Posts made by Distiana Ningrum 2413046026

Nama: Distiana Ningrum 

NPM: 2413046026

Kelas: 4B PBL


Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah pendekatan interdisipliner sekaligus intermedial dalam sastra bandingan, yaitu kajian yang tidak hanya membandingkan karya sastra dengan karya sastra lain, tetapi juga menghubungkannya dengan karya dari bidang seni berbeda. Dalam hal ini, puisi karya Sapardi Djoko Damono dibandingkan dengan lukisan Vincent van Gogh untuk melihat bagaimana unsur alam direpresentasikan melalui dua media yang berbeda, yaitu bahasa (verbal) dalam puisi dan bentuk visual dalam seni lukis.

Pendekatan ini relevan karena sastra bandingan modern memang berkembang ke arah kajian lintas disiplin yang membuka peluang untuk memahami hubungan antar bentuk seni. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat mengkaji bagaimana deskripsi alam dalam puisi, misalnya melalui diksi, imaji, dan gaya bahasa memiliki kesepadanan atau perbedaan dengan visualisasi alam dalam lukisan yang diwujudkan melalui warna, garis, tekstur, dan komposisi.

Selain itu, pendekatan intermedial ini penting karena mampu mengungkap bahwa pengalaman estetis manusia terhadap alam bersifat universal, namun cara mengungkapkannya dipengaruhi oleh karakteristik medium yang digunakan.

ANAWA 4B -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by Distiana Ningrum 2413046026 -

Nama: Distiana Ningrum 

NPM: 2413046026

Kelas: 4B PBL


A. Pengertian dan contoh kohesi dalam wacana:

Secara konseptual, kohesi dapat dipahami sebagai jalinan atau keterikatan antarunsur bahasa dalam teks, yang memungkinkan ide atau gagasan berkembang secara berkesinambungan.

Hubungan ini memastikan bahwa setiap bagian teks saling mendukung, sehingga alur teks menjadi sistematis, komunikatif, dan mudah diikuti pembaca. 

CONTOH: 

Ani membeli buku. Buku itu sangat menarik. → Kata “buku itu” mengacu pada “buku”, ini disebut kohesi (pengacuan).


B. Pengertian dan contoh koherensi dalam wacana:

Koherensi adalah hubungan makna atau isi antar kalimat sehingga wacana terasa logis dan mudah dipahami.

CONTOH:

Hari ini hujan deras. Akibatnya, jalan menjadi licin. → Ada hubungan sebab-akibat (koheren).



JAWABAN TUGAS:

1. Piranti kohesi dalam paragraf tersebut:

1). Repetisi (pengulangan):

Kata “jalan” → jalan, jalanan, jalan lain.

2). Konjungsi (kata hubung):

“sehingga” → menunjukkan hubungan sebab-akibat

“namun” → menunjukkan pertentangan.

3). Referensi (pengacuan):

“para pengendara” → masih berkaitan dengan “kendaraan”.


2. Hubungan makna antar kalimat:

1). Kalimat 1 → Kalimat 2 (sebab-akibat). Hujan deras → jalan tergenang dan macet.

2). Kalimat 2 → Kalimat 3 (akibat/lanjutan peristiwa) Karena macet → pengendara mencari jalan alternatif.

3). Kalimat 3 → Kalimat 4 (pertentangan) Sudah mencari jalan lain → namun jalan lain juga banjir.