Posts made by Novita Adeliya

Nama : Novita Adeliya
Npm : 2413046051
Kelas : 5A
Matkul : Penyuntingan

1. Menurut Anda, mana yang lebih sulit: menemukan kesalahan dalam naskah atau memutuskan apakah sesuatu memang harus diperbaiki? menjelaskan alasan Anda.

Jawaban :
Menurut saya, yang lebih sulit adalah memutuskan apakah sesuatu memang harus diperbaiki, karena penyuntingan tidak hanya mencari kesalahan, tetapi juga harus mempertimbangkan konteks, gaya penulis, tujuan, dan target pembaca. Misalnya, dalam cerita berbahasa Lampung terdapat istilah atau ungkapan khas budaya Lampung yang mungkin terlihat tidak umum bagi pembaca, tetapi sebenarnya memiliki makna tertentu dan merupakan bagian dari cerita. Jika penyunting langsung menggantinya, makna dan ciri khas budaya dalam cerita dapat hilang. Oleh karena itu, penyunting perlu membedakan antara bagian yang benar-benar salah dan bagian yang sengaja digunakan oleh penulis. Hal ini sesuai dengan materi bahwa tujuan penyuntingan adalah meningkatkan kualitas naskah tanpa mengganti isi pikiran penulis.

2. Mengapa seorang penyunting buku cerita berbahasa Lampung harus memiliki kemampuan bahasa sekaligus pengetahuan tentang budaya Lampung?

Jawaban :
Seorang penyunting buku cerita berbahasa Lampung harus memiliki kemampuan bahasa sekaligus pengetahuan tentang budaya Lampung karena keduanya diperlukan agar proses penyuntingan tidak hanya benar secara bahasa, tetapi juga tepat secara makna dan budaya. Kemampuan bahasa diperlukan untuk memeriksa ejaan, pilihan kata, struktur kalimat, dan konsistensi naskah, sedangkan pengetahuan budaya diperlukan agar penyunting dapat memahami istilah, ungkapan, adat, atau tradisi Lampung yang terdapat dalam cerita. Misalnya, ketika menemukan istilah-istilah yang berkaitan dengan budaya Lampung, penyunting harus memahami maknanya terlebih dahulu sebelum menentukan apakah istilah tersebut perlu diperbaiki atau justru dipertahankan. Dengan begitu, penyunting dapat meningkatkan kualitas naskah tanpa menghilangkan identitas budaya Lampung.

3. Setelah mengikuti kegiatan hari ini, apa yang berubah dari pemahaman Anda tentang pekerjaan seorang penyunting?

Jawaban :
Setelah mengikuti kegiatan hari ini, pemahaman saya tentang pekerjaan seorang penyunting berubah karena sebelumnya saya menganggap penyunting hanya bertugas mencari dan memperbaiki kesalahan ejaan atau tata bahasa. Sekarang saya memahami bahwa penyunting pekerjaan lebih luas, yaitu membaca dan memahami naskah secara menyeluruh, mengenali gaya penulis, memperhatikan sasaran pembaca, serta memeriksa bahasa, struktur, dan konsistensi naskah. Contohnya, saat menyajikan cerita berbahasa Lampung, penyunting tidak hanya memperbaiki kesalahan bahasa, tetapi juga harus menjaga alur dan makna cerita agar tetap sesuai dengan maksud penulis. Setelah itu, hasil penyuntingan masih perlu diperiksa kembali melalui format proofreading dan pemeriksaan sebelum naskah siap diterbitkan.

MCR 4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by Novita Adeliya -
Nama : Novita Adeliya
NPM : 2413046051
Kelas : 4A
Matkul : Menulis Cerita Rekaan

1. Pembuka dengan Dialog
(Tema: Misteri keluarga / rahasia masa lalu)
“Jangan buka pintu itu sebelum jam dua belas malam,” bisik Nenek sambil menahan tangan Rara. Rara menoleh ke arah pintu gudang yang sejak kecil selalu terkunci rapat. Dari balik celah kayunya terdengar bunyi ketukan pelan, tiga kali, lalu diam. “Siapa di dalam?” tanya Rara dengan suara gemetar. Nenek tidak menjawab, hanya menatap jam dinding yang jarumnya bergerak lambat. Ketukan itu terdengar lagi, kali ini lebih keras, seolah seseorang mulai kehilangan kesabaran.

2. Pembuka dengan Pertanyaan
(Tema: Perjalanan waktu / hubungan keluarga)
Pernahkah kamu menerima surat dari dirimu sendiri di masa depan? Itu yang dialami Dira pagi ini ketika menemukan amplop putih di meja belajarnya. Nama pengirimnya tertulis jelas: Dira, tahun 2026. Dengan tangan gemetar, ia membuka surat itu dan membaca kalimat pertama yang membuat napasnya terhenti. “Jangan datang ke stasiun besok pagi.” Dira menatap kalender di dinding dan sadar bahwa besok adalah hari keberangkatan ayahnya.

3. Pembuka dengan Aksi atau Adegan
(Tema: Petualangan / perebutan benda berharga)
Arman berlari menembus hujan sambil memeluk tas lusuh di dadanya. Air menggenang di jalanan, membuat langkahnya berkali-kali hampir terpeleset. Dari belakang, suara peluit petugas terus mendekat. Ia membelok ke gang sempit, melompati tumpukan peti kayu, lalu berhenti di depan tembok buntu. Napasnya memburu ketika ia mendengar langkah kaki semakin dekat. Dengan panik, Arman membuka tas itu dan mengeluarkan sebuah kunci berwarna emas.

SB4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by Novita Adeliya -
Nama : Novita Adeliya
NPM : 2413046051
Kelas : 4A

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan interdisipliner dalam sastra bandingan, yaitu pendekatan yang membandingkan karya sastra dengan karya dari bidang seni lain, seperti seni rupa, musik, atau film.

Dalam kasus ini, peneliti membandingkan puisi karya Sapardi Djoko Damono dengan lukisan karya Vincent van Gogh. Pendekatan interdisipliner digunakan karena kajian sastra bandingan tidak hanya membandingkan karya sastra dengan sastra lain, tetapi juga dapat melihat hubungan antara sastra dengan cabang seni yang berbeda.

Pendekatan ini relevan karena puisi dan lukisan sama-sama dapat merepresentasikan alam sebagai objek estetis, tetapi melalui media yang berbeda. Puisi menggambarkan alam melalui bahasa, metafora, dan imajinasi, sedangkan lukisan menggambarkan alam melalui warna, garis, bentuk, dan komposisi visual. Dengan pendekatan interdisipliner, peneliti dapat melihat bagaimana deskripsi alam dalam puisi diterjemahkan atau memiliki kesamaan makna dengan visualisasi alam dalam lukisan.

Dengan demikian, pendekatan ini membantu memahami persamaan tema, makna, dan cara penggambaran alam dalam dua bentuk karya seni yang berbeda, sehingga hubungan antara sastra dan seni rupa dapat dianalisis secara lebih mendalam.

ANAWA4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by Novita Adeliya -
Nama : Novita Adeliya
NPM : 2413046051
Kelas :4A

1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Kohesi adalah hubungan antara kata, frasa, atau kalimat dalam sebuah teks yang membuat bagian-bagian di dalamnya saling terikat. Kohesi biasanya ditandai dengan penggunaan kata hubung, kata ganti, atau pengulangan kata sehingga teks menjadi padu.

Contoh:
Novita pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku. Ia ingin membaca buku tersebut untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.

Pada contoh tersebut terdapat kohesi karena kata “ia” merujuk pada Novita, sehingga kedua kalimat saling terhubung.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Koherensi adalah hubungan makna antara kalimat-kalimat dalam sebuah paragraf sehingga ide yang disampaikan terasa runtut dan mudah dipahami. Dengan adanya koherensi, isi teks menjadi lebih jelas dan tidak membingungkan.

Contoh:
Malam tadi listrik di rumah padam cukup lama. Akibatnya, saya tidak bisa menyelesaikan tugas yang harus dikumpulkan hari ini.

Kalimat kedua menjelaskan akibat dari peristiwa pada kalimat pertama, sehingga keduanya memiliki hubungan makna.

Tugas
1. Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf

Paragraf:
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

Piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut yaitu:

-Kata hubung “sehingga” yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat.
-Kata hubung “namun” yang menunjukkan adanya pertentangan atau keadaan yang tidak sesuai harapan.
-Pengulangan kata yang berkaitan dengan “jalan”, seperti jalanan, jalan alternatif, dan jalan lain yang masih memiliki hubungan makna.
-Hubungan makna antara kata “tergenang air” dan “banjir” yang masih membahas kondisi yang sama.

2. Hubungan Koherensi Antar Kalimat

Koherensi dalam paragraf tersebut terlihat dari hubungan peristiwa yang berurutan. Kalimat pertama menjelaskan bahwa terjadi hujan deras pada pagi hari. Kalimat kedua menunjukkan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang dan menyebabkan kemacetan. Kalimat ketiga menjelaskan usaha para pengendara untuk mencari jalan lain agar terhindar dari macet. Namun pada kalimat terakhir dijelaskan bahwa jalan lain juga mengalami banjir.

Hal ini menunjukkan bahwa setiap kalimat saling berkaitan dan membentuk alur cerita yang runtut dari sebab hingga akibatnya.

MCR 4A -> Tugas Individu -> Tugas Individu -> Re: Tugas Individu

by Novita Adeliya -
Nama : Novita Adeliya
NPM : 2413046051
Kelas : 4A
Matkul : Menulis Cerita Rekaan

Yang saya pahami mengenai materi tersebut yaitu Menulis merupakan keterampilan yang sangat penting dan mendesak bagi mahasiswa. Seperti yang ditegaskan oleh Seno Gumira Ajidarma, ketika jurnalisme dibungkam, sastra harus berbicara. Sementara Pramoedya Ananta Toer menyatakan bahwa orang boleh pandai setinggi langit, tetapi tanpa menulis ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah. Menulis merupakan keterampilan penting bagi mahasiswa karena menjadi sarana menyampaikan ilmu, gagasan, dan kebenaran. Tujuan menulis dapat bersifat informatif, persuasif, dan ekspresif.
Manfaat menulis bagi penulis adalah melatih berpikir kritis, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan mengembangkan kreativitas. Bagi pembaca, menulis memberikan informasi, wawasan, dan inspirasi.
Tantangan menulis meliputi kesulitan menemukan ide, memulai tulisan, keterbatasan kosakata, serta faktor internal dan eksternal. Cara mengatasinya adalah dengan banyak membaca, membuat kerangka tulisan, serta melakukan revisi.
Intinya, menulis bukan hanya tugas akademik, tetapi kebutuhan penting untuk mengembangkan diri dan berkontribusi dalam masyarakat.