Nama:Dea Anggita
NPM:2413046077
Kelas:4A
Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana
Kohesi adalah hubungan atau keterkaitan antar unsur bahasa dalam suatu wacana yang ditandai dengan penggunaan piranti bahasa tertentu sehingga kalimat-kalimat dalam wacana tersebut saling terhubung secara bentuk atau struktur. Kohesi berfungsi untuk menyatukan bagian-bagian teks agar menjadi satu kesatuan yang padu dan tidak terpisah-pisah.
Piranti kohesi biasanya berupa kata ganti, konjungsi (kata hubung), repetisi (pengulangan kata), atau penggunaan kata yang saling berkaitan dengan maknanya. Dengan adanya kohesi, pembaca dapat melihat bahwa satu kalimat masih berkaitan dengan kalimat lainnya.
Contoh kohesi dalam wacana:
•Ika pergi ke pasar pagi-pagi. la membeli sayur dan buah untuk kebutuhan di rumah.
Pada contoh tersebut terdapat kohesi berupa kata ganti "ia" yang Merujuk pada ika pada kalimat sebelumnya. Kata ganti tersebut membuat kedua kalimat saling terhubung.
Contoh lain:
•Andi belajar dengan rajin. Oleh karena itu, ia selalu mendapatkan nilai yang baik.
Pada contoh tersebut
terdapat kohesi berupa konjungsi “oleh karena itu” yang menghubungkan dua kalimat.
Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana
Koherensi adalah hubungan makna atau keterpaduan ide antar kalimat dalam suatu wacana sehingga gagasan yang disampaikan terasa runtut, logis, dan mudah dipahami. Koherensi tidak hanya bergantung pada bentuk bahasa, tetapi lebih pada hubungan makna antar kalimat.
Jika suatu paragraf memiliki koherensi yang baik, maka setiap kalimat akan saling mendukung dan menjelaskan ide utama secara berurutan.
Contoh koherensi dalam wacana:
•Halaman ini Ani bangun terlambat. Akibatnya, ia tidak sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
Hubungan kedua kalimat tersebut adalah hubungan sebab-akibat. Kalimat pertama menjadi sebab, sedangkan kalimat kedua menjadi akibat. Hubungan makna inilah yang disebut koherensi.
Analisis Paragraf
Paragraf
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang udara sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet.
Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.
1. Piranti Kohesi dalam Paragraf
Beberapa piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:
1. Konjungsi sebab-akibat
•Kata "sehingga" pada kalimat kedua berfungsi menghubungkan sebab dan akibat.
Hujan deras menyebabkan jalanan tergenang dan kendaraan terjebak macet
2. Konjungsi pertentangan
•Kata "namun" pada kalimat terakhir berfungsi menunjukkan pertentangan atau kondisi yang tidak sesuai dengan harapan.
Pengendara mencari jalan alternatif, tetapi jalan lain juga mengalami banjir.
3. Pengulangan atau pengulangan kata
•Kata "jalan" dan "jalan lain" menunjukkan keterkaitan makna yang masih membahas situasi lalu lintas di kota.
Piranti-piranti tersebut membuat setiap kalimat dalam paragraf saling terhubung secara bahasa.
2. Hubungan Koherensi Antar Kalimat
Hubungan koherensi antar kalimat dalam paragraf tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Kalimat pertama dan kedua memiliki hubungan sebab-akibat. Hujan yang turun deras sangat menyebabkan jalanan tergenang udara dan kendaraan mengalami kemacetan.
2. Kalimat kedua dan ketiga memiliki hubungan akibat dan tindakan. Karena jalanan macet, para pengendara berusaha mencari jalan alternatif.
3. Kalimat ketiga dan keempat memiliki hubungan pertentangan atau hambatan. Pengendara sudah mencari jalan alternatif, tetapi jalan lain juga mengalami banjir sehingga masalah belum terselesaikan.
Dengan demikian, seluruh kalimat dalam paragraf tersebut memiliki hubungan makna yang runtut dan logis, sehingga membentuk koherensi.