Posts made by Nabila Tri sara

MCR 4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by Nabila Tri sara -
Nama : Nabila Tri Sara
NPM: 2413046083
Kelas: 4A
Mata Kuliah : ANALISIS CERITA REKAAN

1.Pembuka dengan gambaran tokoh/pikiran tokoh
Sejak kecil, Dira selalu dikenal sebagai orang yang pendiam dan lebih suka menyimpan semuanya sendiri. Dia jarang cerita, bahkan ke orang terdekatnya sekalipun. Di dalam pikirannya, selalu ada banyak hal yang berputar, tapi nggak pernah benar-benar dia ungkapkan. Kadang dia merasa lebih nyaman hidup di dunianya sendiri daripada harus menjelaskan apa yang dia rasakan. Tapi hari itu berbeda, karena sesuatu terjadi dan memaksanya keluar dari zona nyamannya. Untuk pertama kalinya, dia harus menghadapi hal yang selama ini selalu dia hindari.
2. Pembuka dengan latar
Senja di desa itu selalu datang dengan warna jingga yang lembut, menyelimuti sawah-sawah yang membentang luas. Angin membawa aroma tanah basah dan suara jangkrik yang mulai bersahutan. Di ujung jalan kecil, berdiri sebuah rumah tua yang sudah lama ditinggalkan, tetapi masih menyimpan cerita yang belum usai. Penduduk setempat jarang mendekat, seolah ada sesuatu yang mereka hindari untuk dibicarakan. Namun bagiku, rumah itu justru memunculkan rasa penasaran yang sulit dijelaskan. Sejak pertama kali melihatnya, aku merasa ada sesuatu yang memanggilku untuk datang lebih dekat.
3. Pembuka dengan dialog
“Aku tidak pernah mengirim surat itu,” kata Saka sambil menatap meja kayu yang penuh goresan. Aku terdiam, mencoba memahami maksud ucapannya yang terdengar seperti pengakuan sekaligus penyangkalan. “Tapi namamu ada di sana,” balasku pelan, menahan gemetar. Saka menggeleng, matanya tampak lelah, seolah menyimpan rahasia yang terlalu lama dipendam. Di luar, hujan turun tanpa jeda, menambah berat suasana di antara kami. Aku mulai sadar, mungkin ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar surat yang hilang.

SB4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by Nabila Tri sara -

Nama :Nabila tri sara

NMP:2413046083

Kelas:4A

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah pendekatan interdisipliner dalam kajian sastra bandingan, yaitu pendekatan yang membandingkan karya sastra dengan karya dari bidang seni lain, seperti seni lukis, musik, film, atau budaya visual.

Dalam Hal ini, peneliti membandingkan puisi karya Sapardi Djoko Damono dengan lukisan karya Vincent van Gogh untuk melihat hubungan antara penggambaran alam dalam bahasa (puisi) dan visualisasi alam dalam bentuk gambar (lukisan).


Penjelasan Pendekatan

Pendekatan ini termasuk dalam *sastra bandingan lintas seni (interart studies)*, yaitu kajian yang membandingkan karya sastra dengan karya seni lain yang berbeda medium. Tujuannya adalah untuk melihat persamaan, perbedaan, serta hubungan makna dan cara pengungkapan tema antara dua bentuk karya seni yang berbeda.


Alasan Pendekatan Ini Relevan

1. Tema yang sama tetapi media berbeda

   Puisi dan lukisan sama-sama dapat menggambarkan alam, tetapi menggunakan media yang berbeda. Puisi menggunakan kata-kata dan imajinasi bahasa, sedangkan lukisan menggunakan warna, bentuk, dan komposisi visual.

2. Melihat hubungan antara bahasa dan visual

   Pendekatan interdisipliner memungkinkan peneliti menganalisis bagaimana deskripsi alam dalam puisi dapat memiliki kesamaan makna atau suasana dengan visualisasi alam dalam lukisan.

3. Memperluas pemahaman estetika karya

   Dengan membandingkan dua bentuk seni, peneliti dapat memahami bagaimana pengalaman estetis tentang alam diwujudkan melalui dua cara ekspresi yang berbeda.

Dengan demikian, penelitian tersebut menggunakan pendekatan sastra bandingan lintas seni (interdisipliner) karena membandingkan karya sastra dengan karya seni rupa. Pendekatan ini relevan karena dapat mengungkap hubungan antara penggambaran alam melalui bahasa dalam puisi dan visualisasi alam melalui unsur visual dalam lukisan, sehingga memberikan pemahaman yang lebih luas tentang cara seniman mengekspresikan tema alam dalam berbagai bentuk seni.

ANAWA4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by Nabila Tri sara -
Nama:Nabila Tri Sara
Kelas: 4A
NPM: 2413036083
Mata kuliah : Analisis Wacana

1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana
Kohesi adalah hubungan antarunsur dalam teks yang ditandai oleh penggunaan bentuk bahasa tertentu sehingga kalimat-kalimat dalam wacana saling terhubung.
Contoh:
Ani membeli tas baru. Tas itu dipakai ke kampus.
Kata “itu” menjadi penghubung yang merujuk pada kata “tas” pada kalimat sebelumnya.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana
Koherensi adalah hubungan makna yang logis antar kalimat dalam suatu wacana sehingga ide yang disampaikan tersusun runtut dan mudah dipahami.
Contoh:
Hari ini hujan sangat deras. Karena itu, banyak orang membawa payung.
Kedua kalimat tersebut memiliki hubungan sebab-akibat.

Tugas
1. Piranti kohesi dalam paragraf
Piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:
Konjungsi (kata hubung)
Kata "sehingga" yang menunjukkan hubungan sebab–akibat.lalu
Kata "namun" yang menunjukkan pertentangan.
"sebagian jalan lain" merujuk pada jalanan di kota yang disebut sebelumnya.
Repetisi (pengulangan makna)
Kata yang berkaitan dengan jalan/jalanan dan banjir/tergenang air yang memperkuat keterkaitan antar kalimat.

2. Hubungan koherensi antar kalimat
Koherensi dalam paragraf tersebut terbentuk melalui hubungan sebab–akibat dan masalah–upaya.
Kalimat 1 menjelaskan penyebab, yaitu hujan sangat deras.pada Kalimat ke 2 menjelaskan akibatnya, yaitu jalanan tergenang dan terjadi kemacetan.
Kalimat 3 menunjukkan upaya pengendara, yaitu mencari jalan alternatif.
Kalimat 4 menjelaskan kendala, yaitu jalan lain juga mengalami banjir.

Jadi, seluruh kalimat saling berhubungan secara logis karena menggambarkan peristiwa hujan deras yang menyebabkan banjir, kemacetan, dan usaha pengendara untuk menghindarinya tetapi tetap terhambat.

MCR 4A -> Tugas Individu -> Tugas Individu -> Re: Tugas Individu

by Nabila Tri sara -
Menurut saya Menulis sangat penting bagi mahasiswa karena memiliki manfaat. Pertama, menulis meningkatkan kemampuan berpikir kritis karena mahasiswa harus memilah informasi, membandingkan pendapat, dan menyusun argumen logis. Misalnya, saat menulis makalah, mahasiswa harus membaca beberapa sumber dan menentukan sudut pandang sendiri.

Selain itu, menulis juga membangun komunikasi yang efektif karena mahasiswa belajar menyampaikan ide secara sistematis, jelas, dan mudah dipahami. Ini sangat penting dalam akademik dan profesional, seperti penulisan laporan, proposal, atau email.
Menulis juga meningkatkan kemampuan belajar karena mahasiswa merangkum informasi, mengolah dengan bahasa sendiri, dan menghubungkan konsep. Ini memperkuat daya ingat dan pemahaman konsep, seperti membuat catatan reflektif setelah perkuliahan.