Nama: Nadiya Adila
Npm: 2413031079
1. Paradigma Anggaran Tradisional dan Anggaran Berbasis NPM
Anggaran tradisional lebih menitikberatkan pada penggunaan dana dan pengendalian pengeluaran. Penyusunan anggaran biasanya menggunakan anggaran tahun sebelumnya sebagai dasar, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan pada tahun berikutnya. Cara ini cukup sederhana dan memberikan kestabilan, tetapi terkadang membuat organisasi hanya mengikuti pola anggaran sebelumnya tanpa melihat kembali apakah seluruh pengeluaran masih diperlukan.
Anggaran berbasis New Public Management (NPM) lebih memperhatikan kinerja dan hasil yang ingin dicapai. Jadi, yang diperhatikan bukan hanya berapa banyak anggaran yang digunakan, tetapi juga manfaat dan hasil dari penggunaan anggaran tersebut. Menurut saya, pendekatan ini membuat pengelolaan sektor publik lebih menekankan efisiensi, efektivitas, dan pertanggungjawaban terhadap hasil.
2. Implementasi ZBB dalam Mengatasi Kesenjangan
Zero-Based Budgeting (ZBB) dapat digunakan untuk mengurangi perbedaan antara anggaran tradisional dan anggaran berbasis NPM. Dalam ZBB, anggaran tidak langsung mengikuti anggaran tahun sebelumnya. Setiap kegiatan harus dikaji kembali dan diberikan alasan mengapa kegiatan tersebut perlu mendapatkan anggaran.
Penerapannya dapat dimulai dengan menentukan tujuan dan kegiatan organisasi, menghitung kebutuhan biaya, kemudian membandingkan beberapa alternatif kegiatan berdasarkan manfaat dan prioritasnya. Setelah itu, kegiatan yang dianggap paling penting dan sesuai dengan tujuan organisasi dapat diberikan anggaran. Selanjutnya, pelaksanaan dan hasil kegiatan perlu dievaluasi agar penggunaan anggaran tetap sesuai dengan tujuan.
Sumber: OECD, Models of Public Budgeting and Accounting Reform; OECD, Performance Budgeting; U.S. GAO, Streamlining Zero-Base Budgeting.