Tugas Diskusi

Tugas Diskusi

Tugas Diskusi

by Mei Fatmila Sari -
Number of replies: 41

Bacalah materi tentang kohesi dan koherensi dalam wacana dengan cermat.

Jelskan pengertian dan contoh kohesi dalam wacana

Jelskan pengertian dan contoh koherensi dalam wacana

Bacalah paragraf berikut.

Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

Tugas Anda:

  1. Identifikasi piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut.

  2. Jelaskan hubungan koherensi antar kalimat dalam paragraf tersebut.

Tugas ditulis dengan bahasa Anda sendiri dan tidak diperbolehkan sama dengan jawaban mahasiswa lainnya. 
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Rahma Della Zellyanti -
NAMA : Rahma Della Zellyanti
NPM : 2413046081
KELAS : 4 A


1. Pengertian dan Contoh Kohesi Wacana
Kohesi adalah hubungan antar unsur bahasa dalam sebuah wacana yang membuat kalimat saling terhubung secara bentuk. Kohesi biasanya terlihat dari penggunaan kata hubung, kata ganti, atau pengulangan kata.
Contoh:
“Rina pergi ke perpustakaan. Dia ingin meminjam buku.”
Kata dia merujuk pada Rina, sehingga kedua kalimat menjadi saling terhubung.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi Wacana
Koherensi adalah hubungan makna atau logika antar kalimat dalam sebuah wacana sehingga ide yang disampaikan terasa runtut dan mudah dipahami.
Contoh:
“Cuaca hari ini sangat panas. Karena itu banyak orang memilih tetap di rumah.”
Kalimat kedua menjelaskan akibat dari kalimat pertama.

3. Piranti Kohesi dalam Paragraf
Piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:
- Kata hubung : sehingga (menunjukkan sebab-akibat) dan namun(menunjukkan pertentangan).
- Pengulangan kata : kata jalan muncul pada beberapa kalimat.
- Kata yang berkaitan makna : kendaraan dan pengendara masih berhubungan dengan aktivitas di jalan.

4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat
Hubungan antar kalimat dalam paragraf tersebut runtut.
Kalimat pertama menjelaskan hujan deras, kalimat kedua menunjukkan dampaknya yaitu jalan tergenang dan macet, kalimat ketiga pengendara mencari jalan lain, dan kalimat keempat menjelaskan jalan lain juga banjir. Jadi alurnya sebab → akibat → usaha → kendala.
In reply to Rahma Della Zellyanti

Re: Tugas Diskusi

by Nabila Tri sara -
Nama:Nabila Tri Sara
Kelas: 4A
NPM: 2413036083
Mata kuliah : Analisis Wacana

1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana
Kohesi adalah hubungan antarunsur dalam teks yang ditandai oleh penggunaan bentuk bahasa tertentu sehingga kalimat-kalimat dalam wacana saling terhubung.
Contoh:
Ani membeli tas baru. Tas itu dipakai ke kampus.
Kata “itu” menjadi penghubung yang merujuk pada kata “tas” pada kalimat sebelumnya.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana
Koherensi adalah hubungan makna yang logis antar kalimat dalam suatu wacana sehingga ide yang disampaikan tersusun runtut dan mudah dipahami.
Contoh:
Hari ini hujan sangat deras. Karena itu, banyak orang membawa payung.
Kedua kalimat tersebut memiliki hubungan sebab-akibat.

Tugas
1. Piranti kohesi dalam paragraf
Piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:
Konjungsi (kata hubung)
Kata "sehingga" yang menunjukkan hubungan sebab–akibat.lalu
Kata "namun" yang menunjukkan pertentangan.
"sebagian jalan lain" merujuk pada jalanan di kota yang disebut sebelumnya.
Repetisi (pengulangan makna)
Kata yang berkaitan dengan jalan/jalanan dan banjir/tergenang air yang memperkuat keterkaitan antar kalimat.

2. Hubungan koherensi antar kalimat
Koherensi dalam paragraf tersebut terbentuk melalui hubungan sebab–akibat dan masalah–upaya.
Kalimat 1 menjelaskan penyebab, yaitu hujan sangat deras.pada Kalimat ke 2 menjelaskan akibatnya, yaitu jalanan tergenang dan terjadi kemacetan.
Kalimat 3 menunjukkan upaya pengendara, yaitu mencari jalan alternatif.
Kalimat 4 menjelaskan kendala, yaitu jalan lain juga mengalami banjir.

Jadi, seluruh kalimat saling berhubungan secara logis karena menggambarkan peristiwa hujan deras yang menyebabkan banjir, kemacetan, dan usaha pengendara untuk menghindarinya tetapi tetap terhambat.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Aycya Bell Clasyach -

Nama: Aycya Bell Clasyach 

NPM: 2413046043

Kelas: 4A

Matkul: Analisis Wacana 

1. dan Contoh Kohesi dalam Wacana Kohesi adalah hubungan keterkaitan antar unsur bahasa dalam suatu wacana yang ditandai dengan penggunaan unsur kebahasaan tertentu sehingga Kalimat-kalimat di dalam teks saling terhubung secara bentuk (struktur bahasa). Kohesi biasanya ditunjukkan melalui penggunaan kata hubung, kata ganti, pengulangan kata, atau kata referensi yang membuat antar kalimat terasa menyatu. Contoh kohesi dalam wacana: Rina membeli buku di toko. Buku itu akan digunakan untuk belajar menghadapi ujian. Pada contoh tersebut terdapat kohesi berupa kata rujukan “buku itu” yang Merujuk pada kata “buku” pada kalimat sebelumnya sehingga kedua kalimat saling terikat. 


2. dan Contoh Koherensi dalam Wacana Koherensi adalah hubungan makna atau keterpaduan ide antar kalimat dalam suatu wacana sehingga gagasan yang disampaikan terasa runtut, logis, dan mudah dipahami. Koherensi tidak hanya bergantung pada bentuk bahasa, tetapi juga pada hubungan makna atau alur pemikiran antar kalimat. Contoh koherensi dalam wacana: Pagi ini hujan turun sangat deras. Akibatnya, beberapa jalan di kota mengalami banjir dan arus lalu lintas menjadi macet. Kalimat kedua menjelaskan akibat dari kalimat pertama sehingga keduanya memiliki hubungan makna yang logis. 

Analisis Paragraf Paragraf: Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang udara sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir. 

1. Piranti Kohesi dalam Paragraf Beberapa piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:

- Kata hubung “sehingga” Digunakan untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat antara jalan yang tergenang udara dan kendaraan yang macet.

- Kata hubung “namun” Digunakan untuk menunjukkan hubungan pertentangan antara usaha pengendara mencari jalan alternatif dengan kenyataan bahwa jalan lain juga banjir.

- Pengulangan kata “jalan” Kata “jalanan” dan “jalan lain” menunjukkan banyaknya leksikal yang membuat kalimat-kalimat dalam paragraf tetap terhubung pada topik yang sama. 

- Kata referensi “para pengendara” Kata ini Merujuk pada orang-orang yang mengendarai kendaraan yang sebelumnya disebut dalam kalimat kedua. 

2. Hubungan Koherensi Antar Kalimat Hubungan koherensi dalam paragraf tersebut menunjukkan alur kejadian yang runtut. 

- Kalimat pertama menjelaskan peristiwa utama yaitu hujan deras pada pagi hari.

- Kalimat kedua menjelaskan akibat dari hujan deras tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang udara dan menyebabkan kemacetan.

- Kalimat menunjukkan reaksi para pengendara yang mencoba mencari jalan alternatif ketiga untuk menghindari kemacetan. 

- Kalimat keempat menjelaskan bahwa usaha tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

 Dengan demikian, antar kalimat memiliki hubungan makna berupa sebab-akibat dan urutan peristiwa, sehingga paragraf tersebut memiliki koherensi yang baik.

In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Sinta enjelika Putri -
Nama: Sinta Enjelika Putri
Kelas: 4A
Pendidikan Bahasa Lampung


Jawaban:


1.Pengertian Kohesi dalam Wacana

Menurut saya Kohesi adalah hubungan atau keterkaitan antar unsur bahasa dalam sebuah teks yang membuat kalimat-kalimat saling terhubung secara bentuk. Kohesi biasanya ditandai dengan penggunaan kata hubung, kata ganti, pengulangan kata, atau kata penunjuk.
Jadi Dengan adanya kohesi, kalimat dalam paragraf tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan secara struktur bahasa.

Contoh Kohesi
Contoh kalimat:


Sinta pergi ke pasar. Ia membeli buah dan sayur.
Penjelasan:
Kata “ia” merupakan kata ganti yang Merujuk pada Sinta, sehingga kedua kalimat memiliki hubungan kohesi.


2.Pengertian Koherensi dalam Wacana


Menurut saya Koherensi adalah hubungan makna atau logika antar kalimat dalam sebuah paragraf sehingga ide atau gagasan dalam teks menjadi runtut dan mudah dipahami jadi,
Koherensi tidak hanya dilihat dari kata penghubung, tetapi dari alur pemikiran yang logis antar kalimat.

Contoh Koherensi
Contoh paragraf:

Sinta besok akan melaksanakan ujian tertulis. Akibatnya, malam ini Sinta belajar dengan giat 
Penjelasan:
Kalimat kedua merupakan akibat dari pertama, sehingga terdapat hubungan makna yang logis.
Analisis Paragraf
Paragraf
Sinta yang besok hari akan melaksanakan ujian
Maka pada malam hari Sinta belajar agar mendapatkan nilai yang bagus

3.Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf

Beberapa piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:

-Kata hubung (konjungsi) “sehingga”
Kata “sehingga” merupakan konjungsi sebab–akibat.

-Konjungsi ini menggambarkan peristiwa hujan deras dengan akibat yang ditimbulkan, yaitu jalanan menjadi tergenang udara dan kendaraan mengalami kemacetan.

-Jadi, “sehingga” berfungsi menghubungkan sebab (hujan deras) dengan akibat (jalanan tergenang dan kendaraan macet).

-Kata hubung (konjungsi) “namun”
Kata “namun” merupakan konjungsi pertentangan.

Konjungsi ini menghubungkan dua keadaan yang saling berlawanan, yaitu usaha para pengendara mencari jalan alternatif dengan kenyataan bahwa jalan lain juga mengalami banjir.

-Dengan demikian, kata “namun” menandakan adanya perbedaan atau pertentangan informasi antar kalimat.
Pengulangan kata yang berhubungan dengan makna (repetisi)
Kata “jalan”, “jalanan”, dan “jalan lain” merupakan bentuk pengulangan kata yang masih berada dalam topik yang sama, yaitu mengenai kondisi jalan.

-Pengulangan ini berfungsi untuk memperkuat keterkaitan antar kalimat sehingga paragraf tetap fokus pada satu pembahasan, yaitu kondisi jalan akibat hujan deras.

4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat
Hubungan koherensi dalam paragraf tersebut adalah hubungan sebab–akibat dan kesinambungan peristiwa.


1.Kalimat pertama menjelaskan peristiwa utama, yaitu hujan yang turun sangat deras pada pagi hari.

2.Kalimat kedua menjelaskan akibat dari peristiwa tersebut, yang ditandai dengan konjungsi “sehingga”, yaitu jalanan menjadi tergenang udara dan kendaraan mengalami kemacetan.

3.Kalimat menjelaskan tindakan para pengendara, yaitu ketiga berusaha mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan.

4.Kalimat keempat menunjukkan pertentangan terhadap usaha tersebut, yang ditandai dengan konjungsi “namun”, karena sebagian jalan lain juga mengalami banjir.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Indi Indi Annisa Sari -
Nama: Indi Annisa Sari
NPM: 2413046087
Kelas: 4A

Jawaban:
1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana
Kohesi dalam wacana adalah hubungan antarunsur bahasa dalam suatu teks yang membuat bagian-bagian kalimat saling terikat secara bentuk atau struktur. Kohesi biasanya ditunjukkan melalui penggunaan kata penghubung, kata ganti, pengulangan kata, atau bentuk gramatikal lain yang membuat kalimat dalam teks menjadi saling berkaitan.
Dengan adanya kohesi, sebuah wacana menjadi lebih padu karena setiap kalimat terhubung dengan kalimat lain.

Contoh Kohesi:
Rina membeli buku baru di toko dekat rumahnya. Buku tersebut akan digunakan untuk belajar.
Pada contoh tersebut terdapat kohesi berupa kata ganti "buku tersebut" yang merujuk pada kata "buku baru" pada kalimat sebelumnya. Penggunaan kata ganti tersebut membuat kedua kalimat saling terhubung.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana
Koherensi adalah hubungan makna atau keterkaitan ide antar kalimat dalam suatu wacana sehingga gagasan yang disampaikan menjadi runtut, logis, dan mudah dipahami. Jika kohesi berkaitan dengan bentuk bahasa, maka koherensi berkaitan dengan hubungan makna atau isi dari kalimat-kalimat dalam teks.
Sebuah wacana yang koheren akan memiliki alur gagasan yang jelas sehingga pembaca dapat memahami hubungan antara satu kalimat dengan kalimat berikutnya.

Contoh koherensi:
Pagi ini Andi terlambat masuk sekolah. Ia bangun terlalu siang karena semalam tidur larut.
Dua kalimat tersebut memiliki hubungan sebab-akibat. Andi terlambat ke sekolah karena ia bangun terlalu siang. Hubungan makna inilah yang disebut koherensi.

3. Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf
Paragraf:
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.
Dalam paragraf tersebut terdapat beberapa piranti kohesi, yaitu:
1. Kata penghubung (konjungsi)
Kata “sehingga” berfungsi menghubungkan sebab dan akibat. Hujan deras menyebabkan jalanan tergenang air dan kendaraan menjadi macet.
2. Kata penghubung pertentangan
Kata “namun” digunakan untuk menunjukkan pertentangan atau kondisi yang berbeda dengan kalimat sebelumnya. Para pengendara mencari jalan alternatif, tetapi jalan lain ternyata juga banjir.
3. Pengulangan kata (repetisi)
Kata “jalan” muncul lebih dari satu kali, yaitu pada frasa “jalanan di kota” dan “jalan lain”. Pengulangan ini membantu menjaga keterkaitan antar kalimat dalam paragraf.
4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat dalam Paragraf
Hubungan koherensi dalam paragraf tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
Kalimat pertama menjelaskan peristiwa awal, yaitu hujan yang turun sangat deras pada pagi hari.
Kalimat kedua menjelaskan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang air sehingga kendaraan terjebak macet.
Kalimat ketiga menunjukkan tindakan yang dilakukan para pengendara, yaitu mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan.
Kalimat keempat menjelaskan hasil dari usaha tersebut, yaitu sebagian jalan lain ternyata juga mengalami banjir.

Dengan demikian, hubungan antar kalimat dalam paragraf tersebut membentuk alur yang runtut, yaitu peristiwa - akibat - usaha untuk mengatasi masalah - kondisi yang tetap bermasalah. Hubungan makna yang runtut inilah yang menunjukkan adanya koherensi dalam wacana tersebut.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Ayu Retno Ariyanto 2413046069 -

Nama : Ayu Retno Ariyanto

NPM : 2413046069

Kelas : 4A


1.Kohesi dalam wacana merujuk pada keterkaitan formal antarunsur bahasa melalui piranti gramatikal dan leksikal, seperti konjungsi, referensi, atau elipsis, yang menyatukan kalimat secara struktural. Contohnya: "Saya pergi ke pasar. Di sana saya membeli sayuran," di mana "di sana" merujuk pada "pasar" sebagai referensi anafotik.


2.Koherensi dalam wacana adalah keselarasan makna secara keseluruhan, di mana ide-ide antarkalimat saling mendukung membentuk topik utama yang logis dan mudah dipahami. Contohnya: "Hujan deras mengguyur kota. Akibatnya, jalanan banjir dan lalu lintas macet," di mana hubungan sebab-akibat menciptakan alur makna yang koheren. 

Piranti Kohesi Paragraf tersebut mengandung beberapa piranti kohesi sebagai berikut: 

-Referensi anafotik : "Jalanan di kota" merujuk pada situasi hujan deras di kalimat pertama. 

 -Substitusi leksikal : "Kendaraan" dan "para pengendara" menggantikan makna umum terkait lalu lintas. 

- Konjungsi kausal: "sehingga" menghubungkan hujan deras dengan genangan air dan macet. 

 -Konjungsi adversatif : "Namun" menunjukkan kontras antara jalan alternatif dan banjir.  

Hubungan Koherensi Antar kalimat dalam paragraf terjalin secara koheren melalui hubungan sebab-akibat dan perkembangan topik banjir lalu lintas. Kalimat pertama (hujan deras) menjadi penyebab utama genangan air di kalimat kedua, yang memicu macet dan upaya mencari alternatif di kalimat ketiga, lalu dikontraskan dengan banjir di jalan lain pada kalimat keempat, sehingga membentuk alur logis tentang dampak hujan secara progresif. 

In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by RIYAN INDRA JAYA -
1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Kohesi merupakan keterkaitan antarunsur bahasa dalam suatu wacana yang ditunjukkan melalui penggunaan bentuk-bentuk kebahasaan tertentu sehingga kalimat-kalimat dalam teks menjadi saling terhubung. Kohesi biasanya terlihat dari penggunaan kata hubung, kata ganti, pengulangan kata, atau hubungan leksikal lainnya.

Contoh:
“Sinta membeli sepatu baru di pasar. Sepatu tersebut akan dipakai saat acara wisuda.”

Pada contoh tersebut terdapat kohesi berupa kata ganti “tersebut” yang merujuk pada kata “sepatu” pada kalimat sebelumnya sehingga kedua kalimat saling berkaitan.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Koherensi adalah hubungan keterpaduan makna antar kalimat dalam suatu wacana sehingga ide atau gagasan yang disampaikan tersusun secara logis dan mudah dipahami. Koherensi berkaitan dengan hubungan makna antar kalimat, bukan hanya bentuk bahasanya.

Contoh:
“Budi tidak masuk sekolah hari ini. Ia sedang sakit demam.”

Kedua kalimat tersebut memiliki hubungan sebab-akibat, yaitu Budi tidak masuk sekolah karena sedang sakit.

3. Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf

Paragraf:
“Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.”

Piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:

1.Kata hubung “sehingga”

Digunakan untuk menghubungkan hubungan sebab dan akibat antara jalan yang tergenang air dan terjadinya kemacetan.

2. Kata hubung “namun”

Menunjukkan hubungan pertentangan antara upaya pengendara mencari jalan lain dengan kenyataan bahwa jalan tersebut juga banjir.

3. Pengulangan unsur leksikal “jalan/jalanan”

Pengulangan kata tersebut menjaga kesinambungan topik yang sedang dibahas dalam paragraf.

4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat

Hubungan koherensi dalam paragraf tersebut membentuk alur peristiwa yang saling berkaitan.

-Kalimat pertama menjelaskan situasi awal, yaitu hujan yang turun dengan sangat deras.

-Kalimat kedua menunjukkan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang air dan menyebabkan kemacetan.

-Kalimat ketiga menggambarkan tindakan para pengendara, yaitu mencoba mencari jalan alternatif.

-Kalimat keempat menjelaskan kondisi lanjutan, yaitu jalan lain yang dipilih ternyata juga mengalami banjir.

Dengan demikian, setiap kalimat memiliki hubungan makna yang runtut sehingga paragraf tersebut membentuk wacana yang padu.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Triya Nadilla 2413046007 -
Nama: Triya Nadilla
Npm: 2413046007
Kelas: 4A

1.Jelskan pengertian dan contoh kohesi dalam wacana.
jawaban: Kohesi tercipta melalui hubungan formal antarposisi, seperti substitusi, elipsis, atau konjungsi, yang membuat wacana terasa padu secara struktural. Menurut Halliday dan Hasan, kohesi gramatikal meliputi referensi (misalnya pronomina) dan leksikal meliputi sinonim atau kolokasi. contohnya, “Saya lapar. Maka, saya makan nasi.” (Konjungsi “maka” menyambung kalimat).

2.Jelskan pengertian dan contoh koherensi dalam wacana.
jawaban: Koherensi bersifat semantik, mengandalkan alur logis gagasan agar pembaca memahami hubungan implisit antarfakta tanpa ambigu. Wohl dalam Tarigan menyebutnya sebagai pengaturan rapi ide menjadi untaian logis. contohnya, “Wajah pekarangan rumah di desa kami berubah menjadi warung hidup. Di perkarangan itu ditanam bayam, tomat, cabai, singkong.” (Gagasan berubahnya fungsi lahan tersirat secara logis).

3.Identifikasi piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut.
jawaban: Piranti kohesi dalam paragraf tersebut adalah konjungsi “sehingga” (kalimat 2, menunjukkan sebab-akibat) dan “namun” (kalimat 4, menunjukkan kontras). Kata “jalanan” dan “jalan lain” juga membentuk kohesi leksikal melalui hiponimi (kata turunan). Kata “air” merujuk anaphora ke “hujan” pada kalimat sebelumnya.

4.Jelaskan hubungan koherensi antar kalimat dalam paragraf tersebut.
jawaban: Kalimat 1 (hujan deras) menjadi penyebab utama, kalimat 2 (genangan air dan macet) menyusul sebagai akibat langsung, kalimat 3 (usaha cari alternatif) sebagai respons logis, dan kalimat 4 (banjir di jalan lain) memperkuat situasi tanpa solusi. Alur ini membentuk koherensi kausal secara implisit, di mana setiap gagasan saling mendukung tema banjir kota.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Mutiara Permata Sari 2413046041 -
Nama: Mutiara Permata Sari
Npm: 2413046041
Kelas: 4A

1. Kohesi dalam wacana
Kohesi adalah hubungan antar kata atau kalimat dalam suatu teks yang membuat bagian-bagiannya saling terikat secara bahasa. Biasanya terlihat dari penggunaan kata ganti, kata hubung, atau pengulangan kata.
Contoh:
Dina membeli tas baru. Tas itu dipakai saat pergi ke sekolah.
Kata “tas itu” menghubungkan kalimat kedua dengan kalimat pertama.

2. Koherensi dalam wacana
Koherensi adalah keterkaitan makna antar kalimat sehingga isi paragraf terasa runtut dan mudah dipahami.
Contoh:
Pagi tadi saya bangun terlambat. Akibatnya saya terburu-buru berangkat ke kampus. Karena itu saya hampir terlambat masuk kelas.
Kalimat-kalimat tersebut saling berhubungan karena menjelaskan peristiwa secara berurutan dari sebab sampai akibatnya.

3. Piranti kohesi dalam paragraf:
Dalam paragraf tersebut terdapat kata hubung seperti “sehingga” yang menunjukkan hubungan sebab akibat, dan “namun” yang menunjukkan adanya pertentangan. Selain itu, ada juga penggunaan kata yang masih berkaitan seperti “jalanan” dan “jalan” yang membuat kalimat-kalimatnya tetap saling terhubung.

4. Hubungan koherensi antar kalimat:
Kalimat-kalimat dalam paragraf tersebut saling berkaitan secara runtut. Kalimat pertama menjelaskan bahwa hujan turun sangat deras. Kalimat kedua menunjukkan dampaknya, yaitu jalanan menjadi tergenang dan menyebabkan kemacetan. Kalimat ketiga menjelaskan tindakan para pengendara yang mencoba mencari jalan lain. Pada kalimat terakhir dijelaskan bahwa jalan lain tersebut juga banjir, sehingga keadaan tetap sulit dilalui.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Ines Prisya Hidayat -

Nama : Ines Prisya Hidayat

NPM : 2413046015

Kelas : 4 A

Matkul : analisis Wacana


Kohesi adalah hubungan atau keterkaitan antara kata atau kalimat dalam sebuah teks sehingga kalimat-kalimat tersebut saling terhubung dan membentuk satu kesatuan yang padu. Kohesi membuat tulisan atau wacana tidak terpisah-pisah, karena setiap bagiannya saling berkaitan.

contoh kohesi Miss Mei adalah dosen analisis wacana. Beliau dosen yang sangat dihormati di FKIP. (Beliau menggambarkan Miss Mei, dan disini saya memakai kata ganti beliau)


Koherensi adalah hubungan makna atau ide antara kalimat-kalimat dalam sebuah teks sehingga isi tulisan nyambung, runtut, dan mudah dipahami.

setiap kalimat saling berkaitan secara logis dan tidak asal asalan topik selanjutnya.

Contoh koherensi: Ines sangat suka membaca buku. Hampir setiap hari ia pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku.

(Karena Ines sangat suka baca buku jadinya si Ines tiap hari ke perpustakaan untuk meminjam buku, kan disitu jadinya saling berkaitan karena suka baca buku jadi ia ke perpustakaan truss)


1. Piranti kohesi dalam paragraf diatas

Konjungsi

“sehingga” menghubungkan sebab dan akibat.

Contoh Kalimatnya: Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet.


"namun” → menunjukkan pertentangan atau keadaan yang berbeda.

Contoh: Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.


Kohesi leksikal 

Kata “kendaraan” dan “pengendara” masih memiliki hubungan makna karena keduanya berkaitan dengan aktivitas di jalan.


2. hubungan koherensi antar kalimat pada paragraf diatas

-Kalimat pertama menjelaskan hujan deras, sedangkan kalimat kedua menjelaskan akibatnya, yaitu jalanan tergenang dan kendaraan macet.

-Kalimat ketiga menjelaskan tindakan para pengendara akibat kemacetan, yaitu mencari jalan alternatif.

-Kalimat keempat menunjukkan hambatan lain, yaitu jalan alternatif juga mengalami banjir.

In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Lesa Darista -
Nama: Lesa Darista
Npm: 2413046045
Kelas: 4A
Kohesi adalah hubungan atau keterkaitan antar unsur bahasa dalam suatu wacana yang membuat kalimat-kalimat di dalamnya saling terhubung secara bentuk. Kohesi biasanya terlihat dari penggunaan kata sambung, kata ganti, pengulangan kata, atau kata penunjuk sehingga teks menjadi menyatu dan tidak terpisah-pisah.
Contohnya:
Rika pergi ke pasar. Ia membeli sayur dan buah untuk ibunya.
Pada contoh tersebut terdapat kohesi berupa kata ganti “ia” yang merujuk pada kata Rika di kalimat sebelumnya. Hal ini membuat kedua kalimat saling terhubung.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana
Koherensi adalah hubungan makna antar kalimat dalam suatu paragraf sehingga ide yang disampaikan terasa runtut dan mudah dipahami. Koherensi membuat sebuah paragraf memiliki alur pemikiran yang jelas.
Contoh:
Cuaca hari ini sangat panas. Karena itu, banyak orang memilih membeli minuman dingin.
Kalimat kedua masih berhubungan dengan kalimat pertama, yaitu menjelaskan akibat dari cuaca yang panas.

3. Analisis Paragraf
Paragraf:
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

1. Piranti Kohesi dalam Paragraf
Dalam paragraf tersebut terdapat beberapa piranti kohesi, yaitu:
- Kata “sehingga” yang menunjukkan hubungan sebab akibat antara jalan yang tergenang air dengan kemacetan kendaraan.
- Kata “namun” yang menunjukkan adanya pertentangan atau perbandingan dengan kalimat sebelumnya.
- Selain itu, terdapat juga kata yang masih berkaitan seperti jalanan, jalan alternatif, dan jalan lain yang tetap membahas tentang kondisi jalan.
Penggunaan kata kata tersebut membuat setiap kalimat dalam paragraf saling terhubung satu dengan yang lainnya.

2. Hubungan Koherensi Antar Kalimat
Hubungan koherensi pada paragraf tersebut terlihat dari urutan peristiwa yang saling berkaitan. Kalimat pertama menjelaskan bahwa hujan turun sangat deras. Kalimat kedua menjelaskan dampaknya, yaitu jalan menjadi tergenang dan menyebabkan kemacetan. Kalimat ketiga menunjukkan tindakan para pengendara yang mencoba mencari jalan lain. Namun pada kalimat terakhir dijelaskan bahwa jalan alternatif tersebut juga mengalami banjir.
Dengan demikian, setiap kalimat dalam paragraf memiliki hubungan yang runtut dari penyebab, akibat, hingga kondisi yang terjadi, sehingga paragraf tersebut mudah dipahami.
In reply to Lesa Darista

Re: Tugas Diskusi

by Dea Dwi Putri 2413046095 -
NAMA: Dea Dwi Putri
NPM: 2413046095
KELAS: 4A

1. Pengertian dan contoh kohesi dalam wacana

Menurut pemahaman saya setelah mempelajari materi, kohesi adalah keterkaitan antarunsur bahasa dalam suatu wacana yang ditandai dengan penggunaan kata atau bentuk bahasa tertentu, seperti kata ganti, pengulangan kata, maupun kata penghubung. Kohesi membuat kalimat-kalimat dalam teks saling terikat sehingga membentuk satu kesatuan yang padu.

Contoh:
Siti memiliki sepeda baru. Ia sangat senang menggunakan sepeda tersebut untuk pergi ke sekolah. 
Pada contoh tersebut terdapat kohesi melalui penggunaan kata ganti "ia" dan "sepeda tersebut" yang merujuk pada Siti dan sepeda baru pada kalimat sebelumnya.

2. Pengertian dan contoh koherensi dalam wacana

Koherensi adalah hubungan makna antar kalimat dalam sebuah wacana sehingga gagasan yang disampaikan terasa runtut, logis, dan mudah dipahami. Koherensi tidak hanya dilihat dari bentuk bahasa, tetapi dari keterkaitan ide antar kalimat.

Contoh:
Perpustakaan kampus menyediakan banyak buku referensi. Oleh karena itu, mahasiswa sering datang ke sana untuk mencari bahan tugas. 
Kedua kalimat tersebut memiliki hubungan sebab-akibat sehingga ide yang disampaikan terasa saling berkaitan.

3. Analisis paragraf

Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

1. Identifikasi piranti kohesi dalam paragraf

Beberapa piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:

a) Konjungsi sebab-akibat, yaitu kata “sehingga” yang menghubungkan peristiwa jalan tergenang dengan kemacetan kendaraan.

b) Konjungsi pertentangan, yaitu kata “namun” yang menunjukkan kondisi yang tidak sesuai dengan harapan sebelumnya.

c) Keterkaitan leksikal, yaitu kata-kata yang masih berhubungan dalam satu topik seperti jalanan, kendaraan, pengendara, dan jalan alternatif.

Penggunaan unsur-unsur tersebut membuat kalimat dalam paragraf tetap saling terhubung.

2. Hubungan koherensi antar kalimat

Hubungan koherensi pada paragraf tersebut menunjukkan urutan peristiwa yang logis. Kalimat pertama menjelaskan kondisi awal yaitu hujan yang sangat deras. Kalimat kedua menggambarkan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang dan menyebabkan kemacetan. Kalimat ketiga menunjukkan reaksi para pengendara yang mencoba mencari jalan lain. Kalimat terakhir menjelaskan bahwa usaha tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena jalan lain juga mengalami banjir. Dengan demikian, setiap kalimat dalam paragraf memiliki hubungan makna yang runtut sehingga membentuk wacana yang mudah dipahami.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Novita Adeliya -
Nama : Novita Adeliya
NPM : 2413046051
Kelas :4A

1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Kohesi adalah hubungan antara kata, frasa, atau kalimat dalam sebuah teks yang membuat bagian-bagian di dalamnya saling terikat. Kohesi biasanya ditandai dengan penggunaan kata hubung, kata ganti, atau pengulangan kata sehingga teks menjadi padu.

Contoh:
Novita pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku. Ia ingin membaca buku tersebut untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.

Pada contoh tersebut terdapat kohesi karena kata “ia” merujuk pada Novita, sehingga kedua kalimat saling terhubung.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Koherensi adalah hubungan makna antara kalimat-kalimat dalam sebuah paragraf sehingga ide yang disampaikan terasa runtut dan mudah dipahami. Dengan adanya koherensi, isi teks menjadi lebih jelas dan tidak membingungkan.

Contoh:
Malam tadi listrik di rumah padam cukup lama. Akibatnya, saya tidak bisa menyelesaikan tugas yang harus dikumpulkan hari ini.

Kalimat kedua menjelaskan akibat dari peristiwa pada kalimat pertama, sehingga keduanya memiliki hubungan makna.

Tugas
1. Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf

Paragraf:
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

Piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut yaitu:

-Kata hubung “sehingga” yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat.
-Kata hubung “namun” yang menunjukkan adanya pertentangan atau keadaan yang tidak sesuai harapan.
-Pengulangan kata yang berkaitan dengan “jalan”, seperti jalanan, jalan alternatif, dan jalan lain yang masih memiliki hubungan makna.
-Hubungan makna antara kata “tergenang air” dan “banjir” yang masih membahas kondisi yang sama.

2. Hubungan Koherensi Antar Kalimat

Koherensi dalam paragraf tersebut terlihat dari hubungan peristiwa yang berurutan. Kalimat pertama menjelaskan bahwa terjadi hujan deras pada pagi hari. Kalimat kedua menunjukkan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang dan menyebabkan kemacetan. Kalimat ketiga menjelaskan usaha para pengendara untuk mencari jalan lain agar terhindar dari macet. Namun pada kalimat terakhir dijelaskan bahwa jalan lain juga mengalami banjir.

Hal ini menunjukkan bahwa setiap kalimat saling berkaitan dan membentuk alur cerita yang runtut dari sebab hingga akibatnya.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Dea Anggita -

Nama:Dea Anggita

NPM:2413046077

Kelas:4A 

Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Kohesi adalah hubungan atau keterkaitan antar unsur bahasa dalam suatu wacana yang ditandai dengan penggunaan piranti bahasa tertentu sehingga kalimat-kalimat dalam wacana tersebut saling terhubung secara bentuk atau struktur. Kohesi berfungsi untuk menyatukan bagian-bagian teks agar menjadi satu kesatuan yang padu dan tidak terpisah-pisah.

Piranti kohesi biasanya berupa kata ganti, konjungsi (kata hubung), repetisi (pengulangan kata), atau penggunaan kata yang saling berkaitan dengan maknanya. Dengan adanya kohesi, pembaca dapat melihat bahwa satu kalimat masih berkaitan dengan kalimat lainnya.

Contoh kohesi dalam wacana:

•Ika pergi ke pasar pagi-pagi. la membeli sayur dan buah untuk kebutuhan di rumah. 

Pada contoh tersebut terdapat kohesi berupa kata ganti "ia" yang Merujuk pada ika pada kalimat sebelumnya. Kata ganti tersebut membuat kedua kalimat saling terhubung.

Contoh lain:

•Andi belajar dengan rajin. Oleh karena itu, ia selalu mendapatkan nilai yang baik.

Pada contoh tersebut 

terdapat kohesi berupa konjungsi “oleh karena itu” yang menghubungkan dua kalimat.

Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Koherensi adalah hubungan makna atau keterpaduan ide antar kalimat dalam suatu wacana sehingga gagasan yang disampaikan terasa runtut, logis, dan mudah dipahami. Koherensi tidak hanya bergantung pada bentuk bahasa, tetapi lebih pada hubungan makna antar kalimat.

Jika suatu paragraf memiliki koherensi yang baik, maka setiap kalimat akan saling mendukung dan menjelaskan ide utama secara berurutan.

Contoh koherensi dalam wacana:

•Halaman ini Ani bangun terlambat. Akibatnya, ia tidak sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

Hubungan kedua kalimat tersebut adalah hubungan sebab-akibat. Kalimat pertama menjadi sebab, sedangkan kalimat kedua menjadi akibat. Hubungan makna inilah yang disebut koherensi.

Analisis Paragraf

Paragraf

Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang udara sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet.

Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

1. Piranti Kohesi dalam Paragraf

Beberapa piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:

1. Konjungsi sebab-akibat

•Kata "sehingga" pada kalimat kedua berfungsi menghubungkan sebab dan akibat.

Hujan deras menyebabkan jalanan tergenang dan kendaraan terjebak macet

2. Konjungsi pertentangan

•Kata "namun" pada kalimat terakhir berfungsi menunjukkan pertentangan atau kondisi yang tidak sesuai dengan harapan.

Pengendara mencari jalan alternatif, tetapi jalan lain juga mengalami banjir.

3. Pengulangan atau pengulangan kata

•Kata "jalan" dan "jalan lain" menunjukkan keterkaitan makna yang masih membahas situasi lalu lintas di kota.

Piranti-piranti tersebut membuat setiap kalimat dalam paragraf saling terhubung secara bahasa.

2. Hubungan Koherensi Antar Kalimat

Hubungan koherensi antar kalimat dalam paragraf tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Kalimat pertama dan kedua memiliki hubungan sebab-akibat. Hujan yang turun deras sangat menyebabkan jalanan tergenang udara dan kendaraan mengalami kemacetan.

2. Kalimat kedua dan ketiga memiliki hubungan akibat dan tindakan. Karena jalanan macet, para pengendara berusaha mencari jalan alternatif.

3. Kalimat ketiga dan keempat memiliki hubungan pertentangan atau hambatan. Pengendara sudah mencari jalan alternatif, tetapi jalan lain juga mengalami banjir sehingga masalah belum terselesaikan.

Dengan demikian, seluruh kalimat dalam paragraf tersebut memiliki hubungan makna yang runtut dan logis, sehingga membentuk koherensi. 

In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Richa nadira Putri -
Nama : Richa Nadira Putri
Npm : 2413046063
Kelas : 4A
Matkul : Analisis wacana

1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana
Kohesi adalah keterkaitan antara unsur-unsur bahasa dalam sebuah paragraf atau wacana yang membuat kalimat-kalimat di dalamnya saling terhubung. Kohesi biasanya terlihat dari penggunaan kata penghubung, kata ganti, atau pengulangan kata tertentu sehingga tulisan menjadi lebih padu dan tidak terasa terpisah-pisah.

Contoh:
Andi membeli sepeda baru kemarin. Sepeda itu berwarna merah dan terlihat sangat bagus.
Pada contoh tersebut terdapat kohesi melalui kata “sepeda itu” yang merujuk pada kata “sepeda baru” pada kalimat sebelumnya.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana
Koherensi adalah hubungan makna atau keterkaitan ide antara kalimat yang satu dengan kalimat lainnya dalam sebuah paragraf. Koherensi membuat isi tulisan terasa runtut, logis, dan mudah dipahami oleh pembaca karena setiap kalimat masih berhubungan dengan gagasan utama.

Contoh:
Raya bangun terlalu siang pagi ini. Ia pun terburu-buru berangkat ke sekolah.
Penjelasan:
Kalimat pertama menjelaskan keadaan yang terjadi, yaitu Dika bangun terlambat. Kalimat kedua menunjukkan akibat dari keadaan tersebut, yaitu ia harus berangkat dengan terburu-buru. Hubungan sebab dan akibat tersebut menunjukkan adanya koherensi.


1.Piranti Kohesi dalam Paragraf

Paragraf:
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

Beberapa piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:

- Kata penghubung “sehingga” yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat antara hujan deras dengan kemacetan kendaraan.
- Kata penghubung “namun” yang menunjukkan adanya pertentangan atau kondisi yang tidak sesuai dengan harapan.
- Pengulangan kata yang berkaitan, seperti kata jalan, jalanan, dan jalan lain yang masih membahas tempat yang sama.
- Adanya hubungan kata kendaraan dan pengendara yang masih berada dalam satu topik pembahasan.

2.Hubungan Koherensi Antar Kalimat
Hubungan antar kalimat dalam paragraf tersebut tersusun secara runtut. Kalimat pertama menjelaskan peristiwa awal, yaitu hujan yang turun sangat deras. Kalimat kedua menjelaskan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalan menjadi tergenang dan menyebabkan kemacetan. Kalimat ketiga menunjukkan tindakan para pengendara yang mencoba mencari jalan lain untuk menghindari macet. Namun pada kalimat terakhir dijelaskan bahwa jalan lain juga mengalami banjir, sehingga masalah kemacetan tetap terjadi.

Dari susunan tersebut terlihat bahwa paragraf memiliki hubungan makna berupa urutan kejadian yang saling berkaitan, dimulai dari penyebab, akibat, hingga usaha untuk mengatasi masalah.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Siti Khoirunnissa -
Nama: Siti Khoirunnissa
NPM: 2413046035
Kelas: 4 A

1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana
Kohesi adalah keterkaitan atau hubungan antarbagian dalam sebuah wacana yang ditunjukkan melalui penggunaan unsur bahasa tertentu. Kohesi membuat kalimat-kalimat dalam suatu paragraf menjadi saling terhubung sehingga teks terasa padu dan tidak terpisah-pisah. Hubungan tersebut biasanya ditandai dengan penggunaan kata hubung, kata ganti, pengulangan kata, atau kata yang memiliki hubungan makna.

Contoh:
“Nisa membeli celana baru kemarin. Celana itu dipakai saat pergi ke kampus hari ini.”

Pada contoh tersebut terdapat kohesi berupa kata ganti “itu” yang merujuk pada kata celana pada kalimat sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara kedua kalimat.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana
Koherensi adalah hubungan makna atau hubungan logis antar kalimat dalam suatu wacana sehingga ide yang disampaikan terasa runtut dan mudah dipahami. Koherensi lebih berkaitan dengan keterpaduan gagasan daripada bentuk kata.

Contoh:
“Semalam hujan turun sangat deras. Akibatnya, beberapa daerah di kota mengalami banjir.”

Kedua kalimat tersebut memiliki hubungan sebab-akibat. Hujan deras menjadi penyebab terjadinya banjir sehingga kedua kalimat tersebut saling berkaitan secara makna.

Paragraf:
“Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.”

TUGAS
1. Piranti Kohesi dalam Paragraf
Beberapa piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:
a. Kata hubung “sehingga” yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara hujan deras dengan kemacetan kendaraan.
b. Kata hubung “namun” yang menunjukkan pertentangan antara usaha pengendara mencari jalan lain dengan kondisi jalan lain yang juga banjir.
c. Pengulangan kata yang berkaitan, seperti kata jalan, jalanan, dan jalan lain yang masih berada dalam topik yang sama, yaitu kondisi jalan.

2. Hubungan Koherensi Antar Kalimat
Hubungan koherensi dalam paragraf tersebut dapat dilihat dari alur peristiwa yang disampaikan secara runtut. Kalimat pertama menjelaskan peristiwa awal yaitu hujan yang turun sangat deras. Kalimat kedua menjelaskan dampak dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang air dan menyebabkan kemacetan. Kalimat ketiga menunjukkan tindakan para pengendara yang mencoba mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Namun pada kalimat terakhir dijelaskan bahwa sebagian jalan lain juga mengalami banjir sehingga usaha tersebut tidak sepenuhnya berhasil.

Dengan demikian, hubungan koherensi dalam paragraf tersebut menunjukkan urutan peristiwa yang logis, yaitu dari sebab (hujan deras), akibat (banjir dan macet), hingga usaha pengendara mencari jalan lain.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Ropita Sari_2413046089 -
Nama:Ropita Sari
Npm:2413046089
Kelas:4A
Prodi:pendidikan Bahasa lampung


Pengertian Kohesi
Kohesi merupakan keterhubungan antara elemen-elemen dalam teks melalui penggunaan unsur gramatikal dan leksikal, seperti konjungsi, referensi, substitusi, elipsis, dan pengulangan. Hal ini menjadikan kalimat-kalimat saling terikat secara formal.

Ini menciptakan kesatuan struktur, sehingga wacana menjadi tidak terputus.
• Contoh: "Pita pergi ke pasar pagi ini. Di sana saya membeli sayuran segar. " Frasa "di sana" menunjuk pada "pasar", yang menghasilkan kohesi referensial.

Pengertian Koherensi
Koherensi adalah keselarasan arti antara kalimat atau proposisi dalam wacana, di mana pemikiran saling mendukung secara logis meskipun kadang tidak ada perangkat kohesi yang jelas.

Koherensi bergantung pada konteks situasi, pengetahuan bersama, dan alur logika untuk menciptakan pemahaman yang utuh.
• Contoh: "Suatu hari, Pita menemukan peta kuno. Ia mengikuti petunjuknya. Perjalanan membawanya ke petualangan yang tak terduga. " Kalimat-kalimat ini koheren karena menyusun alur cerita yang logis dari penemuan hingga hasilnya.

1. Piranti Kohesi yang Terdapat dalam Paragraf
Piranti kohesi adalah alat bahasa yang mengaitkan bagian-bagian teks agar saling terkait. Berikut adalah identifikasi piranti kohesi penting dalam paragraf tersebut:

• Konjungsi kausal (sebab-dampak): "sehingga" (antara kalimat 1 dan 2) – Menunjukkan konsekuensi dari hujan yang deras.

• Konjungsi temporal (waktu): "Pagi itu" (kalimat 1) – Menetapkan waktu terjadinya peristiwa.

• Kata rujukan anaphora (kata ganti): "Para pengendara" (kalimat 3) – Merujuk kepada orang-orang yang terjebak dalam kemacetan seperti yang diungkapkan dalam kalimat 2.

• Referensi leksikal (pengulangan/repetisi): "jalan" (di kalimat 3 dan 4), "jalan lain" (di kalimat 4) – Mengulangi konsep jalan untuk menjaga kesinambungan.

• Konjungsi adversatif (penegasan kontras): "Namun" (di kalimat 4) – Menunjukkan pertentangan dengan apa yang diharapkan dalam kalimat 3.

2. Hubungan Koherensi Antar Kalimat
Koherensi menggambarkan alur logika antara kalimat yang membentuk makna tunggal. Paragraf ini memiliki koherensi yang kronologis dan kausal, dengan pola sebab-dampak yang terjalin:

• Dari kalimat 1 ke 2: Hubungan kausal – Hujan lebat (penyebab) mengakibatkan jalan tergenang dan kemacetan (konsekuensi, ditandai dengan "sehingga").

• Dari kalimat 2 ke 3: Hubungan tambahan sebab-dampak – Kemacetan mendorong pengendara untuk mencari jalur alternatif (reaksi yang logis terhadap masalah).

• Dari kalimat 3 ke 4: Hubungan kontras/penegasan – Usaha untuk mencari alternatif tidak berhasil karena "jalan lain juga terendam banjir" (ditunjukkan dengan "Namun"), menguatkan tema banjir sebagai masalah utama.

Alur keseluruhan: Dimulai dari penyebab (hujan), konsekuensi (kemacetan/banjir), respons (mencari jalan alternatif), hingga pengesahan kegagalan, menciptakan narasi yang lengkap dan logis tentang kondisi lalu lintas akibat cuaca buruk.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Ansori Ansori -
Nama : Ansori
Npm 2413046033

1. Identifikasi Piranti Kohesi

-Referensi (Pronomina) | Itu (pada kata "Pagi itu") Merujuk pada waktu tertentu yang sedang dibicarakan.

-Konjungsi (Antarkalimat) Sehingga Menunjukkan hubungan sebab-akibat antara hujan deras dengan jalanan yang tergenang.

-Konjungsi (Antarkalimat) Namun Menunjukkan hubungan perlawanan antara usaha mencari jalan alternatif dengan kenyataan bahwa jalan lain juga banjir.

-Leksikal (Repetisi) Jalanan, Jalan Pengulangan kata untuk menjaga fokus topik bahasan.

-Leksikal (Sinonim/Hiponim) Tergenang air, Banjir Penggunaan kata yang bermakna mirip untuk memperkuat visualisasi kondisi air.

2. Hubungan Koherensi Antar Kalimat


-Kalimat 1 ke Kalimat 2 (Hubungan Sebab-Akibat):
Hujan deras (Sebab) mengakibatkan jalanan tergenang dan kemacetan (Akibat).

-Kalimat 2 ke Kalimat 3 (Hubungan Aksi-Reaksi):
Karena adanya kemacetan, para pengendara melakukan tindakan (aksi) berupa mencari jalan alternatif. Ini menunjukkan hubungan fungsional antara masalah dan upaya penyelesaian.

-Kalimat 3 ke Kalimat 4 (Hubungan Pertentangan/Konsesif):
Meskipun pengendara sudah berusaha mencari jalan lain, kenyataannya jalan tersebut juga banjir. Kata "Namun" menegaskan bahwa usaha di kalimat ketiga tidak membuahkan hasil sesuai harapan.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Aprilia Luthfi Zaliyanti -
Nama : Aprilia Luthfi Zaliyanti
NPM : 2413046025
Kelas : 4A

1. Kohesi dalam Wacana
Kohesi adalah hubungan atau keterkaitan antar kata atau kalimat dalam teks sehingga kalimat tersebut saling terhubung dengan baik. Biasanya kohesi menggunakan kata ganti, kata sambung, atau pengulangan kata.
Contoh:
“Andi membeli sepeda baru. Sepeda itu berwarna merah.”
Kata “sepeda itu” mengacu pada “sepeda baru” di kalimat pertama. Jadi kedua kalimat tersebut saling terhubung.

2. Koherensi dalam Wacana
Koherensi adalah hubungan makna atau ide antar kalimat sehingga isi teks menjadi runtut dan mudah dipahami.
Contoh:
“Hari ini hujan sangat deras. Karena itu, banyak jalan yang tergenang air.”
Kalimat pertama menjelaskan penyebab (hujan deras) dan kalimat kedua menjelaskan akibatnya (jalan tergenang). Jadi ide dalam teks terasa logis dan nyambung.

3. Piranti kohesi dalam paragraph
Piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:
a. Kata sambung (konjungsi) “sehingga”
Kata ini menghubungkan sebab dan akibat antara hujan deras dengan kondisi jalan yang tergenang dan menyebabkan kemacetan.
b. Kata sambung “namun”
Kata ini menunjukkan pertentangan atau perbedaan dengan kalimat sebelumnya. Para pengendara mencari jalan lain, tetapi ternyata jalan lain juga mengalami banjir.
c. Pengulangan atau keterkaitan kata
Kata yang masih berkaitan seperti jalanan, kendaraan, pengendara, dan jalan membuat kalimat-kalimat dalam paragraf tetap saling terhubung dan membahas topik yang sama, yaitu kondisi jalan saat hujan deras.

4. Hubungan koherensi antar kalimat
Paragraf tersebut memiliki hubungan makna yang runtut dan logis. Kalimat pertama menjelaskan kejadian utama, yaitu hujan yang turun sangat deras. Kalimat kedua menjelaskan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang dan menyebabkan kemacetan. Kalimat ketiga menceritakan usaha para pengendara untuk menghindari kemacetan dengan mencari jalan lain. Namun pada kalimat terakhir dijelaskan bahwa usaha tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena sebagian jalan alternatif juga mengalami banjir.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Muhammad Helmi -
Nama : Muhammad Helmi
NPM : 2413046049

Kohesi dalam wacana merupakan hubungan keterkaitan antarunsur bahasa dalam suatu teks yang ditandai oleh penggunaan piranti kebahasaan tertentu sehingga membentuk kesatuan yang padu. Kohesi berfungsi menghubungkan kata, frasa, klausa, maupun kalimat melalui berbagai perangkat gramatikal dan leksikal, seperti pronomina, konjungsi, repetisi, substitusi, dan elipsis. Melalui penggunaan piranti kohesi tersebut, setiap bagian dalam teks saling terikat secara formal sehingga menghasilkan struktur wacana yang runtut dan mudah dipahami. Sebagai contoh, dalam kalimat “Rina membeli buku baru. Buku tersebut sangat menarik untuk dibaca.” terdapat hubungan kohesi melalui penggunaan kata “buku tersebut” yang merujuk pada kata “buku” pada kalimat sebelumnya. Unsur rujukan tersebut membuat kedua kalimat memiliki keterkaitan secara gramatikal sehingga membentuk kesatuan makna.

Koherensi dalam wacana merupakan hubungan keterpaduan makna antarbagian teks yang membuat suatu wacana dapat dipahami secara logis dan sistematis. Koherensi tidak hanya bergantung pada unsur kebahasaan, tetapi juga pada hubungan semantis antar gagasan serta konteks yang melatarbelakangi teks tersebut. Dengan adanya koherensi, ide-ide yang disampaikan dalam wacana tersusun secara runtut sehingga pembaca dapat memahami alur pemikiran penulis dengan baik. Misalnya pada kalimat “Hari ini cuaca sangat panas. Oleh karena itu, banyak orang memilih tinggal di rumah.” Kedua kalimat tersebut memiliki hubungan sebab-akibat, yaitu cuaca yang panas menjadi alasan banyak orang memilih untuk tetap berada di rumah. Hubungan makna tersebut menunjukkan adanya koherensi antar kalimat dalam wacana.

Dalam paragraf “Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.” terdapat beberapa piranti kohesi yang menghubungkan antar kalimat. Salah satu piranti kohesi yang digunakan adalah konjungsi kausalitas “sehingga” yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara jalanan yang tergenang air dan kondisi kendaraan yang terjebak macet. Selain itu, terdapat konjungsi pertentangan “namun” yang menunjukkan adanya perbandingan antara usaha pengendara mencari jalan alternatif dengan kenyataan bahwa jalan lain juga mengalami banjir. Kohesi leksikal juga tampak melalui penggunaan kata “jalan” dan “jalan lain” yang menunjukkan pengulangan unsur leksikal serta keterkaitan makna antara kata “kendaraan” dan “pengendara” yang masih berada dalam satu bidang semantik yang sama.

Hubungan koherensi antar kalimat dalam paragraf tersebut terbentuk melalui alur peristiwa yang logis dan berkesinambungan. Kalimat pertama menjelaskan peristiwa awal, yaitu hujan yang turun sangat deras pada pagi hari. Kalimat kedua menggambarkan akibat dari peristiwa tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang air sehingga menimbulkan kemacetan kendaraan. Selanjutnya, kalimat ketiga menjelaskan tindakan yang dilakukan oleh para pengendara untuk mengatasi kondisi tersebut, yakni mencari jalan alternatif. Namun, pada kalimat terakhir dijelaskan bahwa upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena sebagian jalan lain juga mengalami banjir. Dengan demikian, hubungan antar kalimat dalam paragraf tersebut membentuk koherensi yang bersifat sebab-akibat serta perkembangan peristiwa secara kronologis sehingga paragraf tersebut dapat dipahami sebagai satu kesatuan wacana yang utuh dan padu.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by faiz ruhus -
Nama: Faiz Ruhus Salim
Kelas: 4A
Npm: 2413046059

1. Piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf

Piranti kohesi adalah unsur bahasa yang membuat kalimat dalam paragraf saling terhubung.
Pada paragraf tersebut, piranti kohesi yang digunakan yaitu:

1. “sehingga” → termasuk kata hubung sebab-akibat, karena menunjukkan bahwa jalanan tergenang air akibat hujan deras.

2. “Namun” → termasuk kata hubung pertentangan, karena menunjukkan keadaan yang berbeda dari harapan sebelumnya.

Pengulangan kata yang masih berkaitan makna, seperti jalanan, jalan lain, banjir, dan air, yang membuat isi paragraf tetap saling berhubungan.


2. Hubungan koherensi antar kalimat dalam paragraf

Koherensi adalah hubungan makna antar kalimat sehingga paragraf terasa runtut.
Hubungan antar kalimat pada paragraf tersebut adalah:

1. Kalimat pertama menjelaskan penyebab utama, yaitu hujan deras.

2. Kalimat kedua menunjukkan akibat dari hujan deras, yaitu jalanan tergenang dan terjadi kemacetan.

3. Kalimat ketiga menjelaskan reaksi para pengendara, yaitu mencari jalan alternatif.

4. Kalimat keempat menunjukkan bahwa usaha tersebut belum berhasil, karena jalan alternatif juga banjir.


Jadi, hubungan koherensinya membentuk urutan sebab → akibat → usaha → hambatan.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Tiara Amaliya -

Nama : Tiara Amaliya 

Npm : 2413046079

Kelas : 4A


Kohesi dalam wacana merujuk pada keterkaitan gramatikal antarunsur bahasa, seperti kata ganti, konjungsi, atau pengulangan, yang membuat teks terhubung secara formal. Contohnya, dalam kalimat "Ani membeli buku baru. Ia membacanya sepanjang malam," kata "ia" dan "membacanya" menciptakan kohesi referensial yang merujuk pada "Ani" dan "buku baru."

Koherensi adalah keterkaitan logis dan makna antarkalimat, sehingga wacana mengalir secara utuh dan mudah dipahami tanpa kontradiksi. Misalnya, paragraf "Hutan semakin rusak akibat penebangan liar. Akibatnya, banjir sering melanda desa sekitar. Masyarakat pun kehilangan mata pencaharian," menunjukkan koherensi kausal karena setiap kalimat saling mendukung topik kerusakan lingkungan.

Piranti Kohesi

Dalam paragraf "Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir," terdapat piranti kohesi sebagai berikut:

Konjungsi kausal: "sehingga" menghubungkan kalimat kedua dengan dampak hujan deras pada kemacetan.

Konjungsi kontrasif: "Namun" menyatakan pertentangan antara upaya pengendara dan kondisi jalan alternatif.

Referensi umum: Kata "air" di kalimat kedua merujuk balik pada "hujan" di kalimat pertama, serta "jalan lain" merujuk pada "jalanan di kota."

Hubungan Koherensi

Paragraf ini koheren secara progresif dengan pola sebab-akibat: kalimat pertama menyatakan penyebab utama (hujan deras), kalimat kedua menjelaskan akibat pertama (genangan dan macet), kalimat ketiga menunjukkan respons manusia (cari alternatif), serta kalimat keempat memperkuat akibat lanjutan (banjir di jalan lain). Hubungan ini menciptakan alur logis tentang dampak hujan di perkotaan, sehingga pembaca memahami satu topik utuh tanpa kebingungan.

In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by abdurahman 2413046013 -
Nama : Abdurahman
Npm   : 2413046013
Kelas  : 4A pendidikan Bahasa lampung



Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Kohesi adalah hubungan antar unsur bahasa dalam wacana yang dapat dilihat dengan jelas melalui alat atau piranti bahasa tertentu. Tujuan kohesi adalah untuk mencegah wacana terkesan terputus-putus dan membuat pembaca lebih mudah menghubungkan antar bagian informasi. Contohnya, "Rina suka memasak. Dia sering membuat makanan khas daerah untuk keluarga. Makanan itu selalu dinikmati oleh semua orang." Piranti kohesi yang digunakan adalah kata ganti "Dia", yang Merujuk pada Rina, dan "itu", yang Merujuk pada makanan khas daerah.



Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Koherensi adalah hubungan makna yang logis dan menyeluruh antar kalimat atau bagian dalam wacana, meskipun kadang-kadang tidak terlihat jelas . Tujuan dari koherensi adalah untuk membuat wacana memiliki makna yang jelas dan menyeluruh. "Musim hujan telah tiba. Sungai mulai meluap. Petani khawatir hasil panennya akan terendam," contohnya. Meskipun tidak banyak menggunakan piranti kohesi yang jelas, arti antar kalimat terkait satu sama lain: musim hujan meluap sungai, membuat petani khawatir tentang panen.


Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf yang Diberikan

Pagi itu hujan turun dengan intensitas yang sangat tinggi. Tergenang udara menyebabkan banyak kendaraan terjebak di jalan-jalan kota. Para pengendara mencoba mencari rute lain. Sebagian jalan lain juga banjir.

Ini memiliki komponen kohesi berikut:
1. Konjungsi sebab-akibat: Pada kedua, kata "sehingga kalimat" menghubungkan penyebab (jalanan tergenang udara) dengan akibat (kendaraan terjebak macet).
2. . Konjungsi penentangan: Pada kalimat keempat, kata "namun" menghubungkan upaya pengendara untuk mencari jalan alternatif dengan kondisi yang tidak menguntungkan (jalanan lain juga tergenang).
3. Referensi kata ganti/bentuk kata majemuk: Kata "jalan alternatif" dan "

hubungan koherensi antar kalimat berurutan dan logis berdasarkan alur -akibat dan perkembangan peristiwa: - Kalimat pertama menceritakan peristiwa awal: hujan deras turun di pagi hari. - Kalimat kedua menjelaskan akibat dari hujan deras tersebut: jalanan tergenang, menyebabkan kemacetan. - Kalimat ketiga menceritakan bagaimana pengendara mengatasi kemacetan dan mencari jalan alternatif. Namun, kalimat keempat menunjukkan bahwa upaya mencari jalan alternatif tidak berhasil karena sebagian jalan lain juga tergenang.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Nurul Fahira Destri Nurul Fahira Destri -

Nama : Nurul fahira destri

Npm : 2413046067

Kelas : 3A

Prodi : pendidikan bahasa lampung 

1. Kohesi dalam wacana kohesi yaitu hubungan antara keterkaitan yang dimana unsur bahasa didalam teks secara gramatikal atau juga leksikal sehingga Kalimat kalimatnya dalamsebuah wacananya menjadi saling terhubung dengan baik.

Kohesi biasanya juga ditandai oleh beberapa yaitu, 

• piranti kohesi

• ⁠seperti kata ganti

• ⁠kata hubung

• ⁠Pengulangan kata atau juga kata yg dimana memiliki hubungan maknanyaa.

Contoh kohesi

Contoh paragraf: rina pergi kepasar, ia membeli sayur dan buah

Penjelasannya: yang dimana kata “ia” merupakan kata ganti yang merujuk pada rina, sehingga juga kedua kalimat tersebut saling terhubung secara kohesif.

Contoh lain: yaitu andi rajin belajar. Oleh karena itu juga, ia selalu mendapat nilai yang bagus. Kata “ oleh karena itu “ menjadii penghubung yang dimana menciptakan kohesi antar kalimatnya.


2. Pengertian kohesi dalam wacana 

Kohesi ialah hubungan makna atau juga keterkaitan logis antar kalimat dalam suatu wacana sehingga ide ide yang juga disampaikan tersusun secara runtut dan juga mudah dipahami.jadi kohesi juga berkaitan dengan alat bahasanya, maka koherensi berkaitan dengan keterpaduan makna atau gagasannya.

Contoh koherensi 

Contoh paragraf:

Pagi ini dina bangun terlambat. Ia tidak sempat sarapan. Akibatnya, dina merasa lapar saat pelajaran dimulai.

Penjelasan:

Kalimat kalimat nya tersebut memiliki hubungan sebab akibat, sehingga membentuk koherensi yang jelas.


3. Identifikasi piranti kohesi  dalam paragraf 

Paragraf: 

Pagi itu hujan turun sangat lah deras. Jalanan dikota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan nya alternatif. Namun, sebagai jalan lain juga mengalami banjir.

Piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf: 

1. Konjungsi ( kata hubung )

• Sehingga -> ( menunjukkan hubungan sebab-akibat

• ⁠namun -> ( menunjukkan hubungan pertentangan 

2. Pengulangan kata ( repetisi leksikal )

• kata jalan/ jalanan

• ⁠kata banjir/ tergenang air

3. Hubungan leksikal ( kesepadanan makna )

• hujan deres - tergenang air - banjir kata kata tersebut saling berkaitan secara maknanya sehingga menciptakan kohesi


4. Hubungan antar kalimat

Hubungan koherensi dalam paragraf: 

• Kalimat 1 -> kalimat 2 ( hubungan sebab-akibat )

Hujan deras menyebabkan jalanan tergenang air dan terjadi kemacetan 

• kalimat 2 -> kalimat 3 ( hubungan akibat/ respons)

Karena terjadi macet, para pengendara mencari jalan nya alternatif.

• kalimat 3 -> kalimat 4 ( hubungan pertentangan / hambatan )

Pengendara mencoba mencari jalan lainnya, tetapi jalan lain juga  tergenang banjir.

Kesimpulan koherensi:

Paragraf tersebut juga memiliki alur yang runtut yaitu:

Hujan deras -> jalan tergenang-> macet -> pengendara mencari jalan lain -> jalan lain juga banjir. 

Hubungan ini juga membentuk koherensi sebab - akibat dan juga pertentangan yang membuat paragraf nya yang mudah dipahami

In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Zalfa Dayani Mumtazah 2413046019 -
Nama : Zalfa Dayani M
NPM : 2413046019
Kelas 4A

Sekarang kita bahas dulu bagian pengertian kohesi juga kohesi dalam wacana
Kohesi merupaka ikatan ikatan antara kata dapat juga kalimat yg ada dalam sebuah teks agar memiliki keterkaitandan tidak bisa berdiri sendiri (terikat).dengan munculnya kohesi maka kalimat kalimat y gada pada paragraph jadi saling menyambung jadinya tulisan dapatdimengerti dengan gampang oleh para pembaca. Hubungan ini dapat terlihat dari penggunaan kata Ganti,kata hubuhng atau yg lainnnya.

Contoh :
Zalfa membeli sebuah kue di toko. Kue itu sangat lezat karena di dalamnya terdapat coklat keju.
Dalam contoh kata “Kue itu” acuannya tetap pada “buku”di kalimat sebelumnya. Itu membuat kedua kalimat tsb keterkaitan dan terhubung dan paragrafnya jadi lebih padu padan.

2. Pengertian dan contoh Koherensi dalam wacana
Koherensi ialah keterkaiitan antara makna dan hubungn yg logis antara gagasan dalam sebuah teks dan ide yg disampai kan dapat terstruktur dan mudah dime ngertoi. Koherensi membuat kalimat jadi saling endukung saat menjelaskan topik higga alur pemikiran penulis jadi lebih jelas bagi pembaca.
Contoh :
Krmacetan yg seing terjadidi daerah perkotaan dan paling umum terjadi di wilayah ibu kota.maraknya dan banyaknnya jumlah pemilik kendaraan beroda menjadi salah satu penyebab utamaya. Selain itu jalan sempit juga bisa jadi penyebab ke 2 nya.

Analisis Paragraf :
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

3. Piranti kohesi dalam paragraf
konjungsi /kata hub
pada kata “sehingga” memperlihatkan bahwa adanya hub sebab akibat antar jalan yg tergenang dg kemacetan.
o Kata “namun” menunjukkan hubungan pertentangan antara usaha mencari jalan lain dan kenyataan bahwa jalan lain juga banjir.
o Repetisi /pengulangan kata
Kkata “ jalan” dan “jala jalan” ini menujukab penglangan yg masih berkaitan utuk menjaga keberlanjutan topik(agar gak matigittu)
Keterkaitan makna angar kata
o Kata hujan,tergenang air, juga banjir berkaitan secara makna tau arti kata itu hingga membentuk keterpaduan wacana.

4. hub koherensi dlm wacana
1. Kalimat pertama menjelaskan peristiwa awal, yaitu hujan deras.
2. Kalimat kedua menjelaskan akibat dari hujan, yaitu jalan tergenang dan terjadi kemacetan.
3. Kalimat ketiga menunjukkan tindakan yang dilakukan pengendara, yaitu mencari jalan alternatif.
4. Kalimat keempat menjelaskan kenyataan lain yang terjadi, yaitu jalan alternatif juga banjir.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Fahra Cinta A'isyah -
Nama:Fahra Cinta A'isyah
Npm:2413046001

1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana
Kohesi adalah hubungan antar unsur bahasa dalam sebuah teks yang membuat kalimat-kalimat saling terhubung secara gramatikal. Kohesi biasanya terlihat dari penggunaan kata hubung, kata ganti, atau pengulangan kata sehingga paragraf menjadi padu.
Contoh:
Rina pergi ke perpustakaan. Ia meminjam beberapa buku.
Kata “ia” merupakan kata ganti yang merujuk pada Rina sehingga kedua kalimat tersebut saling berkaitan.
2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana
Koherensi adalah keterkaitan makna antar kalimat dalam paragraf sehingga ide yang disampaikan terasa runtut dan mudah dipahami.
Contoh:
Adi bangun terlambat pagi ini. Akibatnya ia tidak sempat sarapan. Di sekolah ia merasa sangat lapar.
Kalimat-kalimat tersebut saling berhubungan karena menunjukkan urutan sebab dan akibat.
3. Piranti Kohesi dalam Paragraf
Pada paragraf tersebut terdapat beberapa piranti kohesi, yaitu:
Kata hubung “sehingga” yang menunjukkan hubungan sebab akibat.
Kata hubung “namun” yang menunjukkan pertentangan.
Hubungan kata seperti hujan, tergenang air, banjir yang masih berkaitan dalam satu peristiwa.
4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat
Kalimat-kalimat dalam paragraf tersebut memiliki hubungan sebab akibat. Hujan deras menyebabkan jalan tergenang, lalu kendaraan menjadi macet. Pengendara kemudian mencari jalan lain, tetapi jalan tersebut juga banjir. Jadi, seluruh kalimat membentuk alur peristiwa yang runtut.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Ocha Nata Safira -
Nama:Ocha Nata Safira
NPM : 2413046017
Kelas : 4A

1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Kohesi adalah hubungan keterkaitan bentuk bahasa (kata, frasa, atau kalimat) dalam suatu wacana sehingga wacana tersebut menjadi padu. Kohesi biasanya ditunjukkan melalui penggunaan kata penghubung, kata ganti, pengulangan kata, atau penunjuk.

Contoh:
Caca membeli buku baru. Buku itu sangat menarik untuk dibaca.
- Kata “buku itu” merupakan pengulangan yang merujuk pada “buku baru”, sehingga menciptakan kohesi.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Koherensi adalah hubungan makna atau logika antar kalimat dalam suatu wacana sehingga ide-ide di dalamnya tersusun secara runtut dan mudah dipahami.

Contoh:
Hari ini hujan sangat deras. Oleh karena itu, banyak jalan yang tergenang air.
- Kalimat kedua memiliki hubungan sebab–akibat dengan kalimat pertama sehingga wacananya koheren.

3. Piranti Kohesi dalam Paragraf

Beberapa piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf yaitu:

1. Kata sambung (konjungsi)
- “sehingga” → menunjukkan hubungan sebab-akibat.

- “namun” → menunjukkan hubungan pertentangan.

2. Pengulangan kata (repetisi)
- Kata “jalan/jalanan” muncul kembali pada kalimat berikutnya sehingga menjaga keterkaitan antar kalimat.

3. Keterkaitan leksikal
- Kata “kendaraan”, “pengendara”, dan “jalan” masih berada dalam satu bidang makna tentang lalu lintas.

4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat
Hubungan koherensi dalam paragraf tersebut adalah:
1. Kalimat 1 → Kalimat 2 : hubungan sebab–akibat
- Hujan deras menyebabkan jalanan tergenang air dan terjadi kemacetan.

2. Kalimat 2 → Kalimat 3 : hubungan akibat/reaksi
- Karena jalan macet, para pengendara mencari jalan alternatif.

3. Kalimat 3 → Kalimat 4 : hubungan pertentangan
- Upaya mencari jalan alternatif tidak berhasil karena jalan lain juga banjir.

Jadi paragraf tersebut memiliki kohesi melalui konjungsi, pengulangan kata, dan keterkaitan makna. Koherensinya terlihat dari hubungan sebab-akibat, reaksi, dan pertentangan antar kalimat sehingga paragraf menjadi runtut dan mudah dipahami.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Alvindo Saferli -
Nama: Alvindo Saferli
NPM: 2413046031
Kelas: PBL 4A

1. Pengertian Kohesi dalam Wacana

Menurut saya, kohesi adalah hubungan antarunsur bahasa dalam sebuah teks yang membuat kalimat-kalimat saling terikat secara bentuk. Kohesi muncul melalui penggunaan perangkat kebahasaan seperti kata ganti, konjungsi, kata penunjuk, maupun pengulangan kata.
Dengan adanya kohesi, setiap kalimat dalam paragraf tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung secara struktur sehingga teks terasa lebih padu dan mudah diikuti oleh pembaca.

Contoh Kohesi
Contoh kalimat:
Banyak keluarga mulai menyiapkan hidangan untuk Lebaran. Mereka memasak ketupat, opor ayam, dan berbagai kue tradisional.
Penjelasan:
Kata “mereka” merupakan kata ganti yang merujuk pada banyak keluarga. Penggunaan kata ganti tersebut menciptakan keterkaitan antara dua kalimat sehingga terbentuk hubungan kohesi.

2. Pengertian Koherensi dalam Wacana

Berbeda dengan kohesi yang berfokus pada bentuk bahasa, koherensi berkaitan dengan hubungan makna atau logika antar kalimat dalam sebuah teks. Koherensi membuat gagasan dalam paragraf tersusun secara runtut sehingga pembaca dapat memahami alur pemikiran penulis dengan jelas.
Koherensi tidak hanya ditentukan oleh penggunaan kata hubung, tetapi juga oleh kesinambungan ide yang saling mendukung.

Contoh Koherensi
Contoh paragraf:
Menjelang Lebaran, banyak orang mulai membersihkan rumah mereka. Oleh karena itu, suasana rumah menjadi lebih rapi dan nyaman untuk menyambut tamu.
Penjelasan:
Kalimat kedua merupakan akibat logis dari kalimat pertama. Kegiatan membersihkan rumah menyebabkan rumah menjadi lebih rapi. Hubungan sebab–akibat inilah yang menunjukkan adanya koherensi.
Analisis Paragraf
Menjelang Lebaran, masyarakat sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan hari raya. Pada malam sebelumnya, mereka menata rumah dan menyiapkan hidangan agar suasana Lebaran terasa lebih hangat dan berkesan.

3. Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf

Dalam sebuah paragraf, kohesi dapat dibentuk melalui beberapa piranti kebahasaan, antara lain:
a. Konjungsi “sehingga”
Kata “sehingga” berfungsi sebagai konjungsi yang menunjukkan hubungan sebab–akibat. Misalnya, banyaknya orang yang mudik menyebabkan lalu lintas menjadi padat.
b. Konjungsi “namun”
Kata “namun” merupakan konjungsi yang menandai pertentangan atau perbedaan keadaan antara dua informasi.
c. Pengulangan kata (repetisi)
Pengulangan kata seperti “Lebaran”, “hari raya”, atau “perayaan” dapat menjaga konsistensi topik. Repetisi ini membuat paragraf tetap fokus pada pembahasan mengenai suasana dan tradisi Lebaran.
Penggunaan piranti-piranti tersebut membuat kalimat dalam paragraf saling terhubung secara jelas dan tidak terasa terputus.
Paragraf tersebut menunjukkan hubungan logis antara persiapan Lebaran dan tindakan yang dilakukan masyarakat, sehingga ide dalam teks mengalir secara runtut.

4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat
Hubungan koherensi dalam paragraf tentang Lebaran dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Kalimat pertama menggambarkan situasi awal, yaitu masyarakat yang mulai mempersiapkan perayaan Lebaran.
2. Kalimat kedua menjelaskan akibat dari persiapan tersebut, misalnya rumah menjadi lebih bersih dan makanan khas mulai disiapkan.
3. Kalimat ketiga menunjukkan aktivitas lanjutan, seperti keluarga yang berkumpul dan saling membantu menyiapkan hidangan.
4.Kalimat terakhir dapat menampilkan pertentangan atau tambahan informasi, misalnya meskipun suasana ramai, beberapa orang tetap harus bekerja atau menjaga keamanan.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by 2453046007 2453046007 -

nama:Qaira trisa parstio

npm:2453046007


1.Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Kohesi merujuk pada hubungan antara elemen bahasa dalam sebuah teks yang ditandai oleh penggunaan bentuk-bentuk bahasa tertentu, sehingga kalimat-kalimat dalam wacana saling terjalin secara struktural. Kohesi membuat teks menjadi terorganisir karena ada elemen penghubung bahasa yang menyatukan bagian-bagian kalimat.

Contoh:

ana berkunjung ke pasar pagi ini. Dia membeli sayuran dan buah-buahan untuk ibunya.

Kata “dia” berfungsi sebagai pengganti untuk ana, sehingga kedua kalimat tersebut memiliki keterkaitan kohesif.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Koherensi adalah hubungan arti atau logika antar kalimat dalam wacana sehingga ide yang disampaikan teratur dan mudah dipahami. Koherensi tidak hanya bergantung pada kata penghubung, tetapi juga pada penghubungan gagasan antara satu kalimat dengan kalimat lainnya.

Contoh:Andi belajar dengan tekun setiap hari. Oleh karena itu, ia berhasil meraih nilai yang sangat baik pada ujian.

Kalimat kedua menunjukkan hubungan sebab-akibat dengan kalimat pertama, sehingga keduanya membentuk koherensi yang jelas.

 3.Piranti Kohesi dalam Paragraf

1. Kata penghubung (konjungsi) “sehingga”

Kata ini menghubungkan sebab terjadinya hujan deras dengan kemacetan yang terjadi.

2. Kata penghubung “namun”

Digunakan untuk menunjukkan kontras antara usaha pengendara mencari jalan alternatif dengan kenyataan bahwa jalan lain juga terkena banjir.

3. Pengulangan makna yang relevan (leksikal)

Kata jalan, jalanan, dan jalan lain berada dalam satu kategori makna yang sama, memperkuat koneksi antar kalimat.

2. Hubungan Koherensi Antar Kalimat

Hubungan koherensi dalam paragraf tersebut memperlihatkan alur sebab-akibat yang teratur.

1. Kalimat pertama menggambarkan peristiwa yang terjadi, yaitu hujan yang sangat lebat.

2. Kalimat kedua menjelaskan dampak dari hujan lebat, yakni jalanan tergenang dan kendaraan mengalami kemacetan.

3. Kalimat ketiga menunjukkan respons para pengendara yang mencoba mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan.

4. Kalimat keempat menjelaskan fakta lain yang terjadi, yaitu jalan alternatif juga mengalami genangan air.

Dengan demikian, setiap kalimat saling terkait secara logis dari peristiwa → efek → usaha untuk mengatasi → kondisi yang tetap menjadi masalah, sehingga paragraf tersebut menunjukkan koherensi yang jelas.

In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by 2453046005 2453046005 -
nama:Rama fernando 

NPM:2453046005

kelas:4A

Kata hujan, tergenang air, dan banjir saling berkaitan karena berada dalam satu bidang makna tentang air/cuaca.

Kata jalanan, jalan alternatif, dan jalan lain menunjukkan hubungan leksikal melalui pengulangan unsur tempat.

Kohesi gramatikal konjungsi

sehingga → menunjukkan hubungan sebab-akibat

(jalanan tergenang air → kendaraan macet).

namun → menunjukkan hubungan pertentangan

(pengendara mencari jalan alternatif, tetapi jalan lain juga banjir).

Kohesi referensi

itu pada frasa pagi itu berfungsi sebagai penunjuk waktu tertentu

Hubungan koherensi antar kalimat

Kalimat pertama menyatakan penyebab utama:

hujan turun sangat deras.

Kalimat kedua menjelaskan akibat dari hujan deras:

jalan tergenang air dan menyebabkan macet.

Kalimat ketiga menunjukkan respons pelaku terhadap kondisi tersebut:

pengendara mencari jalan alternatif.

Kalimat keempat menjelaskan hambatan lanjutan:

jalan alternatif juga banjir.

Pola koherensinya:

Sebab → Akibat → Upaya → Hambatan

In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Andini Syariza -
Nama : Andini Farha Syariza
Npm : 2413046011
Kelas : 4A


1. Pengertian dan Contoh Kohesi Wacana
Kohesi merupakan alat yang menghubungkan elemen-elemen secara fisik. Fungsinya untuk memastikan bahwa kata-kata dan kalimat terjalin dengan baik melalui aturan tata bahasa.
Contoh:
"Budi membeli buku baru. Buku tersebut sangat tebal. "
Dalam contoh ini, frasa "Buku tersebut" berperan sebagai elemen kohesi (pengulangan/leksikal) yang mengaitkan kalimat pertama dengan kalimat kedua.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi Wacana
Koherensi merujuk pada sejauh mana ide-ide kita saling terhubung. Yang menjadi perhatian di sini bukanlah kata penghubung, melainkan logika di balik pemikiran kita.
Contoh:
"Hari ini turun hujan dengan deras. Saya membatalkan rencana pergi ke kampus. "
Meskipun tidak terdapat secara langsung kata penghubung "karena", kita dapat memahami adanya hubungan sebab akibat di situ. Itulah yang dimaksud dengan koherensi.

3. Piranti Kohesi dalam Paragraf
Dalam paragraf ini, saya menemukan beberapa jenis alat yang menghubungkan kalimat:
Konjungsi (Kata Hubung):
"Sehingga": Menghubungkan klausa penyebab (genangan air) dengan akibatnya (kemacetan).
"Namun": Penggunaan di awal kalimat terakhir berfungsi sebagai penanda konflik (adversatif) untuk menunjukkan bahwa usaha mencari rute alternatif tidak berjalan lancar.
Referensi (Pengacuan):
"Jalanan di kota" dan "jalan alternatif": Terdapat pengulangan kata "jalan" yang menjaga konsentrasi pada topik.
Leksikal (Repetisi/Sinonim):
Kata "Hujan" yang ada di kalimat pertama memiliki hubungan semantis dengan "Tergenang air" dan "Banjir" di kalimat yang menyusul. Ini menciptakan kesatuan tema.

4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat
Hubungan Sebab-Akibat: Kalimat 1 dan 2 menjelaskan fenomena alam (hujan) yang berimbas pada kondisi fisik jalan (genangan) dan dampak sosialnya (kemacetan).
Hubungan Aksi-Reaksi: Kalimat 2 dan 3 mencerminkan respons logis dari manusia. Karena terjadinya kemacetan, munculah tindakan mencari "jalan alternatif".
Hubungan Pertentangan/Kegagalan: Kalimat 3 dan 4 menawarkan resolusi yang tidak menguntungkan. Upaya pengendara untuk mencari rute lain terhalang oleh kenyataan bahwa jalan lain juga mengalami banjir.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Nur Asiah -
Nama : Nur Asiah
NPM : 2413046055
Kelas : 4A

JAWAB:
1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Kohesi adalah keterkaitan bentuk bahasa dalam suatu wacana yang membuat kalimat-kalimat di dalamnya saling terhubung secara gramatikal maupun leksikal. Kohesi berfungsi sebagai pengikat antarbagian teks sehingga wacana tidak terpisah-pisah. Kohesi dapat muncul melalui konjungsi, pengulangan kata, rujukan, maupun penggunaan kata penghubung tertentu.

Contoh sederhana kohesi:
“Rina membeli buku baru. Buku itu sangat menarik.”
Kata “buku itu” merujuk pada kata “buku” pada kalimat sebelumnya sehingga kedua kalimat menjadi terikat.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Koherensi adalah hubungan makna atau keterpaduan ide antar kalimat dalam suatu wacana sehingga gagasan yang disampaikan terasa logis dan mudah dipahami. Koherensi tidak hanya dilihat dari bentuk kata, tetapi dari hubungan makna antar gagasan.

Contoh:
“Pagi ini hujan turun sangat deras. Akibatnya beberapa jalan di kota menjadi banjir.”
Kedua kalimat tersebut memiliki hubungan sebab-akibat sehingga maknanya saling berhubungan dan membentuk koherensi.

3. Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf

Paragraf:
“Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.”

Piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:
• Konjungsi sebab-akibat: kata “sehingga” menghubungkan kalimat tentang hujan deras dengan akibatnya yaitu kendaraan terjebak macet.
• Konjungsi pertentangan: kata “namun” menunjukkan adanya kondisi yang tidak sesuai dengan harapan, yaitu meskipun mencari jalan lain tetapi tetap banjir.
• Kohesi leksikal (pengulangan makna): kata “jalan”, “jalanan”, dan “jalan lain” memiliki hubungan makna yang sama sehingga menjaga kesinambungan topik.
• Kohesi leksikal melalui hubungan makna: kata “hujan”, “tergenang air”, dan “banjir” masih berada dalam satu bidang makna yang sama, yaitu peristiwa akibat air hujan.

4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat

Hubungan koherensi dalam paragraf tersebut membentuk alur kejadian yang runtut. Kalimat pertama menyampaikan peristiwa utama, yaitu hujan yang turun sangat deras. Kalimat kedua menjelaskan akibat langsung dari peristiwa tersebut, yaitu jalanan tergenang air dan kendaraan mengalami kemacetan. Kalimat ketiga menggambarkan reaksi para pengendara yang mencoba mencari jalan alternatif untuk menghindari macet. Kalimat keempat menunjukkan situasi yang tidak membantu, karena sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

Dengan demikian, hubungan antar kalimat dalam paragraf tersebut membentuk pola sebab–akibat dan upaya–hambatan, sehingga isi paragraf terasa logis, runtut, dan mudah dipahami.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by PUPUT ASPIRANDA -
Nama: Puput Aspiranda
NPM: 2413046029
Kelas: 4A


1. Kohesi (Keterpaduan Bentuk)

Intinya: Hubungan antar kalimat secara tata bahasa/fisik.

Ciri: Menggunakan kata ganti (ia, mereka, itu), kata hubung (dan, tetapi), atau pengulangan kata.

Contoh: "Rani membeli sepeda. Sepeda itu warna merah." (Kata "Buku itu" menyambungkan kalimat pertama dan kedua).

2. Koherensi (Keterpaduan Makna)

Intinya: Hubungan antar kalimat secara logika/makna.

Ciri: Kalimat-kalimatnya nyambung secara ide, meskipun tidak ada kata hubung yang terlihat.

Contoh: "Rumah mewah itu terbakar. Pemiliknya menangis histeris." (Secara logika nyambung karena ada hubungan sebab-akibat, meski tidak ada kata hubung "karena").

Analisis Paragraf (Singkat & Padat)

Teks: Hujan deras → jalan tergenang & macet → pengendara cari jalan lain tapi jalan lain juga banjir.

1. Piranti Kohesinya:

Konjungsi: Kata "sehingga" (akibat) dan "Namun" (perlawanan).

Pronomina/Referensi: Kata "Para pengendara" merujuk pada orang yang membawa "kendaraan" di kalimat sebelumnya.
Repetisi: Pengulangan kata "jalan" untuk menjaga fokus topik.

2. Hubungan Koherensi (Logika):

Paragraf ini koheren karena memiliki alur pikiran yang logis:

1. Sebab-Akibat: Hujan menyebabkan banjir dan macet.

2. Aksi-Reaksi: Karena macet, orang mencari jalan alternatif.

3. Kenyataan Pahit: Usaha mencari jalan alternatif gagal karena kondisi jalan lain pun sama (banjir).
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Eldian Novasari -
Nama : Eldian Novasari
Npm : 2413046075
Kelas : 4A
Prodi : pendidikan Bahasa Lampung

1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Kohesi adalah hubungan keterkaitan antarunsur bahasa dalam sebuah teks atau wacana yang membuat kalimat-kalimatnya saling terhubung secara bentuk. Kohesi biasanya terlihat dari penggunaan kata hubung, kata ganti, pengulangan kata, atau kata yang merujuk pada hal yang sama sehingga teks terasa padu.

Contohnya:
“Rina membeli buku baru. Buku itu sangat menarik untuk dibaca.”

Pada contoh tersebut terdapat kohesi melalui penggunaan kata ganti “itu” yang merujuk pada “buku” di kalimat sebelumnya.


2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Koherensi adalah hubungan makna atau keterkaitan ide antar kalimat dalam sebuah wacana sehingga isi teks dapat dipahami secara logis dan runtut. Koherensi lebih berkaitan dengan hubungan gagasan daripada bentuk kata.

Contohnya:
“Semalam hujan turun sangat deras. Pagi ini beberapa jalan di kota menjadi tergenang air.”

Kedua kalimat tersebut memiliki hubungan sebab-akibat yang logis, sehingga pembaca dapat memahami bahwa banjir terjadi karena hujan deras.

3. Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf

Paragraf:
“Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.”

Piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:
• Kata hubung (konjungsi):
• sehingga → menunjukkan hubungan sebab akibat
• namun → menunjukkan pertentangan
• Kohesi leksikal (pengulangan makna):
• Kata jalan, jalanan, dan jalan lain memiliki keterkaitan makna.
• Kata rujukan:
• para pengendara merujuk pada orang-orang yang menggunakan kendaraan pada kalimat sebelumnya.

Piranti-piranti ini membuat setiap kalimat saling terhubung dan tidak berdiri sendiri.


4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat dalam Paragraf

Hubungan koherensi dalam paragraf tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
• Kalimat pertama menjelaskan peristiwa awal, yaitu hujan yang turun sangat deras.
• Kalimat kedua menunjukkan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang air dan menyebabkan kemacetan.
• Kalimat ketiga menjelaskan reaksi para pengendara yang mencoba mencari jalan alternatif agar terhindar dari kemacetan.
• Kalimat keempat menunjukkan bahwa usaha tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena beberapa jalan lain juga mengalami banjir.

Dengan demikian, paragraf tersebut memiliki alur yang logis: peristiwa (hujan deras) → akibat (jalan tergenang dan macet) → usaha (mencari jalan lain) → hambatan (jalan lain juga banjir).
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Zesfin Ananda -
Nama : Zesfin Ananda
Npm :2413046073

Wacana tersebut memiliki kohesi karena kalimat-kalimatnya saling terhubung melalui konjungsi (sehingga, namun), hubungan makna kata (hujan, tergenang, banjir), dan pengacuan (jalan lain) sehingga teks menjadi padu dan mudah dipahami. salah saty contohnya ialah
Kohesi Konjungsi (Kata Hubung)
Kohesi ini menghubungkan antarbagian kalimat.
Kata “sehingga” pada kalimat kedua menunjukkan hubungan sebab–akibat.
Contoh:
Jalanan di kota menjadi tergenang air ‘sehingga’ banyak kendaraan yang terjebak macet.

Koherensi dalam wacana tersebut terlihat dari alur peristiwa yang logis, yaitu:
hujan deras → jalan tergenang → kendaraan macet → pengendara mencari jalan alternatif → jalan lain juga banjir.
Hubungan makna yang brrurutan ini membuat wacana jadi mudah dipahami.
tugas 1
Piranti kohesi yang ada dalam paragraf di atas adalah konjungsi (sehingga, namun), kohesi leksikal (hujan, tergenang air, banjir), dan referensi (jalan lain yang mengacu pada jalan di kota). Piranti ini membuat paragraf menjadi padu dan mudah dipahami.
tugas 2
Hubungan koherensi dalam paragraf di atas membentuk alur yang logis, yaitu:
hujan deras → jalan tergenang → terjadi kemacetan → pengendara mencari jalan alternatif → tetapi jalan lain juga banjir.
Alur ini membuat paragraf menjadi berurutan dan mudah dipahami.
In reply to Zesfin Ananda

Re: Tugas Diskusi

by Hestika - Ramadhina -
Nama : Hestika Ramadhina
Npm : 2413046037
Kelas : 4 A

1. Pengertian dan Contoh Kohesi
Kohesi adalah hubungan keterkaitan antarbagian dalam suatu wacana yang terlihat dari bentuk bahasanya, seperti penggunaan kata ganti, kata hubung, pengulangan kata, atau sinonim. Kohesi membuat kalimat dalam paragraf terasa menyatu dan tidak terputus-putus.
Contoh:
"Sinta membeli buku baru. Buku itu akan digunakan untuk belajar."
Kata buku itu merupakan piranti kohesi karena merujuk kembali pada buku baru di kalimat sebelumnya. Dengan begitu, kalimat menjadi lebih padu dan tidak perlu mengulang kata yang sama secara langsung.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi
Koherensi adalah keterpaduan makna dalam sebuah wacana sehingga ide-ide yang disampaikan tersusun secara runtut dan logis. Walaupun tidak selalu memakai kata penghubung, pembaca tetap bisa memahami hubungan antar kalimat.
Contoh:
"Hari sudah malam. Lampu rumah masih menyala."
Dari dua kalimat tersebut, kita bisa memahami bahwa ada hubungan makna, yaitu lampu dinyalakan karena hari sudah malam, walaupun tidak ada kata karena.

Analisis Paragraf
Teks:
Pagi hari udara terasa sangat panas. Banyak siswa datang ke sekolah dengan wajah lelah. Di dalam kelas, kipas angin dinyalakan agar suasana lebih nyaman. Namun, listrik tiba-tiba padam sehingga kegiatan belajar menjadi terganggu.

1. Identifikasi Piranti Kohesi
Dalam paragraf tersebut terdapat beberapa bentuk kohesi, yaitu:
Konjungsi (kata hubung)
Kata agar menghubungkan tujuan dengan tindakan, yaitu menyalakan kipas angin supaya suasana nyaman.
Kata namun menunjukkan adanya pertentangan dengan keadaan sebelumnya.
Kata sehingga menyatakan akibat dari listrik yang padam.
Referensi (rujukan)
Kata di dalam kelas masih berkaitan dengan kegiatan siswa di sekolah pada kalimat sebelumnya.
Kata kegiatan belajar merujuk pada aktivitas siswa yang sudah disebutkan sebelumnya.
Kohesi leksikal
Kata panas, kipas angin, dan listrik padam masih berhubungan dalam satu situasi, yaitu kondisi cuaca dan suasana kelas.
Pengulangan konteks tentang sekolah / kelas / belajar menjaga topik tetap sama.

2. Hubungan Koherensi Antarkalimat
Paragraf tersebut memiliki hubungan makna yang runtut, yaitu:
Hubungan sebab-akibat
Udara panas pada kalimat pertama menyebabkan siswa terlihat lelah pada kalimat kedua.
Hubungan usaha atau solusi
Kalimat ketiga menunjukkan tindakan menyalakan kipas angin sebagai usaha mengatasi rasa panas.
Hubungan pertentangan / hambatan
Kalimat terakhir menjelaskan bahwa usaha tersebut tidak berjalan lancar karena listrik padam.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by 2413046039 2413046039 -
Nama : Haya Alia Kamila
Npm : 2413046039
Kelas : 4A

1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Pengertian Kohesi
Kohesi adalah hubungan atau keterkaitan secara gramatikal maupun leksikal antara unsur-unsur bahasa dalam suatu teks sehingga membentuk kesatuan yang padu. Kohesi berfungsi menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat agar teks tidak terpisah-pisah dan mudah dipahami. 

Contoh Kohesi
Contoh kalimat: Rina membeli sebuah buku baru di toko buku. Buku itu sangat menarik karena membahas tentang budaya Lampung.

Penjelasan:
Kata “buku itu” merupakan piranti kohesi berupa referensi yang merujuk pada kata “buku baru” pada kalimat sebelumnya, sehingga kedua kalimat saling terhubung. 

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Pengertian Koherensi
Koherensi adalah keterpaduan makna atau hubungan logis antar gagasan dalam suatu teks sehingga ide-ide yang disampaikan tersusun secara runtut dan mudah dipahami oleh pembaca. 

Contoh Koherensi
Contoh paragraf: Banjir sering melanda Jakarta karena curah hujan tinggi dan sistem drainase yang buruk. Akibatnya, ribuan warga mengungsi dan aktivitas ekonomi terganggu. Pemerintah perlu memperbaiki infrastruktur untuk mengatasi masalah ini.

Penjelasan:
Paragraf tersebut koheren karena gagasan berkembang secara logis dari penyebab - dampak - solusi.

3. Identifikasi Piranti Kohesi pada Paragraf

Paragraf: Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

Piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut:
1. Konjungsi sebab-akibat
• Kata “sehingga”
• Menghubungkan sebab (jalan tergenang) dengan akibat (kendaraan macet).
2. Konjungsi pertentangan
• Kata “namun”
• Menunjukkan pertentangan antara usaha mencari jalan alternatif dengan kenyataan bahwa jalan lain juga banjir.
3. Kohesi leksikal (repetisi/medan makna)
• Kata “jalanan” dan “jalan” memiliki hubungan makna yang sama sehingga menjaga keterkaitan antar kalimat.

4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat dalam Paragraf

Hubungan koherensi pada paragraf tersebut adalah hubungan kronologis dan sebab-akibat.

Penjelasan alurnya:
1. Kalimat 1
Menjelaskan peristiwa awal, yaitu hujan deras.
2. Kalimat 2
Menunjukkan akibat dari hujan, yaitu jalan tergenang dan terjadi kemacetan.
3. Kalimat 3
Menjelaskan reaksi pengendara, yaitu mencari jalan alternatif.
4. Kalimat 4
Menunjukkan kendala baru, yaitu jalan lain juga banjir.

Jadi, hubungan koherensi dalam paragraf tersebut membentuk alur: peristiwa - akibat - usaha solusi - hambatan sehingga gagasan berkembang secara logis dan mudah dipahami
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Dian Wijaya -
Nama : Dian Wijaya
NPM : 2413046091
Kelas : 4A

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan interdisipliner dalam kajian Sastra Bandingan, yaitu pendekatan yang mengkaji hubungan antara karya sastra dengan bidang seni lain di luar sastra. Dalam penelitian ini, puisi karya Sapardi Djoko Damono dibandingkan dengan lukisan karya Vincent van Gogh untuk melihat keterkaitan antara deskripsi alam dalam puisi dengan visualisasi alam dalam seni lukis. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menelaah bagaimana suatu tema yang sama dapat diungkapkan melalui dua media seni yang berbeda, yaitu bahasa dalam puisi dan unsur visual dalam lukisan.

Melalui pendekatan ini, peneliti dapat menganalisis kesamaan maupun perbedaan cara kedua seniman menggambarkan alam. Dalam puisi, alam biasanya dihadirkan melalui imaji, metafora, pilihan kata, dan suasana yang dibangun oleh penyair. Sementara itu, dalam seni lukis, alam divisualisasikan melalui warna, garis, tekstur, serta komposisi gambar yang mampu menciptakan kesan tertentu bagi penikmatnya. Perbedaan medium tersebut justru memberikan peluang untuk melihat bagaimana pengalaman estetis terhadap alam dapat diwujudkan melalui bentuk ekspresi artistik yang berbeda.

Pendekatan interdisipliner ini relevan karena sastra bandingan tidak hanya membandingkan karya sastra dari bahasa atau negara yang berbeda, tetapi juga mengkaji hubungan antara sastra dan cabang seni lainnya. Dengan demikian, penelitian yang menghubungkan puisi dan lukisan dapat memperkaya pemahaman tentang representasi alam dalam karya seni serta menunjukkan bahwa berbagai bentuk seni pada dasarnya memiliki keterkaitan dalam mengekspresikan pengalaman, perasaan, dan pandangan manusia terhadap alam.

Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun sebagian jalan lain juga mengalami banjir

Paragraf 1
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

1. Identifikasi kohesi dalam paragraf
Piranti kohesi adalah unsur bahasa yang menghubungkan bagian-bagian dalam teks sehingga menjadi padu. Pada paragraf tersebut terdapat beberapa piranti kohesi, yaitu:

•Kohesi gramatikal (konjungsi)

sehingga menunjukkan hubungan sebab-akibat antara kalimat sebelumnya dan akibatnya.
Contoh: Jalanan tergenang air sehingga banyak kendaraan terjebak macet.

namun, menunjukkan pertentangan atau kontras dengan kalimat sebelumnya.
Contoh: Pengendara mencari jalan alternatif, namun jalan lain juga banjir.

Kohesi leksikal (pengulangan dan keterkaitan makna)

Kata-kata yang masih berada dalam satu bidang makna tentang kondisi jalan dan hujan, seperti:
hujan,tergenang air,banjir jalan

kendaraan / pengendara
Kata-kata tersebut saling berkaitan dan membantu menjaga kepaduan makna dalam paragraf.

•Kohesi referensi waktu

Pagi itu menunjukkan keterangan waktu yang menjadi acuan peristiwa dalam paragraf.

2. Hubungan koherensi antar kalimat
Koherensi adalah hubungan makna yang logis antar kalimat dalam sebuah paragraf.

Kalimat 1,Kalimat 2 (Hubungan sebab-akibat)
Hujan yang turun sangat deras menyebabkan jalanan di kota tergenang air dan mengakibatkan kemacetan kendaraan.

Kalimat 2,Kalimat 3 (Hubungan akibat atau reaksi)
Karena jalanan macet akibat genangan air, para pengendara kemudian berusaha mencari jalan alternatif.

Kalimat 3,Kalimat 4 (Hubungan pertentangan)
Meskipun pengendara sudah mencoba mencari jalan lain, usaha tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena sebagian jalan alternatif juga mengalami banjir.

Kesimpulan:
Paragraf tersebut memiliki koherensi yang baik karena setiap kalimat saling berhubungan secara logis: dimulai dari penyebab (hujan deras), kemudian akibatnya (jalan tergenang dan macet), lalu tindakan pengendara (mencari jalan alternatif), dan diakhiri dengan kendala yang muncul,jalan lain juga banjir


1. Pengertian dan contoh kohesi dalam wacana
Kohesi adalah hubungan atau keterkaitan antar kata, frasa, atau kalimat dalam suatu teks yang ditandai oleh unsur bahasa tertentu sehingga teks tersebut terasa padu dan tidak terpisah-pisah.

Dengan kata lain, kohesi adalah alat bahasa yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lain.

Contoh kohesi pada paragraf di atas:

sehingga menunjukkan hubungan sebab dan akibat.
Jalanan tergenang air sehingga banyak kendaraan terjebak macet.

namun menunjukkan hubungan pertentangan.
Pengendara mencari jalan alternatif, namun jalan lain juga banjir.

Kata-kata yang masih berkaitan maknanya seperti hujan, tergenang air, banjir, jalan, kendaraan, pengendara juga membentuk kohesi karena masih berada dalam satu topik yaitu kondisi jalan saat hujan.
Jadi, kata-kata tersebut membuat paragraf terasa menyatu dan tidak terputus-putus.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Nurjihan luthfiyah jahra -

Nama: Nurjihan lutjfiyah jahra

npm: 2413046005

1. Pengertian kohesi dalam wacana
Kohesi adalah hubungan antar kata atau kalimat dalam sebuah teks yang membuat tulisan terasa menyambung. Kohesi biasanya terlihat dari penggunaan kata penghubung, kata ganti, atau kata yang saling berkaitan.

Contoh:
Ani membeli sepatu baru. Sepatu itu dipakai ke sekolah.
Kata sepatu itu mengacu pada sepatu baru sehingga kalimatnya saling terhubung.

2. Pengertian koherensi dalam wacana
Koherensi adalah hubungan makna antar kalimat sehingga isi paragraf terasa runtut dan mudah dipahami.

Contoh:
Hari ini hujan deras. Banyak orang memilih tidak keluar rumah.
Kalimat kedua masih berhubungan dengan kalimat pertama karena hujan membuat orang malas keluar.

3. Piranti kohesi pada paragraf

Paragraf:
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

Piranti kohesinya:

  • Kata sehingga itu menunjukkan hubungan sebab akibat.
  • Kata namun itu menunjukkan pertentangan.
  • Kata yang saling berkaitan seperti hujan, tergenang air, banjir.

4. Hubungan koherensi antar kalimat

  • Kalimat 1 ke 2: hujan deras menyebabkan jalan tergenang dan macet.
  • Kalimat 2 ke 3: karena macet, pengendara mencari jalan lain.
  • Kalimat 3 ke 4: walaupun mencari jalan lain, ternyata jalan lain juga banjir.


In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Miraya zolla azzahra faizaq -
Nama : Miraya Zolla Azzahra Faizaq
NPM : 2413046021
Kelas : 4A

1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Kohesi adalah hubungan keterkaitan antarunsur bahasa dalam suatu wacana yang membuat kalimat-kalimat di dalamnya saling terhubung secara gramatikal. Kohesi dapat terlihat dari penggunaan kata sambung, kata rujukan, pengulangan kata, atau unsur bahasa lain yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya sehingga wacana menjadi padu.

Contohnya: Miraya membeli sebuah motor baru. Motor itu berwarna hitam. Kata motor itu pada kalimat kedua merujuk pada kata motor pada kalimat pertama. Hal ini menunjukkan adanya kohesi karena kedua kalimat saling terhubung melalui kata rujukan.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Koherensi adalah hubungan makna antar kalimat dalam suatu wacana sehingga gagasan yang disampaikan tersusun secara logis dan mudah dipahami. Koherensi berkaitan dengan keterpaduan ide yang membentuk alur pemikiran yang runtut.

Contohnya: Miraya belajar dengan tekun setiap hari. Oleh karena itu, ia mendapatkan ipk yang tinggi. Kedua kalimat tersebut memiliki hubungan sebab-akibat sehingga membentuk koherensi yang jelas.

Analisis Paragraf
1. Piranti Kohesi dalam Paragraf

Piranti kohesi dalam paragraf tersebut adalah konjungsi sehingga yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara hujan deras dan kemacetan. Selain itu, terdapat konjungsi namun yang menunjukkan hubungan pertentangan. Kohesi juga terlihat dari penggunaan kata-kata yang masih dalam satu konteks, seperti hujan, tergenang air, macet, dan banjir.

2. Hubungan Koherensi Antar Kalimat

Koherensi dalam paragraf tersebut menunjukkan hubungan sebab-akibat yang runtut. Kalimat pertama menjelaskan hujan deras. Kalimat kedua menjelaskan akibatnya, yaitu jalanan tergenang dan terjadi kemacetan. Kalimat ketiga menjelaskan usaha pengendara mencari jalan alternatif, sedangkan kalimat terakhir menunjukkan bahwa usaha tersebut kurang berhasil karena jalan lain juga banjir.
In reply to Mei Fatmila Sari

Re: Tugas Diskusi

by Ratu Saskia Wulandari Wulandari -
Nama: Ratu Saskia Wulandari
Npm: 2413046053
Kelas: 4A

1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Kohesi adalah hubungan keterkaitan antarunsur bahasa dalam suatu teks yang membuat kalimat-kalimat di dalamnya saling terhubung secara bentuk atau struktur. Kohesi biasanya ditandai dengan penggunaan kata sambung, kata ganti, pengulangan kata, atau kata penunjuk sehingga wacana menjadi padu.

Dengan adanya kohesi, kalimat dalam sebuah paragraf tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan melalui unsur bahasa tertentu.

Contoh kohesi dalam wacana:

Rina pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku. *Ia* membutuhkan buku tersebut untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.

Pada contoh tersebut terdapat kohesi berupa kata ganti “ia”yang merujuk pada kata Rina pada kalimat sebelumnya.



2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Koherensi adalah hubungan makna atau keterkaitan ide antar kalimat dalam suatu paragraf sehingga gagasan yang disampaikan terasa logis dan mudah dipahami. Koherensi tidak hanya dilihat dari bentuk bahasa, tetapi dari kesinambungan makna antar kalimat.

Jika suatu paragraf memiliki koherensi yang baik, pembaca dapat mengikuti alur gagasan dengan jelas dari satu kalimat ke kalimat berikutnya.

Contoh koherensi dalam wacana:

Kemarin malam hujan turun sangat lebat. Akibatnya, beberapa wilayah di kota itu mengalami banjir. Banyak warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Hubungan makna antar kalimat tersebut adalah sebab dan akibat, sehingga paragraf terasa runtut dan mudah dipahami.


3. Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf

Paragraf:
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

Piranti kohesi terdapat dalam paragraf:

1. Kata penghubung “sehingga”
Menghubungkan sebab dan akibat antara kalimat tentang jalan yang tergenang air dengan kemacetan kendaraan.

2. Kata penghubung “namun”
Berfungsi sebagai penghubung yang menunjukkan pertentangan atau keadaan yang tidak sesuai dengan harapan.

3. Pengulangan makna (repetisi semantis)
Kata yang berkaitan dengan kondisi jalan seperti “jalanan”, “jalan alternatif”, dan “jalan lain” menunjukkan hubungan makna yang masih berada dalam topik yang sama.



4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat dalam Paragraf

Hubungan koherensi antar kalimat dalam paragraf tersebut menunjukkan urutan peristiwa yang saling berkaitan secara logis.

1. Kalimat pertama
menjelaskan penyebab utama, yaitu hujan yang turun sangat deras.
2. Kalimat kedua
menjelaskan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang dan menyebabkan kemacetan.
3. Kalimat ketiga
menggambarkan tindakan yang dilakukan oleh para pengendara untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu mencari jalan alternatif.
4. Kalimat keempat
menunjukkan bahwa solusi tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena jalan lain juga mengalami banjir.