlibat. Kekurangannya yaitu membutuhkan waktu lama, melelahkan, serta membutuhkan data dan keahlian yang tinggi.
5. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
PPBS merupakan teknik yang berorientasi pada tujuan dan output. Sumber daya dialokasikan berdasarkan analisis ekonomi untuk menentukan program yang paling bermanfaat. Langkah utama PPBS yaitu menentukan tujuan - mencari program yang sesuai - mengevaluasi alternatif - memilih yang terbaik - mengalokasikan anggaran. Kelebihan PPBS yaitu tanggung jawab lebih jelas, mengurangi program yang tumpang tindih, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kek
In reply to First post

Re: Diskusi

by Nuraini Naibaho 2413031076 -

Nama : Nuraini Naibaho

NPM : 2413031076

Kelas : 24 C

Jenis-jenis anggaran sektor publik dapat dibedakan berdasarkan pendekatan yang digunakan dalam proses penyusunan dan pengelolaannya. Beberapa jenis anggaran yang umum digunakan, yaitu:

  1. Anggaran Tradisional
    Anggaran tradisional lebih menitikberatkan pada jumlah dana yang akan dikeluarkan berdasarkan jenis belanja, seperti belanja pegawai, barang, maupun pembangunan. Fokus utamanya adalah mengendalikan penggunaan dana sesuai dengan pos yang telah ditetapkan.

  2. Anggaran Berbasis Kinerja
    Anggaran ini mengaitkan penggunaan anggaran dengan hasil atau target yang ingin dicapai. Dengan demikian, keberhasilan suatu program tidak hanya dilihat dari besarnya dana yang digunakan, tetapi juga dari pencapaian hasil dan manfaatnya.

  3. Zero Based Budgeting (ZBB)
    ZBB merupakan metode penyusunan anggaran yang mengharuskan setiap kegiatan dan pengeluaran dinilai kembali dari awal. Setiap program perlu disertai alasan dan pertimbangan yang jelas mengenai kebutuhan dan manfaatnya sebelum memperoleh alokasi dana.

  4. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
    PPBS menghubungkan proses perencanaan, penyusunan program, dan penganggaran. Dana dialokasikan berdasarkan tujuan serta prioritas program, sehingga penggunaan sumber daya dapat disesuaikan dengan rencana yang telah ditetapkan.

Secara umum, lingkup anggaran sektor publik meliputi kegiatan perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban anggaran. Anggaran menjadi pedoman dalam mengatur penggunaan sumber daya publik sekaligus membantu pemerintah menentukan prioritas program yang akan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

In reply to First post

Re: Diskusi

by Ni Made Dwi Agustini -
Nama : Ni Made Dwi Agustini
Npm : 2413031086
Kelas : 24 C

A. Perkembangan Anggaran Sektor Publik
Dari materi yang saya baca, anggaran sektor publik sekarang sudah menjadi instrumen kebijakan yang fungsinya banyak, bukan cuma alat pengawasan dan pertanggungjawaban yang terpusat seperti dulu. Ada dua pendekatan utamanya, yaitu anggaran tradisional dan New Public Management (NPM).

B. Anggaran Tradisional
Ciri utamanya adalah incrementalism, yaitu anggaran hanya ditambah atau dikurangi dari data tahun sebelumnya tanpa kajian mendalam, dan line-item, yaitu pos yang sudah ada sulit dihapus walaupun sudah tidak relevan. Menurut saya di sinilah letak masalahnya: orientasinya ke input, bukan output, sehingga kinerja sulit dinilai secara akurat. Ditambah anggaran tahunannya tidak nyambung dengan rencana jangka panjang dan antar departemen terkesan berjalan sendiri-sendiri.

C. Pendekatan New Public Management (NPM)
NPM hadir dengan fokus pada kinerja, bukan sekadar kebijakan. Konsekuensinya pemerintah dituntut lebih efisien, memangkas biaya, dan bahkan bersaing lewat tender. Ini sejalan dengan konsep reinventing government dari Osborne dan Gaebler, di mana pemerintah diharapkan berorientasi pada hasil dan masyarakat sebagai pelanggan.

D. Perubahan Pendekatan Anggaran
Pendekatan barunya lebih komprehensif, terintegrasi lintas departemen, berjangka panjang, dan menghitung total cost dan benefit. Yang paling terasa bedanya, penilaiannya tidak berhenti di input saja tetapi sampai ke output dan outcome, dengan adanya pengawasan kinerja.

E. Anggaran Kinerja
Anggaran ini menekankan value for money, jadi yang dilihat bukan hanya berapa dana yang keluar, tetapi manfaat yang dihasilkan. Pengawasannya lewat internal cost awareness, audit keuangan, dan evaluasi kinerja eksternal.

F. Zero Based Budgeting (ZBB)
ZBB menyusun anggaran dari nol berdasarkan kebutuhan, bukan meneruskan angka tahun lalu. Tahapannya identifikasi unit keputusan, penyusunan paket keputusan, lalu perangkingan. Kelebihannya alokasi sumber daya lebih efisien dan mudah melihat pemborosan, tetapi prosesnya lama, melelahkan, dan butuh staf yang ahli.

G. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
PPBS berorientasi pada output dan tujuan dengan alokasi sumber daya berdasarkan analisis ekonomi. Alurnya dari menentukan tujuan, mengidentifikasi program, mengevaluasi alternatif, memilih yang manfaatnya terbesar, baru dialokasikan. Kelebihannya bisa menghilangkan program yang tumpang tindih, tetapi butuh sistem informasi canggih dan biaya besar, jadi bagus di teori tapi sulit dipraktikkan.

Penutup
Menurut saya, ZBB dan PPBS sama-sama lahir untuk menutup kelemahan anggaran tradisional, tetapi keduanya terbentur masalah yang mirip: keterbatasan analisis (bounded rationality), data pembanding yang kurang, ketidakpastian politik dan ekonomi, serta hambatan birokrasi. Jadi tidak ada model yang benar-benar sempurna, semuanya tergantung kesiapan organisasi yang menerapkannya.
In reply to First post

Re: Diskusi

by IREN AGISTA PUTRI 2413031071 -
NAMA: Iren Agista Putri
NPM: 2413031071


Jenis anggaran sektor publik dapat dibedakan berdasarkan tujuan dan pendekatan penyusunannya.
1. Anggaran Operasional
Anggaran operasional digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari pemerintah dalam satu periode anggaran. Contohnya seperti belanja pegawai, listrik, alat tulis kantor, pemeliharaan, dan pelayanan administrasi. Anggaran ini bersifat rutin dan umumnya tidak menambah aset pemerintah.
2. Anggaran Modal atau Investasi
Anggaran modal digunakan untuk membiayai pengadaan atau pembangunan aset yang manfaatnya lebih dari satu tahun. Contohnya adalah pembangunan gedung sekolah, jalan, jembatan, rumah sakit, pembelian kendaraan, dan peralatan. Anggaran ini bersifat jangka panjang serta dapat menambah kekayaan pemerintah.
3. Anggaran Tradisional
Anggaran tradisional atau line-item budgeting menyusun anggaran berdasarkan jenis pengeluaran, seperti belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal. Kelebihannya adalah mudah dipahami dan diawasi, tetapi kurang menunjukkan hubungan antara jumlah anggaran dan hasil program.
4. Anggaran Berbasis Kinerja
Anggaran berbasis kinerja menghubungkan dana yang digunakan dengan output dan outcome yang ingin dicapai. Dengan pendekatan ini, keberhasilan program tidak hanya dinilai dari terserapnya anggaran, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
5. Zero-Based Budgeting
Zero-Based Budgeting menyusun anggaran mulai dari angka nol. Setiap kegiatan harus dijelaskan kembali tujuan, biaya, dan manfaatnya. Kegiatan yang tidak sesuai prioritas atau tidak memberikan manfaat dapat dikurangi atau dihentikan. Pendekatan ini bertujuan mencegah pemborosan dan meningkatkan efisiensi anggaran.

Setiap jenis anggaran memiliki fungsi yang berbeda. Anggaran operasional dan anggaran modal dibedakan berdasarkan penggunaannya, sedangkan anggaran tradisional, anggaran berbasis kinerja, dan zero-based budgeting dibedakan berdasarkan cara penyusunannya. Dalam praktiknya, pemerintah dapat menggabungkan beberapa pendekatan tersebut agar anggaran lebih terencana, transparan, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

Menurut saya, jenis-jenis anggaran sektor publik mengalami perkembangan dari pendekatan tradisional menuju pendekatan yang lebih berorientasi pada kinerja dan hasil. Beberapa jenis anggaran tersebut yaitu:

1. Anggaran Tradisional : Anggaran tradisional lebih menekankan pada pengawasan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Ciri-cirinya antara lain menggunakan sistem incrementalism dan line-item, bersifat sentralistis, spesifik, serta disusun untuk periode satu tahun.

2. Anggaran dengan Pendekatan New Public Management (NPM)
Pendekatan NPM lebih mengutamakan pengelolaan sektor publik berdasarkan kinerja. Pendekatan ini mendorong efisiensi, penghematan biaya, persaingan, serta pengelolaan pemerintah yang lebih berorientasi pada hasil.

3. Anggaran Kinerja : Anggaran kinerja menghubungkan penggunaan dana dengan program dan pencapaian kinerja. Pendekatan ini menekankan value for money serta adanya pengawasan terhadap kinerja dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

4. Zero-Based Budgeting (ZBB) : ZBB menyusun anggaran dengan melihat kembali kebutuhan setiap kegiatan, sehingga tidak hanya bergantung pada anggaran sebelumnya. Dalam penerapannya, dilakukan identifikasi unit keputusan, penyusunan paket keputusan, kemudian penilaian atau pemeringkatan terhadap keputusan tersebut.

5. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS) : PPBS merupakan sistem penganggaran yang berfokus pada tujuan dan output. Pengalokasian sumber daya dilakukan dengan membandingkan berbagai alternatif program melalui analisis ekonomi, kemudian memilih program yang dianggap memberikan manfaat lebih besar.

Menurut saya, perkembangan berbagai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penganggaran sektor publik tidak hanya berfokus pada penggunaan dana, tetapi juga mulai memperhatikan efisiensi, kinerja, tujuan, dan hasil yang ingin dicapai