གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Adinda Putri Zahra

AKM C2025 -> CASE STUDY

Adinda Putri Zahra གིས-
Nama : Adinda Putri Zahra
NPM: 2413031083

1. Analisis Instrumen Investasi
DPDN dihadapkan pada tiga instrumen utama yang memiliki karakteristik berbeda. Obligasi Pemerintah memberikan risiko yang sangat kecil dan imbal hasil tetap sebesar 6. 5%, sehingga sangat pas sebagai fondasi portofolio untuk memastikan stabilitas dan keamanan dana, meskipun likuiditasnya sedang. Di sisi lain, Saham Dividen menawarkan potensi imbal hasil tertinggi (11%) serta likuiditas yang tinggi, tetapi mempunyai risiko fluktuasi yang lebih besar, sehingga cocok untuk investasi yang lebih agresif dalam pertumbuhan modal jangka panjang. Terakhir, Deposito Berjangka memberikan tingkat keamanan yang paling tinggi dengan risiko yang sangat rendah dan imbal hasil terendah (4. 25%), meskipun likuiditasnya rendah (kena penalti), instrumen ini sangat ideal untuk menambah dana cadangan likuiditas yang dibutuhkan dalam jangka pendek.

2. Penentuan Alokasi Portofolio
Berdasarkan profil risiko yang konservatif hingga moderat dengan fokus pada keamanan dana pensiun, disarankan alokasi investasi sebesar Rp10 miliar dengan penekanan pada aset yang memiliki risiko rendah. Porsi terbesar dialokasikan untuk Obligasi Pemerintah sebesar 55% atau Rp5,5 miliar, untuk memastikan aliran pendapatan yang stabil dan menjaga keamanan modal. Untuk memaksimalkan keuntungan sekaligus melawan inflasi, 30% atau Rp3 miliar dialokasikan untuk Saham Dividen dari sektor defensif. Sisa anggaran sebesar 15% atau Rp1,5 miliar ditempatkan pada Deposito Berjangka agar ada dana cair yang tidak berisiko. Pembagian 70:30 ini memberikan keseimbangan antara kebutuhan akan keamanan total dengan peluang pertumbuhan yang lebih moderat.

3. Simulasi Dampak Ekonomi
a. Bagaimana dampaknya terhadap portofolio Anda?
Dalam situasi krisis ekonomi yang dicirikan oleh lonjakan inflasi dan penurunan IHSG mencapai 20%, portofolio DPDN diprediksi akan mengalami penurunan besar pada bagian saham (mencapai 6% dari keseluruhan aset). Meskipun Obligasi Pemerintah menawarkan kupon tetap yang lebih aman, kemungkinan besar nilai pasar mereka akan menurun karena peningkatan suku bunga yang diterapkan untuk mengendalikan inflasi.
b. Apa langkah mitigasi risiko yang bisa dilakukan oleh manajer investasi?
Untuk mengurangi risiko,manajer investasi perlu menerapkan pendekatan rebalancing, yaitu dengan menjual sebagian Obligasi atau Deposito untuk membeli saham yang harganya sedang rendah (strategi beli saat murah) guna memaksimalkan imbal hasil ketika pasar mulai pulih. Selain itu, pengelolaan durasi obligasi dan peningkatan diversifikasi sektor juga sangat penting.

4. Aspek Akuntansi dan Pelaporan
Dalam laporan keuangan Dana Pensiun yang ditentukan oleh PSAK 18, ketiga instrumen tersebut dicatat sebagai Aset Program Pensiun. Saham yang memberikan dividen dicatat pada Harga Wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan diakui dalam laporan surplus atau defisit investasi, dan dividen tersebut dicatat sebagai pendapatan. Obligasi Pemerintah dapat dinilai dengan Biaya Perolehan yang Diamortisasi atau Harga Wajar Melalui Pendapatan Komprehensif Lain (NVL), di mana bunga diakui secara akrual. Di sisi lain, Deposito Berjangka dinilai dengan Biaya Perolehan yang Diamortisasi dan dilaporkan sebagai Kas dan Setara Kas atau Investasi Jangka Pendek, dengan bunga diakui sebagai pendapatan akrual.