Npm : 2413046013
Kelas : 4A (pendidikan bahasa lampung)
1. Pembuka dengan dialog
Tema : (misteri rumah tua)
Rani menatap rumah tua di ujung gang dan bertanya, "Kenapa lampu rumah itu selalu menyala setiap pukul sembilan malam?" Hanya angin yang bergerak pelan di antara dedaunan basah yang menjawab. Meski bayangannya tetap hidup setiap malam, Pak Darto, penjaga warung sebelah, pernah berbisik bahwa rumah itu sudah lama kosong. Setelah mengerutkan kening, Rani mendekatkan jaket tipisnya. Sejak beberapa hari terakhir, dia merasa ada sesuatu yang sengaja membawa dia ke sana . Selain itu, ketakutannya akhirnya dikalahkan oleh rasa penasaran malam ini.
2. Pembuka dengan pertanyaan
Tema : (rahasia tersembunyi di kota)
Bagaimana jika sebuah kota yang tampaknya tenang sebenarnya menyimpan rahasia yang tidak diketahui orangnya? Itulah pertanyaan yang selalu menghantui Nara setiap kali dia melewati alun-alun kuno di pusat kota. Orang-orang lewat tanpa peduli, namun Nara selalu merasakan sesuatu yang berbeda pada saat menjelang senja. Suatu sore, ia menemukan di bawah bangku batu terselip selembar kertas luluh. Hanya ada satu kalimat pendek di atasnya yang membuatnya tertahan napas.Sebuah jam besar berdiri diam di sana, seolah-olah waktu sendiri tidak mau bergerak.
3. Pembuka dengan latar
Tema : (larangan, rasa penasaran, dan keberanian).
Setelah hujan reda, jalan kecil di belakang pasar mulai penuh dengan bau tanah basah dan sisa pasar yang belum dibersihkan. Seorang anak laki-laki berdiri di ujung gang sempit itu, melihat pintu kayu hijau yang catnya sudah mengelupas. Rumah itu tampak biasa bagi orang lain, tetapi dia selalu dilarang mendekatinya sejak kecil. Malam sebelumnya, dia mendengar seseorang memanggil namanya dari balik jendela rumah tersebut. Di bawah langit yang masih kelabu, keberaniannya sekarang diuji oleh rasa ingin tahu yang tak lagi bisa dia baikkan. Satu langkah ke depan seperti awal dari sesuatu yang tidak akan mudah ia lupakan.